Bacaan Terlengkap tentang Model Pembelajaran Mind Mapping

Tarbiyah | Pembelajaran konvensional adalah bentuk pembelajaran yang hanya memusatkan kegiatan belajar pada guru. Peserta didik hanya duduk, mendengarkan dan menerima penjelasan guru. Bentuk pembelajaran seperti ini terkesan sangat kaku, karena peserta didik tidak mendapatkan kesempatan untuk menuangkan potensi dan kreaktifitasnya pada materi ajar. Di samping itu kurangnya efektif bentuk penerimaan pengetahuan akan mempengaruhi daya ingat peserta didik. Maka menghadirkan Mind Mapping merupakan salah satu kunci untuk memecahkan masalah ini,  karena ia sejalan dengan potensi peserta didik dengan cara mengaktifkan otak kanan dan otak kiri mereka secara bersamaan sehingga terciptalah kreaktifitas yang memudahkkan peserta didik untuk menganalis dan memahami serta mengingat materi pembelajaran. 


Model Pembelajaran Mind Mapping


A. Pengertian Mind Mapping

Mind Mapping adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada pengorganisasian dan penyajian kosep, ide, gagasan, maupun informasi dalam bentuk diagram radial-hierarkis non-linear. Bentuk ini dapat ditandai dengan adanya simbol-simbol, warna-warna, bahkan kata kunci untuk mempermudah penggalian informasi dari peta tersebut.

Adapun menurut Tony Buzan Mind Mapping adalah suatu model pembelajaran dengan menggunakan teknik mencatat serta menonjolkan sisi kreatifitas seseorang sehingga sangat efektif untuk menciptakan pemetaan dalam pikiran. Tehnik ini berkembang berdasarkan cara otak bekerja selama mengolah suatu pengetahuan. Tony Buzan adalah orang yang pertama kali memperkenalkan Mind Mapping yaitu pada tahun 1970-an. Teknik ini juga dikenal dengan nama Radiant Thingking.
Singkat kata dapat dikatakan bahwa Mind Mapping adalah penyampaian ide, informasi maupun gagasan tentang materi pembelajaran dalam bentuk peta yang jelas dan menarik yang kemudian dibahas dalam kelompok-kelompok kecil yang nantinya akan melahirkan alternatif-alternatif pemecahannya.

B. Hakikat Mind Mapping

Ada empat langkah dasar  yang harus dilakukan saat menerapkan Mind Mapping:

  1. Overview,  Tinjauan menyeluruh terhadap materi ajar yang akan diajarkan pada proses pembelajaran. Ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang topik pembelajaran terhadap peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat master Mind Map yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu semester dan biasanya telah tertulis dalam silabus.
  2. Preview, Tinjauan awal dalam bentuk yang lebih dalam dan detail, ini merupakan kelanjutan dari overview atau dapat dikatakan sebagai penjabaran lebih lanjut dari silabus. Hal ini dimaksud agar peserta didik memiliki pengetahuan awal terhadap  materi yang akan diajarkan sebelum mereka menerima pengetahuan yang lebih mendetail tentang materi itu.
  3. Inview, meninjau suatu pengetahuan secara detail dan membahasnya secara mendalam merupakan inti dari suatu proses pembelajaran. Pada fase ini, peserta didik akan mencatat informasi maupun konsep yang mereka terima, hal ini membantu mereka untuk segera memahami dan menguasai materi tersebut. 
  4. Review, tinjauan ulang yang dilakukan di akhir jam pelajaran, dapat berupa ringkasan materi pembelajaran dan penekanan terhadap  informasi maupun konsep yang harus dikuasai dan diingat siswa. Review juga dapat dilakukan pada awal pembelajaran di pertemuan yang akan datang untuk kembali mengingatkan peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari dan dapat dihubungkan dengan materi yang akan datang. 

C. Tujuan Mind Mapping

Tony Buzan meyakini, sangat banyak tujuan yang ingin dicapai oleh Mind Mapping diantara adalah:

  1. Melejitkan proses memori dan meningkatkan kreatifitas  dan keterampilan analisis peserta didik, serta mengoptimalkan fungsi belahan otak.
  2. Model Mind Mapping mampu mengubah suatu informasi menjadi pengetahuan, wawasan, dan tindakan.
  3. Mind Mapping mendorong peserta didik untuk untuk lebih mengeksplorasi pengetahuan dan mengelaborasinya lebih jauh.
  4. Mind Mapping mendorong peserta didik untuk meningkatkan kreatifitasnya dengan melibatkan kedua belahan otaknya, sehingga tidak hanya mencatat pengetahuan dengan menggunakan gambar dan warna.
  5. Mind Mapping juga bertujuan untuk membuat materi pembelajaran lebih terpola secara visual dan grafis, sehingga memudahkan peserta didik dalam merekam, mempelajari, dan mengingatnya.
  6. Mind Mapping melatih pola pikir peserta didik untuk untuk fokus pada satu titik, hal inilah yang akan membawa mereka pada bentuk konsentrasi yang baik sehingga mereka memiliki keterampilan dalam berpikir yang nantinya akan melahirkan daya ingat yang bagus, pemikiran yang sistematis, dan ketajaman dalam menganalisa. 

D. Ketentuan Pembuatan Mind Mapping

Mind Mapping menunjukkan kepribadian peserta didik, karena mereka bisa menumpahkan potensi mereka pada rancangan Mind Mapping yang mereka buat. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat membuat Mind Mapping, diantaranya adalah:

  1. Pastikan tema utama terletak di tengah-tengah. Misalnya pembelajaran yang tengah dilakukan adalah tentang isem, maka tema utamanya adalah aqsam al-kalam.
  2. Berdasarkan tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Dari tema jamak, akan muncul tema-tema turunan yang terdiri dari: isem, fi'il dan harf
  3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna, atau simbol. Carilah hubungan dari setiap tema-tema turunan dan tandai setiap hubungan tersebut dengan simbol ataupun lambang dan warna yang unik, usahakan setiap hubungan terlihat jelas dan menarik, serta mudah dipahami. 
  4. Gunakan huruf besar. Penggunaan huruf besar akan mendorong peserta didik untuk menulis yang penting-penting saja. Selain itu, penggunaan huruf besar memperjelas tulisan dari jarak jauh. Sedangkan huruf kecil dapat digunakan pada poin-poin yang menjelaskan topik turunan. 
  5. Buatlah Mind Mapping di kertas polos dan hilangkan proses edit. Ide kreatif peserta didik dapat dituangkan pada kertas polos dan terus fokus pada perancangan tanpa melakukan modifikasi dini, karena modifikasi dini akan merubah rancangan peta dan menghambat pemahaman tentang materi yang tengah dipelajari. 
  6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema. Salah satu bentuk peta yang baik dan bermanfaat adalah peta yang menyediakan ruangan kosong untuk penambahan. Karena sering kali penulis melakukan modifikasi dan penambahan pada peta, baik itu berupa poin, catatan, maupun pertanyaan-pertanyaan yang dianggap perlu untuk menyempurnakan peta tersebut.

E. Ketentuan Pembuatan Mind Mapping.

Ada beberapa indikator penting yang terdapat dalam Mind Mapping, diantaranya adalah:

  1. Merencanakan.
  2. Berkomunikasi.
  3. Menjadi lebih kreatif. 
  4. Menyelesaikan masalah. 
  5. Memusatkan perhatian.
  6. Menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran.
  7. Mengingat dengan lebih baik.
  8. Belajar lebih cepat dan efesien.
  9. Melatih untuk menggambar secara keseluruhan. 

F. Kelebihan dan Kekurangan Mind Mapping

Ada beberapa manfaat yang dapat diraih peserta didik saat menggunakan Mind Mapping, diantaranya adalah:

  1. Mind Mapping meningkatkan kerjasama antara peserta didik karena pembelajaran dilaksanakan berkelompok serta meningkatkan kreatifitas dan aktifitas individu peserta didik maupun kelompok.
  2. Mind Mapping memudahkan otak peserta didik untuk memahami dan menyerap informasi secara baik dan cepat, serta dapat memusatkan pikiran dan perhatian serta meningkatkan daya ingat mereka.
  3. Mencatat materi ajar dengan model Mind Mapping menjadikan suasana pembelajaran lebih efektif, efesien dan menyenangkan, serta menjadikan waktu pembelajaran lebih singkat. 
  4. Mind Mapping mengaktifkan seluruh bagian otak untuk bekerja secara bersamaan dan efektif. 
  5. Mind Mapping melatih peserta didik untuk melihat dan menganalisa hubungan gagasan dan konsep. Selain itu juga dapat merangsang daya kreaktifitas peserta didik dan guru, karena mereka akan didorong untuk membuat gambar-gambar yang berwarna dan menarik. 
  6. Mind Mapping membawa peserta didik untuk mengetahui potensi dan kompetensi yang ia miliki dan mereka bisa berkreasi dengan potensi tersebut untuk menganalisa dan mempelajari materi pembelajaran. 
  7. Mind Mapping mempertajam daya analisa dan logika peserta didik, karena mereka tidak lagi dituntut untuk mencatat materi pembelajaran di buku tulis, melainkan memperdalam pemahaman sampai ke topik-topik bahasan hingga melahirkan suatu gambaran yang unik. 

  Adapun yang menjadi kelemahan Mind Mapping adalah:

  1. Model ini menuntut konsentrasi yang tinggi. Hal ini sukar dilakukan oleh bebarapa peserta didik yang tidak memiliki fokus dan konsentrasi yang  tinggi. 
  2. Permasalahan yang diajukan guru terkadang tidak sesuai dengan daya nalar peserta didik.
  3. Terkadang ditemukan ketidaksesuaian antara masalah yang dibahas dengan apa yang dibahas.
  4. Sangatlah sulit melatih alur pikir peserta didik yang rinci . 

G. Pengaruh Mind Mapping terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik

Prestasi belajar merupakan salah satu cerminan dari hasil pembelajaran peserta didik terhadap materi yang ia terima dari para pendidik, maka bukanlah hal yang mengherankan bila prestasi belajar sering dijadikan tolak ukur akan keberhasilan proses belajar mengajar.  Prestasi belajar peserta didik dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (tingkah laku). Penggunan model pembelajaran yang efektif menjadi salah satu tolak ukur yang penting untuk mendapatkan hasil belajar yang baik. Mind Mapping adalah salah satu solusi terbaik untuk membentuk fungsi kerja otak secara bersamaan dan saling berkaitan.

Mind Mapping mampu menghubungkan ide baru dengan ide yang sudah ada, sehingga menimbulkan adanya suatu tindakan dan kreatifitas yang spesifik pada diri peserta didik. Di samping itu Mind Mapping merupakan salah satu perantara bagi peserta didik untuk  mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diriya dan menggabungkannya dengan materi pembelajaran. Sehingga akan menghadilkan keseimbangan kerja antara kedua otak, dan inilah yang akan membuat peserta didik lebih kreatif dalam menggali dan menganalisa materi ajar sehingga akan mudah dipahami dan diingat. Model ini sangat cocok diterapkan pada materi pembelajaran yang mengandung konsep dan rumus. seperti materi pembelajaran tentang ketatabahasaan, matematika, maupun lainnya.


(Sumber: Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Jilid I, Cet Ke-4, Medan: Media Persada, 2014)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bacaan Terlengkap tentang Model Pembelajaran Mind Mapping"

Post a Comment