Trik Jitu untuk Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Arab Peserta Didik dengan Cepat

Tarbiyah | Kegiatan pembelajaran adalah proses tranformasi pengetahuan dari guru kepada peserta didik melalu berbagai metode dan tehnik bahkan media. Guru selalu memilih dan menerapkan metode tertentu yang dipandangnya cocok untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Namun  tidak dapat dipungkiri, peserta didik acap kali susah dan sulit memahami apa yang disampaikan guru hingga berakibat pada rendahnya motivasi mereka untuk belajar dan suasana pembelajaran pun tidak menyenangkan. Sehingga akhirnya keterampilan berbahasa mereka tidak berkembang, khususnya di bidang berbicara, karena berbicara merupakan tujuan pokok dari pembelajaran bahasa.

Trik Jitu untuk Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Arab Siswa dengan Cepat

Hal inilah yang kembali mendorong guru untuk kembali berinovasi terhadap kegiatan yang ia lakukan selama proses pembelajaran. Permainan merupakan salah satu penawar terbaik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sangat banyak permainan yang telah berkembang di era yang modern ini. Berikut adalah beberapa permainan yang dapat diterapkan oleh guru selama proses pembelajaran sebagai penawar atas masalah-masalah yang dihadapi peserta didik, khususnya pada keterampilan berbicara atau kalam.

A. Terka Aksi

  1. Tujuan dan alat yang diperlukan, permainan ini bertujuan untuk melatih kecermatan dan kreativitas peserta didik. Adapun alat yang diperlukan adalah kartu aksi. 
  2. Cara bermain, guru menyiapkan kartu aksi yang bergambar tentang tema yang sedang diajarkannya. Kemudian membagikan kartu aksi tersebut kepada setiap kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih. Salah satu perwakilan kelompok memperagakan apa yang ia lihat di kartu tersebut layaknya pantomim, yakni hanya bergerak tanpa bersuara. Peserta didik yang lain menebak apa yang diperagakan oleh peraga. Begitulah selanjutnya sampai semua kelompok mendapatkan gilirannya.

B. Cerita Berantai

  1. Tujuan dan alat yang diperlukan, permainan ini bertujuan untuk melatih kecermatan, spontanitas dalam berbicara dan kreativitas peserta didik. Adapun alat yang diperlukan adalah buku bacaan atau materi pembelajaran yang akan dijadikan bacaan. 
  2. Cara bermain, guru membagi peserta  didik ke dalam beberapa kelompok kecil setelah pembelajaran qiraah selesai. Guru mulai bercerita kepada peserta didik seputar bacaan yang telah diajarkan sebelumnya. Kemudian guru menunjukkan suatu kelompok untuk meneruskan cerita tersebut. Hal itu dilakukan guru secara acak. Setiap kelompok harus mendengarkan dan memperhatikan apa yang disampaikan guru dengan seksama. Guru juga harus memberikan tenggang waktu kepada setiap kelompok untuk menulis dan berpikir apa yang telah didengarnya. 

C. Terka Gambar

  1. Tujuan dan alat yang dipelukan, permainan ini bertujuan untuk melatih daya nalar dan kecermatan peserta didik. Adapun alat yang diperlukan dalam permainan ini adalah gambar.
  2. Cara bermain, guru menyiapkan gambar-gambar. Gambar-gambar tersebut dapat disesuaikan dengan tingkat pembelajaran peserta didik mulai dari gambar yang sederhana sampai yang rumit. Kemudian membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok dan menunjukkan gambar kepada masing-masing kelompok. Setiap peserta didik dari masing-masing kelompok harus menyebutkan atau menceritakan atau pun  menjelaskan apa yang dia lihat pada gambar tersebut. 

D. Petak Umpet

  1. Tujuan dan alat yang diperlukan, permainan ini bertujuan untuk melatih  keterampilan peserta didik dalam spontanitas berbicara dan memperkaya kosakatanya. Adapun alat yang diperlukan dalam permainan ini adalah benda-benda yang ada di sekitar mereka dan kain penutup mata.
  2. Cara bermain, guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok. Kemudian masing-masing kelompok melakukan suten. Peserta didik yang kalah harus berdiri di tengah dan menutup matanya dengan menggunakan kain maupun sapu tangan. Sedangkan peserta didik yang lain mengambil benda-benda yang ada di sekitar mereka dan menyembunyikannya di belakang tangan. Peserta didik yang tertutup matanya harus menebak sampai berhasil tentang benda yang disembunyikan oleh temannya. Sebelum permainan dimulai, sebaiknya guru dan peserta didik sama-sama menyiapkan benda-benda yang akan digunakan selama bermain serta menghafalnya sama-sama. 

E. Sebagian Tubuh Bergerak dan Berbicara.

  1. Tujuan dan alat yang dipelukan, permainan ini bertujuan untuk melatih kemampuan dan daya bicara peserta didik serta melatih keberanian mereka dalam berekspresi dengan beberapa pertanyaan berdasarkan topik maupun berita yang ia dengar. Adapun alat yang diperlukan dalam permainan ini adalah cerita pendek atau tema tertentu. 
  2. Cara bermain, guru menceritakan sebuah cerita pendek, sedangkan peserta didik mendengarkan cerita tersebut dengan seksama. Setelah guru selesai bercerita, peserta didik mengungkapkan pertanyaan kepada guru tentang cerita yang telah ia dengar dan guru menjawab pertanyaan tersebut. Permainan ini juga bisa dilakukan secara berkelompok yaitu dengan cara guru membagikan peserta didik ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok membuat tema tertentu, lalu dua kelompok maju bergantian. Kelompok pertama membacakan cerita tertentu, sedangkan kelompok ke dua mengungkapkan pertanyaan tentang  cerita tersebut. Kelompok pertama harus menjawab pertanyaan tersebut dengan sigap. Demikian pula sebaliknya. 

Permainan merupakan salah satu kebutuhan individual manusia. Permainan dapat membuat suasana pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Permainan juga hadir sebagai salah satu penawar atas berbagai masalah yang timbul dalam dunia pendidikan. Guru dapat menggunakan berbagai bentuk permainan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang baik dalam mencapai tujuann pendidikan.

(Sumber: Fathul Mujib dan Nailur Rahmawati, Metode Permainan-Pemainan Edukatif dalam Belajar Bahasa Arab, Jogjakarta: DIVA Press, 2011)

0 Response to "Trik Jitu untuk Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Arab Peserta Didik dengan Cepat "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel