TARBIYAH ONLINE

Terbaru

Friday, October 18, 2019

Kenal Ulama: Biografi Imam Al Humaidi (Guru Para Ahli Hadits)

October 18, 2019 0
Biografi Imam Al Humaidi Guru Para Ahli Hadits

Tarbiyah.online - Tokoh, Nama lengkapnya adalah al-Hafidz Abdullah bin az-Zubair bin Isa bin Ubaidillah bin Usamah bin Abdullah bin Humaid bin Zuhair bin al-Harits bin Asad bin Abdul Izzi. Ada yang mengatakan Ibnu Isa bin Abdullah bin az-Zubair bin Ubaidillah bin Humaid al-Qurasyi al-Asadi al-Humaidi al-Makki. Ada juga yang mengatakan bahwa kakeknya adalah Isa bin Abdullah bin az-Zubair bin al-Humaid al-Imam al-Hafidz al-Faqih Syaikh al-Haram Abu Bakr al-Qurasyi al-Asadi al-Humaidi al-Makki.

Al-Qurasyi nisbah kepada suku Quraisy. Al-Asadi nisbah kepada Bani Asad yang merupakan nama dari beberapa kabilah Asad bin Abdul Izzi bin Qushay bin Quraisy. Al-Humaidi adalah nisbah kepada Humaid, yaitu kabilah dari suku Asad bin Abdul Izzi bin Qushay. Al-Makki adalah penisbatan kepada kota Mekkah, karena Imam al-Humaidi tinggal, belajar, memberi fatwa di Mekkah dan merupakan akhir dari perjalanannya hingga beliau wafat.

Imam al-Humaidi diperkirakan lahir di akhir tahun 170 H. Karena guru beliau yang tertua adalah Muslim bin Khalid az-Zanji wafat tahun 180 H (lihat, Tahdziibut-Tahdziib [X/129]).

Imam al-Humaidi tumbuh di masa munculnya banyak ulama yang terkenal di bidang ilmu hadits, yaitu pada abad kedua hijriyah. Diantara ulama yang terkenal di masa itu adalah Abdullah bin al-Mubaarak (w. 181 H), Waki’ bin al-Jarrah (w. 197 H), Sufyan bin Uyainah, Abdurrahman bin Mahdi dan Yahya bin al-Qaththan (w. 198 H) (lihat, Muqaddimah Ibni Khaldun [279]).

Imam al-Humaidi banyak mengambil faedah dari aktifitas ilmiah yang beliau lakukan pada saat itu. Beliau mulai mengembara ke tempat para ulama lain untuk menuntut ilmu, antara lain ke Baghdad dan Mesir yang saat itu kedua negeri ini terdapat markas-markas penting yang merupakan markas ilmu dan pengetahuan. Ibnu Hidayah menyebutkan Imam al-Humaidi mengembara bersama Imam asy-Syafi’i dari Mekkah ke Baghdad dan Mesir. Kemudian belajar kepada Imam asy-Syafi’i hingga Imam asy-Syafi’i wafat (204 H). Lantas kembali ke Mekkah dan menjadi mufti di sana hingga wafat (lihat, Thabaqaatusy-Syaafi’iyyah karya Ibnu Hidayah [15]).

Imam al-Humaidi banyak menimba ilmu dari para ulama muhaddits senior pada jamannya. Kepada Sufyan bin  Uyainah (w. 198 H) selama kurang lebih 17 tahun dan mampu menghafal hadits darinya sebanyak 10.000 hadits beserta riwayat dan sanadnya. Ini merupakan metode yang dipakai di kalangan ulama generasi pertama dan yang terbaik dan paling shahih dalam menuntut ilmu dan pengetahuan.

Guru-guru Imam al-Humaidi yang lain yaitu Abu Ishaq Ibrahim bin Sa’ad bin Ibrahim al-Qurasyi al-‘Aufi (w. 183 H), Abu Dhamrah Anas bin Iyadh al-Laitsi al-Madani (w. 200 H), Abu Abdillah Bisyr bin Bakr al-Bajali ad-Dimasyqi at-Tunisi (w. 205 H), Abu Usamah Hammad bin Usamah bin Zaid Al-Kufi (w. 201 H), Abdurrahman bin Sa’ad al-Muadzdzin, Abu Tamam Abdul Aziz bin Abi Hazim al-Madani (w. 184 H), Abu Abdus Shammad Abdul Aziz bin Abdus Shammad al-‘Ama (w. 187 H), Abu Muhammad Abdul Aziz bin Muhammad ad-Darawardi (w. 187 H), Abdullah bin al-Harits al-Jumahi, Abdullah bin al-Harits al-Makhzumi, Abu Imran Abdullah bin Raja’ al-Makki al-Bashri (w. 218 H), Abdullah bin Sa’id al-Umawi, Abdullah bin Yarfa’ al-Madani, Ali bin Abdul Hamid bin Ziyad, Umar bin Ubaid Al-Khazzaz, Faraj bin Sa’id al-Ma’ribi, Abu Ali Fudhail bin Iyadh at-Tamimi (w. 187 H), Abu Raja’ Qutaibah bin Sa’id al-Balkhi (w. 240 H), Abu Abdillah Muhammad bin Ubaid ath-Thanafisi (w. 204 H), Abu Abdillah Marwan bin Mu’awiyah al-Fazzari al-Kufi (w. 193 H), Abu Khalid Muslim bin Khalid az-Zanji (w. 179 H), Abu Sufyan Waki’ bin al-Jarrah ar-Ra’asi (w. 197 H), Abul Abbas al-Walid bin Muslim ad-Dimasyqi (w. 194 H) dan Abu Yusuf Ya’la bin Ubaid ath-Thanafisi (w. 209 H) (Lihat Tahdziibul-Kamaal [XIV/514], Siyaru A’laamin-Nubalaa’ [X/616], Tahdziibut-Tahdziib [V/215], Thabaqaatusy-Syaafi’iyyah karya As-Subkiy [II/140], dan buku-buku biografi lain yang telah disebutkan sebelumnya.).

Imam al-Humaidi banyak mendapat pujian dari para ulama karena beliau adalah salah seorang Huffadz dan Muhaddits yang terkenal jujur, zuhud, faqih, tsiqah, kuat hafalannya serta shalih. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahawaih menyatakan bahwa al-Humaidi adalah seorang Imam (dalam bidang hadits) (Tahdziibul-Kamaal [XIV/513] dan Al-‘Ibaar [I/297]), selain Imam asy-Syafi’i dan Imam Abu Ubaid. Al-‘Abbadi mengatakan Imam al-Humaidi adalah Syaikhul Haram pada jamannya, pembela Ahlus Sunnah, dan tempat rujukan untuk memecahkan semua kesulitan. Posisinya di kalangan penduduk tanah Haram seperti posisi Imam Ahmad bin Hanbal di kalangan penduduk Iraq.

Para ulama hadits terkemuka banyak mengambil ilmu dari Imam al-Humaidi. Dan yang paling terkenal diantara mereka adalah Imam al-Bukhari (w. 256 H). Al-Bukhari mencantumkan dalam kitab Shahih-nya sebanyak 75 hadits dari beliau. Imam Muslim meriwayatkan satu hadits dari beliau yang beliau cantumkan dalam muqaddimah kitab Shahih-nya. Termasuk ulama hadits yang mengambil hadits dari beliau adalah Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan lain-lain lewat perantaraan seorang perawi dari beliau (Lihat Syadzdzaratudz-Dzahab [II/46]).

Diantara kitab karya Imam al-Humaidi adalah Kitab al-Musnad, dicetak dengan tahqiq Habiburrahman al-A’dzami, banyak tersebar di majelis ilmu di India. Hadits-hadits dan atsar yang tercantum dalam kitab ini berjumlah 1.390 hadits. Kemudian Kitab ad-Dalail, Kitab at-Tafsir, Kitab ar-Radd ‘ala an-Nu’man dan Ushul as-Sunnah.

Imam al-Humaidi wafat pada pagi hari Senin bulan Rabi’ul Awwal tahun 219 H di Mekkah (At-Taariikh Ash-Shaghiir karya Al-Bukhariy [II/339]).

Dituliskan Oleh Muhammad Mufir Muwaffaq dan telah tanyang di Pecihitam.org
Read More

Sunday, September 8, 2019

Ternyata Ada Bahaya Besar Dibalik Kalimat "Jangan Merasa Sok Suci"

September 08, 2019 0

Tarbiyah.onlineSering mendapati kalimat "Jangan Merasa Paling Suci, Kita Cuma Berbeda Jalan Dalam Memilih Dosa…?“ atau "Jangan Merasa Sok Suci" ...?

Kalimat dalam status atau komentar para saudara kita begitu mengusik nalar dan menggelitik hati. Sadar atau tidak, opini dan timpalan kalimat seperti ini akan menggiring orang untuk tidak lagi merasa jijik dengan maksiat dan kasihan kepada pelaku maksiat.

Padahal dalam sebuah hadits disebutkan bahwa tanda serendah-rendah iman adalah merasa benci dengan maksiat dan pelakunya. Oleh karenanya, kalimat "JANGAN MERASA PALING SUCI" secara tidak langsung telah menabrak hadits.

Memang benar, ada ayat Al Qur an yang berbunyi:
لا تزكوا انفسكم هو أعلم بمن اتقى
Janganlah kamu menganggap dirimu suci, Dia lebih mengetahui siapa yang paling bertakwa (QS: An Najm: 32)

Sekilas, kalimat "JANGAN MERASA PALING SUCI" dalam status atau komentar saudara kita sesuai dengan bunyi ayat di atas. Namun ketika kembali direnungkan lebih jauh ternyata ada qarinah (indikator) lain yang menegaskan bahwa kalimat di atas justru telah fitalbis (dicampurkan antara haq dan batil) dengan licik.

Ayat diatas bermaksud agar orang muslim itu tidak 'ujub dengan kebaikan yang dilakukannya. Jangan mengatakan bahwa diri kita paling baik. Ayat ini difirmankan oleh ALLAH SWT yang kebenarannya tidak diragukan lagi dan tidak bercampur dengan kedustaan sedikitpun.

Sedangkan kalimat "JANGAN MERASA PALING SUCI" dalam status ini telah dicampur dengan "bangkai" yang berbunyi "KITA HANYA BERBEDA DALAM MEMILIH DOSA". Berarti kalimat "JANGAN MERASA PALING SUCI" ini diucapkan oleh pelaku dosa. Bayangkan bila semua pelaku dosa bebas mengucapkan seperti ini. Efek yang muncul begitu mengerikan. Misalnya:
1. Ada guru menghukum muridnya yang bandel dengan berdiri di depan kelas, lantas muridnya berkata "jangan merasa diri paling suci, kita hanya berbeda dalam memilih dosa".

2. Polisi syari'at (Wilayatul Hisbah/ WH) menegur pelaku perjudian dan wanita berpakaian ketat, lantas penjudi dan wanita itupun berkilah, "jangan merasa paling suci, kita hanya berbeda dalam memilih dosa".

3. Suami menegur istrinya agar jangan suka chatingan negatif sama non mahram, istri pun berujar, "jangan merasa paling suci, kita hanya berbeda dalam memilih dosa".

Bayangkan, betapa bahayanya pemikiran yang telah terjangkiti virus liberal tanpa batas ini. Semoga Allah menjaga kita semua dari virus liberal.

Wallahua'lam bishshawab.

Oleh: Mahfudh Muhammad Ahmad
Read More

Saturday, September 7, 2019

Awas! Aswaja Dan Muhibbin Sufi Palsu: Guruku Lebih Mulia Daripada Sahabat Nabi

September 07, 2019 0

Tarbiyah.online - Sebuah fenomena baru dari sebagian orang yang mengaku ahlussunnah wal jamaah dan pencinta sufiyyin menganggap bahwa ajaran aswaja dalam menghormati dan mencintai sahabat nabi radhiyallahu 'anhum ajma'in hanya doktrin turunan belaka, bukan karena mereka pantas dihormati, melainkan gak enak sama guru mereka.

Sebenarnya dalam hati mereka ingin memaki Saiyidina Muawiyah radhiyallahu 'anh yang sepengatahuan mereka beliau itu seorang penjahat. Atau ingin menggunjingi Saiyidina Usman radhiyallahu 'anh dengan berbagai macam alasan, misal. Dan lagi, satu-satunya yang membuat mereka ngerem untuk melakukan itu adalah kembali karena gak enak sama doktrin guru.

Dimata mereka, Waliyullah selain daripada Sahabat Nabi itu jauh lebih mulia dibanding Sahabat Nabi, hanya saja mereka tidak berani mengungkapkan.

Hal ini tampak ketika mereka aka sangat marah jika guru mereka dikatakan salah, tapi untuk menyalahkan mawqif sahabat itu sangat mudah, tak jarang mereka menganggap maqam guru mereka lebih tinggi daripada sahabat alhabib radhiyallahu 'anhum ajma'in.

Mereka seolah lupa jika dalam dunia kesufian atau muhibbin ada sebuah kaidah masyhur "nihayatul awliya bidayatul wahsyy", akhir dari maqam auliya awal dari makam Wahsyi (yang hanya bisa memandangi sayidina rasulullah saq dari jauh). Tentu saja para awliya tidak membuat kaidah ini karena doktrin. Tapi kaidah itu setelah meraka mempelajari sirah sahabat dengan detail ditambah lagi kasyaf mereka dari karamah mereka.

Mereka menghormati Saiyidina Muawiyah atau Saiyidina Amru bin 'Ash serta sahabat lainnya bukan karena doktrin, tapi karena muhibbin dan sufi yang merupakan arbab ASWAJA itu, sangat mengenal para sahabat, merekalah manusia yang paling sering membaca manaqib para sahabat nabi, tak ada yang mengenal sahabat nabi melebihi mereka.

Sehingga mereka sadar maqam dari didikan Saiyidina Rasulullah SAW, setelah mempelajari sejarah para sahabat dengan benar dan teliti, mereka sampai pada kesimpulan bahwa debu disepatu sahabat nabi yang semuanya pernah meneguk nikmatnya Nur Muhammadiyah itu jauh lebih mulia daripada mereka semua.

Dan kini datang sekolompok manusia yang mengaku sufiyin, muhubbin, sunniyin, saat berbicara tentang para Sahabat Nabi, seperti berbicara tentang pak RT dikampung mereka, bahkan kadang terhadap pak RT pun lebih sopan, yang menghalangi diri mereka berkata lebih dari itu hanya karena gak enak sama guru, tidak lebih. Sesungguhnya mereka benar-benar tidak mengenal sufiyin, sunniyin dan muhibbin kecuali hanya nama saja.

Hal yang paling gila yang bisa mereka lakukan adalah menuduh kalau perintah tawaquf (diam dulu) saat ada musykil (masalah) dalam sejarah sahabat adalah doktrin!

Tidak kawan! Itu bukan doktrin!

Level terendah dalam buku tarikh yang diajarkan memerintahkan tawaquf dan berhusnuzhan karena memang tahap pertama mengenal mereka itu singkat. Tapi ada tahap selanjutnya, dimana semuanya dibahas dengan rinci dan agak panjang.

Dan tak jarang ada yang sotoy ilmiyah, kalau mereka merasa lebih banyak tahu daripada guru mereka, menganggap bahwa guru mereka tidak tahu masalah musykil ini (tentu didepan guru mereka gak berani ngomong hal ini).

Tidak kawan!! Guru kalian yang punya sanad keilmuan tarikh sahabat itu, pasti tahu masalah musykil itu, dan bahkan lebih dari itu, mereka bahkan tahu dengan detail masalah ini, dan jika kalian bertanya pasti mereka tahu jawaban musykil itu, maka dari itu sampai sekarang makin hari mereka semakin yakin secara ilmiyah dan zauqiyah bahwa menghormati sahabat itu kewajiban.

Saat mereka tidak menjelaskan secara detail pada kalian tentang masalah musykil dalam tarikh sahabat, itu karena waktu itu pembahasan tinggi belum level kalian, tapi tentu seorang guru bersanad telah memberi nasehat pada kalian dalam menghadapi masalah ini. Jika kalian mau naik level saat belajar tarikh sahabat maka datanglah ke guru yang bersanad, jika kalian tidak mau naik level maka cukupkan tawaquf (diam) dan husnuzhan.

Tapi sayangnya kalian melanggar semuanya. Ke guru bersanad kalian tidak datangi, tawaquf juga tidak. Kalian malah ngoceh dan su'uzan. Benar-benar tidak beradab.

Akhirnya malah jauh sekali lari dari manhaj guru mereka yang sufi, muhibbin dan aswaja, dan anehnya mereka masih merasa bahwa mereka mewakili guru mereka.

Tentu benar sebuah kaedah dalam ilmu tasawuf, siapa yang belajar tanpa guru maka setanlah yang akan jadi gurunya. Jika gurunya setan? Lanjut sendiri...!

Sebaliknya jika kamu punya guru, dan gurumu bersanad dan kamu ikuti nasehatnya In syaa Allah kita bisa selalu dalam manhaj yang diajarkan Saiyidina Nabi SAW.

Oleh Ustadz Fauzan, Mahasiswa Program Magister di Suriah
Read More

Friday, August 30, 2019

Doa Awal Tahun, Harapan dan Optimisme di Masa Mendatang

August 30, 2019 0

Tarbiyah.online – Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memulai sesuatu dengan ibtida (permulaan) yang baik dan salah satunya dengan doa. Begitu juga di awal tahun para ulama mengajari kita lewat tulisannya untuk mengamalkan doa dan wirid,. Tujuan ini agar mendapat keberkahan awal tahun kita dan doa itupun sangat banyak. Salah satu diantara doa awal tahun adalah:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
الحمد لله رب العالمينِ
وَصَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلََم

اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ القَدِيْمُ اْلأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ اْلُمعَوَّلِ.
وَ هَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلْ أَسْأَلُكَ اْلعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ أَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ وَ اْلعَوْنَ عَلَى هَذَا النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَ اْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَا اْلجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ


Bismillaahirramaanirrahiim
Alhamillahi Rabbil Alamin
Washallallaahu ‘Alaa Sayyidinaa Wa Maulaanaa Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihii Wa Shahbihii Wasallam
Allaahumma Antal Abadiyyu Alqadiimu Al Awwalu Wa ‘Alaa Fadhlikal ’Azhiimi Wa Juudikal Mu’awwali Wa Haadzaa ‘Aamun Jadiidun Qad Aqbala, Nas`Alukal ’Ishmata Fiihi Minasy Syaithaani Wa Auliyaa-Ihii Wa Junuudihii
Wal ‘Auna ‘Alaa Haadzannafsil Ammaarati Bissuu`I Wal Isytighaala Bimaa Yuqarribunii Ilaika Zulfaa Yaa Dzal Jalaali Wal Ikraami Yaa Arhamar Raahimiin
Washallallaahu ‘Alaa Sayyidinaa Wa Maulaanaa Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihii Wa Ashhaabihii Wasallam

Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji kepada Allah Pemilik Sekalian Alam Semoga rahmat Allah tercurah kepada junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad SAW keluarga-Nya, dan para sahabat beliau.

‘Wahai Allah, Kamulah Zat yang abadi, yang terdahulu,yang permulaan. Atas AnugerahMu yang besar dan kemurahanMu yang dijadikan pegangan, inilah tahun baru telah datang. Kami mohon kepadaMu pemeliharaan selama tahun ini dari setan, para sahabat, dan pasukannya. Dan bantuan Engkau untuk melawan nafsuku ini yang selalu mengajak kepada kejahatan, serta sibukkanlah (saya) dalam melakukan amal yang dapat mendekatkan diri saya kepada Engkau sedekat-dekatnya, Wahai Zat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan’.

Shalawat dan salam, tetapkanlah pada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabat beliau.”

Kelebihan dan Dahsyatnya Doa Awal Tahun

Doa ini di baca tiga kali setelah Shalat Magrib pada awal malam satu Muharrram dan kelebihan dan hikmah doa ini di mana seseorang yang membaca doa tersebut para syaitan telah mengakui bahwa orang yang itu telah aman dari godaan syaitan pada tahun tersebut (tahun baru) hal ini disebabkan Allah telah mengutus dua orang Malaikat untuk memelihara dari fitnah dan godaan Syaitan

Referensi :
1. Kitab Kanzunnajaah Wassuruur hal. 68, karya Syeikh ‘Abdul Hamid ibn Muhammad ‘Ali Quds:
2. Kitab Majmu’ Lathif hal. 55-58
3. Kitab Tarekat , Syekh Hasanoel Bashri, hal. 17
4. Kitab Jam’ul Fawaid Wa Jauhar Qalaid,  Syekh Daud Fatani, hal 129
Read More

