Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Tarbiyah | Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tujuan utama dari proses pembelajaran di sekolah adalah untuk membantu peserta didik dalam mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Tujuan-tujuan ini mencakup perubahan-perubahan intelektual, emosional dan keterampilan. Maka jelas terlihat di sini bahwa evaluasi merupakan aspek yang sangat pokok dalam suatu proses pembelajaran dan ia juga merupakan salah satu hal yang akan menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran dan keberhasilannya.

Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab

A. Hakikat Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi adalah suatu proses kegiatan mengukur dan selanjutnya menilai sampai dimanakah tujuan yang telah dirumuskan tercapai. Adapun evaluasi pembelajaran adalah penilaian terhadap pertumbuhan dan kemajuan peserta didik ke arah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan (misalnya di dalam kurikulum). Evaluasi pembelajaran dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan bukti yang berhubungan dengan pencapaian tujuan yang telah dirumuskan melalui kegiatan pembelajaran.

Evaluasi merupakan hal yang sangat pokok dalam pembelajaran dan ia merupakan hal yang sangat intregral serta tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran. Secara garis besar, diadakannya evaluasi untuk mengetahui hal-hal berikut:

  1. Apakah rencana yang telah disusun realistik.
  2. Bagaimana mengelompokkan peserta didik agar pembelajaran berlangusung efektif .
  3. Sejauh mana kesiapan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran  materi baru.
  4. Sejauh mana keluasan perolehan peserta didik yang esensial.
  5. Pada hal apakah perlu dilakukan penekanan dan penguatan.
  6. Kesulitan apa yang dialami peserta didik dan bimbingan apa yang diperlukan untuk mengatasi kesulitan tersebut.
  7. Sejauh mana keefektifan pembelajaran berlangsung.

B. Hubungan Evaluasi dengan Pembelajaran

Secara ringkas hubungan evaluasi dengan pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Mempersiapkan tujuan-tujuan pembelajaran, yaitu dengan merencanakan pengalaman apa yang akan diperoleh peserta didik setelah proses pembelajaran berlangsung.
  2. Pemeriksaan awal terhadap kebutuhan peserta didik. Setelah tujuan-tujuan dirumuskan maka guru perlu mengetahui kebutuhan-kebutuhan peserta didik yang berhubungan dengan pembelajaran. Apakah peserta didik sudah menguasai sebagian dari tujuan dari pembelajaran, apakah mereka memiliki keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk pembelajaran tersebut.
  3. Menyelenggarakan pembelajaran yang baik dan relevan. Pada bagian ini evaluasi berfungsi untuk melihat dan memantau kemajuan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dan mendiagnosa kesulitan-kesulitan yang mereka dapatkan serta memberikan umpan balik terhadap hal tersebut sebagai pencerahan.
  4. Evaluasi terhadap hasil yang diharapkan. Hasil yang diinginkan dari pembelajaran adalah ketercapaian tujuan-tujuannya, maka haruslah ada evaluasi untuk mengetahui kadar ketercapaian tujuan tersebut. hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun instrument lain yang sesuai dengan tujuan dan objek yang akan dievaluasi.
  5. Penggunaan hasil-hasil evaluasi. Hasil evaluasi sangat bermanfaat bagi pembelajaran, diantaranya adalah untuk memperlihatkan ketercapaian tujuan pembelajaran, memberikan umpan balik terhadap hasil yang telah tercapai, mempersiapkan informasi untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik, membantu untuk memilih pengalaman-pengalaman belajar yang lebih baik di masa yang akan datang, dan sebagainya. 

Secara garis besar tujuan utama dari evaluasi adalah untuk meningkatkan mutu pembelajara, selain itu juga untuk menyusun nilai rapor tentang kemajuan dan perkembangan peserta didik, untuk kepentingan bimbingan dan konseling, untuk mengembangkan kurikulum, mengadakan penelitian dan penyelenggaraan administrasi sekolah.

C. Tujuan Evaluasi Pembelajaran dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Adapun tujuan dari evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dan kemajuan belajar peserta didik, sehingga dapat diketahui kebutuhan peserta didik dan langkah-langkah yang perlu dilakukan di masa yang akan datang.
  2. Untuk memperbaiki mutu pendidikan dengan cara memperbaiki segala kesalahan dan kekurangan yang ditemukan setelah evaluasi.
  3. Untuk mengumpulkan data yang memperlihatkan taraf kemanjuan peserta didik terhadap pencapaian belajar mereka, sehingga guru dapat menilai aktifitas peserta didik dan juga dapat menilai metode yang telah diterapkan serta media yang telah ia gunakan.

Adapun fungsi evaluasi dalam pendidikan dapat dilihat pada tiga segi, yaitu sebagai berikut:

  1. Segi Psikologi. Bagi peserta didik, evaluasi akan memberikan pegangan batin untuk mengenal status dan kualitas dirinya masing-masing di kelasnya. Sedangkan bagi guru sendiri akan memberikan kepastian tentang hasil dari usaha yang telah ia lakukan guna menentukan langkah-langkah selanjutnya.
  2. Segi didaktif, meliputi selektif, diagnosatik, penempatan, dan pengukur keberhasilan.
  3. Segi administratif, meliputi sebagai pemberi laporan tentang perkembangan dan kemanjuan proses pembelajaran peserta didik,  pemberi informasi untuk keperluan pengambilan keputusan pendidikan di lembaga pendidikan.
  4. Pemberi gambaran tentang hasil-hasil pencapaian peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga dapat dilakukan evaluasi hasil belajar dari hasil-hasil tersebut. 

D. Jenis-Jenis Evaluasi Pembelajaran

Adapun Jenis-jenis evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Evaluasi penempatan. Evaluasi ini digunakan untuk menempatkan peserta didik pada minat, kemampuan, dan bakatnya. Tujuan evaluasi ini  adalah untuk menetapkan urutan peserta didik di dalam tata urutan pengajaran dan cara mengajar sehingga lebih menguntungkan bagi peserta didik.
  2. Evaluasi formatif, evaluasi ini digunakan untuk melihat kemajuan belajar peserta didik selam proses pengajaran berlangsung. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui taraf pemahaman peserta didik tentang materi yang telah diajarkan. 
  3. Evaluasi diagnostik, evaluasi ini digunakan untuk mengetahui kesulitan dan permasalahan peserta didik selama pengajaran berlangsung dan mengatasi kesulitan tersebut. Evaluasi ini bertujuan untuk menentukan sebab-sebab yang menimbulkan masalah-masalah tersebut dan merancang langkah-langkah remedial.
  4. Evaluasi sumatif, evaluasi ini digunakan untuk menilai perolehan peserta didik pada akhir pengajaran. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui taraf hasil belajar yang dapat dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan program pembelajaran dalam kurung waktu tertentu. Penilaian ini diberikan pada akhir pembelajaran terutama untuk menentukan kenaikan kelas. 

E. Instrument Evaluasi Pembelajaran

Ada beberapa instrument yang dapat digunakan dalam pembelajaran, semuanya tergantung kebutuhan dan objek yang akan dievaluasi, diantaranya adalah:

  1. Instrument evaluasi berbentuk tes, yang dibedakan dalam beberapa macam, yaitu: Tes objektif, yang dibedakan menjadi bentuk soal pilihan ganda, bentuk menjodohkan, bentuk soal benar-salah, dan tes jawaban singkat. Tes uraian, terbagi dalam tiga ragam, yaitu: tes bentuk uraian terpimpin (berstruktur), tes dalam bentuk uraian terbatas,  dan tes dalam bentuk uraian terbuka (bebas).
  2. Instrument evaluasi berbentuk nontes, dibagi dalam beberapa ragam yaitu: pengamatan, angket/kuesioner, wawancara, portofolio, daftar cek/daftar cocok, skala lajuan, riwayat hidup, autobiografi, dan bagan pastisipasi. 

F. Prosedur Evaluasi Pembelajaran dan Prinsip Evaluasi Pembelajaran

Adapun Prosedur yang harus dilakukan dalam evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan tujuan evaluasi.
  2. Memilih instrument atau teknik evaluasi yang tepat.
  3. Mengumpulkan data.
  4. Mengolah data dan menulis laporan.

Supaya kegiatan evaluasi berjalan dengan baik, efektif, dan berhasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka haruslah ada prinsip-prinsip yang menjadi landasan serta pijakan dalam pelaksanaannya. Adapun prinsip tersebut adalah:

  1. Prinsip kesesuaian dengan tujuan.
  2. Prinsip menyeluruh.
  3. Prinsip keterpaduan.
  4. Prinsip ilmiah.
  5. Prinsip kerja sama.
  6. Prinsip berkesinambungan.
  7. Prinsip ekonomis.

Dari uraian singkat di atas, jelas terlihat bagaimana evaluasi memengang kendali besar dalam kesuksesan dunia pendidikan. Sangat banyak manfaat yang ia berikan untuk kelancaran proses pengajaran dan yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa muara akhir dari pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran adalah untuk perbaikan dan peningkatan kualitas proses pembelajaran sehingga nantinya memperlihatkan hasil pembelajaran yang sesuai dengn tujuan-tujuan yang diinginkan.

(Sumber: Moh. Matsna HS dan Erta Mahyuddi, Pengembangan Evaluasi dan Tes Bahasa Arab, Cetakan 1, Alkitabah: Tangerang Selatan, 2012)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab"

Post a Comment