Teknik Mendapatkan Umpan Balik dalam Belajar Mengajar

Tarbiyah | Dalam suatu pembelajaran, tidak ada hal yang harus dicapai oleh guru kecuali membuat peserta didik memahami apa yang ia sampaikan dan menguasai pelajaran dengan tuntas. Hal tersebut tidak akan pernah terjadi tanpa adanya interaksi antara guru dan peserta didik melalui perantara bahan ajar. Umpan balik yang terjadi selama pembelajaran bermacam-macam. Semuanya tergantung rangsangan yang diberikan guru, bisa jadi dalam bentuk Tanya jawab dan hal-hal lainnya.

Adanya interaksi antara guru dan peserta didik selama pembelajaran merupakan bentuk adanya umpan balik. Umpan balik tidak akan datang begitu saja tanpa rangsangan. Maka untuk itu, guru dapat melakukan hal-hal berikut guna mendapatkan umpan balik selama pembelajaran berlangsung serta mendapatkan pembelajaran yang baik dan menyenangkan.
Teknik Mendapatkan Umpan Balik dalam Belajar Mengajar

A. Memancing Apersepsi Peserta Didik

Setiap peserta didik selalu datang ke sekolah dengan beragam bentuk kepribadian yang dimilikinya. Keberagaman tersebut terbentuk dari kehidupan sosial tempat mereka tinggal. Peserta didik yang tinggal diperkotaan berbeda dengan mereka yang tinggal di pendesaan. Perbedaan tersebut terlihat dari keadaan keluarga, pendidikan di lingkungan mereka, keadaan sosial, bahkan keadaan geografis tempat mereka tinggal.

Memahami latar belakang kehidupan sosial peserta didik adalah langkah awal untuk terciptanya pembelajaran yang menyenangkan. Guru dapat memanfaatkan hal yang mereka sukai dan menyelipkannya dalam pembelajaran pada pertemuan awal sebagai bahan pelengkap materi ajar, karena pada umumnya peserta didik lebih mudah memahami hal yang bersentuhan langsung dengan kesehariannya daripada menelaah pengetahuan asing yang sama sekali belum pernah terlintas dalam pikirannya.

Materi baru yang disampaikan pada pertemuan pertama menjadi hal yang menarik untuk disimak dan ditelaah oleh peserta didik. Hal inilah yang akan memancing peserta didik pada pertemuan berikutnya untuk kembali mengungkapkan apa yang telah ia dapatkan pada pertemuan sebelumnya. Alhasil, keberhasilan sang guru pada tahap apersepsi akan terus berkelanjutan hingga ke pertemuan-pertemuan berikutnya.

B. Memanfaatkan Teknik Alat Bantu yang Akseptabel

Pemanfaatan alat bantu atau media pembelajaran merupakan ide yang cukup brilian. Jika seorang guru kurang terampil dalam memilih kata-kata saat menyampaikan pelajaran, maka peserta didik akan kebingungan dan cenderung bosan dengan pembelajaran yang sedang berlangsung. Memanfaatkan alat bantu merupakan jalan keluar yang dapat digunakan sang guru guna menjaga keberlangsungan dan kelancaran pembelajaran.

Di samping itu, pemanfaatan alat bantu tidak hanya memudahkan guru dalam menyampaikan materi ajar, namun juga menarik perhatian peserta didik untuk mencermati dan mempelajari materi pembelajaran, sehingga terciptalah umpan balik yang baik antara guru dan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

C. Memilih Motivasi yang Terbaik

Motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam belajar. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang baik pasti menghasilkan prestasi dan pemahaman yang baik pula. Untuk itu ada enam hal yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan gairah belajar pada diri peserta didik:

  1. Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar.
  2. Menjelaskan secara konkrit pada peserta didik apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran.
  3. Memberikan imbalan atas setiap prestasi yang telah peserta didik capai. Hal tersebut akan merangsang dirinya untuk lebih giat dan terus meningkatkan prestasinya.
  4. Mengajarkan dan membentuk kebiasaan belajar yang baik.
  5. Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik itu secara individual maupun kelompok.
  6. Menggunakan metode yang beragam sesuai dengan materi yang sedang diajarkan. 

Di samping itu juga ada beberapa bentuk motivasi yang dapat digunakan guru untuk mempertahankan minat peserta didik terhadap materi ajar yang diberikan. Bentuk-bentuk motivasi tersebut adalah:

  1. Memberi angka, yaitu simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar peserta didik. angka tersebut dapat diberikan sebagai nilai ulangan maupun nilai harian. Pemberian angka angka yang tinggi terhadap hasil belajar yang baik akan mendorong peserta didik untuk terus mempertahankan nilai tersebut dengan cara terus belajar. 
  2. Hadiah, yaitu sesuatu yang diberikan kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan. Pemberian hadiah dapat dilakukan guru kepada peserta didik yang  berprestasi dan mendapatkan nilai terbabaik dalam berbagai bentuk tes, baik itu ulangan maupun ujian, bahkan sebagai apresiasi atas ketaatannya terhadap peraturan sekolah. Pemberian hadiah akan menjadikan peserta didik berarti dan dihargai, hal inilah yang akan terus mendorongnya untuk menciptakan umpan balik dengan pengajarnya selama pembelajaran berlangsung.
  3. Pujian adalah motivasi yang sangat positif. Semua orang suka dipuji. Dalam pembelajaran, pujian berfungsi untuk mengarahkan peserta didik pada hal-hal yang menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Guru dapat memakai pujian yang menyenangkan perasaan peserta didik, karena mereka akan terkesan jika mendapatkan perhatian dari sang guru. 
  4. Gerakan tubuh dalam bentuk mimik wajah cerah, senyum, anggukan, jempol, dan gerakan-gerakan lain yang mengisyaratkan. Gerakan tubuh merupakan penguatan yang dapat membangkitkan gairah belajar peserta didik, sehingga terciptalah proses belajar yang menyenangkan.
  5. Memberi tugas. Tugas adalah pekerjaan yang menuntut pelaksanaan untuk diselesaikan. Tugas merupakan hal yang tidak terpisahkan dari pembelajaran. Peserta didik yang menyadari adanya tugas dari guru, akan memperhatikan dan mempelajari bahan pembelajaran yang disampaikan guru.
  6. Memberi ulangan adalah salah satu strategi untuk membangkitkan perhatian peserta didik terhadap bahan ajar ajar yang diberikan di kelas. Agar perhatian peserta didik terfokuskan, maka sebaiknya guru memberitahukan peserta didik tentang kapan akan diadakannya ulangan.
  7. Mengetahui hasil. Anak didik yang mengetahui baik atau buruknya hasil belajar akan terus mendorongnya untuk mempertahankan atau memperbaiki hal tersebut. Setiap pekerjaan peserta didik yang telah diperiksa guru, sebaiknya kembali dibagi kepada masing-masing peserta didik agar mereka mengetahui pencapaian belajar yang telah mereka jalani.
  8. Hukuman, hukuman di sini adalah hukuman yang mendidik seperti menghafal pelajaran, melengkapi bacaan, membersihkan kelas, dan lain-lain. Hukuman diadakan agar menjadi obat penawar bagi peserta didik terhadap kesalahan yang telah ia lakukan. Dengan hukuman ini, diharapkan peserta didik berusaha untuk bersikap tenang dan memfokuskan perhatiaannya kepada bahan pembelajaran yang disampaikan guru. 

D. Menggunakan Metode yang Bervariasi

Metode adalah hal yang tidak pernah luput dalam pembelajaran. Setiap tujuan dari materi ajar yang telah dirumuskan hendaknya menggunakan metode yang sesuai. penggunaan metode yang baik dan sesuai akan menciptakan pembelajaran yang ideal dan lancar. Keberagaman metode yang digunakan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, selain itu juga dapat menjembatani gaya-gaya belajar peserta didik dalam menyerap suatu pelajaran.

Umpan balik akan tercipta seiring sesuainya metode yang digunakan guru dengan materi ajar dan keadaan peserta didik. maka jelaslah bahwa, memahami diri peserta didik adalah langkah awal untuk menciptakan pembelajaran yang ideal. Itulah mengapa, guru yang ideal adalah guru yang mengetahui segala kebutuhan peserta didiknya dan mampu memberikan ketenangan atas semua kesulitan yang mereka hadapi.

( Sumber: Syaiful Bahri Djannah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Cet. Ke.5, Jakarta: Pt. Rineka Cipta, 2014)

0 Response to "Teknik Mendapatkan Umpan Balik dalam Belajar Mengajar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel