Artikel Terlengkap tentang Model Pembelajaran Make-A Mach

Tarbiyah | Proses pembelajaran yang efektif selalu membutuhkan kepada model pembelajaran yang baik. Sering kali terjadi kekeliruan pada pihak guru dalam memilih model yang akan diterapkan. Alhasil, suasana pembelajaran tidak sesuai dengan yang diinginkan bahkan tujuan pembelajaran sama sekali tidak tercapai. Maka seyogyanyalah guru harus benar-benar memperhatikan keadaan peserta didik, kebutuhan mereka, serta kecocokan model yang akan diterapkan dengan materi yang akan diajarkan.
Sangat banyak model pembelajaran yang dicetus oleh para pakar pendidikan, diantaranya adalah model pembelajaran make-A mach, model ini dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan minat dan motivasi peserta didik dalam memahami dan mempelajari materi pembelajaran.

Model Pembelajaran Make-A Mach

A. Pengertian Make-A Mach

Sesuai dengan namanya model pembelajaran make-A mach adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan cara mencari pasangan melalui kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban yang harus dicocokkan dengan kartu lain dan kemudian didiskusikan oleh pasangan siswa tersebut.
Adapun menurut Rustam, make-A mach merupakan  salah satu jenis dari pembelajaran kooperatif  yang dikembangkan oleh Lorna Curran  dimana peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu tema dalam suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

Anita Lie pun menambahkan bahwa model ini adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dengan pasangannya, sehingga terciptalah sikap sosial yang tinggi pada diri peserta didik.Model ini sangat tepat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, karena secara langsung model ini menuntut peserta didik untuk menguasai setiap konsep dan topik materi pembelajaran untuk mendapatkan suasana pembelajaran yang aktif, efektif, dan menyenangkan.

B. Tujuan Make-A Mach

Sebagaimana yang kita ketahui, model pembelajaran make-A mach adalah model yang berorientasi pada permainan, maka Suyatno berpendapat bahwa diantara prinsip-prinsip yang ingin dicapai model make-A mach adalah sebagai berikut:
1. Peserta didik belajar melalui berbuat.
2. Peserta didik belajar melalui panca indera.
3. Peserta didik belajar melalui bahasa.
4. Peserta didik belajar melalui bergerak.

Lebih dari itu tujuan dari model ini adalah untuk melatih peserta didik menjadi lebih aktif, cermat, detail, dan kuat dalam memahami materi pembelajaran, oleh karena itulah peserta didik dilatih berpikir lebih cepat dan menghafal lebih dalam sambil menganalisis dan berinteraksi sosial dengan pasangan kerjanya. Di samping itu model make-A mach juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berani bertanya dan mengeluarkan pendapat serta berinteraksi secara aktif dalam pembelajaran mereka. Model make-A mach juga bertujuan melatih peserta didik untuk mendalami materi mereka dengan cara menggali materi lebih dalam dan menyeluruh.

C. Persiapan Pelaksanaan Make-A Mach

Segala sesuatu yang dipersiapkan dengan matang akan selalu menghasilkan hasil yang bagus, begitu juga dengan proses pembelajaran. Apabila seorang guru hendak menerapkan model make-A mach maka ia harus menyiapkan hal-hal berikut:
1. Dalam hal mendalami dan melatih materi:
  • Persiapkan pertanyaan yang sesuai materi yang telah dipelajari dan sesuaikan jumlahnya dengan tujuan pembelajaran, kemudian tulislah pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam kartu pertanyaan.
  • Tuliskan jawaban dari setiap pertanyaan yang telah dipersiapkan pada kartu lain yang warnanya berbeda.
  • Buatlah kesepakatan bersama peserta didik, yang berisikan aturan baik itu penghargaan maupun sanksi bagi peserta didik yang berhasil dan gagal.
  • Sediakan lembaran untuk pengskoran bagi pasangan-pasangan yang berhasil.
2. Dalam hal menggali materi
  • Bagilah materi ajar kepada beberapa bagian sub materi. 
  • Buatlah kata-kata kunci atau gambar dari setiap sub materi tersebut, lalu tuliskan pada lembaran-lembaran kertas.
  • Sediakan beberapa lembar plana untuk menempelkan kertas-kertas tersebut.
  • Sediakan kertas HVS untuk mencatat hasil kerja kelompok.

D. Langkah-Langkah Make-A Mach

Adapun langkah-langkah dalam penerapan make-A mach adalah sebgai berikut:
  1. Guru menyiapkan beberapa kartu-kartu yang berisi materi ajar yang cocok untuk sesi review. Satu bagian kartu berisikan pertanyaan sedangkan sisi yang lain berisi jawaban.
  2. Setiap peserta didik mendapatkan satu kartu yang berisikan pertanyaan dan jawaban dari pertanyaan kartu lain.
  3. Peserta didik mencari pasangan yang memengang kartu yang berisi jawaban dari pertanyaan yang tertulis dalam kartunya.
  4. Setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk saling mencocokkan kartunya sampai batas waktu tertentu, yaitu sebelum diberikan poin untuk masing-masing pekerjaan. 
  5. Setelah sesi pertama selesai, dapat dilanjutkan dengan sesi selanjutnya dengan kembali mengocok kartu dan peserta didik mendapatkan kartu yang berbeda dari yang sebelumnya dan kembali melakukan permainan sebagaimana sebelumnya.
  6. Pada akhir pembelajaran, peserta didik dan guru sama-sama menarik kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan dan juga merefleksi pembelajaran.

E. Kelebihan dan Kekurangan Make-A Mach

Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan, dan diantara kelebihan  make-A mach adalah:
  1. Mampu mendorong peserta didik untuk meningkatkan krektifitas dan aktifitas belajar mereka, baik secara kognitif maupun fisik.
  2. Karena model ini bersifat permainan, maka menjadikan suasana pembelajaran lebih menyenangkan dan menghindarkan mereka dari kejenuhan terhadap suasana belajar yang monoton dan konvensional. 
  3. Mampu meningkatkan motivasi peserta didik terhadap pemahaman materi pembelajaran.
  4. Model ini adalah model yang efektif untuk melatih keberanian peserta didik untuk mempresentasikan kemampuannya.
  5. Model ini juga cocok untuk melatih kedisiplinan peserta didik untuk menghargai waktu,  terutama waktu untuk belajar. 
Adapun kekurangan yang dimiliki model ini adalah:
  1. Model ini memakan banyak waktu dalam penerapannya apabila tidak dipersiapkan dengan matang.
  2. Jika pengarahan guru kurang jelas akan berdampak pada ketidak efektifan  penerapan model. 
  3. Ketidak berhati-hatian guru dalam memberi sanksi terkadang mempengaruhi perkembangan emosional peserta didik. 
  4. Penerapan model make-A mach secara terus-menerus akan menimbulkan kebosanan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.
  5. Sulit bagi guru untuk menyediakan kartu yang bagus dan menarik.
  6. Sulit bagi guru untuk menfokuskan konsentrasi peserta didik pada model yang berbentuk permainan ini. 
(Sumber: Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Jilid I, Cet Ke-4, Medan: Media Persada, 2014)




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Artikel Terlengkap tentang Model Pembelajaran Make-A Mach"

Post a Comment