Doa Akhir Tahun, Evaluasi Kehidupan, Menggapai Keberkahan

August 30, 2019 0

Tarbiyah.online – Dalam kelender Islam, bulan Zulhijjah merupakan bulan penutup  tahun dan Muharram sebagai awal tahun baru Islam yang dikenal dengan tahun hijriah. Dalam proses pergantian akhir dan awal tahun merupakan sebuah peristiwa”revolusi”. Tentu saja para ulama terdahulu dalam menyikapi fenomena ini baik dalam mengkhatam dan ibtida’ (memulai)nya pergantian tersebut tentu saja tidak luput dari sebuah pengharap dan limpahan rahmat dan kebaikan kepada Allah Swt dengan untaian doa dan amaliah dengan satu harapan semoga akhir diri dan awal tahun itu di berkahi dan di ridhai segala apa yang telah dikerjakan dan kedepan lebih baik dari sebelumnya.

Syekh Daud Al-Patani dalam kitab Jam’ul Fawaid Wa jauhar Qalaid menyebutkan bahwa para ulama terdahulu Syekh Jamaluddin Sabti Ibnu Al-Jauzi para guru beliau telah mengajari dan mewasiatkan untuk tidak melupakan membaca doa akhir tahun (29 atau 30 Zulhijjah) dan awal tahun (malam pertama Muharram).


Doa akhir tahun di baca pada akhir waktu asar tanggal 29 atau 30 Zulhijjah sebanyak tiga kali. Doa tersebut yaitu:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

الحمد لله رب العالمينِ

وَصَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وِلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْ رَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ اِلَى التَّوْ بَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْءأَ تِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَاِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ

وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْئَلُكَ اَللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَتَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَاكَرِيْمُ

وَصَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ


Bismillaahirramaanirrahiim
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin

Washallallaahu ‘Alaa Sayyidinaa Wa Maulaanaa Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihii Wa Shahbihii Wasallam

Allaahumma Maa ‘Amiltu Fii Haadzihis Sanati Mimmaa Nahaitanii ‘Anhu Falam Atub Minhu Walam Tardhahu Walam Tansahu Wa Halumta ‘Alayya Ba’da Qudratika ‘Alaa ‘UquubatiiWada’autanii Ilat Taubati Mnhu Ba’da Jur-Atii ‘Alaa Ma’shiyatika Fa Innii Astaghfiruka Faghfir Lii Wa Maa ‘Amiltu Fiihaa Mimmaa Tardhaahu Wa Wa’adtanii ‘Alaihits Tsawaaba Fa AsAlukallaahumma Yaa Karimu Yaa Dzal Jalaali Wal Ikraam An Tataqabbalahuu Minnii Wa Laa Taqtha’ Rajaa-Ii Minka Yaa Kariim.

Washallallaahu ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihii Wa Shahbihii Wasallam

Artinya

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang.
Segala puji kepada Allah Pemilik Sekalian Alam.
Segala rahmat Allah tersampaikan kepada penghulu kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad SAW dan keluarga-Nya, dan segala sahabat beliau.

Ya Rabbi, segala perbuatan yang saya kerjakan pada tahun ini (yang telah lalu), dari segala hal yang Kamu larang kepada saya, lalu saya tidak bertaubat, sedangkan Kamu tidak merestui (meridhai)-Nya dan Kamu tidak mengalpakan-Nya dan menyantuni atas saya sesudah kewilayahan engkau atas segala siksaan kepada saya.

Kamu  menyeru saya bertaubat darinya setelah saya kerjakan durhaka kepada Engkau. Perkenankanlah Kamu memaafkan saya  dan segala apa yang saya kerjakan di dalamnya dari perkara yang Kamu ridhai dan Kamu telah menjanjikan pahala kepada saya, maka saya memohon kepada Engkau ya Allah zat yang agung, wahai zat yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, hendaklah Kamu maqbul (terima) dari saya, janganlah Kamu memutuskan asa (harapan) saya dari rahmat Engkau wahhai Zat Yang Mulia.

Segala Selawat dan sejahtera, tetapkanlah pada penghulu kami Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabat beliau sekalian"

Kelebihan dan Hikmah Doa Akhir Tahun

Seseorang yang telah membaca doa diatas pada waktu tersebut (akhir) asar bulan Zulhijjah niscaya menyebut oleh syaitan bahwa kesusahanlah terhadapnya dan sia-sialah segala pekerjaan syaitan dalam menggoda anak Adam pada tahun ini maka di binasakan mereka dengan satu waktu juga efek dari membaca doa akhir tahun diatas.

Sumber Referensi :
Kitab Kanzunnajaah Wassuruur halaman 298, karya Syeikh ‘Abdul Hamid ibn Muhammad ‘Ali Quds
Kitab Jam’ul Fawaid Wa Jauhar Qalaid,  Syekh Daud Fatani, hal 129
Read More

Tuesday, August 27, 2019

Almarhum atau Rahimahullah? Jangan Salah, Ini Penjelasan Yang Benar!

August 27, 2019 0

Tarbiyah.onlineSering mendapat peerbandingan gambar dengan keterangan singkat berisikan satu dua ayat atau hadits untuk melegitimasi ?

Beberapa meme berbentuk tulisan seperti contoh diatas sering kita dapati. Sebelumnya InsyaAllah vs Insha Aah pernah viral (di blog ini, tulisan tersebut drafting, belum dipublis kembali).

Nah, untuk kalimat RAHIMAHULLAH sama statusnya dgn AL-MARHUM, artinya bisa diartikan sebagai doa (الإنشاء) dan bisa juga diartikan sebagai pernyataan (الخبر)

Kalau alasannya tidak boleh diucapkannya kalimat AL-MARHUM adalah krn kalimat tsb bentuk pernyataan bahwa org tsb telah dirahmati Allah swt, maka apa bedanya dengan kalimat RAHIMAHULLAH, toh secara bentuk, kalimat tsb adalah khabariyah (pernyataan). 

Kalau alasannya boleh mengucapkan kalimat RAHIMAHULLAH adalah krn kalimat tsb bentuk doa, artinya berdoa supaya Allah swt merahmatinya, maka apa bedanya dgn kalimat AL-MARHUM, toh kalimat tsb bisa juga dimaksudkan sbg doa. Dalam istilah ilmu Ma'ani disebut dengan istilah Khabriyah lafzhan Insyaiyah ma'nan (خبرية لفظا انشائية معنى).

Jadi, kesimpulannya, boleh dan sunnah hukumnya mengucapkan lafazh Al-Marhum, jika dimaksudkan sebagai doa. 

Bagaimana kalau dimaksudkan kalimat tsb sebagai pernyataan? 

Hukumnya juga boleh dan bahkan sunnah. Knp demikian? Krn pernyataan tsb, maksudnya adalah memuji mayyit bahwa ia termasuk org yg telah mendapatkan Rahmat Allah swt. Atau bisa juga dimaksudkan sebagai kesaksian terhadap si mayyit bahwa dia termasuk org yg telah mendapatkan Rahmat Allah swt. Kedua-duanya (sanjungan dan kesaksian) bisa bermanfaat terhadap si mayit, sebagaimana yg dijelaskan Imam Al-'Aini Al-Hanafi dalam kitab Umdatul-Qari, halaman 197, juz 8.

Pertanyaannya: Bagaimana "kesaksian atau sanjungan baik" terhadap mayit yang tidak sesuai realitanya, artinya mayit tsb org jahat? 

Syaikh Zainuddin berkata: KESAKSIAN BAIK MEMBERI DAMPAK POSITIF TERHADAP MAYIT, WALAUPUN ITU TIDAK SESUAI DENGAN REALITANYA. 

Umdatul-Qari, halaman 197, juz 8.

فإن قلت: هل ينفع الثناء على الميت بالخير وإن خالف الواقع أم لا بد أن يكون الثناء عليه مطابقا للواقع؟ قلت: قال شيخنا زين الدين، رحمه الله: فيه قولان للعلماء أصحهما أن ذلك ينفعه، وأن لم يطابق الواقع لأنه لو كان لا ينفعه إلا بالموافقة لم يكن للثناء فائدة

Ada banyak hadis yg dinukilkan dalam kitab tsb, saya menukil salah satunya saja. Selebihnya silahkan lihat dan murajaah kitab tsb. 

Anas bin Malik berkata: para sahabat pernah melewati jenazah. lalu mereka menyanjungnya dan menyebut kebaikannya. Maka Nabi saw bersabda: "Pasti baginya." 

Kemudian mereka melewati jenazah yang lain. lalu mereka mencelanya dan menyebut keburukannya. Maka Beliau pun bersabda: "Pasti baginya." 

Kemudian Umar bin Khatab bertanya: "Ya Rasulullah, Apa yang pasti baginya?

Beliau menjawab: "Jenazah pertama kalian sanjung dengan kebaikan, maka pasti baginya masuk surga. Sedangkan jenazah kedua kalian menyebutnya dengan keburukan. Maka pasti baginya masuk neraka. Karena kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi." (HR. Bukhari. 1278)

Kesimpulannya, mengucapkan Al-Marhum adalah sunnah. 

Note: Lajnah Daimah, sumber yg disebutkan dlm gambar tsb, adalah website wahabi. Hati-hati!!

Oleh Teungku Muhammad Hafidh Al Bakri, dewan guru di Dayah Darul Ma'arif (Mamplam Golek) Lam Ateuk, Aceh Besar.
Read More

Sunday, August 25, 2019

Masyarakat Muslim Adalah Panglima Sekaligus Pelopor Perdamaian

August 25, 2019 0

Tarbiyah.online – Kondisi terakhir pemikiran dan pendapat dunia tentang Islam dan kaum muslim adalah sebuah paham kekerasan dan kaum teroris. Adapun "mujamalah" mereka dengan mengatakan umat muslim adalah saudara kami hanyalah omong kosong belaka.

Negara minoritas muslim manapun di muka bumi sekarang ini sudah menganggap Islam adalah sebagai sebuah paham yang menjadi ancaman dimana pun berada. Umat muslim sudah dipahami sebagai biang kerusuhan dan terorisme dimana pun mereka tinggal. Hampir tidak ada lagi hal baik dari Islam yang muncul di dalam benak mereka, bahkan muslim arab yang kaya sudah dianggap sebagai manusia haus nafsu seksual yang sudah biasa membeli perempuan kulit putih di eropa timur.

Ya memang begitu lah anggapan mereka saat ini.

Lalu anda berseru,"Itu semua adalah strategi yahudi dan nasrani untuk menghancurkan nama baik Islam, padahal Islam tidak demikian.".

Benar, Islam memang tidak demikian, namun fakta dan kenyataannya saat ini menunjukkan demikian. Selayak perkataan Muhammad Abduh "Al-Islamu mahjubun bil muslimin" yakni Keagungan Islam tertutupi oleh orang-orang muslim adalah benar adanya.

Sahabat ku, kita paham, kita mengerti bahwa Islam tidak mengajarkan terorisme, pengerusakan dan hal-hal buruk lainnya. Tetapi sadarilah bahwa mereka (orang Eropa) tidak mengerti yang demikian karena mereka tidak mempelajari Islam. Seandainya mereka mempelajari keindahan Islam tentu mereka tidak beranggapan bahwa Islam adalah paham terorisme. Dan sadarilah saudaraku, bahwa ketika mereka tidak mengetahui isi ajaran Islam, mereka akan menilai Islam dari umat muslim. Tentu saja anggapan mereka tentang Islam begitu buruk karena buruknya kelakuan kaum muslim.

Mari menjadi muslim sejati dengan mengamalkan hadits baginda Saw yang diriwaytkan oleh Bukhari dan Muslim yang amat sarat akan makna berikut :

عن عبد الله بن عمرو ـ رضي الله عنهما ـ عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده، والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه.

Dari Abdullah bin Amru r.a dari Rasulullah Saw bersbda: "Muslim adalah yang selamat umat muslim lainnya dari lisan dan tangannya, dan  Muhajir (orang yang hijrah) adalah yang berhijrah dari apa yang dilarang Allah terhadapnya" (Muttafaqun alaih)


Menjadi muslim sejati adalah dengan bersikap baik agar umat muslim lain tidak tersakiti olehnya secara langsung. Dan lebih dari itu, jagalah sikap kita sebagai muslim agar umat muslim lainnya tidak disakiti oleh umat lain akibat perbuatan kita yang mengganggu dan merusak kedamaian umat lainnya.

Sadar atau tidak, perilaku sebagian umat Islam yang merusak, membunuh, membom dan menghancurkan kedamaian umat lain akan menciptakan aksi balasan. Hal ini adalah sebuah sunnatullah, dimana setiap ada aksi akan terjadi reaksi. Perilaku buruk yang terjadi kepada muslim minoritas di dunia bisa jadi merupakan tindakan balasan terhadap perilaku buruk yang diterima umat lain yang minoritas di negara muslim. Kecurigaan terorisme yang dialami oleh umat muslim minoritas di eropa, amerika dan australia adalah akibat tindakan ekstrimis muslim yang membunuh semena-mena, membom dan meledakkan diri sesukanya, menghancurkan dan mengancam keamanan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Saudaraku, pahamilah bahwa Islam mengajarkan kedamaian. Maka jadilah panglima kedamaian di muka bumi untuk menjaga keselamatan umat Islam lainnya di negara yang minoritas muslimnya. Karena setiap tindakan akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya.

Mari menjdi muslim sejati dengan menyelamatkan muslim lainnya dari tindakan kita secara langsung atau aksi balas terhadap tindakan kita secara tidak langsung.

Oleh Ustad Suryandi Temala (Ustad Fesbuker)
Read More

Wednesday, August 21, 2019

Amalkan 6 Ayat Ayat Al Quran Ini, Ampuh Hancurkan Sihir

August 21, 2019 0

Tarbiyah.online – Membentengi diri dan keluarga dari bahaya sihir harus tetap dilakukan, karena meski zaman sudah modern begini namun masih ada saja orang yang menggunakan sihir demi mendapatkan apa yang diinginkan, seperti misalnya : santet, pelet, teluh, dan lainnya. Untuk menangkal bahaya sihir, kita tidak perlu pergi ke orang pintar atau paranormal, karena banyak Ayat-ayat Al Quran yang bisa dijadikan sebagai benteng untuk menangkal dan melenyapkan pengaruh sihir.  

Kita tinggal membacanya secara rutin setiap hari dan melakukan ruqyah mandiri terhadap diri, keluarga, rumah, kantor atau apapun yang mungkin bisa terkena kejahatan sihir.  Ingin tahu, apa sajakah ayat-ayat yang bisa menjadi penghancur sihir? Agar lebih jelasnya, simak informasinya berikut ini :

1. Surat Al Fatihah
Surat pertama yang wajib dibaca setiap hari adalah Al Fatihah. Jadi sebelum membaca surat-surat Al Quran lainnya untuk membentengi diri dari gangguan jin dan juga kejahatan sihir lainnya, Anda diwajibkan mengawalinya dengan membaca surat al fatihah.

2. Surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlas, dan Ayat Kursiy
Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan keempat ayat Al Quran ini, bukan? Keempat surat Al Quran ini sangat dianjurkan untuk dibaca setelah shalat, dzikir pagi dan sore hari serta pada waktu-waktu tertentu karena memiliki keutamaan yang luar biasa, salah satunya menangkal sihir.

3. Surat Al Baqarah ayat 102
Selain ketiga ayat yang disebutkan diatas, ternyata surat al baqarah ayat 102 juga sangat disarankan untuk dibaca sebagai benteng atau perisai terhadap kejahatan sihir.

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”.
Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”

4. Surat Al A’raaf ayat 117-122
Ayat Al quran lainnya yang membantu lenyapkan pengaruh sihir, adalah Surat Al A’raf ayat 117 – 122.

“Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, “(yaitu) Tuhan Musa dan Harun”.”

5. Surat Yunus 81-82
Ayat lainnya adalah Surat Yunus ayat 81-82.

“Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).Nabi”

6. Surat Thaha ayat 69
“Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang.”

Dengan membaca ayat-ayat Al Quran diatas, maka Anda akan terlindung dari kejahatan sihir. Bagi Anda yang sudah terkena gangguan Jin, mereka akan mengalami tanda-tanda khusus ketika dibacakan ayat ruqyah ini, diantaranya adalah : kesemutan, badan gemetar, sakit kepala yang amat sangat, sesak nafas, muntah-muntah, dan lainnya.

Sumber : KajianLagi
Read More

Sunday, August 18, 2019

Ini Doa Yang Dibaca Saat Pertunangan Atau Proses Khitbah

August 18, 2019 0

Tarbiyah.online Pernikahan merupakan salah satu anjuran dalam syariat dan tentunya prosesi ini didambakan kebanyakan orang. Pra pernikahan juga dianjurkan khitbah (tunangan).

Khitbah berasal dari bahasa arab yang berarti lamaran, tunangan atau pengikat. Khitbah juga biasa disebut sebagai ikatan tali kasih seorang laki-laki kepada wanita idaman. Ketika seorang wanita sudah dikhitbah, maka haram bagi laki-laki selain calon pengantin tersebut masuk untuk melamarnya

Diantara tata cara dan bacaan melamar :
1. Baca hamdalah
2. Baca shalawat Nabi 
3. Baca Asyhadu an laa ilaaha illa Allahu.. (dan seterusnya)

Apa saja yang disampaikan dalam khutbah ketika prosesi melamar ini, bisa kita simak pada pemaparan Imam Abu Ishak Ibrahim bin Ali bin Yusuf al-Fairuzzabadi al-Syairazi dalam Al- Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam al-Syafi’i (Damaskus: Dar al-Qalam, 1992), juz II, hal. 437:

أَلْحَمْدُ لِلهِ نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لآ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِى تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامِ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Doa bagi laki-laki yang akan melamar : 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينْ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيّدِنَا محمّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِينْ. أَشْهَدُ أنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّه وَحْدَه لاَ شَرِيْكَ لَهْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ جِئْتُكُمْ رَاغِباً فِي فَتَاتِكُمْ (……) أَوْ فِي كَرِيْمَتِكُمْ …… بِنْتِ …….
Alhamdulillahi rabbil alamin. Asshalatu wassalamu ala sayyidina Muhammadin Wa ala alihi washahbihi ajmain. Asyhadu Alla Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu Warasuluh. Aku datang karena cinta kepada pemudi kalian (…nama wanita…) dan wanita mulia kalian (…..nama wanita binti …..)

Sedangkan untuk perempuan atau wali membaca doa berikut ini :

Berikut doa yang biasa dibaca ketika mendapatkan lamaran atau khitbah : 

اللهم كَمَا اَنْعَمْتَ عَلَيْنَا بِقَبُوْلِ خِطْبَتِنَا، وَتَصْدِيْقِ اَقْوَالِنَا، وَتَجْهِيْزِ اَصْهَارِنَا. نَسْئَلُكَ بِجَاهِ نَبِيِّكَ الْوَسِيْمِ، سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّسُوْلِ الْعَمِيْمِ، الْمَعْصُوْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. اَنْ تَقَبَّلَ اَمْلَاكَنَا، وَتُبَلِّغَ مَرَامَنَا، وَتُثَبِّتَ اَقْدَامَنَا، وَتَنْصُرَ عَلَى اَعْدَائِنَا، وَتَسْتُرَ عُيُوْبَنَا، وَتَغْفِرَ ذُنُوْبَنَا، وَتْجَمَعَ اِخْوَاننَا حَيْثُمَا دَعَوْنَا، اِنَّكَ عَلَى مَا تَشَاءُ قَدِيْرٌ، وَبِالْاِجَابَةِ جَدِيْرٌ. اللهُمَّ يَافَاتِحَ الْبَرَكَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ، يَابَدِيْعَ الْاَرْضِ وَالسَّمَاوَاتِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْد لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Artinya :

Ya Allah, seperti halnya nikmat yang Engkau berikan kepada kami dengan menerima khitbah ini serta membenarkan ucapan kesanggupan kami dan mertua yang engkau siapkan untuk kami. Kami memohon dengan keagungan NabiMu yang agung Muhammad SAW. Untuk menerima harta kami, menetapkan langkah usaha kami, dan menghindarkan dari musuh-musuh kami, menutupi aib kekurangan kami, memaafkan dosa-dosa kami, mengumpulkan saudara-saudara kami dimanapun kami seru. Karena engkaulah yang maha menghendaki segalanya. Ya Allah dzat pembuka keberkahan, dzat pemenuh kebutuhan, dzat yang menciptakan langit dan bumi.

Dikutip dari beberapa sumber.
Oleh: Teungku Helmi Abu Bakar el-lamkawi, MA, Dosen di IAIA Al Aziziyah sekaligus Dewan Pengajar di Dayah MUDI Mesra, Samalanga

Read More