HUKUM SANTAP SAHUR - TARBIYAH ONLINE

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Tuesday, May 15, 2018

HUKUM SANTAP SAHUR



Laksanakanlah sahur, karena mengandung keberkahan
Begitulah sabda yang pernah diutarakan oleh Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim untuk menyuruh umatnya untuk bersahur sebelum berpuasa karena keberkahan ada di dalamnya. Bila diamati, keberkahan tersebut dapat berupa hal-hal berikut ;

1. Memberikan kemampuan tambahan bagi orang yang berpuasa pada siang hari hingga saatnya berbuka.
2. Dapat meringankannya melaksanakan tugas saat berpuasa dari merasakan rasa lapar dan haus yang cukup berat.
3. Mengurangi potensi malas di siang hari lantaran kekurangan energi akibat tidak ada zat yang cukup untuk dicerna oleh organ.
4. Memberikan kestabilan organ pencernaan dan kadar gula darah.
5. Dan yang tidak kalah penting adalah sebagai bentuk upaya melaksanakan anjuran Nabi Muhammad shallallâhu ‘alahi wa sallam.
6. Bahkan dalam satu riwayat juga disebutkan bahwa sahur adalah waktu diijabahnya doa disamping memang masuk sepertiga malam terakhir.
Keterangan dari para sahabat Nabi;

عن أبي الوليد عبد الله بن الحارث الأنصاري أن نفرا من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم قالوا تسحروا ولو بجرع من ماء
Dari Abi al-Walîd Abdullâh Ibn al-Hârits al-Anshârî, bahwa beberapa sahabat Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam berkata; Bersahurlah meskipun hanya seteguk air
(Abdurrazzaq, al-Mushannaf, vol.4, hal.227, no.7599)

Hafshah Ummul Mu’minin radhiyallâhu ‘anhâ;

عن حفصة قالت: تسحروا ولو بشربة من ماء، فإنها قد ذكرت فيه دعوة
Dari Hafshah, ia berkata; Bersahurlah meskipun seteguk air, karena pada saat sahur itu doa dikabulkan
(Ibn Abi Syaibah, al-Mushanaf, vol.3, hal.8, no.9012)

Abu Darda’ radhiyallâhu ‘anhu;

عن أبي الدرداء قال: من أخلاق النبيين الإبلاغ في السحور
Dari Abu Darda’, ia berkata bahwa di antara akhlak para Nabi adalah mendekatkan momen sahur dengan waktu fajar
(Ibn Abi Syaibah, al-Mushannaf, vol.3, hal.9, no.9014)

Statement Ijma oleh ulama;

Al-Imâm Abû Bakr Muhammad Ibn Ibrâhîm Ibn al-Mundzir al-Naisabûrî (w.318H);
وقد أجمعوا على أن ذلك مندوب مستحب، ولا إثم على من تركه
Dan mereka telah ijma‘ bahwa sahur itu sangat disunnatkan, dan yang tidak melakukannya tidak berdosa
(Ibn al-Mundzir, al-Isyrâf ‘Alâ Madzâhib al-‘Ulamâ’, vol.3, hal.120)

Al-Imâm al-Qâdhî Abû al-Fadhl ‘Iyâdh Ibn Mûsâ Ibn ‘Iyâdh Ibn ‘Amrûn al-Yashûbî (w.544H);

وأجمع الفقهاء على أن السحور مندوب إليه ليس بواجب
Ulama fikih berijma‘ bahwa melaksanakan sahur hukumnya sunnat, bukan wajib
(Al-Qadhi ‘Iyadh, Ikmâl al-Mu‘lim Bi Fawâ’id Muslim, vol.4, hal.33)

Al-Imam Abu Muhammad Abdullah Ibn Ahmad Ibn Qudamah al-Maqdisi (w.630H);

في استحبابه ولا نعلم فيه بين العلماء خلافا
Kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat ulama dalam kesunnahan sahur
(Ibn Qudâmah al-Maqdisî, al-Mughnî Fi Syarh Mukhtashar al-Kharqî, vol.3, hal.108)

Wallâhu A‘lam

No comments:

Post a Comment