Metode Qiraah untuk Pembelajaran Membaca


Tarbiyah | Metode ini lahir pada awal abad 20 dari pemikiran para ahli pengajaran bahasa asing yang  berasal dari Inggris dan Amerika, diantaranya adalah West. Ia berpendapat bahwa belajar membaca lebih penting dan lebih utama daripada belajar berbicara. Berangkat dari karya “teacher’s word book” West membekali para pelajar dengan sejumlah kosakata yang terkontrol  dan bersistem serta ulangan secara teratur bagi kata-kata baru.

Metode Qiraah  untuk Pembelajaran Membaca

A. Pengertian  Qiraah

Keterampilan membaca atau dikenal dengan maharah al-qira’ah adalah suatu keterampilan yang menyajikan materi pelajaran dengan cara mengutamakan kempuan membaca, mula-mula guru  membacakan teks-teks bacaan, dan kemudian peserta didik mengikuti bacaan guru. Adapun
Target dalam pembelajaran keterampilan membaca (maharah al-qiraah) secara umum adalah agar peserta didik mampu membaca teks arab dengan benar dan fasih, yang kemudian mampu menerjemahkannya dan selanjutnya mampu memahami bacaannya dengan benar dan tepat

B. Tujuan Pembelajaran Qira’ah

Tujuan membaca merupakan hal yang sangat penting dalam membaca, keterkaitan antara tujuan membaca dengan kemampuan membaca sangatlah erat dan kuat, dan diantara tujuannya yaitu:

  1. Untuk dapat mengenali naskah tulisan suatu bahasa.
  2. Memaknai dan mampu mengaplikasikan kosa kata baru.
  3. Mengetahui informasi yang terdapat dalam suatu bacaan, baik itu dalam bentuk ekplisit maupun implisit.
  4. Mengetahui makna komunikatif yang terkadung dalam satu kalimat.
  5. Mengetahui hubungan yag terdapat dalam dalam suatu kalimat, baik itu antar kalimat, maupun antar paragraf.
  6. Mampu menerangkan dan menafsirkan bacaan.
  7. Mengetahui informasi penting yang terkandung dalam bacaan.
  8. Mampu membedakan antara gagasan utama dan gagasan penunjang yang terdapat dalam bacaan.
  9. Menetapkan dan menentukan hal-hal penting yang terdapat dalam bacaan untuk dijadikan suatu ringkasan

C. Ciri-ciri Metode Qira'ah

Adapun ciri-ciri metode Qiraah adalah sebagai berikut:

  1. Umumnya pembelajaran dengan metode ini dimulai dengan memberikan latihan keterampilan bertutur, kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan kalimat-kalimat sederhana dan mengucapkan kata-kata serta kalimat hingga pada akhirnya peserta didik mampu  menyusun sebuah kalimat yang bagus.
  2. Setelah peserta didik mampu mengucapkan kalimat-kalimat, kemudian mereka membacanya dalam teks. Pada tahap ini guru menumbuhkan dan menumbuhkan keterampilan membaca peserta didik dalam hati mereka.
  3. Kemudian peserta didik membaca  bacaan dengan suara keras (jahriah) dan dibarengi dengan beberapa pertanyaan tentang teks, hal ini guna menguatkan pemahaman mereka terhadap bacaan tersebut.
  4. Pada dasarnya membaca terbagi dalam membaca intensif dan membaca lepas, keduanya memiliki tujuan masing-masing. Membaca intensif bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan dasar membaca dan hal ini membutuhkan pada penguasaan banyak kata dan serta pengetahuan tentang kaidah-kaidah bahasa tersebut. Keterampilan membaca ini juga mengembangkan penguasaan siswa terhadap pemahaman teks dengan arahan dan bimbingan guru. Adapun qiraah lepas adalah qiraah yang dilakukan di luar kelas. Guru memberikan tugas bacaan kepada siswa dan membatasinya yang nantinya akan di diskusikan di dalam kelas.
  5. Membaca lepas memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih kepada siswa, karena mereka dapat langsung membaca kitab-kitab, khazanah arab, dan semi arab tanpa tergantung pada alokasi waktu pembelajaran. 

D. Langkah-langkah Pembelajaran Metode Qira'ah

Adapun contoh langkah-langkah pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode ini adalah

  1. Suasaana pembelajaran dimulai dengan penyajian kosakata atau mufradat baru yang berkaitan dengan bahan bacaan, baik itu melalui konteks, terjemahan, maupun gambar.
  2. Apabila pembelajaran  mufradat telah tercapai  maka siswa mulai mempelajari bacaan-bacaan yang terdapat alam buku pelajaran.
  3. Adapun bacaan-bacaan tambahan yang berbentuk cerita pendek atau cerita panjang yang telah disederhanakan dapat diperkenalkan.
  4. Guru memberikan contoh bacaan yang benar dan peserta didik menyimak bacaan di buku masing-masing.
  5. Peserta didik satu persatu membaca bacaan sesuai dengan arahan dan bimbingan guru, guru langsung memperbaiki setiap kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam bacaannya, begitulah seterusnya sampai mereka mampu melafalkan bacaan dengan baik dan benar. 
  6. Pada akhir pembelajaran semua peserta didik membaca bacaan yang telah dilatih guru secara serentak dan dengan suara nyaring. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Metode Qiraah untuk Pembelajaran Membaca"

Post a Comment