Metode Mubasyarah untuk Pembelajaran Mufradat

Tarbiyah | Lahirnya metode ini dilatarbelakangi oleh propaganda yang  menuntut adanya perubahan metode pengajaran bahasa asing yang ketika itu menggunakan metode nahwu wa tarjamah dan dikenal sangat mati serta tidak efektif. Maka muncullah metode ini sebagai solusi untuk menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

Metode Mubasyarah untuk Pembelajaran Mufradat

A. Pengertian Metode Mubasyarah

Metode mubasyarah adalah metode yang digunakan dalam mempelajari bahasa asing dengan cara menyajikan materi ajar langsung dengan bahasa asing tersebut, atau dengan kata lain langsung menggunakan bahasa asing tersebut sebagai bahasa pengantar dan sama sekali tidak menggunakan bahasa asli peserta didik dalam proses pembelajaran. Jika terdapat suatu hal yang tidak dimengerti oleh peserta didik maka guru menggunakan media pembelajaran untuk menerangkan hal tersebut, atau langsung mendemonstrasikannya.

B. Ciri-ciri  Metode Mubasyarah

Adapun diantara ciri-ciri  metode mubasyarah adalah:

  1. Tujuan dari metode ini adalah untuk menumbuhkan pola pikir siswa dengan bahasa Arab bukan dengan bahasa ibu. 
  2. Sudah sepantasnya dan merupakan suatu keharusan suatu pembelajaran bahasa arab tidak menggunakan bahasa selain bahasa Arab
  3. Sejak awal pembelajaran siswa dikondisikan untuk  mendengar kalimat-kalimat sempurna dan mempunyai makna yang jelas agar mereka mudah dan mampu memahaminya.
  4. Nahwu diajarkan di sela-sela penggunaan ungkapan-ungkapan bahasa dan kalimat-kalimat yang muncul dalam percakapan, karena ia digunakan sebagai alat pengatur ungkapan.
  5.  Siswa terlebih dahulu diperkenalkan suara dan kosa-kata  sebelum diberikan teks Arab dan mereka juga tidak menulisnya sebelum mereka benar-benar mampu membaca dan memahaminya dengan baik.
  6.  Metode ini tidak membenarkan menerjemahkan bahasa Arab dengan bahasa apapun.
  7.  Adapun penjelasan kata-kata sulit dapat menggunakan model seperti syarhu al-makna, muradif (sinonim) atau memakai mudhadat (antonym) atau dengan bentuk lain. 
  8. Guru lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bertanya jawab dengan siswa.
  9.  Sebagian waktu pembelajaran digunakan untuk latihan bahasa seperti imla’, mengulang cerita atau mengarang bebas.
  10. Pada metode ini sangat memperhatikan perkembangan kemampuan siswa untuk berbicara daripada aspek lain. 

C. Kelebihan dan Kekurangan Metode Mubasyarah

Berdasarkan paparan di atas dapat kita simpulkan bahwa metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, di antara kelebihannya adalah:

  1. Mempersiapkan pengetahuan bahasa yang bermanfaat bagi ujaran dalam konteks.
  2. Layak dan sesuai bagi semua tingkat linguistik siswa. 
  3. Beberapa penampilan dan pajangan bagi tuntunan spontan.

Sedangkan kekurangannya adalah:

  1. Hanya dapat diterapkan pada kelompok yang kecil.
  2. Jarang memberikan kegiatan yang menarik dan bersifat suasana dan kondisi yang sebenarnya di dalam kelas. 
  3. Sangat membutuhkan guru yang terampil dan fasih. 

D. Langkah-Langkah Metode mubasyarah

Adapun contoh langkah-langkah yang terdapat dalam metode mubasyarahterhadap pembelajaran bahasa Arab  adalah sebagai berikut:

  1. Guru membuka pelajaran dengan berbahasa Arab dan siswa juga merespon semua aktifitas guru dengan bahasa Arab.
  2. Pelajaran berkembang di seputar sebuah gambar yang menjadi media untuk mengajarakan mufradat (kosakata). Berbagai tindakan dan objek didiskusikan sesuai dengan kegiatan yang terpampang dalam gambar. Guru mendemostrasikan konsep yang belum jelas (abstrak) dengan cara mengulang-ngulang sampai seluruh siswa memahaminya. Kemudian siswa mengulangi kata-kata dan ungkapan-ungkapan baru serta mencoba membuat kalimat sendiri sebagai jawaban atas pertanyaan guru.
  3. Setelah siswa mempelajari dan memahami mufradat, guru menyuruh mereka untuk membaca teks yang berkenaan dengan tema yang sama dengan suara keras. Guru terlebih dahulu memberikan conroh dan siswa menirunya, yang sangat harus diperhatikan adalah  pelajaran tidak diterjemahkan ke dalam bahasa siswa tapi guru menguji pemahaman mereka dengan mengajukan pertanyaan dalam bahasa Arab dan siswa juga menjawabnya dengan bahasa Arab pula. Apabila terdapat kesulitan maka guru mengulang penjelasan dengan singkat dengan bahasa arab dan siswa mencatatnya.
  4. Pelajaran dapat diakhiri dengan bernyanyi ataupun memainkan sebuah permainan menarik yang menguji pemahaman mereka terhadap materi yang telah diajarkan. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Metode Mubasyarah untuk Pembelajaran Mufradat"

Post a Comment