Pembahasan Terlengkap tentang Model Pembelajaran Number Heads Together (NTH)

Tarbiyah | Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mengajarkan peserta didik untuk live together yang mana mendorong mereka agar menyadari betapa pentingnya untuk membagikan konsep, pengetahuan, dan keterampilan kepada peserta didik lain yang membutuhkan, sehingga selalu ada hubungan mutualisme antara peseta didik yang berprestasi tinggi dan berprestasi rendah.

Telah kita ketahui bahwa model pembelajarn kooperatif selalu mengutamakan adannya kerja sama antar peserta didik dalam suatu kelompok.  Hal ini bertujuan agar seluruh peserta didik ikut mengambil andil dan aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebagian besar proses dalam model ini berpusat pada peserta didik, yaitu mempelajari materi pembelajaran secara keseluruhan  yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi untuk memecahkan masalah.

Model Pembelajaran Number Heads Together (NTH)

Salah satu bentuk dari model kooperatif yang popular adalah Number heads together (NTH), yaitu model pembelajaran yang dikembangkan oleh Spencer Kagan. Model ini mengutamakan keaktifan peserta didik dalam kelompoknya untuk mengolah, dan melaporkan informasi serta pengetahuan yang didapatkan dari berbagai untuk dipresentasikan di depan teman-temannya. Model ini dapat diterapkan pada semua materi ajar dan semua tingkat usia peserta didik.

A. Pengertian Number Heads Together (NTH)

Number heads together (NTH) merupakan model pembelajaran dengan mengaplikasikan kelompok sebagai wadah untuk menyatukan pemikiran peserta didik dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru kepada peserta didik, yang selanjutnya jawaban tersebut harus dipertanggungjawabkan oleh peserta didik sesuai dengan nomor yang diundi guru dari masing-masing kelompok. Oleh karena itu, masing-masing peserta didik dalam kelompok diberikan nomor  sesuai dengan urutan mereka.

Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam Number Heads Together (NTH) ini, yaitu:
  1. Hasil belajar akademik struktural, bertujuan untuk meningkatkan kinerja peserta didik dalam tugas-tugas akademiknya.
  2. Pengakuan adanya keragaman, agar peserta didik dapat menghargai  dan menerima setiap pemikiran yang muncul dari teman-teman yang berbeda latar belakang dan kepribadian dengannya. 
  3. Pengembangan keterampilan sosial, agar tumbuh prilaku sosial yang tinggi antara peserta didik. 

B. Ciri-ciri  Number Heads Together (NTH)

Adapun ciri-ciri Number Heads Together (NTH) adalah sebagai berikut:
  1. Penomoran, guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok kecil yang beranggotakan tiga sampai lima orang dan kemudian memberikan nomor kepada setiap anggota kelompok, sehingga setiap anggota kelompok memiliki nomor yang  berbeda-beda sesuai dengan jumlah siswa dalam kelompok tersebut.
  2. Pengajuan pertanyaan, guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik berdasarkan materi ajar yang sedang berlangsung. Pertanyaan tersebut harus bervariasi mulai dari hal yang umum sampai yang khusus, bahkan pada tingkat kesulitannya. 
  3. Berpikir bersama, peserta didik sama-sama berpikir dan berkerja sama tentang jawaban dari pertanyaan yang diajukan guru serta saling menjelaskan dan mengarahkan jawaban kepada anggota lainnya untuk mendapatkan jawaban terbaik.
  4. Pemberian jawaban, guru menyebutkan salah satu nomor, dan setiap anggota dari kelompok yang bernomor  yang disebutkan guru mengangkat tangan, berdiri dan menyiapkan jawaban terbaik mereka untuk diungkapkan di depan kelas. Kemudian guru memilih kelompok secara random untuk menjawab pertanyaan tersebut. sedangkan kelompok lain yang bernomor sama menanggapi jawaban tersebut.

C. Manfaat Number Heads Together (NTH)

Ada beberapa manfaat dari Number Heads Together (NTH) yang berefek positif pada peserta didik  yang hasil belajar rendah, diantaranya yaitu:
  1. Memiliki rasa harga diri yang lebih tinggi.
  2. Memperbaiki kehadiran dan keaktifan mereka di kelas.
  3. Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar.
  4. Meminimalisir prilaku yang mengganggu anggota kelompok lain.
  5. Perselisihan antara peserta didik menjadi berkurang.
  6. Memberikan mereka pemahaman yang lebih besar dan mendalam. 
  7. Menanamkan dan meningkatkan budi pekerti, toleransi, dan komunikasi.
  8. Meningkatkan hasil belajar peserta didik. 

D. Langkah-Langkah Number Heads Together (NTH)

Agar mencapai tujuan yang diinginkan, maka model pembelajaran ini harus diterapkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin, diantara langkah-langkah yang dapat diapliksikan adalah sebagai berikut:
  1. Persiapan, guru mempersiapkan RPP dan LKS yang sesuai dengan materi ajar dan model pembelajaran Number heads together (NTH). Guru memulai kegiatan pembelajaran sebagaimana mestinya yang tercantum dalam RPP.
  2. Penomoran (Numbering), guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok kecil yang beranggotakan tiga sampai lima orang. Guru memberikan nomor kepada setiap anggota kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok tersebut merupakan kelompok heterogen, yang mana terdapat perbedaan latar belakang sosial, kemampuan dan kepribadian pada masing-masing anggotanya. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, guru mengarahkan peserta didik dengan memperkenalkan tiga aturan dasar dalam pembelajaran kooperatif, yaitu tetap berada dalam kelas, mengajukan pertanyaan kepada kelompok sebelum mengajukannya kepada guru, memberikan tanggapan terhadap ide-ide serta menghindari perdebatan sesama anggota kelompok dalam kelompok.
  3. Pertanyaan (Questioning) dan berpikir bersama (heads together), guru memberikan pertanyaan atau LKS kepada setiap anggota kelompok sebagai materi ajar yang akan dipelajari. Setiap pertanyaan bervariasi baik dari segi bentuk maupun tingkat kesulitannya. Setiap anggota kelompok berpikir sama-sama untuk menyelesaikan tugas tersebut dan yakin bahwa setiap anggota kelompok memahami dan mengetahui jawaban dari tugas yang diberikan guru kepada mereka. 
  4. Pemberian jawaban (Answering), guru menyebutkan satu nomor dan semua anggota kelompok dari nomor yang disebutkan mengangkat tangan dan berdiri serta menyiapkan jawaban terbaik mereka untuk dikemukakan di depan teman-teman.  Adapun penentuan nomor dapat dilakukan dengan cara mengundi, begitu pula untuk menentukan kelompok yang akan menjawab pertanyaan tersebut. 
  5. Penilaian dan pemberian tanggapan, guru meminta peserta didik lain untuk menanggapi dan memberikan masukan terhadap jawaban yang dikemukan oleh anggota kelompok terpilih. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai berakhirnya nomor pada peserta didik. 
  6. Memberikan kesimpulan, peserta didik dan guru sama-sama mengambil kesimpulan dari materi ajar yang telah diajarkan, guru juga memberikan penekanan pada hal-hal yang dianggap perlu.
  7. Memberikan penghargaan, guru memberikan penghargaan berupa pujian maupun simbol kepada peserta didik maupun kelompok yang memperoleh nilai tertinggi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran.

Langkah-langkah yang terdapat dalam model ini benar-benar menunjukkan bahwa tujuan dari model ini adalah untuk meningkatkan keaktifan peserta didik saat bekerja sama dalam kelompoknya dan adanya penomoran akan menjadikan peserta didik untuk tidak sepenuhnya bergantung pada peserta didik lain yang lebih pintar darinya, serta membentuk rasa tanggung jawab dan mengembangkan kemampuannya untuk terus mempelajari dan memahami tugas yang diberikan guru.

E. Kelebihan Number Heads Together (NTH)

  1. Menumbuhkan kekompakan, kerja sama, dan komunikasi yang aktif antara anggota kelompok.
  2. Menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri peserta didik atas segala tugas yang diberikan guru kepada mereka.
  3. Mengajak peserta didik untuk menyatukan ide, pikiran dan persepsi mereka yang berbeda-beda.
  4. Melatih peserta didik untuk menghargai pendapat dan ide orang lain.  
  5. Number Heads Together (NTH) cocok diaplikasikan pada semua materi ajar dan untuk semua tingkatan usia peserta didik. 

F. Kekurangan Number Heads Together (NTH)

  1. Terkadang peserta didik bingung dan bertanya-tanya mengapa dalam kelompok mereka masih ada nomor.
  2. Susah menyatukan ide peserta didik dan pendapat mereka, karena kelompok dibentuk secara heterogen dan bahkan tidak jarang terjadi perdebatan untuk  menyimpulkan jawaban atas pertanyaan yang guru ajukan kepada mereka.
  3. Waktu pembelajaran menjadi kurang efektif, karena adanya fase diskusi yang memakan waktu lama. 
  4. Karena  kelompok yang dibentuk adalah kelompok heterogen, maka terkadang peserta didik yang pendiam akan susah berbaur dan berkomunikasi aktif dengan anggota kelompoknya. Bahkan terkadang mereka sulit untuk dimintai pertanggung jawaban atas pertanyaan yang diajukan guru. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembahasan Terlengkap tentang Model Pembelajaran Number Heads Together (NTH)"

Post a Comment