Bahasa Arab Sebagai Bahasa Asing dan Karakteristiknya

Tarbiyah| Bahasa merupakan unsur yang tidak pernah terpisahkan dalam kehidupan manusia. ia memainkan fungsi yang sangat besar dalam keberlangsungan hidup manusia. Pada pembahasan beberapa waktu lalu kita telah membahas tentang pengertian bahasa dan hakikat-hakikatnya, asal-usul bahasa, fungsi bahasa dan faktor-faktor perkembangannya, dan pemerolehannya dan prinsip belajar bahasa asing, serta pembelajaran bahasa asing dalam sejarah dan hipotesisnya. Maka, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu bahasa asing yang telah berkembang pesat di penjuru dunia hingga saat ini, yaitu bahasa arab beserta karakteristik-karakteristik yang cukup istimewa yang dimilikinya. Berikut pembahasannya.

Bahasa Arab Sebagai Bahasa Asing dan Karakteristiknya

A. Pengertian Bahasa Asing

Secara umum, bahasa asing (al-lughah al-ajnabiyah/foreign language) diartikan sebagai bahasa yang digunakan oleh orang asing atau bahasa yang dipakai oleh orang luar negeri atau luar lingkungan pribumi. Secara lebih lanjut, dapat dikatakan bahwa bahasa asing adalah bahasa yang digunakan oleh orang asing yakni orang luar lingkungan masyarakat dalam suatu kelompok atau bangsa.
Nababan telah mengkatagorikan bahasa dari segi pemerolehannya ke dalam tiga katagori berikut:

  1. Bahasa ibu/bahasa pertama, yaitu bahasa yang pertama kali diperoleh seseorang dalam keluarganya, seperti bahasa Aceh, Batak, Sunda, Padang, dan sebagainya. 
  2. Bahasa kedua, yaitu bahasa yang diperoleh setelah bahasa pertama dan digunakan dalam pergaulan sehari-hari atau bahasa yang digunakan masyarakat secara umum, seperti bahasa Indonesia.
  3. Bahasa asing, yaitu bahasa yang digunakan di luar keluarga dan masyarakat secara umum, seperti bahasa Arab, Inggris, Jerman, Mandarin, dan sebagainya.

Adapun bahasa Arab di Indonesia dikatagorikan sebagai bahasa asing. Hal tersebut dikarenakan karena bahasa Arab bukanlah bahasa pergaulan masyarakat dan bukanlah sebagai bahasa pengantar  dalam pelajaran, namun sebagai materi pelajaran. Oleh karena itulah bahasa arab ditempatkan dalam kurikulum sekolah sebagai bahasa asing. Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi di lingkungan dayah dan pesantren modern. Bahasa arab tidak hanya sebagai materi pelajaran namun juga digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari dan sebagai pengantar pelajaran. Maka jelaslah dalam hal ini, bahwa bahasa arab bukanlah bahasa asing, melainkan bahasa kedua.

Kendati pun demikian, tetap saja bahasa arab merupakan bahasa asing dalam pandangan pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam peraturan menteri agama ri nomor 2 tahun 2008 tentang standar kompetensi dan standar isi pendidikan agama islam dan bahasa arab. dan bahasa asing adalah bahasa yang sistem pembelajarannya sebagaimana bahasa asing pada umumnya yang dimulai dengan tujuan, materi, bahkan metode dan media.

B. Karakteristik Bahasa Arab

ِAdapun karakteristik bahasa arab adalah sebagai  berikut:

  1. Kaitan mentalistik subyek-predikat. Struktur kalimat dalam bahasa arab tidak memerlukan adanya kata sarana yang menjelaskan hubungan antara subjek dan prediket, seperti pada kalimat (الامة العربية واحدة) menyatakan bahwa bangsa arab itu satu. Hubungan antara “bangsa arab” dan “satu” bersifat mentalistik belaka dan tidak memerlukan kata sarana penghubung untuk menjelaskan kaitan ini. adanya hubungan yang jelas ini melekat pada benak penutur bahasa arab. Bahasa arab selalu berpendapat bahwa keberadaan gagasan lebih penting dari segi urutan bukan dari segi waktu atau keberadaannya di suatu tempat. 
  2. Kehadiran individu. setiap kata kerja dalam bahasa arab tidak pernah terlepas dari kehadiran individu. kehadirannya tidak memerlukan sarana eksternal berupa kata atau tanda baca. Individu tersebut melekat segan verba dalam strukturnya yang asli, seperti kata (أذهب) tercermin kehadiran saya (تذهب) tercermin kehadiran kamu lk (يذهب) tercermin kehadiran dia lk. 
  3. Retorika paralel. Retorika adalah bentuk atau model berpikir untuk menyatakan maksud yang diinginkan. Pei mengelompokkan bahasa di dunia ke dalam empat  kelompok, yaitu model Anglo-Saxon yang bersifat linear, model semitik yang ditandai dengan penggunaan paralelisme berlebihan, model penyampaian maksud secara tidak langsung seperti pada bangsa Asia, dan model Franco-Italiano. Paralelisme bahasa arab terlihat pada pemakaian kata sarana pengubung antar kata, antar frase, antar klausa, antar kalimat dan antar paragraph. Kita sering kesulitan dalam mentransfer teks bahasa arab khususnya dalam kitab kuning karena nasnya menumpuk dan bertemali sehingga sulit menentukan akhir kalimat. Untuk mengatasi masalah ini, penerjemahan huruf waw sebagai sarana penghubung dapat dilakukan dengan memakai tanda koma (,) bukan dengan memakai sarana “dan” kecuali pada rincian yang terahir.
  4. Keutamaan makna. makna adalah aspek terdalam yang ada dalam suatu bahasa. Bahasa arab sangat mementingkan unsur makna, karena sangat mengutamakan makna implikasinya ialah banyaknya bentuk, struktur, dan pola untuk menunjukkan sifat, makna dan keadaan. Misalnya pola (فعْلان) dengan mensukunkan huruf ‘ain mengindikasikan pada gerakan dan kekacauan seperto tercermin pada kata (هيجان) gejolak. Atau pola (فعّل) dengan mentasydidkan huruf ‘ain dapat mengindikasikan pada perulangan yang intensif, seperti pada kata (حرّك) yang berarti menggerak-gerakkanز
  5. Keberadaan I’rab, yaitu berubahnya harakat akhir kata karena perubahan kedudukannya dalam kalimat dan adanya perubahan kedudukan mengisyaratkan adanya perubahan makna. ‘irab adalah tanda baca yang diwujudkan dalam bentuk fathah, kasrah, dhammah dan sukun. ‘irablah yang menjelaskan hubungan hubungan antar kata pada suatu kalimat dan susunan kalimat dalam kondisi yang variatif. Dengan tanda inilah fungsi sintaksis dalam sebuah kalimat menjadi jelas dan pembaca dengan mudah membedakan subjek, predikat, dan objek. Misalnya (لعب الولد في الميدان) (نظرت الولد في اليدان) (مررت بالولد في الميدان)
  6. Kekayaan kosakata, ada empat media yang berperan dalam memperkaya kosa kata bahasa arab, yaitu: taraduf (sinonim) yaitu keberagaman kata dalam satu makna, seperti kata pedang (السيف) dalam bahasa arab memiliki lebih dari seribu nama. isytirak (homonym) yaitu keberagaman makna yang mengacu pada satu kata dan ragam makna tersebut diungkapkan melalui kata-kata tertentu, seperti (الحوب) telah melahirkan berbagai makna yang diantaranya (الحاجة), (الحزن), (الاثم), (البنت),dan lainnya, tadhadh (antithesis-polisemi) yaitu suatu kata yang makna tertentu sekaligus kebalikannya seperti (الضعف- القوة)(الكبير-الصغير)(الحلال-الحرام), isytiqaq yaitu pengambilan suatu kata dari kata lain dengan menjaga kesesuaian makna, menurut Qaddaur isyiqaq terbagi ke dalam empat katagori yaitu isytiqaq shagir (فتح- يفتح- افتح- مفتوح) , isytiqaq kabir(حمد- مدح) , isytiqaq akbar/ibdal(الصراط- السراط)  dan naht(البسملة- بسم الله الرحمن الرحيم) 
  7. Integrasi dua kata, yaitu dua kata yang memiliki makna berbeda, lalu diungkapkan dalam bentuk kata yang menunjukkan dua (mutsanna) secara morfologis dan menjadi baku dalam bahasa arab namun bukan tadhadh seperti yang telah dibahas di atas. ia terbagi dalam dua bagian, yang pertama ungkapan istilah diambil dari salah satu dari dua kata yang berintegrasi, contohnya (الأبوان) yang berarti ayah dan ibu, (القمران) yang berarti matahari dan bulan, dan kata-kata lainnya. Kedua ungkapan istilah diambil dari kata lain yang kelihatannya tidak identik dengan dua kata yang berintegrasi, contohnya (الثققلان) yang berarti jin dan manusia, (الجديدان)  yang berarti siang dan malam. 
  8. Qiyas (analogi kata), yaitu membentuk kata tertentu berdasarkan pola tertentu (wazan). Analogi dalam bahasa arab sangat berbeda dengan bahasa lain. ia dikenal dengan tasrif , yaitu perubahan bentukan kata tertentu ke bentukan-bentukan yang lain berdasarkan pola-pola yang sudah baku. Dalam bahasa  arab tasrif dibagi dua, yaitu tasrif lughawi yang mana berdasarkan kata ganti (dhamir) yang berjumlah 14 macam dan tasrif istilahi yang mana perubahannya berdasarkan bentukan (sighah). 
  9. Dinamikan kekuatan, bahasa arab memiliki kesatuan utuh dan kuat. Bagi orang arab tuturan, pikiran,  dan perbuatan adalah saling melengkapi dalam kehidupan mereka, tiga hal tersebut adalah kekuatan bahasa yang hanya dimiliki bahasa ini. biasanya akar dari suatu kata melahirkan banyak kata yang lain, inilah yang memperlihatkan bahwa bahasa arab adalah bahasa yang dinamis dan menyimpan kekuatan yang sangat kokoh dan tidak mudah digoyahkan. Contoh sederhana dari dinamika dan kekuatan bahasa arab misalnya, dari huruf (ك) (ل) dan (م) bisa melahirkan kata (كمل) (كلم)  dan (ملك) yang kesemua kata tersebut memiliki arti yang berbeda.  Sesuai dengan konteksnya. 
(Sumber: Acep Hermawan, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Cet. Ke-3, Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2013)


0 Response to "Bahasa Arab Sebagai Bahasa Asing dan Karakteristiknya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel