Kaidah Penulisan Soal Tes Al-Muzawajah (Menjodohkan) dan Penulisan Tes Ijabah Qashirah (Jawaban Singkat)

Tarbiyah | Tes merupakan hal yang tidak pernah terpisahkan dalam kegiatan evaluasi sebuah pembelajaran khususnya dalam evaluasi pembelajaran bahasa Arab. Tes akan benar-benar bekerja semestinya, yaitu mengukur dan menunjukkan hasil pengukuran yang benar apabila tes tersebut dirancang dengan tepat sesuai kaidah penyusunannya dan sesuai dengan kriterianya. Memperhatikan kaidah-kaidah penyususan tes merupakan suatu keharusan bagi seorang guru. Tanpa terpenuhinya kaidah-kaidah penyusunan tes dalam suatu tes, mustahil tes tersebut dapat dijadikan pegangan dalam pengukuran hasil pembelajaran.

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas kaidah penulisan tes bahasa yang berbentuk soal tes pilihan, yaitu soal tes benar-salah (true false/shawab-khata’). Artikel kali ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu tes pilihan yang berbentuk soal tes mencocokkan/menjodohkan (matching test/al-muzawajah) dan juga kaidah penulisan tes jawaban singkat (short answer/ijabah qashirah) yang mencakup Soal tes isian (fiil in/mal’u al-faragh) dan soal tes melengkapi (completion/al-takmilah). Berikut adalah penjelasannya.

Kaidah Penulisan Soal Tes Al-Muzawajah (Menjodohkan) dan Penulisan Tes Ijabah Qashirah (Jawaban Singkat)

A. Soal Tes Mencocokkan/Menjodohkan (Matching Test/Al-Muzawajah)

Al-muzawajah maksudnya adalah tes yang berbentu menjodohkan, mencocokkan, memasangkan atau menyandingkan, dalam bahasa inggris disebut matching test. Al-muzawajah terdiri dari satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban, yang terdiri dari dua kolom atau dua kelompok.

Pada bentuk tes ini peserta didik diminta untuk memasangkan dengan tepat antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya. Bentuk soal pada tes ini selalu ada kaitan yang berat antara kolom yang satu dengan kolom yang lainnya. Seperti mencocokkan suatu tanggal dengan sebuah kejadian, seseorang dengan prestasinya, suatu istilah denga definisinya, dan hal-hal lainnya. Namun perlu diingat, karena objek tes bahasa adalah komponen bahasa dan keterampilan berbahasa, maka kedua kolom yang hendak dihubungkan harus saling berhubungan.
Contohnya:
صل الكلمات بما يناسبها في الصندوق !

-        فى المطار
-        فى المطبخ
-        فى الادارة
-        فى المستشفى
-        في البحر
-        المزرعة
-        في النسجد
-        في السوق
-        في المدرسة
-        في البيت
-        في البستان
1- المدرس
2- الطبيب
3- التاجر
4- الامام
5- البستاني
6- الطباخ
7- السفان
8- الموظف
9- الطيار
10-     الفلاح

Adapun pedoman penulisan yang harus diperhatikan dalam penyusunan soal al-muzawajah ini adalah sebagai berikut:

  1. Petunjuk/arahan mengerjakan soal harus jelas.
  2. Pertanyaan dan jawaban harus disusun dengan parallel, sejajar, dan homogen.
  3. Soal diletakkan disebelah kanan dengan bernomor, sedangkan pilihan jawaban di sebelah kiri.
  4. Hendaknya pertanyaan dan pilihan jawaban ditulis pada halaman yang sama agar tidak membingungkan peserta didik dan tidak menghabiskan waktu hanya untuk membolak-balikkan kertas soal.
  5. Panjang soal ini dibatasi yaitu tidak lebih dari 10-15 butir soal, karena daftar-daftar yang panjang cenderung tidak homogen. 
  6. Jumlah jawaban disediakan lebih banyak dari pada jumlah pertanyaan, yaitu lebih dari satu atau dua soal).
  7. Menggunkan materi yang homogen, baik pada pertanyaan maupun jawaban.
  8. Pokok soal dan pilihan jawaban disusun dengan pernyataan yang pendek dan seperlunya saja. 

B. Kaidah Penulisan Tes Jawaban Singkat (Short Answer/Ijabah Qashirah)

Bentuk soal ini meminta peserta didik untuk menjawab soal dengan singkat, baik itu satu kata maupun kelompok kata (frase) dan simbol atau angka.

Soal Tes Isian (Fiil In/Mal’u Al-Faragh)
Bentuk soal ini menuntut peserta didik untuk melengkapi atau mengisi kata-kata atau kelompok kata yang dihilangkan dan didaftarkan secara acak pada bagian lain dari soal dan biasanya diletakkan diatas.
Adapun petunjuk umum dalam menyusun soal ini adalah sebagai berikut:

  1. Pertanyaan disusun dengan baik, sehingga jelas jawaban yang diharapkan.
  2. Jauhi petunjuk ke arah jawaban yan benar.
  3. Susunlah pertanyaan yang dapat mempermudah penskoran.
  4. Jauhi pertanyaan-pertanyaan yang kurang tegas.
  5. Buatlah soal dengan bentuk pernyataan berita.
  6. Usahakan hanya ada satu jawaban yang  benar dan usahakan kelas kata yang dihilangkan pada tes isian jenis kedua sama, misalnya semuanya isim, atau fiil, atau huruf semua.
  7. Hindarkan pertanyaan yang terlalu banyak dihilangkan, apabila terlalu banyak pernyataan yang dihilangkan akan sukar diketahui apa sebenarnya hal yang diuji. 
  8. Pernyataan yang dihilangkan berbentuk kata atau frasa yang merupakan kunci jawaban dan bukanlah yang sama sekali tidak penting.
  9. Jangan menggunakan pernyataan yang persis sama dengan yang tertera di buku pelajaran.
  10. Teman kosong yang disediakan untuk mengisi jawaban haruslah sama ukurannya untuk menghindari kecenderungan peserta didik dalam menebak jawaban.
  11. Dalam menyusun soal yang memerlukann jawaban rincian perlu disusun secara berurutan (jawabannya bersifat alfabetis). Hal ini untuk mempermudah pemeriksaan.
  12. Membuat daftar kemungkinan jawaban yang benar guna mempersiapkan jawaban benar yang tidak terduga dari peserta didik. 

Contoh:
املإ الفراغ بكلمة مناسبة من الكلمات الآتية!

في- إلى- على- من- بين
1- القلم ----- المكتب
2- أذهب ----- المدرسة صباحا
3- أرجع ----- المدرسة نهارا
4- المسجد ----- الفصل والمكتبة
5- الأستاذ ----- الفصل  

Soal Tes Melengkapi (Completion/Al-Takmilah)
Bentuk soalnya adalah seperti kalimat lengkap yang dihilangkan bagian-bagian tertentu untuk diisi oleh peserta didik.
Contohnya:

فِيْ المَدِيْنَةِ جَبَلٌ (_______)، شَكْلُهُ (________) وَلَوْنُهُ (_________). وَرَاءَ الْجَبَلِ بَحْرٌ، البَحْرُ (_________)  وَمَاؤُهُ صَافٍ. أَمَامَ البَحْرِ قَرْيَةٌ. فِيْ القَرْيَةِ مَدْرَسَةٌ وَمُسْتَشْفَى وَمَسْجِدٌ، الْمَدْرَسَةُ (_________) مِنَ اْلمسْجِدُ.

Adapun bentuk lain dari soal melengkapi adalah dengan membuat kalimat lengkap, kemudian dihilangkan bagian akhirnya.
Contoh. 

1- لا تطلب الجزاء...................
2- صديقك من ....................
3- العقل السليم ...................
4- خير جليس .....................
5-      الاتحاد .........................

(sumber: Moh. Matsna HS dan Erta Mahyuddi, Pengembangan Evaluasi dan Tes Bahasa Arab, cetakan 1, alkitabah: tangerang selatan, 2012)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kaidah Penulisan Soal Tes Al-Muzawajah (Menjodohkan) dan Penulisan Tes Ijabah Qashirah (Jawaban Singkat)"

Post a Comment