Makalah Hakikat, Ciri, dan Komponen Belajar Mengajar

Tarbiyah | Setiap penggiat pendidikan tahu dan bahkan harus benar-benar tahu dan paham tentang hakikat belajar dan mengajar. Dengan mengetahui hakikat kedua hal tersebut, seorang guru sebagai salah satu penggiat di dunia pendidikan tidak akan pernah melalaikan kewajiban dan tanggung jawab yang telah ia emban. Dengan adanya pemahaman akan kedua hal ini niscaya tidak akan terjadi kegagalan dalam dunia pendidikan. Sebagaimana yang kita lihat hari ini, sangat banyak permasalahan yang timbul dalam dunia pendidikan dan umumnya dikarenakan tiadanya pemahaman hakikat belajar mengajar pada diri guru.

Makalah Hakikat, Ciri, dan Komponen Belajar Mengajar

A. Hakikat Belajar Mengajar

Sebagaimana kita tahu, hakikat belajar itu sendiri adalah perubahan, maksudnya adalah perubahan yang terjadi pada diri seseorang baik itu sikap, kepribadian dan keterampilan melalui pengalaman, pengetahuan, serta latihan yang telah dipersiapkan oleh guru dalam proses belajar mengajar.

Sedangkan hakikat mengajar adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi, lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar. Selanjutnya, mengajar adalah proses memberikan bimbingan/bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar. Intinya, bila hakikat belajar adalah “perubahan” maka hakikat belajar mengajar adalah proses “pengaturan”  yang dilakukan guru.

B. Ciri-Ciri Belajar Mengajar

Menurut Edi Suardi, belajar mengajar tidak terlepas dari ciri-ciri berikut:
  1. Belajar mengajar memiliki tujuan, yaitu untuk membentuk peserta didik dalam suatu perkembangan tertentu.
  2. Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan, didesain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 
  3. Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus. 
  4. Ditandai dengan adanya aktifitas peserta didik.
  5. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing.
  6. Dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan disiplin.
  7. Ada batas waktu.
  8. Adanya evaluasi 
Kedelapan hal tersebut adalah hal yang selalu ada dalam proses belajar mengajar dan semua saling berhubungan serta saling melengkapi antara satu dan lainnya.

C. Komponen Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar adalah suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen khusus yaitu sebagai berikut:

1. Tujuan,
Dalam pendidikan dan pengajaran tujuan adalah suatu cita-cita yang bernilai normatif. Dengan kata lain, dalam tujuan terdapat sejumlah nilai yang harus ditanamkan kepada anak didik. nilai-nilai itu nantinya akan mewarnai cara peserta didik bersikap dan berbuat dalam lingkungan sosialnya, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Sedangkan Ny. Dr. Roestiyah, N.K (1989:44) mengatakan bahwa suatu tujuan pengajaran adalah deskripsi tentang penampilan prilaku (performance) peserta didik yang kita harapkan setelah mereka mempelajari bahan pelajaran yang kita ajarkan. Guru sama sekali tidak boleh mengabaikan masalah perumusan tujuan bila ingin memprogramkan pengajaran.


2. Bahan pelajaran
Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik dalam proses belajar mengajar. Dengan kata lain, ia adalah sumber belajar yang akan membawa pesan untuk tujuan pengajaran, bahan tersebut diupayakan untuk dikuasai oleh peserta didik. oleh karena itu, seharusnya bahan pelajaran adalah segala hal yang termuat dalam silabus serta sesuai dengan kebutuhan dan keadaan peserta didik dan lingkungan mereka.

3. Kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar ialah inti kegiatan dari dalam pendidikan. Segala rancangan dan strategi yang telah ditetapkan akan diterapkan ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pada saat itu semua komponen terlibat dan salit hubungan antara satu dan lainnya serta saling melengkapi, kelancaran kegiatan belajar mengajar sangat berpengaruh pada ketercapaian tujuan yang diinginkan.

Dalam kegiatan ini, guru harus benar-benar memperhatikan setiap perbedaan yang ada peserta didiknya, baik itu dari segi biologis, intelektual, dan psikologis. Dengan demikian, seyogyanya guru mempersiapkan program dan strategi yang sesuai dengan keadaan peserta didik dan materi yang hendak diajarkan, karena kesesuaian tersebut sangat erat pengaruhnya terhadap suksesnya kegiatan pembelajaraan.

4. Metode
Metode yaitu suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses penyampaian materi ajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Guru harus mampu menggunakan metode yang bervariatif guna menghilangkan kejenuhan peserta didik dan selalu menyesuaikan metode yang ia gunakan dengan keadaan peserta didik, materi ajar, dan keadaan pembelajaran.

5. Alat/media 
Alat/media adalah segala bentuk barang yang digunakan guru untuk membantunya dalam proses pengajaran sehingga materi yang ia ajarkan dapat diterima dan dikuasai oleh peserta didik. Alat tersebut dapat berfungsi sebagai perlengkapan, mempermudah guru dan peserta didik untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dan sebagai tujuan.

6. Sumber belajar 
Sumber belajar yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan oleh seseorang sebagai tempat dimana bahan pengajaran berasal dan ia merupakan materi yang mengandung hal-hal baru guna menambah pengetahuan baru bagi seseorang. ia dapat berbentuk manusia, buku/perpustakaan, media electronik, lingkungan, museum, alat pengajaran dan lainnya.

7. Evaluasi
Evaluasi yaitu kegiatan mengumpulkan berbagai data dalam bentuk sedalam-dalamnya tentang kemampuan peserta didik guna mengetahui tingkat kemajuan peserta didik terutama hasil belajar mereka, tingkat ketercapaian tujuan pembelajan, dan menilai metode yang telah guru terapkan serta menilai aktifitas yang telah mereka dapatkan selama proses pembelajaran berlangsung.

Belajar mengajar adalah proses memanusiakan manusia. Sebagai suatu sistem yang sempurna, proses belajar mengajar mencakup berbagai hal didalamnya dan semuanya sama-sama mempunyai peran yang besar untuk menyukseskan proses tersebut. tidak akan pernah  terjadi suatu proses pembelajaran bila hanya ada guru, atau hanya ada peserta didik, atau hanya ada guru dan peserta didik tanpa materi yang hendak diajarkan. Semua komponen belajar mengajar adalah kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Guru yang sukses adalah guru ideal seperti yang diharapkan bangsa, yang mengetahui berbagai pengetahuan dan keterampilan baru seputar pendidikan serta mampu menerapkannya dalam proses belajar mengajar.

( Sumber: Syaiful Bahri Djannah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Cet. Ke.5, Jakarta: Pt. Rineka Cipta, 2014)

0 Response to "Makalah Hakikat, Ciri, dan Komponen Belajar Mengajar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel