Pembahasan terlengkap tentang Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Tarbiyah | Manusia selalu menerapkan model saat ia melakukan suatu hal, karena model merupakan suatu konsep yang digunakan untuk mempresentasikan sesuatu atau suatu objek yang digunakan sebagai pijakan saat melakukan suatu pekerjaan. Dalam dunia pendidikan juga terdapat model, salah satunya yaitu model pembelajaran, yaitu suatu pola yang telah tetapkan oleh guru sebagai pedoman dan pijakan dalam merencanakan proses pembelajaran di kelas juga untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran yang akan digunakan. Diantara perangkat pembelajaran yang digunakan guru adalah kurikulum yang mana ia merupakan salah satu hal pokok untuk menentukan keberhasilan pembelajaran dan ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. Berikut ini kita akan membahas salah satu model pembelajaran yang cukup masyhur di dunia pendidikan, yaitu Pembelajaran Kooperatif.

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

A. Landasan Pemikiran Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kompetitif dan individualistik merupakan bentuk pembelajaran yang telah lama diprakterkkan di belahan dunia bahkan di Indonesia sendiri. Bentuk pembelajaran ini telah menjadi suatu rujukan sebelum dunia pendidikan berkembang seperti hari ini. Namun setelah dipertimbangkan dengan berbagai kekurangan dan kelemahan padanya, seperti adanya kompetisi peserta didik yang terkadang kurang sehat, kurang termotivasinya peserta didik yang berkemampuan rendah dan menyebabkan mereka sulit belajar dan tertinggal jauh dari peserta didik yang berkemampuan tinggi, dan dapat membuat peserta didik lain menjadi frustasi karena adanya individualistik di kalangan mereka. Lahirlah Pembelajaran kooperatif sebagai salah satu  jawaban untuk mengatasi kelemahan tersebut dengan harapan kualitas pendidikan menjadi lebih baik dan lebih berkualitas.

Pembelajaran kooperatif bukanlah sesuatu yang baru, para guru hari ini sudah menjadikannya sebagai salah satu rujukan dalam bentuk model pembelajaran yang ia terapkan. Hal itu terjadi karena ia memandang bahwa peserta didik akan lebih mudah memahami, memperlajari dan mendalami materi pembelajaran jika ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil yang  heterogen yang beranggotakan empat sampai enam orang. Mereka bisa saling berdiskusi, saling mengajarkan, saling membantu dalam memecahkan masalah dan hal ini akan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi pada diri mereka. Selain itu dengan adanya kelompok ini diharapkan peserta didik terlibat aktif dalam proses berpikir dan kegiatan belajar.

Pada model pembelajaran ini, peserta didik belajar belajar dengan kelompoknya dalam beberapa pertemuan. Mereka diajarkan keterampilan khusus agar dapat bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya, seperti dilatih untuk menjadi pendengar yang baik, dilatih untuk berbicara di depan peserta didik yang lain, dan berdiskusi secara aktif. Kegiatan pembelajaran dalam model ini tidak dianggap selesai jika ada salah satu peserta didik yang belum menguasai materi pelajaran.

B. Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Sangat banyak tujuan yang ingin dicapai  melalui Pembelajaran kooperatif ini, diantaranya adalah:

  1. Meningkatkan partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Membekali mereka dengan sikap kepemimpinan, membuat keputusan secara bersama, berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik, dan bisa belajar bersama dengan peserta didik yang memiliki perbedaan dari berbagai segi.
  3. Meningkatkan kinerja peserta didik dalam tugas-tugas akademiknya, menumbuhkan pemikiran yang kritis dan logis, dan terampil dalam membantu sesama serta menumbuhkan sikap sosial yang tinggi. 
  4. Melatih keterampilan kerja sama, kolaborasi, dan keterampilan tanya jawab. 

C. Unsur Penting dan Prinsip Utama Pembelajaran Kooperatif

Ada lima Unsur penting yang ada dalam Pembelajaran kooperatif, yaitu:

  1. Adanya rasa saling ketergatungan yang bersifat positif antar peserta didik.
  2. Interaksi dan komunikasi antara peserta didik yang semakin meningkat.
  3. Adanya tanggung jawab individual.
  4. Keterampilan interpersonal dan kelompok kecil.
  5. Proses kelompok. 

Adapun prinsip utama yang membedakan Pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran yang lain adalah:

  1. Penghargaan terhadap kelompok yang mencapai kriteria tertentu.
  2. Tanggung jawab individual, yang berarti kesuksesan suatu kelompok tergantung pada belajar individual semua anggota kelompok.
  3. Kesempatan yang sama untuk sukses, maksudnya adalah peserta didiklah yang telah membantu kelompoknya dengan cara meningkatkan kualitas belajar dirinya. 

D. Implikasi Model Pembelajaran Kooperatif

Menurut Davidson ada implikasi positif  dalam proses pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran kooperatif ini, diantarnya adalah:

  1. Kelompok kecil memberikan dukungan sosial untuk belajar. 
  2. Kelompok kecil menawarkan kesempatan untuk sukses bagi semua siswa.
  3. Suatu masalah idealnya diselesaikan secara berkelompok, karena solusi yang ditemukan didemonstrasikan secara objektif.
  4. Peserta dalam kelompok dapat membantu peserta didik yang lain untuk menguasai masalah-masalah dasar dan prosedur perhitungan yang perlu dalam konteks permainan, teka-teki, atau pembahasan masalah-masalah yang bermanfaat.
  5. Ruang lingkup materi dipenuhi dengan ide-ide yang menarik dan mendatangkan manfaat bila didiskusikan. 

E. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif

Adapun langkah-langkah Pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi peserta didik untuk belajar.
  2. Guru menyajikan informasi kepada peserta didik dengan cara demonstrasi atau dengan bacaan.
  3. Guru mengorganisasikan peserta didik ke dalam bentuk kelompok kooperatif, dengan cara menjelakan tatacara kerja kelompok dan membantu mereka agar melakukan transisi secara efisien.
  4. Guru membimbing kelompok belajar pada saat mengerjakan tugas mereka.
  5. Evaluasi, guru mengevaluasi materi yang telah dipelajari atau setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. 
  6. Guru memberikan penghargaan terhadap hasil kerja kelompok maupun kerja individu.

F. Variasi dalam Model Pembelajaran Kooperatif 

Sangat banyak variasi dalam model kooperatif, diantaranya adalah:
1. Student Teams achievement division (STAD)
2. Tim ahli (jigsaw)
3. Investigasi kelompok (group investigation)
4. Think-pair-share (TPS)
5. Numbered head together (NHT)
6. Teams games tournament (TGT)

(Sumber: Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual, cetakan ke-2, Jakarta: Prenadamedia Group, 2015)

0 Response to "Pembahasan terlengkap tentang Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel