Model Pembelajaran SQ3R

Tarbiyah | Membaca merupakan suatu kegiatan yang tidak pernah luput dalam proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara memahami sebuah teks bacaan dan mengetahui ide-ide yang terdapat dalam bacaan tersebut. Sangat banyak model dan metode yang dapat digunakan guru guna meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca. Semua model dan metode tersebut dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pembaca terhadap bacaan yang ia baca. Model pembelajaran SQ3R adalah salah satu model yang sangat sesuai untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami bacaan. Dalam penerapannya model pembelajaran menggunakan dua model yang dikenal dengan SQ3R dan PQ4R. pada artikel kali ini kita akan terlebih dahulu membahas model pembelajaran SQ3R khusunya untuk kegiatan membaca.

Model Pembelajaran SQ3R

A. Pengertian Model Pembelajaran SQ3R

Model pembelajaran SQ3R adalah suatu model pembelajaran yang menekankan pada urutan atau sistematika langkah pembahasan yang akan disajikan. Artinya yang menjadi fokus dalam model ini adalah urutan belajar untuk mencapai hasil yang telah direncanakan. Model ini berasumsi bahwa mengurutkan proses pembelajaran merupakan salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran. Pada prinsipnya, model pembelajaran Numbered head model SQ3R merupakan langkah-langkah pembelajaran mengenai teks yang terdiri dari: survey, question, read, recite, review. Berikut adalah pembahasan dari setiap langkah:

  1. Survey, yaitu memeriksa atau meneliti dan mengidentifikasi seluruh teks.
  2. Question, yaitu menyusun daftar pertanyaan yang sesuai dan relevan tentang teks.
  3. Read, yaitu membaca teks secara aktif untuk menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang telah disusun.
  4. Recite, yaitu menghafal dan memahami setiap jawaban yang telah ditemukan.
  5. Review, yaitu meninjau ulang seluruh pertanyaan beserta jawaban yang telah ditemukan. 

Alokasi waktu yang diperlukan untuk memahami sebuah teks dengan model SQ3R tidak jauh berbeda dengan tanpa model SQ3R. akan tetapi dengan penerapan model SQ3R diharapkan hasil belajar peserta didik jauh lebih baik. Hal tersebut terjadi karena peserta didik langsung terarah pada kandungan-kandungan pokok bacaan dengan mengikuti langkah-langkah model SQ3R. 

B. Langkah-Langkah Penerapan Model Pembelajaran SQ3R

Adapun langkah-langkah penerapan model pembelajaran SQ3R dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Survey. Peserta didik meninjau dan meneliti keseluruhan dari isi teks untuk mengetahui heading, sub heading, kata kunci, dan sebagainya. Adapun alat yang perlu dipersiapkan oleh peserta didik adalah kertas, pensil, dan stabile untuk menandai bagian-bagian penting pada teks tersebut. hal tersebut dilakukan untuk memudahkan mereka dalam menyusun daftar pertanyaan.
  2. Question. Guru mengarahkan peserta didik untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan yang jelas, singkat, dan relevan. Pertanyaan dapat disusun dengan menggunakan rumus 5W1H, yaitu who, what, when, why, where, dan how.
  3. Read. Guru mengarahkan peserta didik untuk membaca teks secara aktif guna mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan yang telah disusun.
  4. Recite. Recite dilakukan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang materi pelajaran dengan memberikan penekanan pada hal-hal yang dianggap penting yang dapat dilakukan dengan mendengarkan sendiri, menanyakan, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan.
  5. Review. Meninjau kembali seluruh catatan yang telah diperoleh guna memperoleh gambaran yang lengkap mengenai materi yang tengah dipelajari. Peninjauan dapat dilakukan berulang kali guna memperkuat ingatan peserta didik terhadap materi yang terdapat dalam teks tersebut. 

C. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran SQ3R

Menurut sagala kelebihan model ini adalah memberikan pemahaman yang lebih luas kepada peserta didik tentang materi ajar yang terdapat dalam buku teks dan juga membuat suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan terarah pada pokok materi yang diajarkan. Selain itujuga ada kelebihan lainnya, yaitu:

  1. Peserta didik diarahkan untuk berpikir lebih aktif dan terlatih untuk membuat pertanyaan.
  2. Mendorong peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran dengan cara memikirkan jawaban dari pertanyaan yang ada pada teks tersebut. 
  3. Mendorong peserta didik untuk bekerja sama dalam memahami teks yang disajikan. 
  4. Membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik tentang materi yang akan dipelajari dengan cara mengadakan survey pada awal pembelajaran.
  5. Mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dengan cara memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka dapatkan.
  6. Meningkatkan daya ingat peserta didik terhadap materi yang telah mereka pelajari.  

Adapun kekurangan dari model pembelajaran SQ3R adalah sebagai berikut:

  1. Terkadang suasana menjadi gaduh saat peserta didik berdiskusi dan mempelajari teks dengan teman sebangkunya.
  2. Model pembelajaran ini tidak dapat diterapkan pada semua materi pembelajaran. Terutama pelajaran fisika yang membutuhkan praktikum.
  3. Terkadang guru kesulitan mempersiapkan buku bacaan jika ada diantara mereka yang tidak membawa buku bacaan. 

(Sumber: Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Jilid 2, Cet Ke-4, Medan: Media Persada, 2014)

0 Response to "Model Pembelajaran SQ3R"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel