TARBIYAH ONLINE: rukun shalat

Terbaru

Showing posts with label rukun shalat. Show all posts
Showing posts with label rukun shalat. Show all posts

Wednesday, June 27, 2018

BACA FATIHAH DALAM HATI, SAH KAH SHALAT?

June 27, 2018 0


Tarbiyah.Online -  Banyak orang masih menyepelekan ilmu terkait shalat. Bahkan tidak sedikit dari teman-teman bahkan orangtua kita yang mencukupkan ilmu perihal shalat dengan hanya belajar shalat di masa kecil dengan sekedar mengetahui gerakan dan jenis bacaannya saja.

Untuk penyempurnaan gerakan sering diabaikan. Demikian halnya dengan penyempurnaan bacaan. Maka dari itu, sering kita dapati orang yang shalat, tapi tidak menggerakkan mulutnya pada saat membaca do'a dalam shalat. Bacaan-bacaan shalat yang dimulai dari Takbiratul Ihram hingga Salam berlalu dalam hati saja. Selebihnya hanya gerakan. Maka yang tampak adalah gerakan kosong sahaja.

Dalam mazhab imam Syafi'i terkait dengan fiqh shalat, yaitu hukum-hukum dan taga laksana shalat. Dari 13 rukun (wajib dikerjakan dalam shalat) terdapat 5 rukun qauli dalam satu shalat. Bermakna wajib dibaca dan dilafalkan dengan lidah dan mulut yang dibatasi sekedar terdengar oleh telinga sendiri (jika dalam keadaan sunyi) atau disebut juga pelafalan secara sirr.

Ketika dikatakan qauli, maka otomatis bermakna dilafalkan, tidak bisa hanya sekedar diingat dalam benak dan hati, meskipun secara berurutan bacaannya (dalam hati). Kelima rukun tersebut adalah Takbiratul Ihram, AlFatihah, Tahiyyat, Shalawat dan Salam.


Lalu, apakah sah bacaan ayat Quran dalam hati saja saat salat, tanpa diucapkan di mulut?

Dalam kitab al-Umm, imam Syafi`i -Rahimahullah- menjelaskan:

وَلَا يُجْزِئُهُ أَنْ يَقْرَأَ فِي صَدْرِهِ الْقُرْآنَ وَلَمْ يَنْطِقْ بِهِ لِسَانُهُ

"Membaca Quran dalam hati tanpa diucapkan di lidah itu tidak sah bagi orang yang salat".

Dalam Mukhtashar al-Buwaithy, imam Syafi`i -Rahimahullah- juga menjelaskan:

ولا يجزئ الرجل أن يحرم للصلاة بقلبه، ولا يقرأ بقلبه حتى يحرك لسانه.

"Membaca Takbiratul Ihram untuk salat dalam hati (tanpa diucapkan) itu, tidaklah sah. Dan membaca bacaan salat dalam hati itu juga tidak sah, sampai lidah digerakkan mengucapkannya".

Kutipan disini langsung dari kitab induk mazhab Syafi'i. Tentunya dalam kitab mazhab yang dituliskan oleh ulama Syafi'iyah, hal yang senada termaktub di dalamnya, bahkan dengan penjelasan yang lebih terperinci sesuai dengan kriteria dan kapasitas keilmuan objek pengkaji.

Matan Jurumiyah, Hasyiah Al Bajuri dan kita-kitab Fiqh lainnya termasuk Sabilal Muhtadi karya ulama Nusantara.

Wallahua`lam
Read More