Pembahasan Terlengkap tentang Grup Investigasi (Group Investigation)

Tarbiyah | Salah satu indikator model pembelajaran yang baik adalah model pembelajaran yang menciptakan suasana yang kondusif untuk tercapainya tujuan pendidikan. Selain itu, metode dan strategi yang diterapakan adalah yang sesuai dengan keadaan peserta didik, kebutuhan mereka dan cocok dengan materi yang akan diajarkan. Model Grup investigasi merupakan salah satu model yang dapat dijadikan pijakan dalam dunia pendidikan. Model ini mendasarkan diri pada kehidupan sosial masyarakat, dimana mereka selalu berdiskusi dalam memutuskan suatu keputusan dan selalu sesuai dengan kesepakatan bersama. Melalui kesepakatan inilah peserta didik dilatih untuk mempelajari masalah dan melibarkan diri dalam pemecahan  masalah sosial. Berikut adalah uraian singkat tentang Grup investigasi.


Grup Investigasi (Group Investigation)

A. Pengertian Grup Investigasi

Grup investigasi merupakan model yang dikembangkan oleh Thelan dan banyak yang menganggap ia merupakan model pembelajaran yang paling kompleks dan paling sulit penerapannya. Hal itu dikarenakan ia memadukan beberapa pemikiran, diantaranya berdasaekan pandangan konstruktivistik, democratic teaching dan kelompok belajar kooperatif.

Grup investigasi adalah kelompok heterogen kecil yang beranggotakan 5-6 peserta didik. Kelompok ini dibentuk dibentuk dengan mempertimbangkan keakraban, atau minat yang sama terhadap topik tertentu. Kelompok ini mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, mengasah pemikiran mereka untuk menghasilkan ide yang cemerlang, dan mempunyai nilai komunikasi yang baik dengan sesama anggota kelompok. Hal tersebut terjadi karena peserta didik dituntut untuk memilih suatu topik guna diselidiki, menyelidiki dan memperlajari secara mendalam tentang topik tersebut, menyiapkan hasil penyelidikan dan mempresentasika laporannya di depan kelas.

B. Tujuan Grup Investigasi

Ada tiga tujuan utama yang dimiliki oleh model Grup investigasi, yaitu:

  1. Grup ini membantu peserta didik dalam melakukan investigasi terhadap suatu topik secara analitik dan sistematik. Hal inilah yang nantinya akan mengembangkan keterampilan mereka dalam sebuah penemuan dan membantu mereka mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
  2. Pemahaman secara detail terhadap suatu topik yang dilakukan melalui investigasi.
  3. Grup ini melatih peserta didik untuk bekerja secara kooperatif dalam memecahkan suatu masalah. Sehingga mereka dibekali keterampilan hidup untuk mencapai tiga hal utama, yakni mampu belajar melalui penemuan, belajar isi, dan bekerja secara kooperatif.

Disamping itu, juga ada tujuan lainnya seperti: pencapaian hasil belajar, penerimaan terhadap keberagaman dan perbedaan, dan mengembangkan keterampilan sosial.

C. Ciri-Ciri Grup Investigasi

Adapun ciri-ciri  dari Grup investigasi adalah sebagai berikut:

  1. Model ini berpusat pada peserta didik, guru hanya bertindak sebagai fasilitator.
  2. Pembelajaran dilakukan dengan cara bekerja sama dan saling berinteraksi antara anggota kelompok tanpa memandang perbedaan yang ada, mereka juga saling memadukan ide dan pendapat serta saling berdiskusi dan berargumentasi tentang topik yang sedang dibahas. 
  3. Melatih peserta didik untuk berkomunikasi dengan baik dan terampil dalam menyiapkan presentasi serta menyajikannya di depan khalayak ramai. 
  4. Memotivasi peserta didik untuk aktif dalam seluruh proses pembelajaran.
  5. Menjadikan suasana pembelajaran lebih efektif dan peserta didik memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapat. 

D. Langkah-Langkah Pelaksanaan Grup Investigasi

Adapun Langkah-langkah pelaksanaan Grup investigasi adalah sebagai berikut:

  1. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok heterogen.
  2. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok yang harus diselesaikan.
  3. Guru memberikan tugas kelompok yang berbedapada setiap ketua kelompok.
  4. Setiap kelompok membahas dan mendiskusikan materi yang telah diberikan secara kooperatif dan bersifat penemuan.
  5. Setiap perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi kelompok.
  6. Guru memberikan penjelasan dan penguatan pada hal-hal yang dianggap perlu dan menarik kesimpulan bersama-sama.
  7. Guru mengevalusi pembelajaran.
  8. Guru menutup pembelajaran. 

Agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan tercapai tujuannya, maka seyogyanya guru mengarahkan dan membimbing kelompok menjadi tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap pemecahan masalah.
  2. Tahap pengelolaan kelas.
  3. Tahap pemaknaan secara perseorangan. 

E. Kelebihan dan Kekurangan Grup Investigasi

Adapun kelebihan yang terdapat pada model Grup investigasi adalah sebagai berikut:

  1. Mempersatukan perbedaan dan keragaman yang ada pada peserta didik.
  2. Melatih peserta didik untuk meningkatkan kerja sama dalam kelompok belajarnya.
  3. Melatih peserta didik untuk bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
  4. Melatih peserta didik untuk  menemukan hal-hal baru dari hasil diskusi yang telah dilakukan.
  5. Melatih peserta didik untuk mengemukakan ide dan gagaan baru melalui penemuannya. 
  6. Melatih peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran sehingga terciptalah suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

Sedangkan kekurangan yang dimiliki Grup investigasi adalah sebagai berikut:

  1. Terkadang hanya beberapa yang aktif dalam grup pembelajaran.
  2. Terkadang sulitnya mempersatukan pertentangan dan perbedaan yang ada pada masing-masing anggota kelompok.
  3. Sulit bagi beberapa peserta didik untuk menemui hal baru, karena mereka tidak terbiasa melakukan itu.
  4. Terkadang bahan yang disediakan untuk melakukan penemuan kurang lengkap. 


(Sumber: Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Jilid I, Cet Ke-4, Medan: Media Persada, 2014)

0 Response to "Pembahasan Terlengkap tentang Grup Investigasi (Group Investigation) "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel