Penggunaan Model Example Non Example untuk Pembelajaran Kalam

Tarbiyah | Gambar merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang paling dekat dengan lingkungan peserta didik. Gambar dapat berbentuk poster, gambar potret, bahkan menampilkannya melalui LCD maupun proyektor. Gambar mampu memperlihatkan suatu keadaan yang langsung dapat dilihat oleh mereka. Secara langsung, gambar dapat melatih peserta didik untuk mengembangkan pola piker mereka dan dengan menunjukkan gambar diharapkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan aktif dan bermanfaat secara fungsional bagi semua siswa, lebih dari itu penggunaan gambar juga dapat meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara baik. 


Penggunaan Model Example Non Example untuk Pembelajaran Kalam

A. Pengertian Model Example Non Example

Model pembelajaran example non example adalah suatu rangkaian penyampaian materi ajar kepada siswa dengan cara menunjukkan gambar-gambar  yang relevan dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menganalisis gambar tersebut secara berkelompok, kemudian dimintai hasil diskusi kelompok yang mereka lakukan. Maka dapat dikatakan, bahwa model example non example ini berangkat dari data dokumentasi yang kemudian dikembangkan menjadi suatu kajian materi ajar yang menarik untuk dianalisis dan diteliti serta dikaji sehingga menemukan pengetahuan yang baru. 

Yang menjadi paduan guru saat menyampaikan materi ajar dalam kegiatan belajar mengajar adalah gambar-gambar, karena gambarlah yang menjadi  media utama dalam penarapan model ini. Melalui gambar tersebut, guru dapat menerangkan materi ajar sedalam-dalamnya, seluas-luasnya, dan sepanjang panjangnya serta bisa berinovasi dengan bebas. Pemakaian gambar dalam model pembelajaran ini bertujuan agar peserta didik mampu berpikir secara kritis saat memecahkan masalah-masalah yang terkadung dalam gambar yang disajikan guru tersebut. 

Gambar disusun dan dirancang sedemikian rupa sesuai dengan materi ajar dan tingkat kemampuan peserta didik, hal ini bertujuan agar peserta didik tidak kesulitan saat menganalisis gambar tersebut dan mengungkapkannya dalam deskripsi yang singkat. Penggunaan model ini lebih menekankan pada kemampuan analisis peserta didik. Model pembelajaran ini dapat digunakan pada kelas tingat tinggi maupun rendah, dengan catatan guru harus-benar memilih gambar yang sesuai dengan keadaan psikologis siswa, tingkat perkembangan mereka yang diantaranya meliputi kemampuan  berbahasa tulis dan lisan, kemampuan analisis, dan kemampuan berinteraksi dengan peserta didik lainnya. Gambar yang digunakan harus jelas dan dapat dijangkau oleh penglihatan peserta didik dari jarak jauh. 

B. Karakteristik Model Example Non Example

Diantara hal-hal yang menjadi karakteristik khusus dari pada model example non example adalah:
  1. Penggunaan gambar, baik itu yang sederhana seperti poster, maupun menampilkan gambar melalui proyektor atau OHP, dengan syarat gambar tersebut jelas, sesuai dengan materi ajar.
  2. Model example non example menekankan pada tingkat analisis siswa,  maka gambar yang digunakan haruslah yang relevan dengan keadaan peserta didik itu sendiri.
  3. Model example non example juga mengajarkan siswa untuk mengerti dan mengetahui cara menganalisis sebuah konsep, baik itu konsep yang dipelajari melalui pengamatan langsung maupun melalui definisi konsep itu sendiri. 
  4. Model example non example adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan defenisi konsep. Taktik ini bertujuan agar siswa mampu menggunakan example dan non example dari defenisi konsep yang ada. Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas. 
  5. Menumbuhkan kemampuan kalam (berbicara) peserta didik dengan cara mengungkapkan hasil analisis gambar tersebut secara lisan dengan menggunakan mufradat yang telah mereka miliki. 


C. Langkah-Langkah Model Example Non Example

Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam model ini adalah:
  1. Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan menulis topik pembelajaran dan tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik.
  2. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok dengan jumlah anggota antara lima sampai tujuh orang.
  3. Guru memperlihatkan gambar dengan menempelkannya di papan tulis atau menayangkannya melalui LCD atau OHP. Gambar tersebut bisa yang langsung berhubungan dengan materi ajar (example) atau yang tidak mempunyai hubungan langsung (non example). 
  4. Guru menjelaskan dan menerangkan gambar tersebut dan memberitahukan apa yang harus dilakukan oleh peserta didik terhadap gambar yang telah ditunjukkannya.
  5. Guru meminta kepada masing-masing kelompok untuk berdiskusi dan menganalisis gambar tersebut. 
  6. Guru meminta peserta didik secara bergantian untuk mengungkapkan hasil analisis mereka secara lisan. Sementara kelompok lain menyangga dan menanyakan hasil analisis mereka sampai akhirnya tercipta percakapan ringan antara mereka.
  7. Pada akhir pembelajaran guru memberikan penguatan pada hasil diskusi peserta didik, diantaranya adalah agar peserta didik lebih kritis dalam menganalisa gambar dan aktif  serta berani saat mengemukakan hasil analisis mereka.


D. Kelebihan dan Kekurangan Model Example Non Example

Diantara kelebihan yang dimiliki model example non example adalah:
  1. Suasana pembelajaran terkesan lebih aktif dan menarik, karena gambar tersebut menarik perhatian peserta didik. 
  2. Siswa lebih mudah memahami materi melalui penayangan gambar-gambar tersebut.
  3. Meningkatkan daya analisa dan daya pikir peserta didik terhadap sesuatu yang dilihatnya.
  4. Melibatkan peserta didik dalam proses discovery (penemuan) yang kemudian membangun konsep secara progresif serta memperluas pemahaman mereka  terhadap konsep tersebut secara mendalam dan lebih kompleks
  5. Menumbuhkan komunikasi dan interaksi yang baik antara peserta didik saat mereka berada dalam kelompok. 
  6. Menumbuhkan rasa tanggung jawab pada peserta didik terhadap apa yang telah dibebankan guru baik itu di kelompok maupun individu.
  7. Dengan berikan gambar nonn example dapat menjadikan siswa lebih kritis untuk menganalisa dan mencari hubungan antara gambar dan materi ajar. 
 
Setiap ada kelebihan  pasti ada kekurangan, dan diantara kekurangan yang dimiliki model example non example adalah:
  1. Sulit menemukan gambar yang berkualitas.
  2. Sulit menemukan gambar yang sesuai dengan materi ajar dan keadaan peserta didik.
  3. Memerlukan jangka waktu yang panjang  untuk proses diskusi dan analisa, hal ini menjadikan waktu pembelajaran kurang efektif.
  4. Tidak tersedianya dana khusus untuk mengadakan gambar-gambar yang hendak dipakai dalam proses pembelajaran.
 

E. Cara Mengatasi Kekurangan Model Example Non Example

Untuk menanggulangi beberapa kekurangan yang terdapat pada model example non example maka dapat dilakukan hal-hal berikut:
  1. Hendaklah membuat gambar yang berwarna, jelas, menarik, dan dapat ditunjukkan dari berbagai sisi. 
  2. Hendaklah memakai gambar yang sederhana, sesuai dengan materi ajar dan keadaan peserta didik.
  3. Makna gambar harus dijelaskan sejelas-jelasnya sampai tidak terjadi kesalahan penafsiran pada peserta didik. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penggunaan Model Example Non Example untuk Pembelajaran Kalam"

Post a Comment