Keterampilan Menyimak (Maharah Al-Istima’) dan Fase-Fase Pembelajarannya

Tarbiyah | Sebagaimana yang telah kita ketahui, tujuan utama pembelajaran bahasa adalah agar peserta didik memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa tersebut dengan baik dan benar.  Dalam pembelajaran bahasa, keterampilan tersebut dikenal dengan keterampilan berbahasa (maharat al-lughah), yang mana maharat tersebut terbagi empat, yaitu: keterampilan menyimak (maharah al-istima’/listening skill), keterampilan berbicara (maharah al-kalam/speasking skill), keterampilan membaca (maharah al-qiraah/reading skill), dan menulis (maharah al-kitabah/writing skill). Keempat maharah ini adalah aspek yang saling berhubungan erat dan saling menguatkan antara satu dan lainnya.  Semua maharah ini harus ditempuh secara bertahap dan berurutan dengan menggunakan metode yang sesuai, guna mencapai tujuan yang yang diharapkan.

Keterampilan Menyimak (Maharah Al-Istima’) dan Fase-Fase Pembelajarannya

A. Pengertian Maharah Al-Istima

Keterampilan menyimak (maharah al-istima’/listening skill)merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mencerna kata maupun  kalimat yang diucapkan oleh lawan bicaranya atau dari media tertentu. Kemampuan ini dapat diperoleh dengan cara mendengarkan perbedaan-perbedaan bunyi unsur-unsur kata (fonem) dengan unsur-unsur lainnya menurut makhraj huruf yang betul baik langsung dari penutur aslinya maupun melalui rekaman.

Sebagai salah satu keterampilan reseptif, menyimak sering diabaikan, sehingga masih sangat kurang materi yang berupa buku maupun kaset yang tersedia guna menunjang proses pembelajaran keterampilan menyimak di sekolah. Disamping buku dan kaset juga dapat menggunakan telepon,  tv, bahkan benda-benda electronic lainnya. Dalam pembelajaran bahasa, kemampuan menyimak adalah keterampilan pertama yang harus dikuasai oleh peserta didik, karena secara alamiah manusia pertama kali memahami bahasa melalui pendengaran. maka nyatalah, bahwa metode pembelajaran maharah al-istima' memiliki teknik dan kekhasan tertentu.

B. Tujuan Pembelajaran Maharah Al-istima

Adapun tujuan pembelajaran maharah al-istima’ adalah agar siswa dapat  menguasai hal-hal berikut:
  1. Mengenal bunyi-bunyi bahasa Arab serta dapat membedakan bunyinya.
  2. Mengenal macam-macam mad yang terkandung dalam suatu kata serta mampu membedakannya.
  3. Mengenal bentuk tad’if, tanwin,, tasydid yang terkandung dalam suatu kata dan bisa membedakannya.
  4. Bisa mendengarkan dan memahami kata-kata bahasa Arab dalam bentuk percakapan tanpa aturan qawaid (tatabahasa).
  5. Mengenal dan memahami bentuk yang sering dipakai dalam bahasa arab, baik itu muzakkarmuannas, waktu, jumlah, perbuatan, dan lainnya. 
  6. Memahami makna yang berkaitan dengan aspek budaya Arab.

C. Fase-Fase Pembelajaran Maharah Al-Istima

Dalam pembelajaran keterampilan menyimak di Indonesia, materi menyimak dibagi dalam beberapa fase berikut:

  1. Fase pengenalan, yaitu fase pengenalan bunyi-bunyi huruf arab baik yang tunggal maupun yang sudah disambung dengan huruf lainnya dalam kata. peserta didik dapat langsung mendengar dari bacaan guru maupun dari rekaman, yang mana keduanya harus memiliki pelafalan yang baik dan benar. Ada beberapa bunyi yang sampai saat ini menjadi masalah dalam mempelajari bahasa arab sebagai bahasa asing, yaitu: bunyi harakat panjang pendek, bunyi huruf sepintas mirip, bunyi huruf bertasydid, bunyi alif-lam syamsiyyah dan qamariyyah, bunyi huruf bertanwin, dan bunyi huruf-huruf yang disukunkan di akhir kata atau kalimatuntuk meringankan ucapan.
  2. Fase pemahaman permulaan, yaitu peserta didik diajak untuk memahami pembicaraan sederhana yang diucapkan oleh guru tanpa respon lisan, tetapi dengan perbuatan. Merespon dengan perbuatan dipandang lebih mudah dilakukan oleh peserta didik pada tahap ini dibandingkan dengan respon lisan. Respon-respon tersebut dapat berupa: melakukan perintah secara fisik, bereaksi pada seruan, menjawab pertanyaan secara tertulis/melakukan perintah dengan  tulisan atau menggambar di atas kertas, melakukan perintah dengan menggunakan gambar, sketsa, denah dan hal-hal lain yang telah disediakan guru.
  3. Fase pemahaman pertengahan, yaitu peserta didik diberikan pertanyaan-pertanyaan secara lisan atau tertulis. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan pada fase ini adalah: peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan rekaman maupun dari pelafalan guru dengan cara uisan maupun tulisan, guru menanyatakan peserta didik tentang isi rekaman percakapan dua orang penutur asli secara mendalam dan detail dan peserta didik dapat menjawab pertanyaan tersebut dalam bentuk tulisan maupun lisan, dan masih banyak kegiatan lain yang dapat dipraktekkan pada fase ini.
  4. Fase pemahaman lanjutan, yaitu peserta didik mulai berlatih  mendengarkan berita-berita dan siaran-siaran dari radio maupun tv bahkan rekaman tentang kegiatan-kegiatan tertentu. Peserta didik juga ditugaskan untuk menulis isi-isi pokok dari berita-berita tersebut seperti nama, tanggal, tahun, tempat, waktu, dan hal-hal lainnya. Mereka juga ditugakan untuk membuat ringkasan berbahasa arab tentang apa yang telah dengar. 
(Sumber: Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke-3, Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2013)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keterampilan Menyimak (Maharah Al-Istima’) dan Fase-Fase Pembelajarannya"

Post a Comment