Metode Nahwu Wa Tarjamah Untuk Pembelajaran Nahwu

A. Pengertian Metode Nahwu Wa Tarjamah (Grammar And Translation)

Tarbiyah | Metode ini merupakan metode yang paling popular di kalangan sekolah, pesantren, maupun perguruan tinggi. Dari bentuk namanya dapat langsung kita simpulkan bahwa metode ini banyak menekankan pada Ilmu Nahwu (tata bahasa) dalam proses pelaksanaannya dan adanya  penerjemahan dari bahasa asli ke dalam bahasa sasaran.

Metode Nahwu Wa Tarjamah  Untuk Pembelajaran Nahwu

Metode Nahwu Wa Tarjamah merupakan gabungan dari  metode gramatika dan metode terjemah. Metode ini merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mempelajari bahasa asing  yang lebih menekankan pada qawaid ataupun tatabahasa bahasa untuk dapat mencapai sebagian dari empat keterampilan bahasa, yaitu keterampilan membaca, keterampilan menulis dan menterjemahkan. Metode nahwu wa tarjamah dapat dikatakan lebih ideal dan lebih tepat digunakan dari  pada salah  satu  ataupun  keduanya dari metode ini (gramatika dan terjemah).

B. Ciri-ciri Metode Nahwu Wa Tarjamah (Grammar And Translation)

Dalam proses pelaksanaannya Metode nahwu wa tarjamah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Siswa memperlajari kaidah nahwu (tata bahasa) dan kosa-kata dwibahasa yang berhubungan erat dengan bahan bacaannya yang bersangkutan secara deduktif dengan bantuan penjelasan-penjelasan yang rinci. 
  2.  Setelah kaidah dan kosakata tersebut dipelajari, maka petunjuk-petunjuk bagi penerjemahan latihan-latihan yang mengikuti penjelasan-penjelasan ketatabahasaan pun diberikan.
  3. Pemahaman terhadap bahan bacaan dan kaidah-kaidah diuji melalui terjemahan. Peserta didik dianggap telah dapat mempelajari bahasa itu apabila mereka mampu  menerjemahkan paragraf-paragraf atau bagian-bagian prosa dengan baik.
  4. Bahasa pertama atau bahasa ibu dijadikan sebagai acuan untuk memperoleh bahasa kedua  dan dibandingkan dengan bahasa sasaran secara konstan. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan bahasa sasaran ke bahasa ibu maupun sebaliknya, dan peserta didik dapat menggunakan kamus jika diperlukan.
  5. Pada metode ini sangat dijadikan sebagai acuan untuk memperoleh bahasa kedua, dan sangat sedikit kesempatan untuk praktik atau latihan menyimak dan berbicara dengan bahasa yang dipelajari selama penggunaan metode ini, karena metode ini memusatkan perhatian pada latihan-latihan membaca, menulis, dan menerjemahkan. 
  6. Sebagian besar dari jam pelajaran digunakan untuk menerjemahkan kalimat-kalimat ke dalam bahasa sasaran dan fokus terhadap kalimat ini merupaknn ciri khusus daripada metode ini.
  7.  Metode ini sangat menekankan ketepatan dan kecermatan. 
  8. Adapun tatabahasa diajarkan secara deduktif dengan cara penyajian dan pengkajian kaidah-kaidah tatabahasa, yang selanjutnya dipraktikkan dalam latihan-latihan terjemahan. 
  9. Bahasa asli atau bahasa ibu adalah media pengajaran utama yang digunakan untuk menjelaskan hal-hal baru dan mempermudahkan perbandingan antara bahasa asing dengan bahasa ibu. 

C. Kelebihan dan Kekurangan Metode Nahwu Wa Tarjamah (Grammar And Translation)

Dari paparan di atas dapat kita simpulkan bahwa Metode nahwu wa tarjamah mempunyai kelebihan dan kekurangan. Diatara kelebihannya adalah:
  1. Metode ini dapat diajarkan pada kelas-kelas besar.
  2. Metode nahwu wa tarjamah dapat dipakai oleh guru yang tidak fasih berbahasa Arab.
  3. Layak dan sesuai bagi seluruh tingkat linguistik siswa baik itu mubtadi’, mutawassith, dan mutaqaddim, serta mereka memperoleh aspek-aspek bahasa yang signifikan dengan bantuan buku tanpa perlu perlu pertolongan guru. 

Sedangkan kekurangan yang terdapat pada metode ini adalah:
  1. Secara linguistik dibutuhkan guru yang terlatih.
  2. Kebanyakan pokok bahasan tidak mengenai orang tertentu, dan terpisah serta terpencil dari yang  lain.
  3. Metode ini tidak cocok bagi yang menyandang tuna aksara, contohnya anak kecil atau imigran tertentu, sangat sedikit bahasa yang dipakai bagi komunikasi antar pribadi, kesempatan bagi pengemukaan tuturan atau ujaran spontan sangat tertentu. 

D. Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Nahwu Wa Tarjamah (Grammar And Translation)


Adapun contoh langkah-langkah pelaksanaan metode ini dalam pembelajaran bahasa arab adalah sebagai berikut:

  1. Mengulang materi mufradat. Siswa mencatat mufradat baru saat guru membacakan terjemahan bahasa asli (arab).
  2. Sebagian siswa membaca bacaan di buku dengan nyaring dibawah arahan guru. Kemudian guru membacakan beberapa kalimat dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk membacanya dalam hati. 
  3. Siswa menerjemahkan kalimat-kalimat  yang ada dalam bacaan ke dalam bahasa terjemahan dengan bantuan guru bila diperlukan.
  4. Pada inti pembelajaran guru menjelasakan nahwu (tatabahasa) secara rinci dalam bahasa aslinya (arab). Siswa mencatat kaidah-kaidah tersebut lengkap dengan penjelasannya serta contoh-contohnya.
  5. Pada akhir pembelajaran siswa mengerjakan tugas yang berkenaan dengan nahwu dari bahasa arab ke bahasa terjemahan. Bila siswa belum menyelesaikan pekerjaannya maka dapat diselesaikan dirumah serta diberi tugas untuk menghafal mufradat baru yang berkaitan dengan pelajaran yang akan datang. 

Sumber:
Abdul Hamid, Uril Baharuddin, Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: UIN-Malang Press, 2008).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Metode Nahwu Wa Tarjamah Untuk Pembelajaran Nahwu "

Post a Comment