Permainan-Permainan Edukatif yang Menyulap Kelas Menjadi Heboh dan Efektif

Tarbiyah | Pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran yang telah lama diadopsi oleh sebagian besar guru, dimana guru bertindak sebagai pemberi materi pelajaran dengan cara menjelaskannya kepada peserta didik dan peserta didik duduk dengan rapi sambil mendengar serta mencatat apa yang disampaikan guru sebanyak-banyaknya. Jauh-jauh hari setelah itu, banyak didapati masalah, mulai dari kurangnya keberanian mereka untuk bertanya, rendahnya kesigapan dalam mengungkapkan ide, hingga akhirnya berimbas buruk pada nilai-nilai ulangan harian. Setelah ditinjau, akhirnya terungkap bahwa beberapa kegagalan tersebut lahir dari pasifnya peserta didik saat proses pembelajaran berlangsung. Mereka hanya dituntut untuk mencatat tanpa diminta untuk mengungkapkan apa yang telah mereka catat.

Permainan-Permainan Edukatif yang Menyulap Kelas Menjadi Heboh dan Efektif

Lebih dari itu, banyak potensi-potensi dalam diri mereka yang tidak terasah dan tidak dikembangkan hingga akhirnya padam serta kurangnya penghargaan atas segala keberhasilan yang telah mereka capai. Alhasil, mereka mengikuti proses pembelajaran setengah hati, jenuh yang berkelanjutan, dan rendahnya pemahaman materi pembelajaran. Di era yang semakin berkembang ini, sangat banyak ide-ide cemerlang untuk mengasah dan menumbuh kembangkan potensi hebat pada peserta didik, salah satunya adalah kegiatan pembelajaran yang berbasis permainan. Permainan tidak selamanya tentang berlari dan tertawa. Namun ia juga tentang kebebasan peserta didik dalam mengekspresikan pribadinya dan mengungkapkan kreatifitas serta potensinya. Berikut adalah beberapa permainan yang telah sukes menyulap suasana kelas menjadi ramai, efektif dan edukatif.

A. Pulpen Perkenalan


  1. Tujuan dan Alat yang Diperlukan: Permainan ini bertujuan untuk mengingat pesan dan meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dan menumbuhkan keberanian untuk berbicara. Adapun alat yang diperlukan adalah pulpen maupun alat tulis yang lain.
  2. Cara Bermain: Peserta didik duduk maupun berdiri secara melingkar. Guru memberikan pulpen kepada salah satu peserta didik sambil menanyakan nama, alamat, asal sekolah, atau bisa juga diganti dengan materi kalam yang lain. peserta didik langsung menjawab pertanyaan tersebeut dan segera memberikan pulpen kepada peserta didik yang lain sambil bertanya tentang hal yang sama atau hal yang lain. begitulah seterusnya sampai semya peserta didik mendapatkan gilirannya. 

B. Ular Tangga 


  1. Tujuan dan Alat yang Diperlukan: Permainan ini bertujuan untuk melatih kecepatan peserta didik dalam berbicara. Adapun alat yang diperlukan adalah ular tangga.
  2. Cara bermain: Guru menyediakan ular tangga dan memodifikasinya dengan gambar-gambar yang menarik. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok. Salah satu anggota kelompok memainkan ular tangga seperti pada umumnya. Ketika dadunya berhenti pada suatu kotak, maka ia harus berbicara dan menjelaskan apa yang ia lihat di kotak tersebut. kemudian beralih ke kolompok lain, begitulah seterusnya. 

C. Family 100


  1. Tujuan dan Alat yang Diperlukan: Permainan ini bertujuan untuk mengembangkan daya kritis dan kreativitas peserta didik, selain itu juga melatih peserta didik untuk kreatif dalam membuat pertanyaan yang tidak sama dengan pertanyaan peserta didik yang lain. Adapun alat yang diperlukan adalah kata kunci dan praktik gerak.
  2. Cara Bermain: Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan kata kunci yang harus dimainkan. Setiap anggota kelompok harus membuat kalimat yang berbeda dengan memakai kata kunci yang sama sambil mempraktikkan geraknya. 

D. Ya atau Tidak 


  1. Tujuan dan Alat yang Diperlukan: Permainan ini bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi peserta didik, serta melatih visual, logika, dan ingatan mereka. adapun alat yang diperlukan tergantung alat yang digunakan.
  2. Cara Bermain: Permainan ini didasarkan pada pengamatan. Peserta didik mengembangkan kecerdasan visual dan logika mereka. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok. Dalam suatu kelompok, pemain pertama memilih suatu benda yang ada di sekitarnya, lalu ia berkata “ saya melihat benda bulat”. Pemain yang lain mencoba menerka dengan mengajukan beberapa pertanyaan sambil menulis hal-hal yang sudah ditanyakan. Sedangkan pemain pertama yang melihat benda tersebut hanya menjawab “ya” atau “tidak”. Misalnya dengan menanyakan “apakah benda itu berwarna kuning?”, “apakah benda itu keras?”, “apakah benda itu mempunyai rasa?”, “apakah rasanya manis?, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Pemain yang dapat menebak benda tersebut menjadi pemain berikutnya. 

E. Bola Bertanya


  1. Tujuan dan alat yang diperlukan: Permainan ini bertujuan untuk mengembangkan daya kritis peserta didik dan melatih kemampuan berbicara mereka. adapun alat yang diperlukan antara lain kertas dan alat tulis. 
  2. Cara Bermain: Guru memberikan selembar kertas kosong kepada peserta didik dan meminta mereka untuk menulis pertanyaan bebas. Arahkan peserta didik untuk meremas kertas tersebut hingga berbentuk bola. Bola kertas tersebut dikumpulkan dan kembali dibagikan kepada peserta didik secara acak. Peserta didik membuka kertas dan membaca pertanyaan yang terdapat pada kertas di depan kelas serta langsung memberi jawaban atas pertanyaan tersebut. 


F. Bola Panas


  1. Tujuan dan Alat yang Diperlukan: Permainan ini bertujuan untuk menumbuh-kembangkan daya kritis, ketangkasan, dan kecermatan peserta didik. Adapun alat yang diperlukan antara lain bola dari kertas.
  2. Cara Bermain: Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiri membentuk lingkaran. Guru memberikan umpan kepada salah satu peserta didik dengan cara mengajukan pertanyaan sambil melempar bola. Peserta didik yang menangkap bola tersebut harus menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Jika ia tidak mampu menjawab maka ia harus segera melemparkan bola tersebut kepada peserta didik yang lain. bola akan terus beredar sampai ada peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan tersebut. pesrta didik yang dapat menjawab pertanyaan dapat mengajukan pertanyaan baru, lalu bebas melempar bola kepada yang lain. begitulah selanjutnya. 

G. Perkenalan Diri 


  1. Tujuan dan Alat yang Diperlukan: Permainan ini bertujuan agar peserta didik mampu memperkenalkan diri dan mengucapkan identitas teman yang lain. adapun alat yang diperlukan antara lain kursi yang ditata melingkar.
  2. Cara Bermain: Guru mengarahkan peserta didik untuk duduk melingkar sambil memilih salah satu peserta didik untuk memulai perkenalan. Guru meminta salah satu peserta didik untuk menyebutkan namanya dan memperkenalkan teman di sebelah kanannya serta teman di sebelah kirinya. Lalu teman di sebelah kanannya memperkenalnya dirinya dan memperkenalkan teman di sebelah kanannya serta teman di sebelah kirinya. Begitulah seterusnya sampai semua peserta didik mendapatkan gilirannya masing-masing. 
Selain itu, sangat banyak permainan-permainan edukatif lain yang bisa digunakan guru untuk menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan. guru bisa memilihnya sesuai dengan keadaan dan kebutuhan peserta didiknya.


(Sumber: Fathul Mujib dan Nailur Rahmawati, Metode Permainan-Pemainan Edukatif dalam Belajar Bahasa Arab, Jogjakarta: DIVA Press, 2011)

0 Response to "Permainan-Permainan Edukatif yang Menyulap Kelas Menjadi Heboh dan Efektif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel