Model Pembelajaran Explicit Instruction


Tarbiyah | Peserta didik adalah salah satu manusia pembelajar yang akan terus belajar untuk menemukan penemuan dan pengetahuan baru dalam kehidupannya baik itu dari sekolah, keluarga, maupun lingkungan tempat ia hidup. Sekolah selalu berusaha menghubungkan secara langsung setiap pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah dengan kejadian yang terjadi di lingkungan mereka. Hal ini bertujuan agar mereka terleatih untuk menyelesaikan masalah. Model pembelajaran Explicit instruction merupakan salah satu model pembelajaran yang langsung berinteraksi dengan peserta didik dalam pelaksanaannya. Ia menjadi salah satu “jalan”  untuk memahamkan mereka terhadap suatu konsep secara langsung. Berikut adalah pembahasannya.

Model Pembelajaran Explicit Instruction

A. Pengertian Explicit Instruction

Explicit instruction adalah pembelajaran yang dilahirkan untuk mengembangkan belajar peserta didik tentang pengetahuan prosedur dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. Adapun menurut Rosenhina Explicit instruction merupakan model pembelajaran yang dilakukan secara langsung dengan tujuan agar peserta didik dapat memahami serta benar-benar mengetahui pengetahuan secara menyeluruh dan aktif dalam suatu pembelajaran.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Explicit instruction adalah model pembelajaran yang diterapkan secara langsung terhadap aktivitas-aktivitas akademik peserta didik dengan cara guru langsung mengontrol kemajuan peserta didik dalam hal tersebut, pemanfaatan waktu, dan pengontrolan suasana kelas.

B. Tujuan Explicit Instruction dan Ciri-Ciri Pelaksanaannya

Model ini bertujuan agar peserta didik dapat memahami sepenuhnya tentang suatu pembelajaran dan aktif dalam kegiatan tersebut. model ini juga bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan waktu belajar peserta didik dan untuk mencapai ketuntasan muatan akademik dan keterampilan serta meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan meningkatkan kemampuan mereka.
Adapun ciri khusus dari model Explicit instruction ini adalah:
  1. Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada peserta didik termasuk prosedur penilaian belajar.
  2. Adanya sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.
  3. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil.

C. Langkah-Langkah Penerapan Model Explicit Instruction

Adapun tahap-tahap penerapan model Explicit instruction adalah sebagai berikut:
  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran dengan cara menjelaskan TKP dan pentingnya pembelajaran yang akan dilakukan.
  2. Mendemonstrasikan pengetahuan serta keterampilan, yaitu guru mulai mendemonstrasikan pengetahuan dengan benar atau menyajikan informasi tahap demi tahap serta memastikan bahwa peserta didik mengamati dengan jelas apa yang tengah dipresentasikan oleh guru.
  3. Membimbing pelatihan, yaitu guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal.
  4. Mengecek pemahaman dan memberi umpan balik, yaitu pada tahap ini guru mengecek pemahaman peserta didik terhadap pengetahuan yang telah didemonstrasikan dengan cara memberikan latihan terbimbing tentang suatu konsep sampai mereka benar-benat memahami konsep tersebut. guru juga mengecek apakah peserta didik apakah mereka telah melaksanakan tugas dengan baik dan memberi umpan balik terhadap tugas tersebut.
  5. Memberi kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan, yaitu guru mempersiapkan pelatihan lanjutan secara mandiri  dan mengkomunikasikannya kepada orang tua peserta didik dengan memperhatikan pada situasi yang lebih kompleks dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan sebagai upaya tindak lanjut pembelajaran.

D. Kelebihan dan Kekurangan Model Explicit Instruction

Adapun kelebihan model ini adalah sebagai berikut:
  1. Penyajian materi dapat lebih ringkas.
  2. Penyajian materi yang berupa skema-skema memudahkan peserta didik untuk memahaminya.
  3. Melatih kemampuan peserta didik untuk berpikir secara sistematis dan mendalam.
  4. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan pengetahuannya.
  5. Model ini dapat menuntun proses pembelajaran melalui kegiatan bimbingan yang dilajukan guru.

Adapu kekurangan yang terdapat pada model ini adalah:
  1. Terkadang guru kesulitan membuat ringkasan materi yang bisa mewakili keseluruhan materi.
  2. Ketika melakukan demonstrasi sangat sering terjadi keterbatasan pemakaian media pembelajaran.
  3. Pada tahap latihan lanjutan, terkadang ada peserta didik yang tidak melakukan latihan tersebut.
  4. Apabila bahan bacaan kurang, maka akan menyulitkan saat membuat ringkasan atau simpulan yang mewakili keseluruhan materi.

(Sumber: Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Jilid 2, Medan: Media Persada, 2016)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Model Pembelajaran Explicit Instruction"

Post a Comment