Pemerolehan Bahasa dan Prinsip Belajar Bahasa Asing

Tarbiyah | Bahasa merupakan suatu fenomena sosial yang tidak akan pernah terlepas dari kehidupan sosial manusia. Bahasa memiliki fungsi yang sangat besar dan luas. Ia merupakan alat yang selalu digunakan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai bentuk dan macam bahasa terus bertebaran dan berkembang di seantero dunia Pemerolehan bahasa dan pengajaran bahasa adalah hal yang ditempuh manusia untuk dapat menggunakan bahasa-bahasa tersebut. Namun ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan guru dalam pengajaran bahasa. Dengan prinsip-prinsip tersebut pengajaran bahasa dalam kelas  bahasa tertentu menjadi mudah. Berikut adalah pembahasannya.

Pemerolehan Bahasa dan Prinsip Belajar Bahasa Asing

A. Pengertian Belajar dan Pemerolehan Bahasa

Belajar adalah proses terjadinya perubahan yang relatif menetap yang dihasilkan dari suatu pengalaman berupa latihan-latihan atau interaksi dengan lingkungan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa belajar bahasa adalah proses terjadinya perubahan kebahasaan seseorang yang relatif menetap yang dihasilkan dari pengalaman berupa latihan kebahasaan atau interaksi kebahasaan.
Pada dasarnya, ada beberapa macam bahasa yang terdapat dalam kehidupan manusia, yaitu sebagai mana berikut ini:

  1. Bahasa ibu (lughah al-umm/mother language), yaitu bahasa asli (al-lughah al-ashliyah/native language) atau bahasa rumah tangga (lughah al-bait/home language) atau bahasa pertama (al-lughah al-ula/first language). Bahasa ini adalah  bahasa yang pertama kali digunakan manusia dalam kehidupannya dan diperoleh secara alamiah dengan cara berkomunikasi dan berinteraksi sebagai makhluk sosial dengan kata lain bahwa bahasa ini tidak dipelajari dan tidak diajarkan, bahkan dapat dikatakan tidak melibatkan pengajaran. Pemerolehan bahasa ini terjadi berdasarkan perkembangan seorang anak, dimulai dari satu kata hingg frase dua kata. maka dapat dikatakan bahwa bahasa ini adalah bahasa yang lazim dan wajar diperoleh oleh semua orang, sehingga kurang diteliti dan kurang dipelajari perkembangannya dan biasanya suatu bahasa diidentikan dengan golongan penuturnya, misalnya orang aceh adalah orang yang berbahasa Aceh, orang sunda adalah orang yang berbahasa sunda, dan lainnya.
  2. Bahasa kedua (al-lughah al-tsaniyah/second language). Bahasa ini adalah bahasa yang digunakan di kalangan masyarakat luas dan diperoleh melalui pergaulan di masyarakat. Bahasa ini  dapat diperoleh melalui interaksi dan komunikasi aktif dengan anggota masyarakat dalam kehidupan sosial.
  3. Bahasa asing (al-lughah al-ajnabiyah/foreign language) adalah bahasa yang digunnakan oleh orang asing, maksudnya yaitu yang diluar lingkungan masyarakat atau bangsa. Bahasa ini tidak diperoleh secara alamiah melainkan dengan paksaan yang membuat para pelajar harus berada pada kondisi yang berbeda dengan kondisi keluarganya. Pada saat inilah dibutuhkan sebuat metodologi yang dapat memudahkan proses pembelajarannya yang disebut dengan metodologi pembelajaran bahasa.

B. Pengertian dan Prinsip Pembelajaran Bahasa Asing

Pembelajaran (al-ta’lim/al-tadris) adalah proses yang identik dengan kegiatan mengajar yang dilakukan guru sebagai arsitek kegiatan belajar, agar terjadinya kegiatan belajar. Atau dapat juga dikatakan sebagai upaya yang dilakukan oleh guru dalam menciptakan kegiatan belajar materi tertentu yang kondusif untuk mencapai tujuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pembelajaran bahasa asing adalah kegiatan mengajar yang dilakukan secara maksimal oleh seorang guru agar anak didik yang ia ajari bahasa asing tertentu melakukan kegiatan belajar dengan baik, sehingga kondusif untuk mencapai tujuan belajar bahasa asing.

Dalam suatu pembelajaran guru merupakan pemudah atau fasilitator, dan dalam usaha pemudahan ini guru memerlukan metode-metode dan media-media tertentu yang sesuai dengan materi pelajaran, tujuan pembelajaran, pelajar, sarana dan prasarana dan sebagainya. Pembelajaran bahasa asing setidaknya  melibatkan tiga disiplin ilmu yaitu linguistik yaitu pengetahuan tentang bahasa, psikologi yaitu menguraikan bagaimana seseorang belajar sesuatu, dan ilmu pendidikan yaitu memberitahukan kita bagaimana mengunakan metode dan media yang sesuai dengan keadaan pelajar.

Dalam pembelajaran bahasa asing, guru pelu mempertimbangkan prinsip dasar sebagai panduan dalam kegiatan kelas  bahasa asing. Prinsip inilah yang nantinya akan mempermudah langkah yang akan dilakukan dalam pembelajaran. Dalam hal ini Brown membagi prinsip tersebut menjadi tiga yaitu:
Prinsip kognitif yang meliputi:

  1. Prinsip otomatisasi, prinsip yang mempercayai bahwa belajar bahasa yang efesien adalah proses sunconcious atau ambang sadar seperti halnya baik belajar bahasa ibunya secara otomatis tanpa memperhatikan bentuk-bentuk bahasa. 
  2. Prinsip pembelajaran kebermaknaan, prinsip ini meyakini bahwa pentingnya faktor ini dalam belajar untuk menjadikan pelajar menyerap pelajaran secara lebih lama daripada belajar secara hafalan. 
  3. Prinsip pujian atau imbalan, prinsip ini menegaskan bahwa manusia secara umum termotivasi untuk melakukan suatu hal karena adanya imbalan. 
  4. Prinsip motivasi intrinsic, prinsip ini menegaskan bahwa guru harus berupaya untuk menumbuhkan motivasi dalam diri pelajar dengan cara menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan menantang, bukan semata karena imbalan.
  5. Prinsip strategic investment, prinsip ini meyakini bahwa keberhasilan seorang pelajar dalam belajarnya adalah karena kemauannya untuk meluangkan waktu, upaya, dan memberikan perhatiannya terhadap pelajaran dengan menggunakan strategi belajarnya.

Prinsip afektif yang meliputi :

  1. Prinsip egoisme bahasa, prinsip ini meyakini bahwa dalam pembelajaran bahasa kedua dan bahasa asing, pelajar mengembangkan cara berpikir baru, dan prilaku baru. 
  2. Prinsip percaya diri (self confidence), ini merupakan prinsip yang harus ditumbuh kembangkan pada diri pelajar, karena keberhasilan mereka tergantung pada prinsip percaya diri mereka dalam memahami pelajaran tersebut.
  3. Prinsip pengambilan resiko (risk taking), prinsip ini bermanfaat untuk menumbuh kembangkan keberanian pelajar agar tidak gentar dalam menggunakan bahasa target.  
  4. Prinsip kaitan budaya dengan bahasa (al-‘alaqah baina al-tsaqafah wal-lughah/the language culture connection), prinsip sangat perlu dipertimbangkan dalam pengajaran bahasa. Perbedaaan yang terdapat dalam budaya bahasa target dapat menimbulkan berbagai kesalahpahaman dalam menggunakan bahasa .

Prinsip linguistic  yang meliputi

  1. Prinsip tingkat kemahiran berbahasa, prinsip ini meyakini adanya proses perkembangan yang sistematis dan bertahap dalam pembelajaran bahasa, hal ini menyebabkan interlanguage pada suatu kelas berbeda dengan kelas lainnya. Inilah yang menjadi pertimbangan guru dalam memilih metode dan media serta penyusunan materi tertentu dalam pengajarannya.
  2. Prinsip komunikasi, prinsip ini adalah bagian terpenring dalam perangkat linguistic. Prinsip ini meyakini bahwa tujuan pembelajaran bahasa adalah pencapaian kompetensi komunikatif, yaitu kemampuan dalam menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. 

(Sumber: Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke-3, Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2013)

0 Response to "Pemerolehan Bahasa dan Prinsip Belajar Bahasa Asing "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel