TARBIYAH ONLINE: mengenal ulama suriah

TARBIYAH ONLINE

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Showing posts with label mengenal ulama suriah. Show all posts
Showing posts with label mengenal ulama suriah. Show all posts

Friday, June 1, 2018

NEGERI SYAM DAN JEJAK WALI ABDAL (1) Kabar Tentang Keberadaan Para Wali Abdal di Negeri Syam

June 01, 2018 0

Tarbiyah.Online - Salah satu tradisi mubibbin di tanah Syam adalah hadrah, majelis shalawat berjamaah yang dihadiri ulama-ulama dan para wali, dan salah satu majelis hadrah yang paling terkenal adalah majelis Subuh Senin di Jami' Taubah, salah satu mesjid tua di Damaskus. Di zaman ini salah satu ulama yang selalu hadir dimajlis ini adalah Syeikh Syukri al Luhafy, ulama ahli qiraat (ilmu baca Al Quran) beliau juga wali besar negeri Syam.

Dalam satu majlis di Jami Taubah, tidak seperti biasa aku tidak melihat syeikh Syukri al Luhafy didalam lingkaran hadrah, aku tidak percaya beliau tidak hadir di majlis shalawat, karena setahuku beliau tidak pernah absen di seluruh majelis hadrah di Damaskus. Mata ku menyusuri seluruh sudut mesjid, akhirnya aku menemukan beliau sedang bersender di salah satu tiang mesjid, sambil memakai selimut, ternyata beliau sedang sakit parah.

Begitulah ke"gila"an dan rasa cinta kepada baginda Nabi SAW. Walau dalam keadaan sakit parah pun beliau berusaha tetap hadir dimajlis orang-orang yang mengagungkan kekasihnya tersebut. Perlu diketahui saat itu umur beliau sudah hampir seratus tahun, ditambah beliau lagi sakit parah, musim dingin sedang dipuncaknya, dan semua itu terjadi diwaktu subuh. Tapi ini masalah cinta kawan!!! Sulit aku menjelaskannya dengan logika biasa. 

Maqam beliau sebagai ulama besar ini membuat beliau sering ditawarkan untuk memimpin majelis hadrah, tapi beliau selalu menolak karena beliau merasa tidak pantas, beliau lebih memilih berkhidmad, dengan berkeliling dan melayani jamaah hadrah dengan menuangkan air minum untuk mereka, satu persatu dengan tangan beliau sendiri.

Karena keistiqamahan dan kerendahan hati beliau ini, beliau dipercayai sebagai Wali Abdal oleh ulama dan penduduk negeri Syam.

Bagi yang belum tau tentang istilah wali abdal. Kita dengar penjelasan oleh Sayidina Ali karamallahu wajhahu. Suatu hari dalam perang Shiffin penduduk Iraq berkata kasar pada penduduk Syam, lalu sayidina Ali berkata, "Jangan lakukan itu, sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda "wali abdal itu berada di syam, mereka ada 40 orang, ketika satu orang meninggal maka Allah akan mengganti tempatnya dengan orang lain, disebabkan merekalah kalian diturunkan hujan rahmat, karena merekalah kalian dapat mengalahkan musuh, dan karena merekalah penduduk bumi dijauhkan dari marab ahaya.

Dalam hadis lain diriwayatkan dari Abi Darda "bahwasanya para nabi adalah pondasi bumi. Maka dikala masa kenabian telah usai, maka Tuhan mengembankan tugas mereka pada umat Muhammad, yang mendapatkan tugas ini adalah Wali Abdal, mereka bukanlah orang yang banyak berpuasa atau shalat ataupun bertsabih mereka adalah orang-orang yang baik akhlaknya dan wara' (berhati-hati dan menjaga diri), ikhlas niatnya, dan bersih hatinya pada setiap muslim, dan selalu memberi nasihat hanya karena mengharapkan Allah semata.

Dan banyak hadis lain, jika dikumpulkan bisa mencapai derajat Sahih Lighairihi, bagi yang ingin tahu lebih lengkap Imam Suyuthi mengumpulkannya dalam kitab Al hawi lil Fatawa. Bagi yang berniat ziarah ke Syam jangan lupa kunjungi mereka, ambil berkah mereka minta doa dari mereka. 

Oleh Ustadz Fauzan, Mahasiswa Pasca Sarjana asal Aceh di Universitas Auzai, Damaskus, Suriah.
Read More

Saturday, November 11, 2017

Masa Kecil Muhammad Bersama Halimah As-Sa’diah

November 11, 2017 0
Setelah dilahirkan Nabi mulia Muhammad SAW disusui oleh Tsuwaibah, namun tak lama, datang sekelompok bani Sa’ad untuk mencari anak-anak yang baru lahir untuk menawarkan jasa penyusuan (sebagaimana tradisi Arab saat itu). Halimah binti Abu Dzu’aib salah satunya. Ia datang dari pedalaman ke Mekkah untuk mencari anak yang bisa disusuinya dengan upah. Dari kampung, ia datang bersama suaminya dan seekor keledai yang menjadi tunggangannya, berharap mendapat seorang anak dari pemuka Mekkah agar ikut mendapatkan upah yang besar. Namun, nasibnya berkata lain, ia malah mendapatkan seorang anak yatim yang keluarganya tidak memiliki kekayaan berarti. Itulah Muhammad.

Ia pun menerima Muhammad kecil untuk disusuinya, daripada harus pulang dengan tangan kososng,karena tak mendapati seorang anak pun. Seketika ia menerima dan menggendong sang anak, jiwanya pun tertarik seolah tak ingin melepasnya meski sebentar. Langsung rasa cinta yang begitu besar menghujam jiwanya. Demikian juga dengan suaminya. Disaat itu juga keajaiban dialama oleh Halimah bersama suaminya secara bersamaan. Unta tunggangannya yang terlihat lemas, menjadi semangat dan kuat menanggung beban bawaan. Berikut juga salah salah satu bagian tubuh Halimah yang sebelumnya kurang baik, kini tumbuh sebagaimana mestinya. Muhammad kecil pun dibawa hingga sampai ke pedalaman bani Sa’ad. Saat itu, perkampungan Bani Sa’ad sedang ditimpa kekeringan, ajaibnya, Halimah kembali bersama Muhammad kecil, keberkahan diterima oleh Bani Sa’ad pada umumnya dan keluarga Halimah secara khususnya. Bahkan ambing susu unta milik halimah yang sudah tua dan telah berhenti menghasilkan susupun ikut kembali memproduksi susu.

Muhammad kecil tumbuh bersama keluarga Halimah bersama adik-adiknya dan saudarinya yang lebih tua bernama Syaima’. Sebagaimana kebanyakan anak kecil, Muhammad ikut bermain, berlarian menikmati keriangan bersama mereka. Bahkan Muhammad kecil sering menggoda saudara-saudarinya dengan tiba-tiba menyergap dan mengejutkannya atau mengigit nakal punggung mereka. Tawa atau terika pun sesekali ikut lepas dan terdengar ke angkasa.

Muhammad kecil tahu persis kalau Halimah dan suaminya sangat mecintainya. Bahkan Muhammad kecil ikut merasakan rasa cinta keduanya melebihi kecintaan mereka terhadap anak kandungnya. Seolah sorot mata mereka terbaca dengan baik lukisan cinta yang tak terhingga terpancar begitu terang.

Hingga di suatu waktu terjadi sebuah peristiwa besar pada Muhammad kecil di saat ia bermain dengan anak-anak lain. Peristiwa pembelahan dada yang sungguh menggemparkan keluarga Halimah. Anak-anak lain berlari ketakutan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Halimah. “Muhammad telah dibunuh. Muhammad telah dibunuh.” Mereka berteriak. Sontak halimah dan suaminya kaget, segera mendatangi Muhammad dengan keadaan penuh cemas. Ditemukannya Muhammad dalam keadaan baik-baik saja, tak ada bekas luka. Hanya saja ia terlihat lelah dan menggigil takut.

Peristiwa tersebut direkam dalam Shahih Muslim dan dikisahkan dalam Sirah Ibnu Hisyam. Itu merupakan salah satu tanda kenabian dan isyarat pemilihan Allah kepadanya untuk sebuah tugas yang amat besar lagi mulia. Jibril As yang datang dengan menyerupakan dirinya sebagai manusia datang dan menelatangkan Muhammad di atas batu, lalu ia membelah dada mulia Muhammad kecil. Dibukanya dada Muhammad, dan kebelah kembali hati Muhammad, lalu dikeluarkan suatu gumpalan (‘alaqah), dan kemudian Jibril pun berkata, “In adalah bagian setan yang ada padamu.” Lalu Jibril mencucinya dengan air dari sumur zamzam di dalam bejana emas, lalu mengembalikannya ketempat semula. Tanpa bekas.
Diantara hikmah yang kita ambil dari kejadian tersebut, Syeikh Buthi mengatakan perlu dipahami, bahwa pembedahan itu bukan berarti suatu keburukan terdapat dalam dada secara fisik. Karena jika demikian, sungguh orang-orang yang berlaku jahat dengan sifat-sifat setan, bisa diobati dengan hanya membedah lalu mengangkat bagian (kelenjar) hitam dalam dadanya. Ia adalah bentuk pengumuman yang dipersiapkan untuk mendapatkan pemeliharaan (‘ishmah) dan wahyu semenjak kecilnya dengan sarana material. Pembelahan dada tersebut adalah “operasi pembersihan spritiual”. Dan khabar yang ajaib ini tidak layak ditakwil dengan takwilan keluar dari  makna hakiki dan lahiriyah. Kesahihan hadits  dari Anas yang diriwayatka Imam Muslim ini sudah cukup.

Peristiwa itulah yang menjadikan kekhawatiran pada Halimah, hingga ia harus mengembalikan Muhammad kecil ke pangkuan Ibundanya Aminah sedikit lebih cepat. Dengan penuh rasa berat hati. Perspisahan yang telah disadarinya sejak pertama kali membawa pulang Muhammad yang masih bayi ke rumahnya. Waktu pun terasa begitu singkat, berlalu begitu cepat.

Demikianlah masa kecil Muhammad di rumah Halimah yang penuh berkah bersebab olehnya.


***
Dikutip dari Buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad tulisan Dr. Nizar Abazhah dan Sirah Nabawiyah karangan Syeikh Buthi.
Read More

Wednesday, November 8, 2017

Nasab dan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

November 08, 2017 0
Nasab Nabi Mulia

Al Musthafa Muhammad SAW mempunyai nasab mulia melalui garis keturunan Nabiyullah Ismail anaknya Nabiyullah Ibrahim As. Sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Sesungguhnya, Allah telah memilih Kinanah dari anak Ismail, dan memilih Quraisy dari Kinanah, kemudian memilih Hasyim dari Quraisy, dan memilih ku dari bani Hasyim.”

Allah telah memilih Nabi SAW dari kabilah yang paling bersih dan dari keturunan yang paling suci dan utama. Tidak ada sedikitpun “virus-virus” jahiliyah yang menjangkiti nasabnya.

Nasabnya yang disepakati adalah; Muhammad bin Abdullah bin Abdullah bin Abdul Muththalib (namanya Syaibatul Hamd) bin Hasyim bin Abdi Manaf (namanya Mughirah) bin Qushayyi (namanya Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu`ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar bin Mu’iddu bin Adnan. Selebihnya, dari yang telah disebutkan, masih ada perselisihan diantara ulama ahli sirah. Akan tetapi, tiada perbedaan pendapat antara mereka bahwa Adnan adalah termasuk anak dari Nabi Ismail bin Ibrahim as.

Dalam zikr maulid yang disusun oleh ulama besar asal Yaman zaman ini Habib Umar bin Hafizh yang berjudul -Dhiyaul lami’ li maulidin nabiyyu syaafi’- (potongan sya’irnya terlampir pada artikel lain berjudul Sepotong Kisah Lahir Nabi di Dhiyaul Lami’) pun disebutkan bahwa cahaya kenabian telah turun temurun ditransfer melalui pribadi-pribadi agung nan terpandang di setiap generasi. Jika Abdullah ayah Nabi SAW dikenal kelembutan sikap, kegagahan serta ketampanannya, Abdul Muththalib dipercayai sebagai pemegang kunci Ka’bah yang sangat dihormati oleh masayarakat Arab dan pengunjung Ka’bah di masanya. Demikian halnya ayah dari Qushayyi, yang digelari sebagai Hakiim, orang terpandai dan bijak yang mempunyai pengaruh bagi kaumnya.

Bangsa Arab adalah anak keturunan dari Ismail bin Ibrahim As, sebagaimana diketahui kisah Nabi Ismail yang tumbuh besar dan hidup di Mekkah sebagai pusat permukiman dan peradaban Arab setelahnya. Maka tak heran jika millah dan minhaj Ibrahim dan Ismail masih mereka warisi. Agama yang lurus (hanif), itulah kenapa ibadah haji, umrah, thawaf, wuquf di Arafah dan qurban telah menjadi ritual keagamaan setiap tahunnya oleh bangsa Arab, bahkan sebelum Islam. Meskipun pada masa-masa tertentu, banyak praktik jahiliyah menyusup kedalam masyarakat dan diteruskan oleh generasi setelahnya. Dan disebutkan bahwa orang pertama yang mengajak kepada kemusyrikan dan menyembah berhala pertama adalah Amr bin Luhayyi bin Qam’ah. (Kisah tentangnya diceritakan khusus di judul Kakek Moyang Kaum Jahiliyah).

Tetap saja masih terdapat orang-orang yang bersih dari pengaruh Jahiliyah, walau sangat sedikit, yang berpegang teguh kepada tauhid (peng-Esaan ALLAH) dan berjalan sesuai syari’at Hanifiyah, yaitu dengan tetap beriman kepada adanya hari bangkit setelah mati, percaya adanya balasan berupa pahala (bagi perbuatan baik), dan dosa (bagi pekerjaan buruk/maksiat), dan mengingkari penyembahan berhala yang dilakukan oleh orang-orang Arab serta mengecam perilaku buruk juga kesesatan pikiran lainnya.


Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Nabi SAW pernah berdiri diatas mimbar lalu bersabda,” “Siapakah aku?”, para sahabat menjawab, “Engkau adalah rasullullah. Semoga keselamatan atasmu.” Nabi kemudian bersabda,”Aku adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib. Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk (manusia) kemudian Dia menjadikan mereka dua kelompok, lalu Ia menempatkan aku di dalam kelompok yang terbaik, kemudian menjadikan mereka beberapa kabilah dan menempatkan aku di kabilah yang terbaik. Kemudian Dia menjadikan mereka beberapa rumah dan menempatkan ku di dalam rumah yang terbaik dan paling baik jiwanya.”

Kelahiran Nabi Mulia

Nabi Muhammad SAW lahir pada tahun Gajah, yakni tahun saat Abraham al-Asyram berusaha menyerang Mekkah dan ingin menghancurkan Ka’bah dikarenakan rasa iri dan dengki atas ketenaran Ka’bah yang mengalahkan kemegahan istananya di negeri Habasyah, dengan congkak dan sombongnya dia langsung memimpin ratusan tentara berkendara gajah untuk datang dan memporak-porandakan Mekkah dan seluruh isinya-. Namun Allah menggagalkannya melalui kejadian yang sangat ajaib dan mengagumkan, sebagaimana diceritakan dalam Al Qurran Surah al-Fil. Belakangan terdapat syubhat tentang kisah burung ababil yang diungkapkan Al Quran tersebut, dengan mengatakan pasukan gajah diserang virus dan flu. Syeikh Muttawalli asy-Sya’rawi (ulama terkemuka dari Mesir) dalam bukunya Muhammad Rasullullah (Kedudukan Nabi Muhammad-terj) mengatakan bahwa tuduhan tersebut menunjukkan kelemahan akal si penuduh. Karena Quran surah Al-Fil turun ditengah masayarakat Mekkah yang tentunya masih banyak diantara mereka yang hidup dan melihat sendiri bagaimana kejadian ajaib itu terjadi, dan tidak ada seorag pun dari mereka membantahnya.


Ada beberapa riwayat dan versi tentang tanggal kelahiran Nabi SAW. Menurut riwayat yang paling kuat, kelahiran Nabi Muhammad SAW jatuh pada senin malam, 12 rabi`ul awal. Maka tak heran, jika peringatan Maulid pun serentak dilakukan di tanggal tersebut. Mngenai hari, Senin adalah hari kelahiran beliau SAW seperti yang beliau SAW tegaskan sendiri dalam Hadits terkait puasa di hari senin yang ditanyakan oleh Sahabat. Jawaban beliau dengan tegas dan lugas, “senin adalah hari aku dilahirkan”. Perlu diketahui juga, di masa tersebut, tidak ada pencatatan tanggal secara jelas. Juga bangsa Arab tidak mengenal pencatatan tahun secara jelas, karena Arab tidak tersentuh Romawi yang telah menanggalinya dengan kalender Masehi. Bangsa Arab hanya mengingat tahun melalui kejadian besar yang terjadi di tahun itu dan menamai tahun tersebut dengan nama itu. Sebagaimana tahun gajah, namun bukan berarti mereka tidak mengetahui sistem penanggalan dan perhitungan bulan, karena mereka selalu menunaikan haji di saat musim haji yaitu Dzulqaidah dan Dzulhijjah.

Di malam kelahiran Nabi SAW, diceritakan bahwa terpancar cahaya yang sangat indah nan terang hingga penjuru langit kota Mekkah, dan setiap berhala yang  mengelilingi Ka’bah terjatuh telungkup tanpa ada sebab angin maupun badai. Demikian juga api sembahan yang telah menyala dan tak pernah padam selama seribu tahun, padam hilang cahayanya, dan membuat seluruh istana Kisra di Persia panik. Juga kursi kebesaran Kaisar runtuh di Kejadian tersebut disebutkan sebagai tanda akan binasanya kejahiliyahan dan kemusyrikan. Dan cahaya Islam akan memancar ke seluruh penjuru dunia.

Nabi Muhammad SAW lahir dari rahim Aminah binti Wahab disaat menjelang fajar dalam keadaan yatim. Sebab Abdullah ayahnya telah meninggal ketika Nabi Muhammad masih dalam kandungan Aminah sang ibunda. Aminah dijaga dan sangat disayang oleh Abdul Muththalib dan juga saudara-saudara Abdullah lainnya. Terlihat jelas bagaimana Abu Lahab, paman nabi (yang di kemudian hari memusuhi Nabi) ikut bersenang hati atas keahiran keponakannya, dengan memerdekakan seorang budaknya, sebagaimana hadits riwayat Muslim dari ‘Abbas Ra. Beliau yang Mulia lahir dalam keadaan telah berkhitan dan posisi bersujud (telungkup) yang mensyaratkan rasa malu beliau akan aurat.

Bahkan semasa ibunda Aminah mengandung, tidak ada kesusah dan kepedihan berarti yang dialami oleh ibunda. Kesedihannya atas meninggalnya suami tercinta Abdullah, terobati dengan tanda-tanda kenabian yang dirasakan oleh Aminah sejak mengandung. Ia merasakan sesuatu yang spesial dari yang dikandungnya.


Demikianlah kisah singkat Nasab dan Kelahiran Nabi Mulia Muhammad SAW.

****
Dikutip dari Buku Sirah Nabawiyah susunan Syeikh Sa'id Ramadhan Al Buthi, Kedudukan Muhammad SAW susunan Syeikh Mutawalli asy- Sya'rawi dan Dhiyaul lami' bi Maulidin Nabi Syaafi' susunan Habib Umar bin Hafizh.
Read More

5 Alasan Kenapa Sirah Nabawiyah Penting

November 08, 2017 0
Syeikh Al Buthi, dalam Pengantar Kitab Fiqh Sirah(terj: Sirah Nabawiyah) menyebutkan perihal pentingnya mengkaji Sirah Nabawiyah untuk memahami Islam.

Tujuan mengkaji sirah atau kisah riwayat hidup Nabi bukan sekedar untuk mengetahui peristiwa-peristiwa sejarah yang mengungkapkan  kisah dan kasus menarik yang dialami oleh Nabi bersama sahabat-sahabatnya saja. Tapi lebih dari itu, yaitu bertujuan agar setiap Muslim nemperoleh gambaran tentang hakikat islam secara paripurna yang tercermin dalam kehidupan Nabi Saw.

Sirah adalah upaya aplikatif dengan tujuan memperjelas hakikat islam secara utuh dalam keteladanan yang di miliki Nabi Mulia Muhammad SaW yang sangat tinggi.

Bila kita hendak membatasi pengkajian sirah, maka bisa dibatasi dalam beberapa sasaran berikut:
  1. Memahami pribadi kenabian melalui celah-celah kehidupan dan kondisi yang pernah dihadapinya.
  2. Agar manusia semua mendapatkan al matsal al a'la (contoh ideal) dalam setiap aspek kehidupan yang utama secara paripurna. Karena itulah Allah menjadikannya qudwah bagi seluruh manusia. "Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kamu sekalian..." (Al Ahzab:21)
  3. Agar manusia mendapatkan sesuatu yang dapat membantunya memahami Kitabullah. Karena tidak sedikit ayat-ayat dalam Al Quran yang hanya dapat dipahami makna tafsirannya melalui peristiwa-peristiwa yang pernah dihadapi Rasulullah dan bagaimana beliau menyikapinya.
  4. Bagi Muslim, melalui kajian Sirah, ia dapat mengumpulkan tsaqafah dan pengetahuan Islam yang benar, apakah itu dalam tataran aqidah, hukum , maupun akhlak. Karena kehidupan Rasulullah Saw adalah gambaran konkret dari sejumlah prinsip dan hukum islam.
  5. Agar pada da'i dan pembina Islam memiliki contoh hidup menyangkut cara-cara pembinaan dan dakwah. Karena Rasulullah adalah seorang da'i dan pemberi nasihat.
Read More

Tuesday, November 7, 2017

Menjadi Suami dan Ayah Teladan

November 07, 2017 0
Siapa diantara kita yang tidak mengharapkan rumah yang tenang, pasangan yang sehaluan, dan anak-anak yang berbakti sebagai buah hati dan cahaya mata? Tapi tidak semua mampu mendapatkan rumah tangga semacam itu. Sebab konstruksinya bukan semen, batu-bata dan pasir. Bukan pula material mahal yang menjadi assesoris berupa emas pakaian sutera dan kecanggihan elektronik. Melainkan kesediaan setiap individu untuk rela berkorban dan mengalah. Apalagi ayah sebagai pemimpin -notabene punya ego lebih besar- yang harus memikul tanggung jawab dalam memimpin, membimbing, mejadi teladan yang sempurna terhadap seluruh keluarganya.
Mungkin saja diantara kepala keluarga ada yang tidak mampu menjalankan fungsi kepemimpinannya, tidak sanggup bertindak bijak atau bahka tidak tahu bagimana cara  mengatasi problematika dan polemik kehidupan rumah tangga serta tidak menjadi teladan dan menyuguhka pendidikan kepada anak dan istrinya.

Diantara sebanyak jumlah kepala keluarga, satulah yang paling sempurna keteladanannya. Imam Tirmidi dan Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadits tentang seorang laki-laki teladan dalam keluarga. Ia pernah berkata menasihati sahabat-sahabatnnya,"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan akulah yang terbaik terhadap keluarga ku." Dia lah Muhammad SAw, sang teladan di segala bidang kehidupan, karena Tuhan sendiri yang menyatakan dalam firmannya Surat Ahzab ayat 21, "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasul suri teladan yang indah bagi orang yang memenda harap kepada Allah dan hari kiamat dan banyak memngingat Allah."
Sebagai teladan yang sempurna, Muhammad memperistri banyak perempuan-perempuan shalihah dengan bermacam latar belakang dan watak serta ragam perbedaan umurnya. Dengan beristrikan janda, ia mampu menjukkan sikap teladan. Beristrikan wanita kaya raya, ia memperlihatkan kebijaksanaan mengelola harta. Beristrikan mantan budak, ia mencontohkan bagaimana seharusnya laki-laki memuliakan wanita. Beristrikan remaja, ia pun menampakkan sikap bijak menghadapi istri yang emosinya masih sering meluap.

Keteledanan yang ditampilkan tanpa celah, kecuali di mata segelinir orangt yang kerjaannya memang untuk mencari salah. Keluarga yang ia bentuk berjalan terjal, berbagai masalah menghadang, namun dengan sigap ia tampil mencari solusi.

Hebatnya, ketika ia harus keras dan tampak marah, ia mengambil sikap marah. Namun kerasnya tak pernah diikuti pecut. Tangannya tetap “terikat” tak lepas landas ke atas anak dan istri-istrinya. Tak ada umpatan dan hinaan yang melukai perasaan. Tak lama marahnya, langsung berdamai, sikapnya kembali lunak dan lembut penuh kasih sayang. Sikap profesional dan proporsional yang wajib diteladani.
Rumah Muhammad adalah rumah yang sakinah, penuh cinta dan berlimpah rahmah. Semua merasakannya, istri dan anaknya, budak dan pembanyunya, hingga tamu dan siapa pu yang datang ke rumahnya. Karena telah benar firman Allah “Dan tidaklah Kami utus Engkau (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam”.

Dia lah nabi kita, contoh terbaik dan teragung. Sungguh setiap yag ada pada dirinya adalah keagungan. Kita yang mengaku diri sebagai umatnya, harus malu jika pengakuan kita kosong, karena tak mengenalnya kecuali sedikit sahaja. Sungguh tak patut bagi seseorang mengaku dirinya pecinta, sedang ia tak mengenal kepada yang dicintanya.

Di kesempatan lain, kita akan tuliskan beberapa pelajaran indah yang diajarkan Nabi Muhammad kepada kita melalui keteladanannya bersama Istrinya.
Read More

Pribadi Muhammad Teladan Umat

November 07, 2017 0
Tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini, selain Rasulullah Muhammad ibn Abdullah shallallahu 'alayhi wa sallama, yang kehidupannya dilukiskan sebegitu detail. Sampai-sampai dkatakan, dialah satu-satunya manusia yang lahir dibawah matahari, hidup dibawah matahari, mati dibawah matahari yang sejarah hidupnya dicatat sejak kelahiran hingga kepergiannya.


Dialah satu-satunya manusia yang setiap kata dan ucapannya dicatat secara terperinci dan lengkap, diamnya dicermati, ridha dan marahnya diungkap. Dia yang ditemani oleh sahabatnya di rumah maupun dalam perjalanan, segala lakunya diketahui bahkan yang sepele dan remeh sekali pun. Lalu diceritakan kepada sahabat lain yang tidak tahu, lalu menyimpannya dalam memori mereka.

Di setiap situasi dan peristiwa, Nabi adalah teladan bagi setiap insan, baik laki maupun perempuan. Yang kaya menemukan contoh kedermawanan. Yang miskin mendapat pelipur lara di tengah kemelaratan. Yang yatim mengirup ketenangan jiwa di tengah badai kesedihan. Yang tertimpa musibah dan kesulitan memetik contoh ketegaran batin di tengah bencana kehidupan. Semua itu ada pada Nabi.

Dalam dirinya terangkum segaka model riwayat kehidupan manusia: yatim, miskin, terusir, menjadi suami dan ayah, menjadi pemimpin negeri, politikus hebat, komandan dan panglima perang, pendakwah, sakit, dan lainnya. Allah menghadirkan beliau sebagai sumber teladan sejati bagi seluruh umat manusia.

Dialah sosok teragung. Saiyidina Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallama. Sungguh setiap yang ada pada diri mu adalah keagungan.
Read More

Monday, November 6, 2017

Mengenal Siapa Dr. Nizar Abazha

November 06, 2017 0
Lahir di Damaskus Suriah pada tahun 1946. Beliau belajar agama pada ulama-ulama terkemuka di Damaskus yang memang dikenal sebagai salah satu surga ilmu pengetahuan di dunia. Dr. Nizar juga meraih gelar sarjana sastra dari Univrsitas Damaskus. Kemudian melanjutkan program magister ke Universitas Punjab, di Lahore, Pakistan. Tak hanya sampai disitu, beliau pun melanjutkan studinya di program doktoral di Azerbaijan dengan konsentrasi Sastra Arab.

Dr. Nizar juga dikenal pakar dalam bidang sastra Perancis dan Sejarah Islam. Kegiatan beliau saat ini seain menjadi pengajar di berbagai kampus di Suriah, beliau juga terlibat aktif menjadi penasihat kebudayaan untuk salah satu perusahaan penerbit terkenal, Dar al-Fikr. Beliau mendapatkan gelar Guru Besar di Universitas al fath al-Islami. Ada puluhan buku yang sudah dituliskan oleh beliau. Dan beberapa diantaranya sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di dunia. termasuk Indonesia. Diantara yang sangat terkenal adalah Sekolah Cinta Rasulullah, Ketika Nabi di Kota (Sejarah Madinah-versi lain) dan Bilik-Bilik Cinta Muhammad.


Perkenalan dengan Dr. Nizar berawal dari salah satu mahasiswa Suriah asal Aceh, Indonesia, Fauzan Inzaghi (nama akun facebook) ketika chattingnya dengan admin yang bertanya tentang kepada siapa saja beliau belajar disana. Dan nama Niza Abazha masuk dalam rentetan nama pengajar Sirah Nabawiyah bagi beliau. Lalu dilanjutkan pencarian di facebook akun Dr. Nizar Abazha dan admin mendapat ada dua akun dengan link di bawah ini:

 https://www.facebook.com/NizarAbazaAuthor?ref=br_rs
https://www.facebook.com/D.NizarAbaza/?ref=br_rs


Selanjutnya ada juga teman admin lainnya Ustad Saief Alemdar yang juga merupakan penulis buku dengan judul Risalah Jiwa dan buku berjudul Dalam Dekapan Ramadhan yang sering bercerita tentang beliau. Saief Alemdar juga berasal dari Aceh, dan sekarang berdiam di Suriah. Selain kuliah disana, beliau juga bekerja di Kedutaan.


Read More

Mengenal Siapa Nabi Muhammad SAW

November 06, 2017 0

Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi umat manusia secara keseluruhan. Ia bernama Muhammad ibn Abdullah ibn Abdul Mutthalib ibn Hasyim ibn Abdi Manaf, hingga nasabnya sampai kepada Ismail ibn Ibrahim yang juga merupakan Nabi dan Rasul utusan Allah.

Muhammad yang diutus oleh Allah merupakan sosok manusia biasa yang memiliki unsur kemanusiaan sebagaimana manusia lain. Sehingga, dirinya layak dan sangat pantas untuk diikuti. Kebaikan akhlaknya bisa didapati melalui kajian-kajian sirah/ kisah dari berbagai buku dan kitab yang telah ditulis oleh para pendahulu.

Muhammad adalah Nabi pembawa syari'at yang paling sempurna. Karena ia merupakan penyempurna syari'at "langit". Kehadirannya adalah untuk memperbaiki akhlak secara keseluruhan. Akhlak manusia sebagai hamba dengan Allah sebagai Tuhan, akhlak manusia terhadap sesama manusia, akhlak manusia dengan alam tempat ia hidup.

Diantara banyak sekali buku dan kitab yang dituliskan oleh ulama. Penulis sangat tertarik pada gaya penulisan yang dilakukan oleh Dr. Nizar Abazhah, seorang pakar sirah dari Suriah. Beliau membagi karya sirahnya kedalam berbagai benuk dan tema. Dimulai dari Kepiribadiannya. interaksinya bersama Sahabat-Sahabatnya, keluhuran akhlaknya di dalam rumah tangga bersama para Istinya, bagaimana perang-perang yang pernah dilalui oleh Muhammad di masa hidupnya. Serta bagaimana seorang Muhammad memimpin Madinah sebagai pusat peradaban baru di dataran Arab hingga menjadi cikal bakal wilayah kekuasaan Islam yang luar biasa hebat nan luas menyentuh Romawi dan Persia yang sudah duluan hadir.

Insyaa Allah, dalam blog ini, penulis akan merangkum beberapa tulisan karya Dr. Nizar Abazhah dalam berbagai bab, untuk membuat kta lebih mengenal siapa Nabi Mulia Muhammad SAW. Yang Allah jadikan ia sebagai sosok teladan terbaik.
Read More