Pembahasan Terlengkap tentang Model Think, Pair, And Share (TPS)

Tarbiyah | Berpikir adalah hal yang sangat urgen dalam proses pembelajaran. Tanpa berpikir tidak akan pernah ada pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Namun, tidak dapat disangkal permasalahan tentang rendahnya daya nalar peserta didik hingga minimnya daya fokus terhadapa materi ajar menjadi hal yang sering diperbincangkan oleh para pendidik. Permasalahan itu bisa datang dari pribadi peserta didik maupun kurangnya usaha guru dalam menghindari dan mengatasi masalah tersebut. Think Pair And Share (TPS) merupakan salah satu model pembelajaran yang cukup sukses melibatkan peserta didik dalam berpikir dengan sistematis dan daya nalar tinggi. Berikut adalah pembahasan terkait Think Pair And Share (TPS).
Pembahasan Terlengkap tentang Think Pair And Share (TPS)

A. Pengertian Think Pair And Share (TPS)

Think Pair And Share (TPS) atau berpikir berpasangan berbagi merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang olehh Frang Lyman dan koleganya di universitas Maryland untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik dan membuat suasana kelas menjadi bervariasi. Hal ini berdasarkan pada asumsi bahwa semua diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan dan proses yang digunakan Think Pair And Share (TPS) dapat memberikan kesempatan yang lebih kepada peserta didik untuk berpikir, merespon, dan juga saling membantu.

Dalam model ini peserta didik dilatih untuk terampil dalam mengutarakan pendapatnya, dan menghargai pendapat orang lain serta tetap fokus pada materi pembelajaran. Model ini menghendaki peserta didik saling bekerja dan saling membantu dalam kelompok-kelompok kecil. Think Pair And Share (TPS) juga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengingat suatu informasi dan mereka juga dapat saling belajar dan mengajarkan dengan cara saling menyampaikan idenya masing-masing kemudian mendiskusikannya sebelum disampaikan di depan kelas. Penggunaan Think Pair And Share (TPS) adalah untuk membandingkan tanya jawab kelompok keseluruhan.

B. Tahapan Think Pair And Share (TPS)

Ada tiga tahap penting dalam Think Pair And Share (TPS), yaitu sebagaimana berikut:

  1. Thinking/berpikir. Pada fase ini guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik dan memberikan kesempatan selama tiga menit kepada mereka untuk memikirkan jawabannya. Peserta didik berikir secara mandiri untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan guru.
  2. Pairing/berpasangan. Guru mengarahkan peserta didik untuk membentuk kelompok secara berpasangan. Peserta didik saling mendiskusikan pertanyaan yang diberikan guru. Pada fase yang berkisar lima sampai tujuh menit ini terjadi penyatuan pendapat atas jawaban yang mereka pikirkan.
  3.  Sharing/berbagi. Pada fase ini peserta didik menyampaikan hasil diskusi mereka kepada teman-temannya. Untuk menghemat waktu, penyampaian tugas bisa dilakukan di depan kelas. Guru memanggil beberapa peserta didik untuk menyampaikan jawabannya.  

C. Pentingnya Think Pair And Share (TPS)

Ada beberapa alasan mengapa guru perlu menerapkan Think Pair And Share (TPS) dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai berikut:

  1. Think Pair And Share (TPS) membantuk menyusun kelas dalam bentuk diskusi yang berstruktur.
  2. Think Pair And Share (TPS) meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan mempertajam ingatan mereka terhadap pengetahuan yang mereka dapat serta memperkaya pengetahuan mereka.
  3. Think Pair And Share (TPS) meningkatkan “Time on taks” atau yang dikenal dengan waktu pengerjaan permasalahan) dalam kelas dan kualitas kontribusi dalam diskusi kelas. 
  4. Think Pair And Share (TPS) dapat meningkatkan kecakapan peserta didik dalam kehidupan sosial, seperti bertanya, bekerja sama, berdiskusi, dan menjadi pendengar yang baik. 

D. Langkah-Langkah Pelaksanaan Think Pair And Share (TPS).

Adapun langkah-langkah pelaksanaan Think Pair And Share (TPS) dalam kelas adalah sebagi berikut:

  1. Pendahuluan. Setiap awal pembelajaran selalu dimulai dengan penggalian apersepsi dan pemberian motivasi terhadap peserta didik serta menjelaskan cara dan peraturan yang berlaku dalam model pembelajaran ini. 
  2. Thinking /berpikir. Pada tahap ini guru mengajukan permasalahan maupun pertanyaan yang berkaitan dengan pelajaran kepada peserta didik. Guru memberikan mereka waktu selama beberapa menit untuk memikirkan pemecahan dari masalah tersebut secara pribadi dan mereka diberikan pengarahan bahwa berbicara atau mengerjakan bukanlah bagian dari proses berpikir. 
  3. Pairing/berpasangan. Guru mengarahkan peserta didik untuk berpasangan dan mendiskusikan masalah maupun pertanyaan yang mereka dapatkan. Pada tahap ini akan terjadi interaksi antara anggota kelompok yang berpasangan untuk menyatukan gagasan terhadap masalah maupun pertanyaan yang mereka peroleh. Guru memberikan waktu kepada mereka sekitar lima menit untuk berdiskusi secara berkelompok.
  4. Sharing/berbagi. Pada tahap akhir ini guru meminta kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka secara bergiliran.  
  5. Tahap pengahargaan. Setiap peserta didik mendapat nilai individu berdasarkan hasil jawaban pada tahap think dan mendapatkan nilai kelompok pada tahap pair dan share, terutama pada saat presentasi tentang hasil diskusi mereka di depan kelas. Guru dan murid juga sama-sama menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberikan penekanan pada hal-hal yang dianggap penting. 

E. Kelebihan dan Kekurangan Think Pair And Share (TPS)

Adapun kelebihan dari Think Pair And Share (TPS) ini adalah sebagai berikut:

  1. Mudah diterapkan pada kelas dengan jumlah peserta didik yang banyak.
  2. Memberikan waktu kepada peserta didik untuk merefleksi materi pelajaran.
  3. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeluarkan pendapatnya sebelum berbagi dengan kelompok kecil atau kelas secara keseluruhan.
  4. Model ini menekan pada daya nalar peserta didik, daya kritis dan daya imajinasi untuk melatih mereka berpikir terhadap suatu permasalahan secara baik dan detail.
  5. Meningkatkan kerja sama antar peserta didik dan menghargai perbedaan antara mereka serta menghargai pendapat orang  lain. 
  6. Mengembangkan keberanian peserta didik dengan cara mengutarakan pendapatnya.
  7. Guru lebih memungkinkan untuk menambahkan pengetahuan peserta didik setelah diskusi selesai.

Adapun kekurangan dari model Think Pair And Share (TPS) ini adalah:

  1. Sulit menentukan permasalahan yang cocok dengan tingkat pemikiran dan tingkat penalaran peserta didik.
  2. Terkadang ada beberapa bahan yang berhubungan masalah yang akan didiskusikan tidak dipersiapkan oleh peserta didik maupun guru. 
  3. Kurang terbiada memulai pembelajaran dengan suatu permasalahan yang nyata atau rill.
  4. Pengalaman peserta didik dalam menyelesaikan masalah relatif terbatas. 

(Sumber: Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Jilid I, Cet Ke-4, Medan: Media Persada, 2014)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembahasan Terlengkap tentang Model Think, Pair, And Share (TPS)"

Post a Comment