Kaidah Penulisan Tes Bahasa Benar-Salah (True False/Shawab-Khata’)

Tarbiyah | Membuat tes merupakan kegiatan rutin seorang guru dan guru sering menganggapnya sebagai hal yang mudah untuk dilakukan. Hal tersebut sangat sering dilakukan dalam satu tahun ajaran, baik itu sekedar membuat soal ulangan, ujian tengah semester, maupun ujian akhir semester. Padahal, pada kenyataannya membuat sebuah tes bukanlah hal yang mudah, karena tes tersebutlah nantinya akan dijadikan pengukur kemampuan peserta didik terhadap sejauh mana ia telah memahami dan menguasai materi yang telah diajarkan. Tes tersebut akan mengevaluasi ketercapaian peserta didik terhadap tujuan yang telah ditentukan dalam sebuah pembelajaran. Tes yang baik akan mencerminkan hasil yang baik, begitu pula sebaliknya. Maka, bukanlah hal yang sepele bila tes dianggap sebagai bagian yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Berikut ini kita akan membahas kaidah penulisan tes bahasa yang berbentuk soal tes pilihan, yaitu soal tes benar-salah (true false/shawab-khata’).
Kaidah Penulisan Tes Bahasa Benar-Salah (True False/Shawab-Khata’)

A. Pengertian Tes Bahasa Benar-Salah

Bentuk soal benar salah merupakan salah satu bentuk soal pilihan yang setiap soalnya terdapat dua macam kemungkinan jawaban yang berlawanan, yaitu benar (shawab) dan salah (khata’). Suatu pernyataan haruslah dibuat dengan sangat benar atau sama sekali salah. Jenis soal ini dapat digunakan untuk menanyakan fakta, ide, dan konsepsi yang tidak kompleks. Dalam tes ini suatu wacana ataupun pernyataan dapat dibuat berdasarkan sebuah wacana simakan dan juga dapat dibuat berdasarkan kesesuaian dengan qaidah tata bahasa tersebut.

B. Kaidah- Kaidah Penulisan Tes Bahasa Benar-Salah

Adapun Kaidah-kaidah penulisan tes bahasa benar-salah yang harus diperhatikan guru adalah sebagai berikut:
  1. Guru harus membuat petunjuk cara mengerjakan soal benar-salah yang sangat jelas.
  2. Guru harus menghindari menggunakan kata yang membingungkan dan meragukan.
  3. Pernyataan haruslah singkat, padat, dan jelas.
  4. Hindari pernyataan-pernyataan yang  meragukan, karena tes ini menuntut pernyataan yang muthlak benar dan muthlak salah.
  5. Jumlah pernyataan yang salah seimbang dengan jumlah pernyataan yang benar, namun penempatannya diacak.
  6. Setiap satu soal hanya mengandung satu gagasan.
  7. Gunakan kaidah dan bahasa yang benar untuk mengujikan suatu pernyataan, kecuali jika yang ingin diuji adalah tentang tata bahasa dan sengaja dibuat salah.
  8. Hindarkan hal-hal yang bersifat teka-teki, karena hal tersebut dapat menjerumuskan pemikiran peserta didik dan mengganggu konsentrasi mereka.
  9. Hendaklah dibuat soal dalam bentuk pernyataan atau dengan kata lain bukan soal yang berbentuk perintah ataupun pertanyaan.
  10. Hindari pernyataan yang bersifat ganda, karena hal tersebut dapat merusak konsentrasi dan fokus peserta didik. 
  11. Bahasa yang digunkan adalah bahasa yang sesuai dengan kemampuan dan keadaan peserta didik.
  12. Apabila soal itu menanyakan pendapat maka, perlu disertakan sumber yang mengemukakan pendapat tersebut.
  13. Hindarilah kata-kata yang menunjukkan kecenderungan memberi saran seperti yang dikehendaki oleh item yang bersangkutan, misalnya: semuanya, tidak selalu, tidak pernah, dan sebagainya.
Berikut ini adalah contoh soal Tes Bahasa Benar-Salah:

اِخْتَرْ (ص) إِذَا كَانَ الجُمْلَةُ صَحِيْحَة، وَاخْتَرْ (خ) إِذَا كَانَ الجُمْلَةُ خَاطِئَة! 

القِرْطَاسُ بَيْضَاءُ                        (ص-خ)
لَسْتُ أُسْتَاذَةً، بَلْ تِلْمِيْذَةٌ                    (ص-خ)
السَّاعَةُ مُسْتَدِيْرٌ                        (ص-خ)
فِيْ الحُجْرَةِ أَرْبَعَ عَشْرَةَ كُرَّاسَةً                 (ص-خ)
الَمنْدِيْلُ مُرَبَّعٌ وَالصَّحْنُ بَيْضِيٌّ          (ص-خ)
أَمَامَ الفَصْلِ سِتَّةَ عَشَرَ تِلْمِيْذَةً               (ص-خ)
يَجْلِسُ التِّلْمِيْذَةُ عَلَى الْكُرْسِيِّ           (ص-خ)
جَانِبَ الَمدْرَسَةِ مَسْجِدٌ كَبِيْرَةٌ وَفَصْلٌ نَظِيْفَةٌ(ص-خ)
أَنْتَ تَدْخُلُ اْلفَصْلَ صَبَاحًا             (ص-خ)
الَمكْتَبَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْفَصْلِ                    (ص-خ)

(sumber: Moh. Matsna HS dan Erta Mahyuddi, Pengembangan Evaluasi dan Tes Bahasa Arab, cetakan 1, alkitabah: tangerang selatan, 2012)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kaidah Penulisan Tes Bahasa Benar-Salah (True False/Shawab-Khata’)"

Post a Comment