TARBIYAH ONLINE: Thaharah

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Showing posts with label Thaharah. Show all posts
Showing posts with label Thaharah. Show all posts

Monday, July 1, 2019

Kencing Berdiri, Pengaruh Bagi Kesehatan dan Hukum Halal - Haramnya

July 01, 2019 0

Tarbiyah.online Banyak orang bertanya-tanya ketika mendengar beberapa pernyataan tentang kencing sambil berdiri. Hingga ada yang memberikan analisa dari berbagai sisi dan dimensi. Termasuk hikmah dibalik kesehatan.

Diakui, kencing sambil berdiri lebih berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan dengan penyakit prostat atau gangguan kantong kemih.

Dalam situs Hello Sehat yang sering dijadikan rujukan bacaan tentang kesehatan disebutkan:

Para periset di Departemen Urologi di Leiden University Medical Center Belanda, mengumpulkan dan menganalisis 11 studi yang membandingkan efek posisi kencing sambil duduk atau jongkok dengan posisi kencing berdiri. Ada tiga hal yang dibandingkan, pertama adalah kecepatan laju air kencing, waktu yang dibutuhkan untuk kencing, dan terakhir adalah jumlah air kencing yang tersisa di kandung kemih.

Hasilnya, untuk para pria sehat, tidak ditemukan adanya perbedaan atau bahaya mencolok antara posisi kencing berdiri dengan kencing jongkok. Namun, ada sebuah laporan analisis yang menyatakan bahwa pria yang mengidap LUTS (lower urinary tract symptoms) atau gejala gangguan saluran kemih bawah, justru akan lebih bisa mengosongkan kandung kemihnya, meningkatkan kecepatan laju air kencing, dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk kencing jika ia kencing sambil jongkok dibanding dengan kencing berdiri.

Dan juga kelebihan atau pun manfaat dari posisi kencing dengan jongkok membuat panggul dan pinggul semakin rileks yang memberi manfaat bagi tubuh manusia.

Demikian halnya status hukum dalam agama. Pertanyaan halal haram pun mencuat. Hingga kemungkinan-kemungkinan potensi terganggunya ibadah dan kesucian. Adakah itu percikan kencing yang mengenai pakaian, hingga sisa kencing (urin) dalam tabung batang kemaluan.

Berikut ini jawaban gamblang namun bernas dari Prof. Quraisy Shihab:

Terdapat sekian banyak hadis yang mengandung larangan kencing berdiri. Hal ini dinilai sebagai tidak sopan, begitu penilaian beberapa riwayat. Istri Nabi, ‘Aisyah, bahkan mengatakan, “Siapa yang berkata bahwa Nabi saw. pernah kencing sambil berdiri, jangan percaya! Beliau tidak pernah buang air kecil kecuali sambil duduk.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i.

Walaupun demikian, agaknya pernyataan ‘Aisyah di atas hanya sepanjang yang beliau ketahui. Oleh karena itu, ada juga riwayat lain dari sejumlah perawi hadis -termasuk al-Bukhari dan Muslim- yang menginformasikan bahwa Nabi pernah melakukannya sambil berdiri. Boleh jadi karena ketika itu beliau sakit atau untuk menunjukkan bahwa kencing berdiri bukanlah haram.

Mengenai terperciknya kencing atau najis saat berdiri melakukan kencing di depan uriner, memang merupakan satu kemungkinan. Namun, kemungkinan itu belum sampai mengantar untuk mengharamkan kencing berdiri. Bahkan belum sampai ke tingkat menajiskan pakaian. Dalam konteks semacam ini, ulama mengemukakan kaidah yang menyatakan, “Keyakinan tidak dapat dibatalkan oleh adanya keraguan.”

Dengan demikian, jika sebelum buang air kecil, seseorang yakin bahwa pakaiannya suci, dan setelah itu dia ragu, apakah terkena najis atau tidak, pakaiannya tetap dinilai suci berdasarkan kaidah tersebut.

Demikian, wallahu a’lam.

Sumber: M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, h. 832-833.
Dikutip dari: PanritaID
Read More