Penerapan Metode Suggestopedia (Al-Thariqah Al-I’aziyyah) dalam Pembelajaran Bahasa Arab


Tarbiyah | Kemajuan teknologi selalu memberikan sumbangsih berharga terhadap kemajuan pendidikan di dunia. Itulah mengapa, keberhasilan dunia pendidikan tidak pernah luput dari tingginya hasil karya dan hasil cipta para ilmuan. Melibatkan teknologi dalam proses pembelajaran bahasa merupakan salah satu ide cemerlang untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di dalamnya, ditambah lagi bila proses pembelajaran tersebut mampu “menghilangkan” sugesti-sugesti negatif pada diri peserta didik. Metode suggestopedia adalah jawaban dari permasalahan tersebut karena ia menghadirkan teknologi yang dipercaya mampu menciptakan pembelajaran yang efektif dan santai, sehingga hilanglah kesan “keterpaksaan” dalam belajar pada diri peserta didik.

Penerapan Metode Suggestopedia (Al-Thariqah Al-I’aziyyah) dalam Pembelajaran Bahasa Arab

A. Pengertian Suggestopedia dan Konsep Dasarnya

Suggestopedia (metode suggestopedia/al-thariqah al-i’aziyyah) adalah  metode yang dikembangkan oleh seorang ahli psikiatri dan pendidikan dari Bulgaria yang bernama George Lazanov dengan cara menerapkan sugesti ke dalam ilmu mendidik. Metode ini dimaksudkan untuk menghilangkan sugesti dan pengaruh-pengaruh negatif yang ada pada peserta didik dan membasmi rasa takut, kekhawatiran, dan rasa takut salah yang mengganggu proses belajar mereka, terutama terhadap hal-hal baru. 
Ada enam unsur pokok dalam metode ini, yaitu sebagaimana berikut:
  1. Authority, adalah adanya kemampuan dan penguasaan penuh pada diri guru tentang materi yang disajikannya.
  2. Infantilisasi, adalah menjadikan peserta didik sebagai anak kecil yang menerima otoritas guru.
  3. Dual-komunikasi, yaitu komunikasi verbal dan non verbal yang berupa rangsangan semangat dari kepribadian seorang guru.
  4. Intonasi, adalah pengaturan nada bicara ketika memberikan materi.
  5. Irama, adalah berbicara atau membaca dilakukan dengan adegan yang teratur, dalam hal berhenti dan melaju.
  6. Pseudo-pasif, adalah membawa peserta didik ke dalam situasi yang benar-benar rileks, namun tidak tidur. 
Maka dapat dikatakan, bahwa inti metode suggestopedia ini berdasarkan pada asumsi berikut ini:
  1. Belajar melibatkan “fungsi-fungsi sadar dan dibawah sadar manusia”.
  2. Peserta didik mampu belajar dengan lebih cepat daripada dengan metode-metode lainnya.
  3. Proses belajar dapat terhambat oleh beberap faktor, yaitu norma-norma dan kendala lazim yang ada di masyarakat, tidak adanya suasanya rileks dalam pembelajaran bahasa, dan kurangnya pemanfaatan guru terhadap potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik.
Adapun tujuan pembelajaran dengan menggunakan metode ini antara lain:
  1. Membimbing peserta didik agar lancar berkomunikasi pada tingkat lanjut secara cepat.
  2. Memperkaya kosa kata peserta didik dengan cara memberinya pada setiap pertemuannya.
  3. Memaksimalkan penggunaan waktu peserta didik, baik itu ketika mereka jaga dan tidur (sleep learning).
Adapun materi yang dapat diajarkan dengan metode ini adalah:
  1. Penghafalan kosa kata dan istilah-istilah dengan tata bahasa dasar.
  2. Penggunaan dialog-dialog yang realistis dan ulasan-ulasan dialog itu.
  3. Penggunaan sketsa-sketsa, dramatisasi- dramatisasi, nyanyian-nyanyian, dan perjalanan-perjalanan ke suatu tempat di mana peserta didik berbicara denga bahasa asing yang bersangkutan.
  4. Penggunaan transkripsi fonetik untuk kosa kata, pengenalan bentuk-bentuk kata kerja sedini mungkin, dan penggunaan rekaman. 

B. Langkah-Langkah Penerapan Suggestopedia dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Ada pembagian waktu yang ketat dalam penerapan metode ini, sebagaimana yang dijelaskan Nababan, yaitu: 
  1. Program suggestopedia berlangsung 24 hari untuk satu tahap.
  2. Setiap program  terdiri atas materi yang berisi 10 unit.
  3. Setiap unit disajikan dalam enam jam pelajaran, yang masing-masing 45 menit.
  4. Jam pelajaran (tatap muka) adalah empat jam setiap hari.
  5. Satu unit materi dipelajari selama dua hari, karena di samping empat jam tatap muka, peserta didik juga menyediakan beberapa waktu sebelum tidur untuk belajar, dan ditambah beberapa waktu sesudah bangun pada keesokan harinya (tidak termasuk tatap muka, melaikan pelajaran individual).
Adapun langkah-langkah penerapan metode ini adalah sebagai berikut:
  1. Pendahuluan, guru menyediakan media-media pembelajaran yang akan digunakan, seperti kaset music klasik, dan lainnya.
  2. Membagikan alokasi waktu belajar ke dalam beberapa tahap. Misalnya, lima menit awal untuk pekerjaan lisan, seperti kisah-kisah dan dialog-dialog pendek.
  3. Pada hari keenam dan seterusnya, penekanan lebih ke menyimak dan berbicara dengan rotasi materi pelajaran sebagai berikut: pertama: mengulas materi yang lalu, kedua:  menyajikan materi baru dengan keterangan tata bahasa yang relevan beserta terjemahannya, Ketiga: meluangkan waktu satu jam untuk pertemuan santai.
  4. Peserta didik duduk dengan santai di tempatnya masing-masing sambil mendengar kembali materi yang telah dipelajari diiringi dengan alunan music yang lembut. Sambil mendengarkan music, peserta didik juga mendramatisasikan dialog-dialog dan melakukan gerakan-gerakan pernafasan secara ritmis dan dalam.

C. Kelebihan dan Kekurangan Suggestopedia

Adapun kelebihan metode ini adalah:
  1. Metode ini memandang manusia sebagai satu kesatuan utuh, yang meliputi fisik, jiwa, rasa dan intelektual yang terintegrasi dalam proses belajarnya.
  2. Metode ini menegaskan harus adanya authority dari seorang guru.
  3. Metode ini mampu memupuk rasa percaya diri peserta didik.
Sedangkan kekurangan yang terdapat pada metode ini, antara lain:
  1. Pernyataan teori suggestopedia yang mengatakan bahwa saat seseorang tertidur adalah kesempatan yang baik untuk belajar (sleep-learning) belum dapat dibuktikan selama ini.
  2. Program pengajaran suggestopedia dengan pembagian waktu yang ketat cenderung tidak efektif, begitu pula dengan media-media yang digunakan tergolong mahal.
  3. Mengevaluasi kemajuan peserta didik dengan tes formatif dan submatif sangat sulit dilakukan, karena proses evaluasi tidak hanya dengan mengamati prilaku bahasa peserta didik.
(Sumber: Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke-3, Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2013)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penerapan Metode Suggestopedia (Al-Thariqah Al-I’aziyyah) dalam Pembelajaran Bahasa Arab"

Post a Comment