Prosedur Pengembangan Silabus pada Kurikulum 2013

Tarbiyah | Peningkatan kualitas pendidikan nasional merupakan hal yang harus terus terjadi seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan peserta didik. Keadaan peserta didik hari ini sangat jauh berbeda dengan peserta didik sepuluh tahun silam, baik itu dari segi pengetahuan, perkembangan pola pikir, kepribadian, dan lainnya, itulah mengapa sebuah kurikulum yang telah menjadi salah satu acuan dalam dunia pendidikan juga harus terus dikembangkan dengan harapan adanya kesesuaian antara kurikulum dengan kebutuhan peserta didik, terutama pada zaman tersebut. Salah satu komponen kurikulum yang sangat berpengaruh dalam dalam keberhasilan kegiatan pembelajaran adalah silabus. Silabus merupakan rencana pembelajaran yang menjadi salah satu pegangan guru dalam kegiatan pembelajaran.
Prosedur Pengembangan Silabus pada Kurikulum 2013

A. Pengertian Silabus

Silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum yang berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, dan rancangan penilaian atau dapat juga dikatakan silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.  Silabus juga dianggap sebagai acuan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.

Secara umum silabus mencakup: identitas mata pelajaran, identitas sekolah, kompetensi inti, kompetensi dasar, tema, materi pokok, pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, sumber belajar. Silabus sendiri dikembangkan berdasarkan standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu.

B. Prinsip Pengembangan Silabus

Ada beberapa prinsip dalam Pengembangan silabus, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Ilmiah, yaitu semua materi dan kegiatan yang terdapat dalam silabus benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan. 
  2. Relevan, yaitu adanya kesesuaian antara cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, urutan penyajian bahasa dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik.
  3. Sistematis, yaitu semua kandungan dalam silabus saling berhubungan antara satu dan lainnya secara funsional dalam mencapai kompetensi.
  4. Konsisten, yaitu adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.  
  5. Memadai, yaitu cakupan indikator, materi pembelajaran,  pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjung pencapaian kompetensi dasar.
  6. Aktual dan kontekstual, yaitu cakupan indikator, materi pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan teknologi, ilmu, seni mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi.
  7. Fleksibel, yaitu bahwa semua komponen silabus dapat mengakomodasi keberagaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntunan masyarakat.
  8. Menyeluruh, yaitu  komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi  yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. 
Selain itu, dalam pengembangan silabus juga harus memperhatikan kemasan unit waktu silabus, yaitu sebagaimana berikut ini:
  1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
  2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester,  per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
  3. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.
Untuk menerapkan sinkronisasi alokasi waktu tersebut diperlukan adanya suatu pemetaan materi yang terkemas dalam program tahunan, program semester, program satuan pelajaran dan rencana pembelajaran dengan memperhatikan tingkat kesulitan materi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

C. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus

Adapun langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengembangan silabus adalah sebagai berikut:
  1. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar.
  2. Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran.
  3. Mengembangkan kegiatan pembelajaran.
  4. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi.
  5. Penentuan jenis penilaian.
  6. Menentukan alokasi waktu.
  7. Menentukan sumber belajar.

D. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengembangan Silabus

Penyusunan dan pengembangan silabus dilakukan oleh sebuah tim ahli pengembang dan pembahas dengan mempertimbangkan prinsip pengembangan silabus, yaitu ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan silabus, yaitu:
  1. Indikator,. Digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetesi yang memuat pengetahuan, sikap, maupun keterampilan sesuai dengan kompetensi dasar.
  2. Materi pembelajaran. Dipilih dari setiap kompetensi dasar sebagai sarana untuk mencapai kompetensi, berdasarkan hasil kajian dari standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran. 
  3. Kegiatan pembelajaran. Dirancang dan dikembangkan berdasarkan karakteristik kompetensi dasar, kompetensi inti, potensi peserta didik dan daerah serta lingkungan.  
  4. Penilaian. Penilaian pencapaian kompetensi peserta didik dilakukan berdasarkan indicator, baik itu secara lisan maupun tulisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil kerja yang berupa tugas, proyek/produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. 
  5. Alokasi waktu. Pemilihan alokasi waktu didasarkan pada tuntutan kompetensi dasar dan ketersediaan alokasi waktu per semester sesuai dengan struktur kurikulum yang tertera dalam standar isi.
  6. Sumber belajar, yaitu rujukan, objek/bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan electronik, narasumber, lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Adapun penentuannya berdasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indicator pencapaian kompetensi. 

Pegembangan silabus menurut kurikulum 2013 berbeda dengan pengembangan silabus sebelumnya, yaitu kurikulum 2004 (KBK) maupun kurikulum 2006 (KTSP). Menurut kurikulum 2013,  pengembangan silabus dilakukan secara nasiona bersamaan dengan pengembangan kurikulum itu sendiri. Hal ini jelas dipahami karena pada dasarnya silabus merupakan salah satu produk dari pengembangan kurikulum itu sendiri. Dengan demikian, silabus yang digunakan adalah silabus dari pusat dan ini artinya seluruh Indonesia menggunakan silabus yang sama. Selanjutnya, guru bertugas mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajarannya di kelas sesuai dengan silabus itu.

(Sumber: Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual, cetakan ke-2, Jakarta: Prenadamedia Group, 2015)

0 Response to "Prosedur Pengembangan Silabus pada Kurikulum 2013"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel