Pembahasan Terlengkap tentang Model Pembelajaran Snowball Throwing

Tarbiyah | Perbincangan tentang banyaknya model pembelajaran yang telah berkembang hari ini bukan lagi tema yang awam di kalangan para pendidik. Bahkan sering terdengar mereka saling bercerita tentang keadaan peserta didik mereka, kebutuhan peserta didik, bahkan kesesuaian model dan metode yang mereka diterapkan. Sebagian besar pendidik mengeluhkan adanya kejenuhan pada peserta didik mereka saat proses pembelajaran berlangsung, entah itu karena faktor internal atau faktor eksternal. Pergolakan ini terus bergemuruh saat pendidik melakukan kesalahan dalam memilih model dan metode yang tepat untuk peserta didiknya, maka tidak terbantahkan lagi kesalahan ini akan berakibat tidak tercapainya tujuan pembelajaran.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang salah satu bagian dari model pembelajaraan kooperatif, yaitu snowball throwing. Model ini dianggap mampu mengatasi beberapa masalah yang terjadi dalam ruang pembelajaran, seperti kejenuhan peserta didik, kurangnya antusias mereka dalam mengikuti pembelajaran dan rendahnya keberanian mereka untuk mengembangkan potensi diri. Berikut sekilas pembahasan tentang model ini.

Model Pembelajaran Snowball Throwing

A. Pengertian Snowball Throwing

Snowball throwing merupakan salah atu model pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan pendekatan kontekstual (CTL). Menurut bahasa snowball throwing berarti bola salju yang bergulir, maksudnya adalah model pembelajaran ini menggunakan bola kertas yang berisikan pertanyaan seputar materi, yang digulung dan kemudian dilemparkan secara bergiliran kepada sesama anggota kelompok.

Model ini didesain seperti permainan melempar bola. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kreaktifitas peserta didik dalam membuat pertanyaan tentang materi yang telah dipelajarinya serta menguji seberapa jauh pemahaman mereka terhadap materi tersebut. Model ini terkesan sangat dinamis, karena peserta didik tidak hanya berpikir, menulis, bertanya, dan berbicara. Akan tetapi mereka juga melakukan kegiatan menggulung kertas pertanyaan hingga berbentuk bola dan melemparkannya pada peserta didik yang lain.

Sekilas dilihat, pendekatan yang digunakan pada model ini adalah pendekatan komunikatif, integratif, dan keterampilan proses. Hal itu jelas tampak saat peserta didik diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam menyimpulkan materi pembelajaran yang mereka terima.

B. Karakteristik Snowball Throwing

Adapun karakteristik yang dimiliki snowball throwing  adalah:
  1. Bersifat komunikatif.
  2. Sistem belajar dua arah, yaitu peserta didik dan guru sama-sama berperan aktif dalam proses pembelajaran. 
  3. Menyenangkan. Suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, karena model ini mendorong peserta didik untuk menumbuh kembangkan  potensi intelektual, sosial dan emosional yang ada dalam diri mereka.  Mereka juga didorong untuk lebih analitis dan imajinatif dalam membuat pertanyaan yang akan mereka berikan kepada peserta didik lain serta terampil dan sigap dalam menjawab pertanyaan yang mereka terima. 

C. Tujuan Snowball Throwing

Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan penerapan model ini adalah:
  1. Model ini bertujuan untuk memudahkan guru dalam memberikan konsep dan pemahaman yang sulit kepada peserta didik.
  2. Untuk mengetahui sejauh mana peserta didik memahami, mendalami dan menguasai materi pembelajaran yang telah diberikan.
  3. Untuk melatih peserta didik lebih sigap dan tanggap saat menerima pesan dan menyampaikan pesan tersebut kepada anggota kelompoknya.

D. Langkah-Langkah Penerapan Snowball Throwing

Agar tercapainya tujuan pembelajaran dengan menggunakan model Snowball Throwing, maka guru dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
  1. Guru menyampaikan materi yang akan diajarkan.
  2. Guru membentuk kelompok homogen yang terdiri dari empat sampai lima orang peserta didik. Masing-masing kelompok memiliki ketua kelompok.
  3. Guru memanggil semua ketua kelompok dan menyampaikan materi pembelajaran.
  4. Semua ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing dan menjelaskan materi pembelajaran yang mereka terima dari guru kepada anggota kelompok.
  5. Masing-masing peserta didik diberi kertas dan menuliskan satu pertanyaan tentang materi yang mereka terima dari ketua kelompok pada kertas tersebut.
  6. Kertas digulung seperti bentuk bola dan guru melemparnya secara acak maupun sengaja ke peserta didik yang lain. 
  7. Peserta didik yang mendapatkan bola harus menjawab pertanyaan yang tertulis pada bola tersebut. begitu seterusnya sampai masing-masing peserta didik mendapatkan gilirannya.
  8. Guru memperbaiki setiap pertanyaan dan jawaban yang kurang tepat
  9. Penutup, guru menutup pembelajaran dengan menyimpulkan materi bersama peserta didik dan memberikan penekatan pada hal-hal yang dianggap perlu serta merefleksi pembelajaran.

E. Kelebihan dan Kekurangan Snowball Throwing

Adapun kelebihan yang dimiliki model ini adalah sebagai berikut:
  1. Suasana pembelajaran lebih menyenangkan, karena peserta didik antusias dan seperti bermain melempar bola.
  2. Setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dengan cara membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang mereka dapatkan.
  3. Melatih peserta didik untuk siap dengan berbagai kemungkinan  tentang bentuk-bentuk pertanyaan yang akan mereka dapatkan.
  4. Mengajak peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
  5. Media yang dipakai sangat sedehana sehingga tidak merepotkan guru dalam menyiapkannya.
  6. Mudahnya tercapai ketiga aspek pembelajaran, yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
  7. Melatih kepemimpinan peserta didik dalam memimpin dan mengajarkan anggota kelompoknya. 
  8. Melatih peserta didik untuk mandiri, hal itu tercermin saat mereka membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang mereka dapatkan. 
  9. Mengembangkan kreaktifitas peserta didik, yaitu mereka bisa membuat bola seperti yang mereka inginkan. 
  10. Model ini cocok untuk diterapkan di sebagian besar mata pelajaran.
Adapun kekurangan yang terdapat dalam model ini adalah:
  1. Ketua kelompok sering salah dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada anggotanya, bahkan terkadang tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh guru.
  2. Sulit bagi beberapa peserta didik untuk menerima materi pembelajaran dari kawannya, karena kelompok yang terbentuk adalah kelompok homogen.
  3. Sulit bagi peserta didik untuk membuat pertanyaan yang baik dan benar, sehingga akan sulit dipahami dan sulit dijawab oleh yang menerima pertanyaan. 
  4. Memerlukan waktu yang panjang. 
  5. Suasana kelas terkadang gaduh, karena sebagian peserta didik cemas dan gelisah karena tidak mampu menjawab pertanyaan yang mereka terima. 


(Sumber: Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Jilid I, Cet Ke-4, Medan: Media Persada, 2014)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembahasan Terlengkap tentang Model Pembelajaran Snowball Throwing"

Post a Comment