Kenal Ulama: Biografi Syeikh Muhammad Sa'id Ramadhan Al Buthi - TARBIYAH ONLINE

Terbaru

Wednesday, January 1, 2020

Kenal Ulama: Biografi Syeikh Muhammad Sa'id Ramadhan Al Buthi


Tokoh Ulama | Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi (محمد سعيد رمضان البوطي) nama lengkap beliau adalah Muhammad Said ibnu Mula Ramadhan ibnu Umar al-Buthi. Beliau lahir di Buthan (Turki) pada tahun 1929 M/ 1347 H, dari sebuah keluarga religius.

Ayah beliau adalah Syekh Mula Ramadhan, seorang ulama besar di Turki. Usai peristiwa kudeta Kemal Attatruk, al-Buthi kecil dibawa ikut keluarganya pindah ke Syiria.

Al-Buthi belajar agama pertama kali dari Ayah beliau sendiri, mulanya beliau diajarkan tentang Aqidah, kemudian baru mempelajari sirah nabi, mempelajari ilmu alat, Nahwu dan Sharaf. Beliau sanggup menghafal kitab Alfiyah Ibnu Malik, yaitu salah satu kitab tentang ilmu Nahwu yang berbentuk sya’ir, beliau mampu menghafal 1000 bait sya’ir kitab tersebut, padahal usia beliau masih 4 tahunan. Dan pada usia 6 tahun beliau sudah khatam Al-Quran.

Said Ramadhan al-Buthi juga menempuh pendidikan di Ma’had at-Taujih al-Islamy Damaskus, di bawah bimbingan al-‘allamah Syekh Hasan Habannakeh rahimahullah.

Di usia beliau yang belum melewati 17 tahun, beliau telah mampu naik mimbar menjadi khatib. Beliau menyelesaikan pendidikannya di Ma’had at-Taujih al-Islamy Damaskus pada tahun 1953 M

Pada tahun tersebut al-Buthi menuju Cairo Mesir dan meneruskan studinya dengan spesialisasi ilmu Syariah hingga memperoleh Ijazah Licence. Pendidikan Diploma-nya (setingkat S2) ia ikuti di Fakultas Bahasa Arab.

Pada tahun 1965, Sa’id Ramadhan menyelesaikan program Doktornya di Universitas Al-Azhar dengan predikat Mumtaz Syaf ‘Ula. Disertasi yang ia tulis dan berjudul “Dlawabit al-Mashlahah fi asy-Syari’at al-Islamiyyah” mendapatkan rekomendasi Jami’ah al-Azhar sebagai “Karya Tulis yang Layak Dipublikasikan”.

Dr. Al-Buthi adalah figur ulama yang mengabdikan hidupnya sebagai seorang pembimbing dan dai, sembari terus menampilkan sikap zuhud di dunia yang fana. Orang yang berprinsip tegas jika memang benar itu adalah benar, tanpa peduli tindakannya nanti akan dicerca orang ataupun sebaliknya.

Beliau juga merupakan seorang pemikir Islam moderat sekaligus penulis yang sangat produktif. Karyanya mencapai bilangan tujuh puluh lima buku. Karya-karyanya juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seperti:

Al-Hub fil Qur’an (Al-Qur’an Kitab Cinta).
La ya’thil Bathil (Takkan Datang Kebathilan terhadap Al-Qur’an).
Fiqh al-Sirah al-Nabawiyah (Sirah Nabawiyah: Analisis Ilmiah Manhajiah Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasul Saw) dan masih banyak yang lainnya.
Dalam konteks kepesantrenan, terutama pesantren salaf, bukunya yang berjudul Dhowabitul Maslahah merupakan referensi primer dalam kajian Bahtsul Masail (BM).

Pandangan Ilmiah Syaikh Said Ramadhan al-Buthi

Beliau adalah seorang ulama Ahlussunnah Waljama’ah, bermadzhab Syafi’i dalam bidang Fiqh dan dalam bidang Tauhid bermanhaj Asy’ari.

Beliau juga sangat gigih meluruskan berbagai macam kesesatan dan ajaran sesat, terlihat dari kitab-kitab beliau dalam meluruskan kesesatan Salafi Wahabi seperti kitab As-Salafiyyah; Marhalah Zamaniyyah Mubarokah la Mazhab Islamiyun dan al-La Mazhabiyyah: Akhtoru Bid’atin Tuhaddidus Syariah Islamiyyah.

Tokoh yang paling berpengaruh di Timur Tengah ini juga termasuk barisan ulama yang getol membendung radikalisme Islam. Paham radikal adalah suatu paham yang anti dengan tradisi bermadzhab, anti ijtihad, intoleran, cenderung eksklusif dan menganggap kebenaran hanya ada pada kelompok mereka.

Pandangan politik beliau berseberangan dengan pandangan politik Ikhwanul Muslimin, oleh sebab itu beliau menuliskan satu kitab tentang esensi Jihad dalam Islam yang berjudul “Al Jihadu fi Islam”, untuk membendung generasi muda muslim agar tidak terjatuh dalam politik teroris berkedok Jihad dan Islam. Beliau lebih mengutamakan perdamaian dan perundingan dari pada pemberontakan dan oposisi.

Wafat al-Buthi

Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi asy-Syafi’i al-Asy’ari, syahid terbunuh dalam sebuah aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh para kaum ekstrimis radikalis yang tidak tidak sepemikiran dengan Said Ramadhan Al-Buthi.

Bom bunuh diri itu terjadi di Masjid al-Iman Damaskus Syiria, pada tanggal 21 Maret 2013 M atau bertepatan pada tanggal 9 Jumadil Awal 1434 H, disaat beliau sedang melakukan kajian rutin malam Jum’at di Mesjid tersebut.

Beliau tutup usia pada umur 84 tahun, dan disholatkan pada tanggal 23 Maret 2013 di Mesjid Umayyah oleh ribuan jama’ah dari Iran, Libanon dan Urdun. Beliau dimakamkan didekat Mesjid tersebut, disamping makam Sultan Shalahuddin al-Ayyubi. Wafat beliau adalah duka bagi seluruh muslim Ahlussunnah di seluruh dunia.

Oleh Arif Rahman Hakim, Pengurus PWCINU dan LAZIZNU Okinawa - Jepang Tahun 2017

Artikel ini telah tayang di Pecihitam.org

No comments:

Post a Comment