Model Pembelajaran Demonstration

Tarbiyah | Suatu pembelajaran selalu dianggap sukses apabila tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Untuk mencapai hal tersebut, guru selalu butuh kepada model, metode, dan media pembelajaran yang relevan dengan materi yang hendak diajarkan. Namun, kadangkala metode yang digunakan tidak sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Sehingga berakibat pada buruknya tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah diajarkan. Sebagian besar peserta didik akan lebih mudah memahami suatu materi ajar apabila konsep tersebut dapat diinderai. Model pembelajaran demonstration adalah salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk memperagakan dan mempertunjukkan konsep dari materi ajar yang hendak diajarkan. Berikut adalah ulasannya.
Model Pembelajaran Demonstration

A. Pengertian Model Pembelajaran Demonstration

Secara bahasa demonstration artinya mempertunjukkan/mempertontonkan. Dalam kegiatan pembelajaran Model pembelajaran demonstration adalah salah satu model pembelajaran yang dilaksanakan dengan langsung menggunakan lisan dan alat peraga. Adapun menurut Muhibbin Syam, Model pembelajaran demonstration merupakan kegiatan mengajar dengan cara langsung memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media yang relevan dan sesuai dengan materi ajar yang sedang diajarkan.

Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa Model pembelajaran demonstration  merupakan model pembelajaran yang menggunakan alat peraga dalam rangka memperjelas suatu konsep terhadap peserta didik atau dengan cara memperlihatkan langsung bagaimana suatu hal tersebut bisa terjadi. Dengan menggunakan model ini, peserta didik dapat langsung melihat dan mendapatkan pengalaman yang nyata, Model ini sangat efektif untuk membantu peserta didik dalam memahami konsep-konsep yang berbentuk praktik, karena mereka dapat langsung melihat dan mendapatkan pengalaman tentang konsep tersebut secara inderawi.

B. Tujuan Pelaksanaan Model Pembelajaran Demonstration

Adapun tujuan penggunaan model ini adalah untuk memperjelas pengertian suatu konsep dan memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana cara melakukan suatu atau bagaimana sesuatu tersebut bisa terjadi.  Model ini sangat cocok untuk materi yang membutuhkan peragaan atau percobaan langsung, karena model ini sangat erat hubungaannya dengan keterampilan.

C. Langkah-Langkah Penerapan Model Pembelajaran Demonstration

Adapun langkah-langkah yang dapat diterapkan guru dalam pelaksaaan model pembelajaran ini adalah sebagai berikut:

  1. Tahap persiapan. Guru merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik. Kemudian mempersiapkan garis-garis besar dari bentuk demonstrasi yang akan dilakukan dan melalukan uji coba demonstrasi untuk menghindari kegagalan.
  2. Tahap pelaksanaan. Mengambil posisi yang paling tepat dan mengatur peserta didik sebaik mungkin agar semua penglihatan mereka terjangkau dengan jelas kepada objek demonstrasi. Kemudian mengemukanan tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik dan menjelaskan tugas-tugas yang harus mereka kerjakan selama demonstrasi berlangsung. Kemudian guru mulai mendemonstrasikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan materi ajar dan merangsang mereka untuk berpikir dan bertanya. Guru juga harus menciptakan suasan yang edukatif dan menyakini bahwa setiap peserta didik mengikuti jalannya demonstrasi dengan baik.
  3. Tahap penutupan. Apabila demonstrasi telah selesai, maka tugas yang telah diberikan sebelumnya dikumpulkan atau memberikan tugas lanjutan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik mengikuti dan memahami materi yang telah disajikan. Semua tugas tersebut dievaluasi guna mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

D. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Demonstration

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki model ini, diantaranya adalah:

  1. Peserta didik dapat menerima pelajaran secara mendalam dan berkesan, sehingga terbentuklah pengertian yang sempurna.
  2. Peserta didik dapat mengamati dan memperhatikan secara langsung kejadian ataupun kegiatan yang berhubungan dengan materi pembelajaran.
  3. Memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran.
  4. Mencipakan suasana belajar yang aktif, efektif, dan edukatif.
  5. Memperlihatkan contoh dan gambaran yang dapat langsung ditangkap oleh indera peserta didik.
  6. Memberikan pemahaman yang mendalam dan ingatan yang kuat terhadap peserta didik tentang materi yang telah diperlajarinya.
  7. Dapat memusatkan perhatian peserta didik.
  8. Mengurangi kesalahpahaman karena pembelajaran yang disajikan lebih nyata, jelas, dan konkret.
  9. Dapat langsung menjawab pertanyaan yang timbul selama proses pembelajaran berlangsung.

Adapun kekurangan yang terdapat dalam model ini adalah sebagai berikut:

  1. Pertunjukan yang dipertontonkan terkadang sukar dilihat dari kejauhan.
  2. Tidak semua benda dan konsep dapat didemonstrasi.
  3. Pertunjukkan akan sulit dipahami jika didemostrasi oleh yang bukan ahli pada bidang tersebut.
  4. Kegiatan demosntrasi membutuhkan persiapan yang matang.
  5. Demonstrasi membutuhkan guru yang terampild dan handal serta professional dalam hal demonstrasi. 

(Sumber: Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Jilid 2, Cet Ke-1, Medan: Media Persada, 2016)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Model Pembelajaran Demonstration"

Post a Comment