Kaidah Penulisan Soal Tes Pilihan, Jenis Pilihan Ganda (Al-Ikhtiyar Min Muta’addid/Multiple Choice)

Tarbiyah | Tes merupakan alat ukur yang sering dipakai dalam mengevaluasi proses pendidikan, terutama dalam mengevaluasi pembelajaran bahasa. Terdapat berbagai macam tes yang dapat digunakan oleh guru, diantaranya adalah tes pilihan, yaitu merupakan bentuk tes yang meminta peserta didik untuk memilih salah satu jawaban yang benar dari jawaban-jawaban yang telah disediakan. Tes ini terbagi kepada soal tes benar-salah, soal tes menjodohkan, dan soal tes pilihan ganda serta tes uraian singkat. Tes yang pertama dan yang kedua telah kita bahas pada artikel sebelumnya. Kali ini kita akan membahas tentang soal tes pilihan ganda.

Bentuk tes Pilihan ganda terdiri dari suatu keterangan atau pemberitahuan tentang suatu hal yang belum lengkap dan untuk melengkapi hal tersebut peserta didik diminta untuk memilih salah satu jawaban yang tepat dari jawaban-jawaban yang disediakan. Bentuk ini adalah bentuk tes objektif yang paling sangat sering digunakan dikarenakan banyaknya materi yang dapat dicakup dalam tes ini.

Bentuk tes pilihan ganda terdiri dari bagian keterangan (al-saq/stem) dan bagian alternatif jawaban (al-khiyarat/options). Adapun alternatif jawaban terdiri dari satu jawaban yang benar (al-khiyar al-shahih/correct option) yaitu sebagai kunci jawaban dan beberapa pengecoh (al-shawarif aw albadilah/distracters). Suatu tes tidak akan mampu melakukan pengukuran hasil belajar dalam suatu pembelajaran dengan baik selama ia belum memiliki kriteria-kriteria tes yang semesestinya.


Kaidah Penulisan Soal Tes Pilihan, Jenis Pilihan Ganda (Al-Ikhtiyar Min Muta’addid/Multiple Choice)


A. Bentuk Soal dalam Soal Pilihan Ganda

Ada beberapa bentuk soal yang dapat digunakan dalam soal pilihan ganda, yaitu sebagai berikut:
1. Pilihan ganda biasa
Contoh:
اختر (أ)، (ب)، (ج)، أو (د) الدال على الإجابة الصحيحة!
1- تلك مدرسة، ..............
أ‌-     المدرسة الجميلة 
 ب- المدرسة جميلة  
 ج- مدرسة جميلة  
 د- مدرسة  الجميل

2. Asosiasi

Contoh:
Petunjuk pilihan.
     (A) Jika (1), (2), dan (3) betul
     (B)  Jika (1), dan (3) betul
     (C)  Jika (2), dan (4) betul
     (D) Jika hanya (4) yang betul
     (E)  Jika semuanya betul
على المكتب قلم
1- على مبتدأ
2- على المكتب خبر مقدم
3- قلم خبر مبتدأ
4-      قلم مبتدأ مؤخر

3. Hubungan antar hal (pernyataan-SEBAB-pernyataan) 

Contoh soal PG hubungan antar hal.
Petunjuk pilihan, “pilihlah”!
A. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya merupakan hubungan sebab akibat
B. Jika pernyataan salah, alasan benar, dan keduanya bukan merupakan hubungan sebab  akibat
C. Jika pernyataan benar, alasan salah, atau jika pernyataan salah, alasan benar
D. Jika pernyataan dan alasan keduanya salah
Contoh:
Tulisan kata  “maghfirah” yang benar adalah “مغفرة”  sebab berasal dari kata “غفر”.

B. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda

Ada lima hal pokok yang harus diperhatikan dalam penulisan soal pilihan ganda, yaitu materi soal, penulisan dasar pertanyaan, pokok soal, pilihan jawaban, dan bahasa yang digunakan. Namun yang lebih urgen dari kelima tersebut adalah materi, konstruksi, dan bahasa soal. Berikut adalah uraian dari kelima hal tersebut:
Materi soal, ada beberapa kriteria khusus yang harus diperhatikan yang menyangkut materi soal, sebagaimana berikut ini:
  1. Adanya kesesuaian antara soal dengan indicator pencapaian (IP) sebagaimana yang terdapat pada kisi-kisi.
  2. Hendaknya menjauhi menanyakan persoalan di luar kebahasaan.
Dasar pertanyaan/stimulus, ialah informasi khusus yang menjadi dasar yang hendak ditanyakan dalam soal, dasar pertanyaan dapat berbentuk sebuah atau beberapa kalimat, paragraph, dialog atau percakapan, bacaan atau wacana, kasus, dan  lain sebagainya. Adapun dalam penyusunannya ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh penulis soal, yaitu sebagai berikut:
  1. Dasar pertanyaan harus memberikan informasi yang diperlukan guna menjawab pertanyaan.
  2. Dasar pertanyaan harus sesuai dengan kemampuan peserta didik yang akan diuji.
  3. Dasar pertanyaan berbentuk diagram, grafik, tabel, peta, atau alat bantu lainnya yang diberi tanda-tanda atau label secara jelas.
  4. Dasar pertanyaan yang digunakan harus dipilih dengan dalam bentuk dan jenis yang paling tepat.
  5. Alat bantu yang dijadikan dasar pertanyaan dapat memberikan keterangan yang singkat dan jelas.
  6. Dasar pertanyaan harus dapat membantu proses komunikasi  dan tidak membingungkan serta menghambar peserta ujian.
  7. Adanya kesesuaian antara dasar pertanyaan dengan tujuan yang hendak ditanyakan atau sesuai dengan rumusan indikator.
  8. Menghindari kata ganti saya, kamu, dan lainnya yang dapat menyebabkan peserta didik tergantung pada situasi, latar belakang, dan pengalaman pribadi mereka.
Pokok soal (stem), adapun syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam penyusunan pokok soal adalah sebagai berikut:
  1. Pokok soal dirumuskan dengan singkat, padat, dan jelas.
  2. Perumusan Pokok soal dan pilihan jawaban haruslah pernyataan yang diperlukan saja.
  3. Pokok soal tidak mengandung pernyataan atau ungkapan yang bersifat tidak pasti.
  4. Menghindari kata ganti saya, kamu, dan lainnya pada Pokok soal karena dapat menyebabkan peserta didik tergantung pada situasi, latar belakang, dan pengalaman pribadi mereka.
  5. Pokok soal tidak menandakan petunjuk ke arah jawaban yang benar.
Pilihan jawaban, ketika menulis pilihan jawaban ada dua hal yang harus diperhatikan oleh penulis soal, yaitu kunci jawaban soal dan pengecohnya.
Kunci jawaban (al-khiyar al-shahih):
  1. Kunci jawaban harus benar-benar betul.
  2. Untuk setiap soal  hanya ada satu kunci jawaban.
  3. Penempatan kunci jawaban haruslah disusun secara seimbang, acak, dan menyebar.
  4. Menghindari penggunaan kata, kelompok kata, ungkapan atau istilah yang sama persis dengan pilihan jawaban atau sama persis dengan pernyataan yang ada pada akhir soal.
  5. Kunci jawaban atau butir soal tidak tergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Pengecoh (al-khiyarat al-badilah):
  1. Pengecoh harus homogen, logis, dan berfungsi dengan baik.
  2. Hindarkan pernyataan “semua jawaban salah atau semua jawaban benar”.
  3. Pengecoh harus disusun relatif atau dirumuskan sama panjangnya, tingkat kerumitannya, dan susunan kalimat atau kata-katanya dengan pola rumusan kunci jawaban.
  4. Pengecoh yang berbentuk angka harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka atau sebaliknya.
Bahasa, adapun syarat utama penggunaan bahasa dalam soal adalah harus komunikatif, mudah dimengerti, dan sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik. Untuk lebih lanjut penulis soal dapat mengikuti syarat berikut ini:
  1. Untuk tes pemahaman mufradat dan susunan kalimat, maka pada stem dan option harus digunakan bahasa yang benar, baik dari segi imlak maupun tata bahasanya. Sedangkan dalam tes penguasaan tata bahasa, maka tiga option sengaja “dibuat salah” yaitu dari segi siyaq kalam, bukan option itu sendiri.
  2. Menggunakan jumlah mufidah, stem berbentuk jumlah mufidah atau stem dan optionnya yang membentuk  jumlah mufidah. Maka setiap soal berbentuk jumlah mufidah yang terdiri dari mubtada’ khabar, fi’il fa’il beserta maf’ul, dan lainnya.
  3. Dalam tes untuk mengetahui prestasi belajar (achievement test). Haruslah digunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat penguasaan peserta didik itu sendiri. Sedangkan tes untuk tujuan-tujuan lainnya, maka tingkat kemampuan bahasa itu ditentukan sesuai dengan tuntutan atau kebutuhan pembuat kebijaksanaan.
  4. Tes yang dirancang untuk pemula hendaknya digunakan tanda baca yang lengkap guna memudahkan mereka dalam memahami soal. 
(Sumber: Moh. Matsna HS dan Erta Mahyuddi, Pengembangan Evaluasi dan Tes Bahasa Arab, Cetakan 1, Alkitabah: Tangerang Selatan, 2012)

0 Response to "Kaidah Penulisan Soal Tes Pilihan, Jenis Pilihan Ganda (Al-Ikhtiyar Min Muta’addid/Multiple Choice)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel