Cara Pelaksanaan Metode Riwayah Qishas untuk Pembelajaran Kalam (Berbicara)

Tarbiyah | berbicara adalah suatu proses komunikasi dan interaksi yang membantu seseorang untuk dapat menyampaikan suatu pesan, maksud, dan perasaannya kepada yang lain, baik itu dalam bentuk bertukar pikiran, memberikan pendapat, maupun mengutarakan kemauannya. Maka sudah sepatutnya suatu keterampilan berbicara harus ditumbuhkan dan dikembangkan, agar tidak terjadinya kesalah pahaman dan kegagalan dalam mengerti suatu maksud serta terbatasnya pengungkapan emosional seseorang.

 Metode Riwayah Qishas untuk Pembelajaran Kalam (Berbicara)

Pembelajaran keterampilan berbicara sangat butuh kepada metode khusus, dan ini tidak lain agar guru dan peserta didik dapat mencapai hasil pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, di samping mengetahui arti pentingnya sebuah bahasa, guru juga harus mengetahui berbagai macam ragam metode pembelajaran yang dapat ia aplikasikan dalam proses pembelajaran guna mencapai tujuan yang diinginkan, dan salah satu metode yang dapat menanamkan dan menumbuhkan serta mengembangkan keterampilan berbicara peserta didik adalah metode riwayah qishas. Metode ini merupakan metode yang sangat cocok untuk meningkatkan keterampilan berbicara mereka, karena mereka dituntut untuk kembali menceritakan apa yang telah mereka baca dengan menggunakan bahasa mereka sendiri tanpa sedikit pun mengurangi dan merubah isi cerita. Metode ini merupakan metode yang sangat mudah diaplikasikan dalam proses pembelajaran bahasa terutama untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik.

A. Pengertian Metode Riwayah Qishas

Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya, metode adalah sarana yang dipergunakan oleh guru untuk menunjang kepahaman peserta didik terhadap materi ajar, atau dapat juga dikatakan bahwa metode adalah setiap langkah-langkah yang telah ditetapkan oleh guru sebelum memasuki ruang kelas, dan diterapkan saat ia menyampaikan materi ajar kepada peserta didik di dalam ruang kelas. Adapun riwayah qishas adalah suatu metode yang dijadikan perantara atau langkah-langkah pembelajaran oleh guru dan telah dipersiapkannya untuk diimplementasikan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran kalam agar mereka dapat menyusun sebuah periwayatan yang  berbentuk pelafalan lisan yang kemudian dimodifikasikan dan dipaparkan di depan kawan-kawannya. Metode ini sangat menekan pada latihan keterampilan berbahasa peserta didik untuk mengisahkan kembali satu cerita pendek yang telah dibacanya. Dari segi lain, metode ini  juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berbicara secara bebas dengan kosakata dan bahasa yang dimilikinya.

B. Langkah-Langkah Pembelajaran Metode Riwayah Qishas

Adapun langkah-langkah untuk mengimplementasikan metode ini dalam meningkatkan keterampilan kalam (berbicara) peserta didik adalah sebagai berikut:
  1. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan percakapan lisan ringan antara guru dan peserta didik dengan menggunakan bahasa Arab dan guru mulai menyampaikan materi ajar secara lisan.
  2. Kemudian guru membagikan selembar kertas yang berisi sebuah cerita kepada peserta didik. Peserta didik pun mulai membaca, mempelajari dan memahami cerita tersebut.
  3. Guru terus mengarahkan peserta didik untuk mendalami cerita tersebut dan memberikan mereka waktu selama 20 menit untuk terus mempelajarinya. Apabila jumlah peserta didik terlalu banyak, maka guru bisa membagi mereka ke dalam beberapa kelompok kecil.
  4. Guru menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh peserta didik setelah mempelajari cerita, baik itu dari segi isinya, langkah-langkahnya, cara penyampaiannya dan hal-hal yang yang dianggap penting dalam metode ini. Dan yang paling penting dalam metode ini adalah peserta didik harus menceritakan kembali cerita yang telah dibacanya dan memaparkannya di depan kawan-kawannya.
  5. Kemudian setiap kelompok menulis beberapa pertanyaan yang berkenaan dengan cerita yang dipelajarinya, seperti: apa? dimana? Kapan? dan moral yang terkandung dalam cerita tersebut, dan pertanyaan itu harus dijawab oleh peserta didik lain yang mendengar cerita tersebut.  
  6. Selanjutnya adalah penilaian terhadap tugas yang telah guru bebankan kepada mereka, yaitu dengan cara menceritakan kembali cerita yang telah dibacanya. 
  7. Kelompok lain mendengarkan paparan cerita dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dipersiapkan oleh kelompok pertama. Begitulah seterusnya sampai kelompok terakhir.
  8. Pada akhir pembelajaran guru dan murid sama-sama meninjau dan mendiskusikan mufradat baru yang terdapat dalam cerita dan mufradat yang sering muncul dalam setiap semua cerita.

C. Kelebihan Metode Riwayah Qishas

Upaya untuk meningkatkan keterampilan kalam (berbicara) peserta didik dengan menggunakan metode riwayah qishas sangat cocok dipraktekkan saat ini, karena peserta didik dituntut untuk memanfaatkan mufradat-mufradat yang dimilikinya. Dan diantara kelebihan metode ini dapat diringkas seperti berikut:
  1. Metode riwayah qishas mengandung suara, gambar dan teks sebagai mana metode-metode yang masyhur saat ini. 
  2. Metode ini dapat menumbuhkan dan mengembangkan  kreatifitas peserta didik dan kreasi mereka dalam memodifikasi cerita, dengan syarat tidak keluar alur dari isi cerita yang sebenarnya, dan mereka juga dituntut untuk membuat sesuatu yang baru dan sesuai dengan era mereka.
  3. Peserta didik hari ini umumnya tidak tertarik dengan metode tradisional yang mereka anggap tidak cocok dengan perkembangan meraka, sehingga mereka cenderung bosan dan tidak memperdulikan proses pembelajaran, dan metode ini bisa menjadi solusi untuk kembali menarik perhatian mereka, karena ini adalah metode yang modern dan sesuai dengan keadaan peserta didik.
  4. Metode ini membantu meningkatkan keberanian dan keterampilan berbicara peserta didik, karena ia memberikan kesempatan kepada mereka untuk berbicara dengan bebas di depan kawan-kawan mereka. 
  5. Metode ini cocok dengan berbagai kondisi keberagaman dan perbedaan yang terdapat pada peserta didik.

D. Kekurangan Riwayah Qishas

Setiap metode pembelajaran pasti memiliki kekurangan, dan diantara kekurangan yang terdapat dalam metode ini adalah:
  1. Metode ini adalah salah satu metode yang menuntut peserta didik untuk untuk mempergunakan mufradat yang dimilikinya, dan ia juga menuntut siswa untuk berani berbicara di depan kawan-kawannya, dan menunjukkan keberanian dengan berbicara bahasa Arab di depan kawan-kawannya bukanlah hal yang mudah bagi sebagian peserta didik.
  2. Karena metode ini membutuhkan kekayaan mufradat yang dimiliki siswa, maka akan terasa berat dan dipandang susah bagi sebagian peserta didik yang tidak banyak menguasai mufradat.
  3. Metode ini membutuhan jangka waktu yang panjang dalam proses penerapannya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Cara Pelaksanaan Metode Riwayah Qishas untuk Pembelajaran Kalam (Berbicara)"

Post a Comment