Pentingnya Pemikiran Belajar Melalui Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual

Tarbiyah | Pada hakikatnya, belajar adalah sebuah proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada pribadi seseorang. Perubahan tersebut dapat terlihat pada pemahamannya, pengetahuannya, prilakunya, keterampilannya, dan beberapa aspek lainnya yang ada pada diri peserta didik yang dilandasi karena adanya suatu pengalaman.

Berlakunya kurikulum 2004 yang tetap mengadopsi kurikulum berbasis kompetensi yang pembaru kurikulum 2006 menuntut perubahan paradigma dalam pendidikan dan pembelajaran, khususnya dilembaga pendidikan formal. Setiap perubahan ini juga harus diikuti dan dipatuhi oleh guru yang menyelenggarakan pembelajaran di setiap sekolah. Salah satu hal menarik yang mengikuti perubahan paradigma itu adalah ditemukan dan dilaksanakannya model pembelajaran yang inovatif, progresif, dan kontekstual atau disebut dengan praktik belajar.

Pentingnya Pemikiran Belajar Melalui Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual

Inovasi yang bermula dari pengetahuan praktik belajar pengetahuan ini berkembang pada berbagai pelajaran dan bidang studi. Namun apa sebenarnya yang dikatakan dengan praktik belajar? Praktik belajar adalah suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik dalam memahami teori atau konsep melalui pengalaman belajar yang praktik-empirik. Maka oleh karena itulah, pada model pembelajaran ini akhir belajarnya adalah assessment (penilaian) yang bersifat komprehensif, baik itu dari segi proses maupun produk pada semua aspek pembelajaran, yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik.

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inovatif, progresif, dan kontekstual mendasarkan diri (self oriented) pada kecenderungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut:

A. Proses Belajar


  1. Belajar bukanlah sekedar menghafal, namun juga harus mengontruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri.
  2. Peserta didik belajar dari mengalami. Peserta didik dengan sendirinya menulis konsep-konsep bermakna yang mereka dapatkan dari pengetahuan baru, bukan hanya diberi begitu saja oleh guru.
  3. Para ahli menyatakan bahwa setiap pengetahuan yang dimilikii oleh seseorang itu terorganisir dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang suatu persoalan.
  4. Manusia selalu mempunyai tingkatan yang  berbeda saat menyikapi suatu kondisi.
  5. Peserta didik harus dibiasakan memecahkan masalah secara mandiri, menemukan hal-hal yang berguna baginya, dan bergelut dengan berbagai ide.
  6. Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan tersebut terjadi seiring dengan perkembangan pengetahuan dan keterampilan seseorang.

B. Transfer Belajar


  1. Peserta didik belajar dari  pengalaman yang ia alami, bukan dari pemberian orang lain.
  2. Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas atau sedikit demi sedikit.
  3. Penting bagi peserta didik tahu untuk apa dia belajar dan bagaimana ia mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan tersebut dalalam kesehariannya.

C. Peserta Didik Sebagai Pembelajar


  1. Manusia cenderung belajar dalam hal-hal tertentu, dan seorang peserta didik cenderung belajar hal-hal baru dengan cepat.
  2. Strategi belajar itu penting. Peserta didik memang cenderung mudah belajar hal-hal baru, namun untuk hal-hal yang sulit perlu adanya strategi belajar yang bagus.
  3. Peran guru sangat membantu peserta didik dalam menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah mereka dapatkan.
  4. Tugas guru adalah memfalisitasi agar informasi baru tersebut bermakna, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan dan mengaplikasikan ide mereka sendiri dan mendorong mereka untuk menerapkan strategi mereka sendiri.

D. Pentingnya Lingkungan Belajar


  1. Bentuk belajar yan efektif dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat kepada peserta didik.
  2. Proses pengajaran dipusatkan pada bagaimana cara peserta didik menggunakan pengetahuan baru mereka, dalam hal ini strategi belajar lebih penting daripada hasil belajar.
  3. Umpan balik sangat penting bagi peserta didik yang berasal dari proses penilaian yang benar.
  4. Menumbuh kembangkan komunitas belajar yang berbentuk kelompok belajar itu penting, salah satunya yaitu dengan mengaplikasikan pembelajaran kooperatif

Berdasarkan pembahasan di atas jelas terlihat, bahwa peserta didik cenderung lebih mudah belajar pada lingkungan yang alamiah, yaitu mengalami apa yang dipelajari, bukan mengetahuinya. Model-model pembelajaran inovatif, progresif, dan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata peserta didik, dan mendorong mereka mengaitkan pengetahuan yang mereka miliki dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

(Sumber: Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual, cetakan ke-2, Jakarta: Prenadamedia Group, 2015)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pentingnya Pemikiran Belajar Melalui Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual"

Post a Comment