Guru yang Dirindukan


Tarbiyah | Menjadi guru yang dirindu murid-muridnya adalah impian setiap guru. Hal tersebut dikarenakan ia merupakan salah satu wujud apresiasi lahiriah atas profesinya dan sebuah “kebanggaan” yang berasal dari hati. Menjadi guru yang dirindu adalah kebahagiaan yang tidak “termaharkan”. Hal itu karena ia tidak bisa ditukar dengan materi apapun, ia hanya didapatkan dengan terlebih dahulu menjadi guru sukses, yang dicintai muridnya, sehingga nantinya pasti dirindukan keberadaannya. Pada artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana kiat-kiat menjadi guru yang dirindukan murid-muridnya.
Untuk menjadi seorang guru ideal yang sukses, yang dicintai murid-muridnya dan dirindukan keberadaannya, sosok guru harus melakukan hal-hal berikut ini:

Guru yang Dirindukan

A. Mengetahui Perannya dengan Jelas

Yaitu sebagaimana yang disimpulkan berikut ini:
  1. Mengapa ia harus mengajar? Hal ini menjelaskan kepadanya tentang tujuan dari misi pendidikan.
  2. Apa yang harus ia ajarkan? Hal ini menjelaskan tentang esensi dari materi yang akan diajarkan.
  3. Bagaimana cara ia mengajarkan hal tersebut? hal ini menjelaskan kepadanya tentang bagaimana cara mengajarkan suatu materi dengan menggunakan pendekatan, model,  metode, dan media tertentu yang sesuai dengan materi tersebut.

Semua pertanyaan tersebut tidak akan mampu dijawab oleh seorang guru sebelum ia mengetahui secara mendalam tujuan-tujuan pendidikan dan bagaimana formulasinya.

B. Menyiapkan Bahan atau Materi Pelajaran

Membuat perencanaan dalam pendidikan adalah wujud perkembangan dari kurikulum dan salah satu cara untuk mencapai tujuan daripada pendidikan. Ia juga sangat membantu guru dalam menghadapi berbagai masalah pendidikan serta memberikannya solusi atas masalah tersebut. ia juga mendorong guru untuk melakukan pengajaran dengan penuh kesungguhan hati demi kemaslahatan murid-muridnya.
Dari sini terlihat jelas bagaimana sebuah planning pendidikan memengang peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan, hingga ia dapat melahirkan hal-hal berikut ini:
  1. Membuat tugas para guru tersusun rapi dan disiplin.
  2. Menjadikan tugas guru dalam mengajar jauh dari kata spontanitas atau tidak ada persiapan dalam mengajar.
  3. Membantu guru dalam mengatur materi pelajarannya dan menjelaskan serta menjabarkannya dengan rapid an mudah dipahami.
  4. Mendorong guru untuk selalu memperbaharui cara mengajarnya, maupun sarana yang digunakan, sehingga tidak terkesan monoton.

Ada beberapa bentuk planning pengajaran, yaitu sebagaimana berikut ini:
  1. Planning akal/ide, yang menyangkut tentang gambaran terhadap perencanaan pendidikan secara tertulis, yang mencakup tujuan-tujuan yang hendak dicapai dari suatu pengajaran, pendekatan yang digunakan, metode yang diterapkan, media yang dipakai dan  hal-hal lainnya
  2. Planning tulisan yang berbentuk planning harian, yaitu tentang tema-tema yang akan dia ajarkan, baik itu dengan mengembangkan tema tersebut atau menyempitkannya. Planning ini sebaiknya dibukukan, hal ini bertujuan untuk memberikan batasan-batasan kepada guru dalam pengajarannya, baik itu dari model, metode, strategi, bahkan media yang ia gunakan. Sehingga nantinya dapat terealisasi dan murid bisa merasakan manfaatnya.

C. Menyiapkan Murid untuk Menerima Pelajaran

Guru dapat menyiapkan muridnya untuk menerima pelajaran sesuai dengan firman Allah pada surah Qaf ayat 37 yang menunjukkan bahwa nasihat/peringatan dapat diterima oleh seseorang dengan menetapi tiga syarat berikut:
  1. Mengosongkan hati, yaitu menfokuskan hati terhadap pelajaran yang diajarkan.
  2. Mengosongkan anggota badan dan mendiamkan panca indera, yaitu mengonsentrasikan diri dan tidak menyibukkan diri dengan hal-hal lain.
  3. Menghadirikan jiwa sepenuhnya di saat pelajaran disampaikan.

D. Cara/Metode Pengajaran yang Tepat

Sangat banyak cara atau metode pengajaran yang dapat digunakan guru  saat menyampaikan materi pengajaran, seperti metode ceramah, induktif, demonstrasi, analogi, dialog. Semua metode yang akan diterapkan hendaknya disesuaikan dengan materi ajar dan keadaan peserta didik, serta kondisi pembelajaran.

E. Teknik Pengajaran yang Sesuai

Setiap teknik yang dipakai guru pasti berbeda dengan guru lainnya, hal tersebut karena teknik berhubungan erat dengan kepribadian guru baik itu dari sisi pengetahuan, kejiwaan, dan sisi emosional mereka. Maka oleh itulah, setiap guru hendaknya menjauhi faktor-faktor negatif yang berpengaruh buruk pada psikologisnya agar tercapainya tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

F. Strategi Pengajaran yang Sesuai dan Efektif

Strategi pengajaran menyangkut gerakan-gerakan yang dilakukan guru dalam kelas, hal-hal yang ia lakukan di kelas, dan pembicaraan yang terkonsep dan sistematis. Agar suasana pembelajaran berlangsung efektif, sangat banyak keterampilan-keterampilan yang dapat dilakukan guru, diantaranya adalah membuat suasana kelas lebih menyenangkan, memberikann perhatian yang sama kepada semua murid, memvariasikan intonasi suara, dan hal-hal lainnya.

G. Keterampilan yang Memadai

Semua langkah yang digunakan guru dalam proses pembelajaran haruslah memadai, baik itu pada langkah awal/pendahuluan, langkah inti, maupun langkah akhir. Semuanya harus sistematis dan terorganisir dengan baik sesuai dengan materi ajar, tujuan yang hendak dicapai, dan keadaan murid-muridnya.

(Sumber: Mahmud Khalifah dan Usamah Quthub, Menjadi Guru yang Dirindu, Surakarta: Ziyad Visi Media, 2009)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guru yang Dirindukan"

Post a Comment