Urgensi Pengajaran Strategi Belajar (Learning Strategies) Efektif Kepada Peserta Didik

Tarbiyah | Sebuah proses pembelajaran akan berlangsung dengan efektif dan lancar apabila dilengkapi dengan rencana pembuatan strategi belajar. Suatu proses pembelajaran selalu menginginkan dan mengharapkan agar peserta didik mampu memahami dan menguasai suatu pengetahuan melalui penemuannya sendiri dengan melakukan sebuah percobaan, untuk dapat mencapai hal tersebut, maka harus adanya penerapan strategi belajar yang baik pada masing-masing peserta didik, karena pribadi yang memiliki strategi belajar yang baik selalu menghasil nilai pembelajran yang baik pula.

Urgensi Pengajaran  Strategi Belajar (Learning Strategies) Efektif Kepada Peserta Didik

A. Pengertian Strategi Belajar

Secara umum, kata “strategi” diartikan sebagai suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Apabila dihubungkan dengan aktifitas pembelajaran, strategi dapat diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Adapun  menurut Sulistyono, strategi belajar adalah tindakan khusus yang dilakukan oleh seseorang untuk mempermudah, mempercepat, lebih menikmati, lebih mudah memahami secara langsung, lebih efektif dan lebih mudah ditransfer ke dalam siatuasi yang baru.

Adapun nama lain dari strategi belajar adalah (learning strategies) strategi kognitif, yaitu suatu strategi belajar yang mengacu pada perilaku dan proses berpikir peserta didik yang digunakan pada saat menyelesaikan tugas belajar, atau dengan kata lain bahwa strategi-strategi tersebut lebih dekat dengan hasil belajar kognitif daripada tujuan belajar perilaku. Bahkan menurut Norman dalam Nur, pengajaran tentang Strategi belajar merupakan hal yang sangat penting. Hal ini berdasarkan pada pernyataan, bahwa bahwa keberhasilan sebagian besar peserta didik tergantung pada kemahiran mandiri mereka dan memonitor belajar mereka sendiri. Hal inilah yang menjadikan strategi belajar harus dan muthlak diajarkan kepada peserta didik tersendiri, baik itu kelas-kelas sekolah dasar maupun kelas menengah dan perguruan tinggi sekalipun.

B. Tujuan Pengajaran Strategi Belajar

Sebagaimana yang yang dikatakan oleh Weistein dan Meyer, salah satu tujuan mengajar adalah mengajari peserta didik bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotivasi diri sendiri untuk belajar, maka pengajaran strategi belajar merupakan hal yang muthlak dan penting dilakukan. Dengan mengajarkan strategi belajar pada peserta didik, mereka  akan memiliki sebuah model pembelajaran dan strategi belajar yang baik sehingga mereka mampu memonitor proses belajar mereka sendiri dan menghasilkan nilai belajar yang baik. Mengajarkan strategi belajar merupakan tugas seorang guru untuk membentuk peserta didik yang  menjadi pembelajar dengan pengendalian diri/mandiri.
Salah satu tujuan pengajaran strategi belajar adalah mengajarkan peserta didik untuk belajar atas keinginan, kesadaran, dan kemampaun dirinya sendiri. Guru yang baik adalah yang tidak hanya meminta peserta didik untuk memecahkan masalah, mengingat materi pelajaran dan menghafalnya, namun juga mengajarkan mereka bagaimana cara memecahkan masalah tersebut, bagaimana seni dalam mengingat dan menghafal materi tersebut.

Menurut Arends, pembelajar mandiri (self-regulated learner) adalah pembelajar yang dapat melakukan hal penting dan memilih karakteristik, antara lain:

  1. Mendiagnosis secara tepat suatu situasi pembelajaran tertentu.
  2. Memiliki pengetahuan strategi-strategi belajar efektif, bagaimana serta kapan menggunakannya.
  3. Mampu memotivasi diri sendiri tidak hanya karena nilai atau motivasi eksternal.
  4. Mampu tetap tekun dalam tugas sehingga tugas itu terselesaikan.
  5. Belajar secara efektif dan memiliki motivasi abadi untuk belajar.  

Menurut Djamarah Sain ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar, yaitu:

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar paling cepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau criteria standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar, yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik untuk penyempurnaan sistem intrksional yang bersangkutan secara keseluruhan.  

C. Langkah-Langkah Mengajarkan Strategi Belajar

Ada empat hal penting menurut Arends yang harus dilakukan agar peserta didik dapat belajar mandiri, yaitu:

  1. Mendiagnosis situasi pembelajaran tertentu secara cermat.
  2. Memilih strategi belajar yang ideal untuk menyelesaikan masalah belajar yang dihadapi peserta didik.
  3. Memantau keefektifan strategi tersebut.
  4. Cukup termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar tersebut sampai masalah tersebut terselesaikan. 

Sedangkan untuk mengajarkan strategi belajar kepada peserta didik ada beberapa hal penting yang diharus diperhatikan, diantaranya adalah:

  1. Menginformasikan kepada peserta didik bahwa mereka akan diajarkan tentang Strategi belajar, sehingga perhatian mereka lebih fokus.
  2. Memperlihatkan adanya kaitan yang positif antara strategi belajar dan prestasi belajar dan mengingatkan mereka bahwa perlu adanya kerja pikiran yang keras untuk membuahkan prestasi yang tinggi.
  3. Menjelaskan dan memeragakan strategi yang diajarkan.
  4. Menjelaskan mengapa dan kapan strategi belajar diperlukan.
  5. Memberikan penguatan terhadap peserta didik yang memakai strategi belajar. 
  6. Mengajukan praktik yang beragam dalam penerepan strategi belajar.
  7. Memberikan umpan balik saat menguji materi dengan strategi belajar tertentu.
  8. Mengevaluasi penggunaan strategi belajar, dan memotivasi peserta didik untuk melalukan evaluasi secara mandiri. 

D. Varian Strategi Belajar

Sesuai dengan teori kognitif dan pemrosesan informasi, ada beberapa strategi belajar yang dapat diterapkan dan diajarkan kepada peserta didik, diantaranya adalah:

  1. Strategi mengulang (rehearsal strategis), yang terdiri dari menggaris bawahi dan membuat cacatan pinggir.
  2. Strategi elaborasi (elaboration strategies), yang terdiri dari membuat catatan, analogi, dan PQ4R.
  3. Strategi organisasi (organization strategies), yang terdiri dari outlining, pemetaan konsep, mnemonics, pemotongan, dan akronim,
  4. Strategi metakognitif (metacognitive strategies), yaitu yang berhubungan dengan pemikiran peserta didik bagaiman mereka sendiri berpikir dan kemampuan mereka menggunakan strategi belajar tertentu dengan tepat. 

(Sumber: Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual, cetakan ke-2, Jakarta: Prenadamedia Group, 2015)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Urgensi Pengajaran Strategi Belajar (Learning Strategies) Efektif Kepada Peserta Didik"

Post a Comment