Penggunaan Metode Gabungan (Al-Thariqah Al-Intiqaiyyah/ Ecletic Method) dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Tarbiyah | Metode gabungan adalah salah satu  metode yang dipandang cocok dalam pembelajaran bahasa asing. Khususnya pada pembelajaran bahasa arab, yang setidaknya meliputi empat maharah dasar, yaitu maharah al-‘istima’, maharah al-qiraah, maharah al-kalam, dan maharah al-kitabah, bahkan juga dapat digunakan dalam pembelajaran mufradat serta qawaid.

Penggunaan Metode Gabungan (Al-Thariqah Al-Intiqaiyyah/ Ecletic Method) dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Sesuai dengan namanya, metode gabungan adalah suatu metode yang berupa gabungan dari beberapa metode yang dipandang memiliki kelebihan dan mampu mengatasi kekurangan metode lainnya atau bersifat tambal sulam. Penggabungan di sini benar-benar harus memperhatikan kesesuaian metode dengan tujuan pembelajaran, sifat materi yang diajarkan, keadaan peserta didik, bahkan keadaan guru sekalipun. Metode ini lahir dari hasil kreaktifitas dan inovasi para guru pengajar bahasa asing terutama guru bahasa arab dalam mengupayakan keefektifan dan keaktifan suasana pembelajaran bahasa asing serta memberikan kebebasan bagi mereka untuk menciptakan metode yang bervariasi.

A. Prinsip-Prinsip Metode Gabungan

Adapun prinsip-prinsip metode ini adalah  sebagai berikut:

  1. Setiap metode memiliki kelebihan yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa asing.
  2. Menjadikan kelebihan metode suatu metode sebagai kekuatan untuk mengatasi kelemahan metode tertentu.
  3. Menggabungkan berbagai metode yang mempunyai karakteristik, dasar pikiran, dan tujuan  yang berbeda adalah sebuah kolaborasi yang saling melengkapi dan saling menyempurnakan.
  4. Tidak ada satu pun metode yang sangat sesuai dengan semua tujuan, semua peserta didik, semua guru, bahkan semua program pengajaran bahasa asing.
  5. Titik pusat dalam suatu pembelajaran adalah memberikan sepenuhnya perhatian kepada peserta didik serta kepada kebutuhan mereka dengan cara menyesuaikan metode pengajaran dengan keadaan serta kebutuhan mereka.
  6. Guru selalu memiliki kebebasan dalam memilih dan memilih metode yang akan digunakan dalam suatu pengajaran bahasa asing, dengan catatan metode tersebut sesuai dengan keadaan peserta didik, materi yang diajarkan, serta lingkungan tempat proses pembelajaran terjadi. 

B. Langkah-Langkah Penggunaan Metode Gabungan

Adapun langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menggunakan metode ini adalah:

  1. Pendahuluan, guru membuka proses pembelajaran sebagaimana yang guru terapkan pada metode-metode lain.
  2. Guru menyajikan materi yang berupa dialog-dialog pendek bertemakan kegiatan sehari-hari secara lisan dan disertai dengan gerakan-gerakan, isyara-isyarat bahkan gambar-gambar.
  3. Peserta didik diarahkan untuk menyimak dialog-dialog tersebut serta menirukannya sampai benar-benar lancar.
  4. Peserta didik arahkan dan dibimbing untuk mempraktekkan dialog tersebut secara bergiliran.
  5. Setelah setelah peserta didik mempraktikkan dialog, guru memberikan mereka teks bacaan yang berkenaan dengan dialog tersebut  dan mencontohkan mereka bacaan yang benar serta mengarahkan peserta didik untuk mengikuti bacaan tersebut secara berulang-ulang. 
  6. Jika peserta didik mendapatkan kata yang sulit, maka guru dapat menerjemahkannya dengan bantuan gambar, isyarat, maupun gerakan lainnya sampai peserta didik benar-benar memahami maksud dari kata tersebut.
  7. Guru mengenalkan dan membahas struktur-struktur tertentu yang terdapat dalam teks bacaan.
  8. Guru mengarahkan peserta didik untuk menelaah dan mendiskusikan isi bacaan baik itu dari segi makna maupun struktur kalimatnya. 
  9. Penutup, guru menanyakan beberapa hal tentang isi bacaan sebagai bentuk evaluasi baik itu secara individual maupun berkelompok dengan melihat situasi dan kondisi pembelajaran. 

C. Kelebihan dan Kekurangan Metode Gabungan

Adapun kelebihan yang dimiliki metode ini adalah:

  1. Bentuk metode lebih variatif, sehingga proses pembelajaran tidak monoton.
  2. Menjadikan suasana pembelajaran lebih menyenangkan.
  3. Menjadikan kemampuan peserta didik dalam penguasaan bahasa asing lebih merata.

Sedangkan kekurangannya adalah:

  1. Sangat menuntut guru untuk lebih profesional, kreatif, energik, dan inovatif. 
  2. Membutuhkan alokasi waktu belajar yang lebih panjang.
  3. Menuntut peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam berbagai metode yang diterapkan.
  4. Terkadang menimbulkan kejenuhan pada peserta didik, apabila guru tidak kreatif dalam menerapkan metode ini.

(Sumber: Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke-3, Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2013)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penggunaan Metode Gabungan (Al-Thariqah Al-Intiqaiyyah/ Ecletic Method) dalam Pembelajaran Bahasa Arab"

Post a Comment