TARBIYAH ONLINE: mengenal ulama suriah

Terbaru

Showing posts with label mengenal ulama suriah. Show all posts
Showing posts with label mengenal ulama suriah. Show all posts

Saturday, June 2, 2018

Negeri Syam dan Jejak Wali Abdal (1) Kabar Tentang Keberadaan Para Wali Abdal di Negeri Syam

June 02, 2018 0

Tarbiyah.onlineSalah satu tradisi mubibbin di tanah Syam adalah hadrah, majelis shalawat berjamaah yang dihadiri ulama-ulama dan para wali, dan salah satu majelis hadrah yang paling terkenal adalah majelis Subuh Senin di Jami' Taubah, salah satu mesjid tua di Damaskus. Di zaman ini salah satu ulama yang selalu hadir dimajlis ini adalah Syeikh Syukri al Luhafy, ulama ahli qiraat (ilmu baca Al Quran) beliau juga wali besar negeri Syam.

Dalam satu majlis di Jami Taubah, tidak seperti biasa aku tidak melihat syeikh Syukri al Luhafy didalam lingkaran hadrah, aku tidak percaya beliau tidak hadir di majlis shalawat, karena setahuku beliau tidak pernah absen di seluruh majelis hadrah di Damaskus. Mata ku menyusuri seluruh sudut mesjid, akhirnya aku menemukan beliau sedang bersender di salah satu tiang mesjid, sambil memakai selimut, ternyata beliau sedang sakit parah.

Begitulah ke"gila"an dan rasa cinta kepada baginda Nabi SAW. Walau dalam keadaan sakit parah pun beliau berusaha tetap hadir dimajlis orang-orang yang mengagungkan kekasihnya tersebut. Perlu diketahui saat itu umur beliau sudah hampir seratus tahun, ditambah beliau lagi sakit parah, musim dingin sedang dipuncaknya, dan semua itu terjadi diwaktu subuh. Tapi ini masalah cinta kawan!!! Sulit aku menjelaskannya dengan logika biasa. 

Maqam beliau sebagai ulama besar ini membuat beliau sering ditawarkan untuk memimpin majelis hadrah, tapi beliau selalu menolak karena beliau merasa tidak pantas, beliau lebih memilih berkhidmad, dengan berkeliling dan melayani jamaah hadrah dengan menuangkan air minum untuk mereka, satu persatu dengan tangan beliau sendiri.

Karena keistiqamahan dan kerendahan hati beliau ini, beliau dipercayai sebagai Wali Abdal oleh ulama dan penduduk negeri Syam.

Bagi yang belum tau tentang istilah wali abdal. Kita dengar penjelasan oleh Sayidina Ali karamallahu wajhahu. Suatu hari dalam perang Shiffin penduduk Iraq berkata kasar pada penduduk Syam, lalu sayidina Ali berkata, "Jangan lakukan itu, sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda "wali abdal itu berada di syam, mereka ada 40 orang, ketika satu orang meninggal maka Allah akan mengganti tempatnya dengan orang lain, disebabkan merekalah kalian diturunkan hujan rahmat, karena merekalah kalian dapat mengalahkan musuh, dan karena merekalah penduduk bumi dijauhkan dari marab ahaya.

Dalam hadis lain diriwayatkan dari Abi Darda "bahwasanya para nabi adalah pondasi bumi. Maka dikala masa kenabian telah usai, maka Tuhan mengembankan tugas mereka pada umat Muhammad, yang mendapatkan tugas ini adalah Wali Abdal, mereka bukanlah orang yang banyak berpuasa atau shalat ataupun bertsabih mereka adalah orang-orang yang baik akhlaknya dan wara' (berhati-hati dan menjaga diri), ikhlas niatnya, dan bersih hatinya pada setiap muslim, dan selalu memberi nasihat hanya karena mengharapkan Allah semata.

Dan banyak hadis lain, jika dikumpulkan bisa mencapai derajat Sahih Lighairihi, bagi yang ingin tahu lebih lengkap Imam Suyuthi mengumpulkannya dalam kitab Al hawi lil Fatawa. Bagi yang berniat ziarah ke Syam jangan lupa kunjungi mereka, ambil berkah mereka minta doa dari mereka. 

Oleh Ustadz Fauzan, Mahasiswa Pasca Sarjana asal Aceh di Universitas Auzai, Damaskus, Suriah.
Read More

Wednesday, November 8, 2017

Kenapa Sih Belajar Sirah Nabawiyah Dianggap Penting? Ini 5 Alasan Utamanya

November 08, 2017 0

Tarbiyah.onlineSyeikh Al Buthi, dalam Pengantar Kitab Fiqh Sirah (terj: Sirah Nabawiyah) menyebutkan perihal pentingnya mengkaji Sirah Nabawiyah untuk memahami Islam.

Tujuan mengkaji sirah atau kisah riwayat hidup Nabi bukan sekedar untuk mengetahui peristiwa-peristiwa sejarah yang mengungkapkan  kisah dan kasus menarik yang dialami oleh Nabi bersama sahabat-sahabatnya saja. Tapi lebih dari itu, yaitu bertujuan agar setiap Muslim nemperoleh gambaran tentang hakikat islam secara paripurna yang tercermin dalam kehidupan Nabi Saw.


Sirah adalah upaya aplikatif dengan tujuan memperjelas hakikat islam secara utuh dalam keteladanan yang dimiliki Nabi Mulia Muhammad SaW yang sangat tinggi.

Bila kita hendak membatasi pengkajian sirah, maka bisa dibatasi dalam beberapa sasaran berikut:
1. Memahami pribadi kenabian melalui celah-celah kehidupan dan kondisi yang pernah dihadapinya.

2. Agar manusia semua mendapatkan al matsal al a'la (contoh ideal) dalam setiap aspek kehidupan yang utama secara paripurna. Karena itulah Allah menjadikannya qudwah bagi seluruh manusia. "Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kamu sekalian..." (Al Ahzab:21)

3. Agar manusia mendapatkan sesuatu yang dapat membantunya memahami Kitabullah. Karena tidak sedikit ayat-ayat dalam Al Quran yang hanya dapat dipahami makna tafsirannya melalui peristiwa-peristiwa yang pernah dihadapi Rasulullah dan bagaimana beliau menyikapinya.

4. Bagi Muslim, melalui kajian Sirah, ia dapat mengumpulkan tsaqafah dan pengetahuan Islam yang benar, apakah itu dalam tataran aqidah, hukum , maupun akhlak. Karena kehidupan Rasulullah Saw adalah gambaran konkret dari sejumlah prinsip dan hukum islam.

5. Agar pada da'i dan pembina Islam memiliki contoh hidup menyangkut cara-cara pembinaan dan dakwah. Karena Rasulullah adalah seorang da'i dan pemberi nasihat.
Read More

Tuesday, November 7, 2017

Seri Sirah Nabawiyah | Bagaimana Kehidupan Baginda Nabi Sebagai Suami dan Ayah

November 07, 2017 0

Tarbiyah.onlineSiapa diantara kita yang tidak mengharapkan rumah yang tenang, pasangan yang sehaluan, dan anak-anak yang berbakti sebagai buah hati dan cahaya mata?

Tapi tidak semua mampu mendapatkan rumah tangga semacam itu. Sebab konstruksinya bukan semen, batu-bata dan pasir. Bukan pula material mahal yang menjadi assesoris berupa emas pakaian sutera dan kecanggihan elektronik. Melainkan kesediaan setiap individu untuk rela berkorban dan mengalah. Apalagi ayah sebagai pemimpin -notabene punya ego lebih besar- yang harus memikul tanggung jawab dalam memimpin, membimbing, mejadi teladan yang sempurna terhadap seluruh keluarganya.

Mungkin saja diantara kepala keluarga ada yang tidak mampu menjalankan fungsi kepemimpinannya, tidak sanggup bertindak bijak atau bahka tidak tahu bagimana cara  mengatasi problematika dan polemik kehidupan rumah tangga serta tidak menjadi teladan dan menyuguhka pendidikan kepada anak dan istrinya.

Diantara sebanyak jumlah kepala keluarga, satulah yang paling sempurna keteladanannya. Imam Tirmidi dan Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadits tentang seorang laki-laki teladan dalam keluarga.

Ia pernah berkata menasihati sahabat-sahabatnnya,"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan akulah yang terbaik terhadap keluarga ku." Dia lah Muhammad SAw, sang teladan di segala bidang kehidupan, karena Tuhan sendiri yang menyatakan dalam firmannya Surat Ahzab ayat 21, "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasul suri teladan yang indah bagi orang yang memenda harap kepada Allah dan hari kiamat dan banyak memngingat Allah."


Sebagai teladan yang sempurna, Muhammad memperistri banyak perempuan-perempuan shalihah dengan bermacam latar belakang dan watak serta ragam perbedaan umurnya. Dengan beristrikan janda, ia mampu menjukkan sikap teladan. Beristrikan wanita kaya raya, ia memperlihatkan kebijaksanaan mengelola harta. Beristrikan mantan budak, ia mencontohkan bagaimana seharusnya laki-laki memuliakan wanita. Beristrikan remaja, ia pun menampakkan sikap bijak menghadapi istri yang emosinya masih sering meluap.

Keteledanan yang ditampilkan tanpa celah, kecuali di mata segelinir orangt yang kerjaannya memang untuk mencari salah. Keluarga yang ia bentuk berjalan terjal, berbagai masalah menghadang, namun dengan sigap ia tampil mencari solusi.

Hebatnya, ketika ia harus keras dan tampak marah, ia mengambil sikap marah. Namun kerasnya tak pernah diikuti pecut. Tangannya tetap “terikat” tak lepas landas ke atas anak dan istri-istrinya. Tak ada umpatan dan hinaan yang melukai perasaan. Tak lama marahnya, langsung berdamai, sikapnya kembali lunak dan lembut penuh kasih sayang. Sikap profesional dan proporsional yang wajib diteladani.


Rumah Muhammad adalah rumah yang sakinah, penuh cinta dan berlimpah rahmah. Semua merasakannya, istri dan anaknya, budak dan pembanyunya, hingga tamu dan siapa pun yang datang ke rumahnya. Karena telah benar firman Allah “Dan tidaklah Kami utus Engkau (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam”.

Dia lah nabi kita, contoh terbaik dan teragung. Sungguh setiap yag ada pada dirinya adalah keagungan. Kita yang mengaku diri sebagai umatnya, harus malu jika pengakuan kita kosong, karena tak mengenalnya kecuali sedikit sahaja. Sungguh tak patut bagi seseorang mengaku dirinya pecinta, sedang ia tak mengenal kepada yang dicintanya.

Di kesempatan lain, kita akan tuliskan beberapa pelajaran indah yang diajarkan Nabi Muhammad kepada kita melalui keteladanannya bersama Istrinya.
Read More

Monday, November 6, 2017

Penulis Buku Serial Sirah Nabawiyah Bercorak Novel (Mengenal Siapa Dr. Nizar Abazha)

November 06, 2017 0

Tarbiyah.onlineLahir di Damaskus Suriah pada tahun 1946. Beliau belajar agama pada ulama-ulama terkemuka di Damaskus yang memang dikenal sebagai salah satu surga ilmu pengetahuan di dunia. Dr. Nizar juga meraih gelar sarjana sastra dari Univrsitas Damaskus. Kemudian melanjutkan program magister ke Universitas Punjab, di Lahore, Pakistan. Tak hanya sampai disitu, beliau pun melanjutkan studinya di program doktoral di Azerbaijan dengan konsentrasi Sastra Arab.

Dr. Nizar juga dikenal pakar dalam bidang sastra Perancis dan Sejarah Islam. Kegiatan beliau saat ini seain menjadi pengajar di berbagai kampus di Suriah, beliau juga terlibat aktif menjadi penasihat kebudayaan untuk salah satu perusahaan penerbit terkenal, Dar al-Fikr. Beliau mendapatkan gelar Guru Besar di Universitas al fath al-Islami. Ada puluhan buku yang sudah dituliskan oleh beliau. Dan beberapa diantaranya sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di dunia. termasuk Indonesia. Diantara yang sangat terkenal adalah Sekolah Cinta Rasulullah, Ketika Nabi di Kota (Sejarah Madinah-versi lain) dan Bilik-Bilik Cinta Muhammad.


Perkenalan dengan Dr. Nizar berawal dari salah satu mahasiswa Suriah asal Aceh, Indonesia, Fauzan Inzaghi (nama akun facebook) ketika chattingnya dengan admin yang bertanya tentang kepada siapa saja beliau belajar disana. Dan nama Niza Abazha masuk dalam rentetan nama pengajar Sirah Nabawiyah bagi beliau. Lalu dilanjutkan pencarian di facebook akun Dr. Nizar Abazha dan admin mendapat ada dua akun dengan link di bawah ini:

Selanjutnya ada juga teman admin lainnya Ustad Saief Alemdar yang juga merupakan penulis buku dengan judul Risalah Jiwa dan buku berjudul Dalam Dekapan Ramadhan yang sering bercerita tentang beliau. Saief Alemdar juga berasal dari Aceh, dan sekarang berdiam di Suriah. Selain kuliah disana, beliau juga bekerja di Kedutaan.


Read More