Keberhasilan Belajar Mengajar dan 6 Faktor yang Mempengaruhinya

Tarbiyah | Keberhasilan belajar mengajar adalah tingkat tertinggi dari kesuksesan dunia pendidikan. Sangat banyak pendapat dan pandangan tentang indikator keberhasilan proses belajar mengajar.  Sebagaimana yang termaktub dalam kurikulum bahwa, “suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan instruksional khusus (TIK)-nya dapat tercapai”.

Keberhasilan Belajar Mengajar dan 6 Faktor yang Mempengaruhinya

Untuk mengetahui ketercapaian tujuan tersebut, guru perlu mengadakan evaluasi  berupa tes formatif guna menilai kadar penguasaan peserta didik terhadap suatu materi serta menyiapkan umpan balik sebagai bentuk perbaikan atas berbagai kekurangan selama proses belajar mengajar berlangsung. Maka  jelaslah terlihat bahwa, bentuk belajar mengajar yang berhasil adalah belajar mengajar yang mampu memenuhi tujuan intruksional khusus dari materi yang diajarkan tersebut.

A. Indikator Keberhasilan

Ada beberapa indikator yang menjadi dasar pijakan dalam menentukan keberhasilan belajar mengajar, diantaranya adalah:

  1. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok.
  2. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran/intruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh peserta didik, baik itu secara individual maupun kelompok.

Dari kedua indikator diatas, daya seraplah yang sering dipakai sebagai tolak ukur keberhasilan belajar mengajar.

B. Penilaian Keberhasilan

Untuk mengetahui keberhasilan belajar mengajar, maka guru dapat mengadakan pengukuran dan pengevaluasian terhadap hasil belajar peserta didik melalui berbagai tes. Jika dilihat berdasarkan tujuan dan ruang lingkupnya, maka tes digolongkan ke dalam beberapa jenis tes, yaitu tes formatif, tes subsumatif, dan tes sumatif.

C. Tingkat Keberhasilan

Untuk melihat tingkat keberhasilan belajar mengajar, maka guru dapat mengukurnya melalui tingkatan berikut ini:

  1. Istimewa/maksimal, yaitu apabila seluruh bahan pelajaran yang disajikan guru dapat dipahami dan dikuasai oleh peserta didik.
  2. Baik sekali/optimal, yaitu apabila sebagian besar (sekitar 76% sampai dengan 99%) bahan pelajaran yang disajikan guru dapat dipahami dan dikuasi oleh peserta didik. 
  3. Baik/minimal, yaitu apabila peserta didik hanya mampu memahami dan menguasai materi yang disajikan guru sekitar 60% sampai dengan 75% saja.
  4. Kurang, yaitu apabila peserta didik hanya mampu memahami dan menguasai materi yang diajarkan guru kurang dari 60%. 

Dengan melihat tingkatan diatas, maka guru dapat melihat dan menilai proses belajar mengajar yang telah berlangsung dan tingkat keberhasilan yang telah dicapai.

D. Program Perbaikan

Adapun beberapa program perbaikan sebagai bentuk umpan balik terhadap hasil evaluasi proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Mengadakan pengulangan pokok bahasannya secara keseluruhan.
  2. Mengadakan pengulangan terhadap sebagian pokok bahasan yang hendak dikuasai peserta didik.
  3. Memecahkan masalah dan menyelesaikan soal-soal secara bersama-sama.
  4. Memberi tugas-tugas khusus kepada peserta didik. 

E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan

Adapun faktor-faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan, yaitu pedoman dan juga sebagai sasaran yang hendak dicapai dari proses belajar mengajar. Kelancaran, kesuksesan, dan keidealan proses belajar mengajar sangat tergantung pada jelas dan tidaknya tujuan yang telah ditetapkan. Itulah mengapa ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan sama halnya dengan keberhasilan pengajaran. Jelaslah bahwa, baiknya perumusan tujuan pengajaran adalah awal dari keberhasilan proses belajar mengajar. 
  2. Guru yaitu tenaga pendidik yang akan memberikan sejumlah ilmu kepada peserta didik di sekolah. Kualitas seorang guru sangat berpengaruh pada keberhasilan proses belajar mengajar. Guru yang mempunyai segudang bekal tentang pendidikan, baik itu dari segi ilmu, pengalaman, maupun latar belakang pendidikannya mempunyai peran yang sangat besar dalam keberhasilan dunia pendidikan. Itulah mengapa, seorang guru yang ideal adalah guru yang tidak pernah berhenti membekali dirinya dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman baru, serta menjadi sosok yang professional dalam pembelajaran. 
  3. Anak didik, yaitu orang yang sengaja datang ke sekolah untuk menerima pengetahuan dari guru yang telah dipercayakan oleh orang tuanya. Mereka datang dengan berbagai perbedaan pada diri mereka, baik itu kemampuan intelektual, latar belakang pendidikan, keadaaan lingkungan tempat tinggal, bahkan perilaku. Itulah mengapa dikenal  berbagai tingkat keberhasilan dalam pembelajaran, seperti maksimal, optimal, minimal dan kurang. Semua tingkatan ini adalah gambaran dari keberagaman pencapaian peserta didik terhadap keberhasilan belajar mengajar. 
  4. Kegiatan pengajaran, yaitu proses interaksi antara guru dan peserta didik dengan bahan ajar sebagai perantaranya. Dalam mencapai keberhasilan kegiatan pengajaran guru selalu menggunakan pendekatan, metode, strategi, dan media. Kesesuaian dan kecocokan unsur-unsur tersebut dengan keadaan peserta didik menjadi landasan pokok kesuksesan kegiatan pengajaran. Itulah mengapa, upaya guru dalam menciptakan kegiatan pengajaran yang aktif dan efektif sangatlah penting dan perlu perhatian khusus. 
  5. Bahan dan Alat evaluasi, yaitu bahan yang terdapat dalam kurikulum yang sudah dipelajari oleh peserta didik guna kepentingan ulangan dan biasanya sudah dikemas dalam bentuk buku paket untuk dikonsumsi oleh peserta didik. Setelah proses pembelajaran selesai dalam jangka tertentu, bahan-bahan tersebut akan dijadikan sasaran penilaian dengan menggunakan alat evaluasi yang berupa tes objektif dan tes subjektif, seperti: benar salah, pilihan ganda, menjodohkan, melengkapi, dan essay. Semua bentuk tes tersebut harus melalui proses validitas dan reabilitas agar menjadi alat evaluasi yang benar-benar mampu mengukur tingkat keberhasilan belajar mengajar.
  6. Suasana evaluasi, Selain faktor-faktor yang telah disebutkan diatas, suasana evaluasi juga merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar. Suasana tempat dilakukannya evaluasi dan jumlah peserta didik memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan belajar mengajar. Suasana evaluasi yang tidak efektif akan merugikan pelaksanaan evaluasi, seperti adanya kecurangan pada pihak peserta didik dan membiarkan kecurangan itu berlangsung tanpa berusaha mengatasinya. Hal tersebut akan menyebabkan peserta didik malas belajar dan kurang memperhatikan penjelasan guru serta mengakibatkan kekecewaan pada peserta didik yang jujur dan mempersiapkan diri sebelum menghadapi evaluasi. 

( Sumber: Syaiful Bahri Djannah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Cet. Ke.5, Jakarta: Pt. Rineka Cipta, 2014)

0 Response to "Keberhasilan Belajar Mengajar dan 6 Faktor yang Mempengaruhinya "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel