Pembahasan Lengkap Maharah Al-kitabah dan Teknik Pembelajarannya

Tarbiyah | Keterampilan menulis (maharah al-kitabah) adalah  keterampilan untuk mengungkapkan dan mengutarakan perasaan, isi pikiran, gagasan, maupun ide mulai dari aspek yang sederhana seperti menulis kata sampai ke bentuk yang lebih kompleks yaitu mengarang.  Dalam pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa arab, maharah al-kitabah merupakan aspek yang sangat penting untuk dipelajari. Sama halnya dengan ketiga maharah lainnya seperti maharah al-istima’, maharah al-kalam dan maharah al-qiraah. Keempat maharah tersebut adalah aspek yang menjadi landasan penguasaan bahasa arab. Dalam pembelajaran maharah maharah al-kitabah sendiri, secara umum dibagi ke dalam tiga katagori yang tidak terpisahkan, yang mencakup imlak, kaligrafi, dan mengarang.

 Pembahasan Lengkap Maharah Al-kitabah dan Teknik Pembelajarannya

A. Keterampilan Imlak (Al-Imla')

Imlak (al-imlak) adalah katagori menekan rupa/postur huruf dalam membentuk kata-kata atau kalimat atau menulisksan huruf-huruf sesuai dengan posisinya dengan benar dalam kata-kata untuk menjaga terjadinya kesalahan makna. Ada tiga kemampun dasar yang dikembangkan dalam pembelajaran keterampilan imlak (al-imla'), yaitu kecermatan mengamati,  mendengar, dan kelenturan tangan dalam menulis.

Secara garis besar ada tiga teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran imlak, semunya disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan perkembangan peserta didik, yaitu:

  1. Al-imla’ al-manqul/al-imla’ al-mansukh /imlak menyalin yaitu memindahkan tulisan dari media tertentu ke dalam buku pelajar. Bentuk ini sangat cocok diberikan kepada pemula.
  2. Al-imla’ al-manzhur/ imlak mengamati, yaitu peserta didik melihat/mengamati tulisan dalam media tertentu dengan cermat, kemudian dipindahkan ke dalam buku pelajar tanpa melihat lagi tulisan tersebut. imlak ini diberikan kepada peserta didik tingkat pemula yang sudah lebih maju.
  3. Al-imla’ al-istima’/ imlak menyimak, yaitu peserta didik mendengarkan kata-kata/ kalimat/ teks yang dibacakan, lalu menulisnya. Imlak ini cocok diberikan kepada peserta didik yang sudah mahir pada tahap Al-imla’ al-manzhur.
  4. Al-imla’ al-ikhtibari/ imlak tes, yaitu imlak yang bertujuan untuk mengukur kemampuan dan kemajuan peserta didik terhadap imlak-imlak yang telah ia pelajari pada pertemuan sebelumnya. Pada imlak ini, peserta didik tidak diarahkan lagi dalam kegiatan menulis, melainkan diberikan tenggang waktu yang cukup untuk melakukan latihan.

B. Keterampilan Kaligrafi (Khath)

Kaligrafi (Khath)/ tahsin al-Khath (membaguskan tulisan) yaitu katagori menulis yang tidak haya menekan pada rupa/ postur huruf dalam membentuk kata-kata atau kalimat, namun menyentuh aspek-aspek estetika/ keindahan. Tujuan pembelajaran Khath adalah agar peserta didik mampu dan terampil dalam menulis huruf-huruf dan kalimat arab dengan indah, baik, dan benar. Melihat dari karakter huruf arab yang sangat berbeda dengan huruf latin baik itu dari segi penulisan sampai l’rab, tentu saja menulis Khath sangat ketat dengan kaidah khatiyah. Maka tidak mengherankan bila sangat banyak lembaga pendidikan khusus yang menawarkan pembelajaran Khath secara mendalam.

Dilihat dari bentuk dan gayanya, sangat banyak aliran Khath yang ada hari ini, nama dan aliran ini berdasarkan ketentuan seni tulis arab murni, diantaranya adalah:

  1. Khath kufi
  2. Khath naskhi
  3. Khath tsulusi
  4. Khath faritsi\Khath diwani
  5. Khath diwani jail
  6. Khath ijazah
  7. Khath riq’i

Adapun teknik dasar pembelajaran khat terbagai sebagai berikut:

  1. Menyiplak, yaitu memindahkan tulisan yang sudah ada dengan cara menempelkan kertas yang transparan diatas tulisan yang sudah jadi, lalu tulisan tersebut diikuti dengan pena yang memiliki ukuran yang sama.
  2. Meniru, yaitu mencontoh tulisan yang sudah ada dengan cara memindahkannya ke atas alas tulisan yang lain, bukan dengan menyiplaknya.
  3. Membuat sendiri, yaitu menciptakan tulisan dengan bekal kemampuan yang sudah dilatih melalui jiplakan dan peniruan.

Hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dalam pembelajaran Khath adalah:

  1. Sebaiknya kelompok pembelajaran Khath tidak terlalu ramai untuk mempermudah pengontrolansecara individual.
  2. Guru harus melihat kondisi peserta didik dan kemampuan mereka, sehingga mudah menentukan metode dan teknik pengajarannya.
  3. Sebelum pembelajaran dimulai, guru harus benar-benar menanamkan sikap-sikap enulis yang baik pada diri peserta didik dan juga memastikan ketenangan dan kenyamanan tempat belajar.
  4. Karena dasar mengajarkan Khath adalah mencontoh dan latihan secara terarah, maka guru harus benar-benar menciptakan kondisi belajar-mengajar yang baik.
  5. Sebaiknya tidak terlalu banyak melakukan pengulangan materi, karena itu bisa membosankan peserta didik.
  6. Karena pembelajaran khat sangat erat kaitannya dengan bakat/pembawaan, maka sebaiknya guru tidak pernah sengan meminta peserta didik yang berbakat untuk sering-sering menulis.

C. Keterampilan Mengarang (Al-Insya’)

Mengarang (al-insya’) adalah menulis yang berorientasi kepada pengekspresian pokok pikiran berupa ide, pesan, perasaan, dan sebagainya ke dalam bahasa tulisan, bukan visualisasi bentuk atau rupa huruf, kata, atau kalimat saja. Maka wawasan dan pengalaman pengarang sudah mulai dilibatkan. Selain itu, mengarang tidak hanya mendeskripsikan kata-kata atau kalimat ke dalam tulisan secara structural, melainkan juga bagaimana ide atau pikiran penulis tercurah secara sistematis untuk meyakinkan pembaca.
Adapun teknik pembelajaran mengarang terbagi sebagai berikut:

  1. Mengarang terpimpin (al-insya’ al-muwajjah) atau dikenal juga dengan mengarang terbatas (al-insya’ al-muqayyad), yaitu membuat kalimat atau paragraph sederhana dengan bimbingan tertentu berupa pengarahan serta tidak menuntut peserta didik untuk mengembangkan pikirannya secara bebas.  Bentuk ini dapat dilakukan dengan teknik mengganti/ merubah (tabdil), mengisi bagian kosong (imla’ al-faragh), membuat kalimat lengkap (takwin al-jumlah), menjawab pertanyaan tentang bacaan (al-ijabah), dan sebagainya.
  2. Mengarang bebas (al-insya’ al-hurr), yaitu membuat kalimat atau paragraf tanpa pengarahan  atau bebas untuk mengekspresikan pikirannya tentang suatu hal. Bentuk ini lebih tinggi dari mengarang terpimpin. Di antara teknik yang dapat dijadikan latihana dalam bentuk mengarang bebas adalah meringkas bacaan terpilih (al-talkhis), menceritakan gambar yang dilihat (al-qishshah), menjelaskan aktifitas tertentu (al-idhah), dan sebagainya.

Sedangkan hal-hal penting dalam pembelajaran mengarang bebas adalah sebagai berikut:

  1. Topic yang dipilih harus sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.
  2. Sebaiknya menentukan tujuan dan kepada siapa tulisan ditujukan sebelum kegiatan mengarang dilakukkan.
  3. Menentukan outline karangan untuk mempermudah penguraian karangan.
  4. Menulis karangan dengan langkah-langkah tertentu, seperti: menulis konsep dasar, kemudian konsep dasar tersebut diperbaiki, baru kemudian ditulis rapi pada kertas karangan.

(Sumber: Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke-3, Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2013)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Pembahasan Lengkap Maharah Al-kitabah dan Teknik Pembelajarannya"

Post a Comment