Pembahasan Terlengkap tentang Model Pembelajaran Kepala Bernomor Struktur

Tarbiyah | Model pembelajaran cooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang cocok untuk diterapkan di tengah perkembangan peserta didik yang makin pesat ini, model ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil akademik peserta didik, namun juga mendorong mereka untuk memiliki jiwa sosial yang tinggi. Model ini menempatkan peserta didik dalam kelompok-kelompok kecil, dan mereka bekerja sama dengan anggota kelompok yang terkadang memiliki perbedaan yang sangat besar diantara mereka. Salah satu bentuk dari model cooperatif yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah model Kepala Bernomor Struktur.

Model Pembelajaran Kepala Bernomor Struktur

A. Pengertian Kepala Bernomor Struktur

Model pembelajaran Kepala Bernomor Struktur merupakan pengembangan dan modifikasi dari model pembelajaran Number Heads Together (NHT) dan perbedaan yang menonjol antara keduanya adalah pada penugasan dan masuk keluarnya anggota kelompok. Adapun dasar dari model ini adalah penetapan peserta didik dalam suatu kelompok dan tiap-tiap anggota kelompok memiliki tugas yang berbeda sesuai dengan tugas yang diberikan kepadanya. Maka oleh itu, setiap anggota kelompok harus bekerja secara professional dan bertanggung jawab atas segala tugas yang dibebankan kepadanya.

Secara singkat, model pembelajaran Kepala Bernomor Struktur dimulai dengan pembagian kelompok, penentuan nomor anggota kelompok, dan penentuan tugas peserta didik di dalam kelompok yang nantinya harus mempertanggungjawabkan hasil kerja kerjanya di dalam kelompok, dan di akhiri dengan pengambilan kesimpulan oleh guru. Adapun beberapa perbedaan antara model Number Heads Together (NHT) dengan model Kepala bernomor struktur adalah sebagai berikut:

  1. Pada model Number Heads Together (NHT) setiap peserta didik diberikan nomor dan mengerjakan tugas yang sama yang diberikan guru secara bersama dengan anggota kelompoknya. Adapun dalam model Kepala Bernomor Struktur setiap peserta didik juga diberikan diberikan nomor namun mereka memiliki tugas yang berbeda dalam kelompoknya.
  2. Pada model Number Heads Together (NHT) peserta didik mengerjakan tugas yang sama yang telah dibebankan guru secara berkelompok dalam kelompok yang telah ditentukan guru. Adapun pada model Kepala Bernomor Struktur setiap peserta didik memiliki tugas yang berbeda dalam kelompoknya.
  3. Pada model Number Heads Together (NHT) peserta didik yang bernomor sama dari semua kelompok sama-sama memberikan jawaban dari pertanyaan yang diberikan guru. Adapun pada model Kepala Bernomor Struktur setelah peserta didik mengerjakan tugas yang berbeda dalam kelompoknya masing-masing, mereka bergabung dengan anggota kelompok lain yang memiliki nomor yang sama dengan mereka untuk berdiskusi tugas yang sama.

B. Tujuan Kepala Bernomor Struktur

Ada tiga hal utama yang hendak dicapai oleh model Kepala Bernomor Struktur ini, yaitu:

  1. Hasil belajar akademik yang struktural, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja peserta didik dalam dalam tugas-tugas akademik mereka.
  2. Pengakuan adanya keberagaman, hal ini mendorong perserta didik untuk menerima setiap perbedaaan yang terdapat pada peserta didik yang lain.
  3. Pengembangan keterampilan sosial, hal ini bermaksud untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, baik itu dalam bentuk aktif bertanya, berani dan mampu mengemukakan ide dan pendapatnya, bekerja sama secara solid dalam kelompoknya, dan sebagainya.

C. Ciri-ciri Kepala Bernomor Struktur

Diantara yang menjadi ciri khusus dari model Kepala bernomor struktur ini adalah:

  1. Penomoran, siswa dibagi dalam kelompok kecil yang beranggotakan tiga sampai lima orang, kemudian tiap anggota kelompok diberikan nomor berdasarkan jumlah anggota kelompoknya.
  2. Pengajuan pertanyaan, guru mengajukan pertanyaan tentang materi yang sedang dipelajari kepada peserta didik. Pertanyan yang diajukan haruslah bervariasi baik itu dari segi kesulitan maupun bentuknya.
  3. Berpikir bersama, setelah mendapatkan pertanyaan  dari guru, peserta didik sama-sama berpikir untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut dan menjelaskan jawabannya kepada semua anggota yang terdapat dalam kelompoknya sehingga semua anggota kelompok mengetahui jawaban dari masing-masing pertanyaan yang diajukan guru.
  4. Pemberian jawaban, setelah guru memberikan pertanyaan dan menyebutkan salah satu nomor, maka anggota-anggota dari semua kelompok yang memiliki nomor yang sama mengangkat tangan serta bangun untuk memberikan jawaban terbaiknya. Kemudian guru memilih salah satu kelompok untuk menjawab pertanyaan tersebut secara acak, sedangkan yang lain menanggapi dan memberikan masukan terhadap jawaban yang dikemukan kelompok tersebut. 

D. Langkah-langkah Kepala Bernomor Struktur

Agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka dalam penerapan model Kepala bernomor struktur ini dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Peserta didik dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan setiap anggota kelompok mendapatkan nomor.
  2. Guru memberikan tugas yang berbeda kepada setiap anggota kelompok berdasarkan nomor yang mereka miliki. Misalnya apabila kelompok terdiri dari empat orang, maka yang bernomor satu bertugas mencatat soal, nomor dua dan nomor tiga bertugas mengerjakan soal, nomor empat melaporkan hasil pekerjaan, begitu pula hal yang terjadi pada kelompok lain. 
  3. Guru dapat mengarahkan anggota kelompok yang memiliki tugas dan nomor yang sama untuk bekerja secara berkelompok tentang tugas yang diberikan guru. Sehingga mereka bisa berdiskusi dan mendapatkan jawaban terbaik untuk disampaikan kepada anggota kelompok masing-masing.
  4. Setiap anggota kelompok melaporkan hasil tanggapan dan  masukan dari anggota kelompok yang sama nomor dengannya kepada teman-teman di kelompoknya.
  5. Melaporkan hasil kerja kelompok dan tanggapan serta masukan dari kelompok lain.
  6. Penarikan kesimpulan di bawah bimbingan guru. 

E. Kelebihan Kepala Bernomor Struktur

Adapun kelebihan yang dimiliki oleh model ini adalah:

  1. Tidak ada kesempatan peserta didik untuk menganggur, karena masing-masing mereka memiliki tugas dan tugas tersebut berbeda-beda.
  2. Melatih peserta didik untuk bekerja secara professional, yaitu hanya mengerjakan tugas yang dibebankan kepadaya juga melatih mereka untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang telah guru bebankan kepadanya sehingga bertambahlah pemahaman mereka terhadapa tugas dari materi yang sedang diajarkan.
  3. Melatih peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompoknya.
  4. Melatih siswa untuk menerima setiap perbedaan yang terdapat pada kawannya, baik itu pada kemampuan, pemikiran, maupun pendapat.
  5. Mempermudah guru menyampaikan kesimpulan, sebab guru hanya menyampaikan kesimpulan berdasarkan hasil kerja kelompok, dan memberikan tambahan pada hal-hal yang dianggap penting.
  6. Meningkatkan hasil akademik peserta didik.
  7. Menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, gembira dan menyenangkan 
  8. Model ini cocok untuk untuk sebagian besar materi ajar, semuanya tergantung kreaktifitas guru dalam memodifikasi langkah-langkahnya tanpa menghilangkan prinsip dasar dari model ini. 

F. Kekurangan Kepala Bernomor Struktur

Adapun kekurangan yang terdapat dalam  model ini adalah:

  1. Terkadang kurang maksimal dalam pemakaian waktu.
  2. Terkadang tugas yang dibebankan kepada anggota kelompok tidak sesuai dengan keinginannya, sehingga memberikan efek yang tidak baik untuk kelompok saat presentasi.
  3. Terkadang laporan hasil kerja kelompok tidak jelas, karena dikerjakan perorangan. 
  4. Terkadang tanggapan dan masukan dari kelompok lain tidak ditanggapi dengan serius, baik, dan konkrit.
  5. Apabila salah satu peserta didik dalam kelompok tidak maksimal mengerjakan tugasnya, maka pasti akan mempengaruhi hasil tugas pada nomor setelahnya. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembahasan Terlengkap tentang Model Pembelajaran Kepala Bernomor Struktur"

Post a Comment