Model Pembelajaran Word Square

Tarbiyah | Pembelajaran adalah proses memanusiakan manusia untuk dapat berpikir dan berprilaku layaknya manusia. Proses pembelajaran selalu membutuhkan kepada pendekatan, metode, model, dan materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan peserta didik. Setiap peserta didik adalah individu yang berbeda, baik itu dari segi kepribadiannya, latar belakang pendidikan, dan latar belakang keluarganya. Maka tidak mustahil kalau ada beberapa metode dan pendekatan tidak cocok diterapkan dalam pembelajaran tertentu untuk individu tertentu. Model pembelajaran word square adalah model pembelajaran yang cocok untuk mengefektifkan suasana pembelajaran. Model ini dianggap cocok dan sesuai untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

Model Pembelajaran Word Square

A. Pengertian Word Square

Dari segi bahasa “word” berarti kata, dan “square” adalah lapangan persegi, jadi word square adalah lapangan kata. model ini memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban. Hampir mirip dengan teka-teki  silang, bedanya pada model word square jawabannya sudah ada namun disamarkan dengan cara membubuhkan kotak tambahan dengan sembarang huruf penyamar atau pengecoh. Model ini cocok untuk semua materi ajar, hanya butuh kekreatifan guru saja dalam membuat sejumlah pertanyaan pilihan untuk merangsang peserta didik berpikir afektif dan logis.

Model word square diterapkan dengan cara guru membagikan lembar kerja kepada peserta didik sebagai pengukur kemampuan mereka terhadap materi yang telah diajarkan.  Instrument utama yang digunakan dalam model ialah lembar kegiatan yang berupa pertanyaan atau kalimat yang perlu dicari jawabannya pada susunan acak pada kolom yang telah disediakan. Model pembelajaran word square adalah pengembangan dari metode ceramah, hal ini dapat ditemukan melalui pengelompokan metode ceramah yang diperkaya dan berorientasi pada keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Model ini menekankan pada bentuk berpikir aktif peserta didik, sehingga melatih mereka dalam ketelitian dan ketepatan saat menjawab dan mencari jawaban pada lembar kerja. Model ini menggunakan kotak-kotak berupa teka-teki silang sebagai alat untuk menyampaikan materi, jadi media utama yang digunakan dalam menyampaikan materi ajar adalah kotak. Kotak-kotak yang telah dipersiapkan akan diisi oleh peserta didik atau dengan cara mengarsir huruf-huruf yang ada untuk menunjukkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan guru. Maka jelaslah disini, bahwa dua hal yang digunakan dalam model ini adalah membuat kotak dan pertanyaan dalam rangka mengisi kotak.

B. Langkah-Langkah Penerapan Model Word Square

Adapun langkah-lang penerapan word square dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Pembukaan. Guru menyampaikan apresepsi dan motivasi tentang pentingnya belajar kepada peserta didik serta menghubungkan materi yang dahulu dengan materi yang baru. 
  2. Kegiatan pokok. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Dilanjutkan dengan menunjukkan alat peraga yang berisi kotak Word square dengan alternatif jawaban vertikal dan diagonal. Selanjutnya, guru membagikan LKS yang berisi wacana tentang peristiwa alam dan soal-soal tentang isi wacana sebanyak 12 soal. Peserta didik mengerjakan soal-soal tersebut secara berkelompok. Peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan ditugaskan untuk mencari dan memberi arsiran pada kotak Word square yang telah disediakan. 
  3. Penutup. Pada akhir kegiatan, setiap perwakialan kelompok menunjukkan jawaban word square di papan tulis dan kelompok lain menanggapi jawaban mereka. Guru memberikan penguatan dengan cara menjelaskan istilah yang ditanyakan dalam word square sesuai dengan wacana. Peserta didik diarahkan untuk menyimpulkan materi pelajaran dan memberikan poin pada setiap jawaban yang benar. 

C. Kelebihan Word Square dan Kekurangannya

Adapun kelebihan dari model pembelajaran ini adalah:

  1. Memudahkan peserta didik dalam menguasai materi pelajaran, karena mereka diarahkan untuk mencari jawaban yang ada dalam kotak.
  2. Memudahkan guru dalam menjelaskan dan menguaraikan pelajaran serta memberikan penguatan pada hal-hal yang dianggap penting.
  3. Mengembangkan aktifitas belajar peserta didik serta meningkatkan interaksi antara mereka.
  4. Menghilangkan kejenuhan dalam pembelajaran dan menjadikan suasana pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif. 

Adapun kekurangan yang terdapat dalam model ini adalah:

  1. Menuntut guru untuk lebih berkreasi dalam membuat kotak word square.
  2. Sering terjadi kesilapan guru dalam membuat jumlah kotak, sehingga kadang tidak sesuai dengan jawaban.
  3. Membuat pertanyaan yang memerlukan jawaban pasti sangat membutuhkan kemampuan tinggi dari seorang guru.
  4. Kurang mendorong peserta didik untuk mengembangkan kreaktifitas mereka.
  5. Tidak mendorong peserta didik untuk mengembangkan materi pelajaran yang telah mereka dapatkan, karena mereka hanya menerima bahan mentah. 

(Sumber: Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Jilid I, Cet Ke-4, Medan: Media Persada, 2014)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Model Pembelajaran Word Square"

Post a Comment