6 Pendekatan Khusus untuk Mengatasi Masalah Belajar Mengajar

Tarbiyah | Proses belajar mengajar adalah proses pendidikan yang tidak pernah terlepas dari interaksi antara peserta didik dan guru. Dalam hal ini, guru adalah pemegang kunci utama untuk mendapatkan proses belajar yang baik dan ideal. Guru yang sukses adalah guru yang mampu memahami keadaan peserta didiknya, baik itu melalui metode yang ia terapkan, media yang ia gunakan, strategi yang ia pakai, bahkan kesesuaian materi ajar dengan keberagaman kemampuan peserta didik.

6 Pendekatan Khusus untuk Mengatasi Masalah Belajar Mengajar

Untuk mendapatkan kesesuaian dan kecocokan tersebut, guru selalu dituntut “pandai” dalam menggunakan pendekatan selama proses pembelajaran berlangsung. Pandangan dan penilaian guru terhadap peserta didiknya adalah awal penentuan sikap guru terhadap peserta didik. Setiap guru pasti memiliki pandangan yang berbeda  terhadap masing-masing peserta didik mereka, hal inilah yang nantinya akan mempengaruhi pendekatan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran.

A. Pendekatan Individual

Pendekatan individual adalah pendekatan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran dengan memperhatikan setiap perbedaan individu pada peserta didik, baik itu dari segi gaya belajar, perilaku, tingkat kecerdasan, dan semua hal yang menyangkut individu peserta didik. karena setiap peserta didik mempunyai karakteristik yang berbeda dengan peserta didik lainnya.

Pendekatan individual  sangat berperan penting dalam proses pembelajaran, misalnya untuk mengingatkan peserta didik yang suka mengganggu kawannya, maka guru dapat memindahkan anak tersebut ke kursi lain.  pendekatan ini sangat cocok untuk untuk mengatasi berbagai permasalahan individual peserta didik, bahkan permasalahan kesulitan belajar sekalipun.

B. Pendekatan Kelompok

Pendekatan kelompok adalah pendekatan yang digunakan guru untuk membina dan mengembangkan sikap sosial peserta didiknya. Dengan adanya pendekatan ini, diharapkan peserta didik memiliki nilai sosial yang tinggi, mampu mengendalikan emosi diri, dan membentuk kesetiakawanan pada tiap pribadi mereka.

Penggunaan pendekatan ini dapat tercermin pada pembentukan kerja kelompok, karena melalui kerja kelompoklah peserta didik mengetahui kekurangan dan kelebihan mereka. Dari sinilah akan membentuk nilai-nilai sosial pada diri mereka, baik itu saling membantu maupun saling memahami dan menghargai.

C. Pendekatan Bervariasi

Pendekatan bervariasi adalah pendekatan yang digunakan guru dalam menghadapi keberagaman permasalahan yang dihadapi peserta didik. terkadang peserta didik mempunyai permasalahan yang berbeda dengan peserta didik lainnya, pada saat inilah guru harus mahir dalam menggunakan suatu pendekatan.

Keberagaman permasalahan peserta didik lebih baik diatasi dengan pendekatan yang bervarisi pula, misalnya peserta didik yang kurang motivasi belajar akan berbeda cara mengatasi dengan peserta didik yang tidak disiplin. Pada kasus ini, sebaiknya guru memakai pemecahan yang bervariasi.

D. Pendekatan Edukatif

Pendekatan edukatif adalah suatu pendekatan dimana semua tindakan, sikap, dan perbuatan yang dilakukan guru bernilai pendidikan dengan tujuan mendidik peserta didik untuk menghargai norma hukum, norma susila, norma moral, dan norma agama.

Penerapan pendekatan ini tercermin pada saat peserta didik berbaris pada kelompok sejenis dengan tertib dan teratur sebelum masuk kelas. Peserta didik memasuki kelas satu persatu, dengan menyalami guru dan mencium tanggannya. hal ini bertujuan untuk membina watak peserta didik agar berakhlak mulia, menumbuhkan sikap kepemimpinan, dan membentuk sikap sosial saling menghargai dan patuh terhadap peraturan yang bernilai kebaikan.

Selain pendekatan-pendekatan yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa pendekatan yang telah disebutkan pada Garis-Garis Besar Program  Pengajaran (GBPP) Pendidikan Agama Islam Sltp tahun 1994, yaitu pendekatan pengalaman, pendekatan pembiasaan, pendekatan emosional, pendekatan rasional, dan pendekatan fungsional. Semua pendekatan ini diajukan dalam proses pembelajaran intra maupun ekstra kurikuler.

E. Pendekatan Keagamaan

Pendekatan keagamaan dapat digunakan guru bukan hanya pada mata pelajaran agam saja, namun juga sangat baik digunakan pada mata pelajaran umum. Hal ini bertujuan agar nilai budaya ilmu tidak sekuler, tetapi menyatu dengan nilai agama. Dengan adanya pendekatan ini, guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan pada semua mata pelajaran umum. Sehingga tidak adanya pemisahan antara mata pelajaran agama dengan mata pelajaran umum.

Adapun salah satu penerapan pendekatan ini pada mata pelajaran umum terlihat pada penyajian ayat-ayat Al-Quran pada mata pelajaran Biologi dan Fisika. Sangat banyak firman-firman Allah yang berkenaan dengan Biologi dan Fisika, contohnya surah Yasin ayat 34 dan ayat 36. Di sini jelas terlihat bahwa ilmu pengetahuan sama sekali tidak dapat dipisahkan dari Al-Quran.

F. Pendekatan Kebermaknaan

Hari ini, bahasa Inggris di anggap sebagai salah satu kunci untuk penguasaan ilmu pengetahuan. Melalui bahasa ini berbagai ilmu dapat diserap. Oleh karena itulah, bahasa inggris dianggap sebagai salah satu bahasa yang dikuasi peserta didik. penguasaan bahasa inggris sama sekali tidak bisa dipisahkan dari pendekatan yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar.

Ketidak sesuaian pendekatan yang digunakan guru dapat mengakibatkan kegagalan, di samping faktor sejarah, fasilitas, lingkungan serta kompetensi guru. Oleh karena itulah, apabila kegagalan ini dibiarkan, akan mengakibatkan masalah pada setiap jenjang pendidikan peserta didik ke depannya. Untuk memecahkan masalah ini, dapat digunakan pendekatan kebermaknaan.

( Sumber: Syaiful Bahri Djannah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Cet. Ke.5, Jakarta: Pt. Rineka Cipta, 2014)

0 Response to "6 Pendekatan Khusus untuk Mengatasi Masalah Belajar Mengajar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel