Pengertian Model Pembelajaran yang Sebenarnya

Tarbiyah | Pembelajaran merupakan usaha sadar dari seorang pendidik untuk membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu menjadi manusia yang seutuhnya. Pada proses ini terjadi interaksi dua arah antara pendidik dan peserta didik dalam rangka pentransferan suatu konsep dan pengetahuan. Untuk mendapatkan suasana pembelajaran yang efektif dibutuhkan beberapa hal pendukung, salah satunya adalah model pembelajaran yang inovatif, progresif, dan kontekstual.
Model pembelajaran yang inovatif, progresif, dan kontekstual merupakan suatu konsep yang mengaitkan antara materi yang akan diajarkan dan situasi dunia nyata peserta didik, mendorong peserta didik untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang telah diketahuinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai angggota keluarga dan masyarakat dalam kehidupan sosial.
Pengertian Model Pembelajaran yang Sebenarnya

A. Pengertian Model Pembelajaran 

Model adalah suatu objek atau konsep yang digunakan untuk mempresentasikan sesuatu hal. Sedangkan model pembelajaran adalah suatu perencaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran di dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku, filem, computer, kurikulum dan lain-lain.  Joyce mengatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa, sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Adapun menurut Soekanto, dkk model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan juga berfungsi sebagai pedoman dan pijakan bagi para perancang pembelajaran dan juga para pengajar dalam merancang dan merencanakan aktivitas belajar mengajar.

B. Ciri-Ciri Model Pembelajaran 

Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada metode, strategi, atau prosedur. Ia memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh metode, strategi, atau prosedur, yaitu sebagaimana berikut:

  1. Rasional teoretik logis yang disusun ileh para pencipta atau pengembangnya.
  2. Landasan pemikiran (tentang apa dan bagaimana siswa belajar ) tujuan pembelajaran yang akan dicapai).
  3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.
  4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. 

Adapun menurut Nieveen, suatu model pembelajaran dianggap baik apabila mengandung ciri-ciri berikut:

  1. Sahih (valid), yaitu apakah model tersebut didasarkan pada rasional teoretik yang kuat dan apakah ia memiliki konsistensi internal.
  2. Praktis, yaitu jika para ahli dan praktisi menyatakan bahwa apa yang dikembangkan dapat diterapkan dan kenyataan menunjukkan bahwa yang dikembangkan dapat diterapkan.
  3. Efektif, yaitu ahli dan praktisi berdasarkan pengalaman mereka menyatakan bahwa model tersebut efektif dan secara operasional model tersebut memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. 

Sedangkan Arends menyatakan bahwa ada enam model pembelajaran yang praktis dan sering dipergunakan guru dalam mengajar, yaitu presentasi, pengajaran langsung, pengajaran konsep, pembelajaran kooperatif, pengajaran berdasarkan masalah, dan diskusi kelas.

C. Macam-Macam Model Pembelajaran

Dalam perkembangan pendidikan yang semakin pesat ini sangat banyak model pembelajaran yang telah lahir dan setiap mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing serta akan sangat berdaya guna tinggi apabila diterapkan pada situasi dan kondisi yang sesuai. Semuanya dapat digunakan untuk meningkatkan dan memperkaya pelaksaan pembelajaran berbasis kempetensi di kelas. Diantara model pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran berbasis proyek (project- based learning).
  2. Pengajaran berdasarkan masalah (problem-based instruction)
  3. Model pengajaran langsung (direct instruction).
  4. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning).
  5. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual (kontextual teaching and learning).
  6. Pembelajaran model diskusi kelas.
  7. Quantum learning.
  8. Pembelajaran berbasis inkuiri.
  9. Learning strategis (strategi-strategi belajar).

Masih sangat banyak lagi model lain yang semuanya dapat digunakan untuk memperkaya pelaksaan pembelajaran berbasis kompetensi di kelas.
Adapun Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah ditegaskan:

  1. Dalam  rangka mencapai proses pembelajaran yang mengacu pada standar proses-proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran dan mengadopsi model pembelajaran sistematik terpadu.
  2. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) diterapkan pembelajaran berbasis penyikapan/penelitian (discovery/inquiry learning).
  3. Mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok, maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning). 

Dari pembahasan di atas jelas terlihat, bahwa pengembangan diri dan wawasan tentang model pembelajaran merupakan hal yang sangat penting bagi pendidik, karena dengan menguasai hal tersebut ia kan mendapatkan kemudahan dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas sehingga tercapailah tujuan pembelajaran.

(Sumber: Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual, cetakan ke-2, Jakarta: Prenadamedia Group, 2015)

0 Response to "Pengertian Model Pembelajaran yang Sebenarnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel