TARBIYAH ONLINE

Terbaru

Wednesday, April 3, 2019

Takdir, Pilihan Atau Ketetapan? Memahami dan Menyikapi Rukun Iman Ke- 6

April 03, 2019 0

Tarbiyah.online - Rukun iman ada 6 perkara, mulai dari iman kepada Allah, iman kepada malaikat-malaikat-Nya, iman kepada Kitab-kitabnya, iman kepada Rasul-rasul-Nya, Iman kepada Hari Kiamat, dan terkahir iman kepada Qada' dan Qadar sebagai ketetapan-Nya.

Sering kita jumpai, dalam perkara yang ke-6, iman kepada ketetapan Allah, kita sebagai hamba-Nya salah menyikapi. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat, di masa Khalifah Saiyidina Umar bin Khattab ra. Datang seorang sahabat yang bertanya kepada Khalifah Umar, namun langsung diusirnya dan di cambuk.
Terus adakah bertanya tentang Ketetapa Allah merupakan sebuah kesalahan? Tentu saja tidak, dalam kasus Umar tersebut, belakangan diketahui, yang bertanya hanya ingin mengetes untuk mengolok perihal Qadha' dan Qadar.

Tonton Videonya disini
 
Dalam artikel singkat ini, kita tidak sedang membahas sejarah tersebut, namun kita mencoba memaparkan bagaimana kita menyikapi rukun iman yang k-6 ini secara tepat. InsyaAllah.

Dalam Alquranul Karim, kita sering dapati ayat perihal takdir, "Innallaha yudhillu man yasya', wa yahdi man yasya'." dan "Wallahu fa''alun li maa yurid." Sehingga para ulama mengatakan "Maasya Allahu kana, wa ma lam yasya' lam yakun". Segala sesuatu yang dikehendaki Allah itu terjadi, dan segala sesuatu yang tidak dikehendaki Allah itu tidak terjadi.

Disinilah iman diuji. Allah sebagai Tuhan memiliki kesempurnaan kehendak diatas kehendak segala sesuatu. Tentu saja, ini menjadi konsekuensi ketuhanan yang hakiki. Dimana hanya Allah sajalah yang mengatur segala sesuatu berdasarkan kehendak-Nya. maka jika terjadi sesuatu sebab kehendak seseorang atau sesuatu yang lain, maka itulah yang menjadi bagian dari kehendak Allah yang mutlak tanpa batas.

Sangat berbeda sekali dengan kehendak manusia yang amat terbatas dalam ruang dan aturan tertentu.

Lalu pertanyaan yang paling sering muncul adalah "Apakah Allah berkuasa atas kehendak-Nya memasukkan orang jahat ke surga-Nya dan melempar orang baik kedalam neraka-Nya?"

Jawaban dasarnya, Iya. Allah SWT berkuasa untuk menetapkan takdir yang demikian. Tapi, memasukkan orang baik kedalam surga dan menyiksa orang jahat di dalam neraka adalah janji daripada Allah SWT. Yang demikian adalah kehendak yang telah Allah SWT kabarkan kepada manusia melalui ayat-ayat-Nya yang berbunyi, "Innallaha laa yazhlimunnasa syai an, walakinnasa anfusahum yazhlimun." Allah tidak sedikitpun menzhalimi hamba-hamba-Nya, kecuali manusialah yang menzhalimi dirinya sendiri."

Allah SWT berjanji demikian, maka atas dasar janji itulah kita berpegang, yang baik akan mendapatkan surga, dan yang jahat akan dihukum dengan neraka-Nya. InsyaAllah.

Kita pahami disini bahwa kehendak Allah itu mutlak terjadi, tanpa harus menanyakan kenapa dan bagaimana, sehingga menimbulkan protes terhadap kehendak Allah yang mutlak.

Ustadz Teungku H. Dr. Amri Fatmi, Lc., MA Lulusan Doktoral Azhar Asy-Syarif.
Read More

Sunday, February 24, 2019

RAFA Bersama MMR dan HAQ Adakan Bakti Sosial di Pemukiman Pemulung

February 24, 2019 0

Komunitas Pemuda Pencinta Ilmu Agama dan Dakwah Raisul Fata ata biasa disingkat RAFA mengadakan kegiatan bakti sosial kemarin di taman edukasi anak pemulung Gampong Jawa. (Sabtu, 23/2).

Kegiatan ini diikuti oleh lintas komunitas Dakwah Banda Aceh. Antara lain Komunitas Majelis Mahabbah Rasulullah atau MMR, Komunitas Halaqatul Qulub (HaQ) dan beberapa komunitas lainnya. Kegiatan ini sendiri dimulai ba'da Ashar 16.30 WIB sampai dengan selesai.

Muhammad Jufri selaku ketua sekaligus inisiator Komunitas Raisul Fata mengatakan, "Rangakain kegiatan dimulai dengan nonton bareng film islami bersama anak-anak dan juga relawan. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang diisi oleh ustad Mujtahid Lc. M.Ag yang merupakan pembina Komunitas RAFA dengan tema “Pahlawan-pahlawan super Islam”."


Jufri menambahkan bahwa acara Baksos ini sebenarnya acara pertama yang diadakan RAFA yang bentuknya sosial seperti ini. Harus menjadi perhatian kita memang untuk keadaan sekitar seperti ini.

“Insya Allah, semoga kedepannya semakin kerjasama yang bisa kita lakukan dengan taman edukasi pemulung Gampong Jawa ini, karena iniemang tamggung jawab kita bersama, mencerdaskan dan membangun mimpi anak-anak ini,” tutupnya.

Sebelumnya RAFA aktif dalam mengadakan pengajian dua mingguan (setiap Sabtu pagi di Mesjid Baitul 'Allam, Kuta Alam) kepada mahasiswa di lingkungan kota Banda Aceh dengan menghadirkan ustad-ustad muda.


Akhir tahun lalu, RAFA bahkan mendatangkan mubaligh muda ternama dari Malang, Habib Bin Anies yang merupakan alumni Darul Musthafa, Tarim Yaman. Komunitas Raisul Fata yang diisi oleh pemuda dan mahasiswa ini juga mendapat perhatian khusus dari kalangan dayah terutama Abu MUDI beserta Abi Zahrul juga Ayah Muntasir Abdul Kadir, rektor IAI Al-Aziziyah Samalanga.

Bahkan dalam satu kesempatan Abi Zahrul dan Ayah Muntasir memesan kepada komunitas Raisul Fata untuk istiqamah mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jama'ah untuk kalangan pemuda-pemudi yang ada di Kota Banda Aceh dan sekitarnya. "Kalian yang muda-muda dan mahasiswa harus aktif belajar agama dan berdakwah. Kampus harus menjadi target utama. Jangan sampai kampus malah dikuasai oleh paham liberal dan sekuler yang merusak aqidah orang Islam terutama anak-anak Aceh". Pungkas Teungku Muntasir atau yang kerap disapa Ayah Mun.

Terimakasih Liputan Aceh
Read More

Thursday, September 6, 2018

KETAHUILAH 7 AMALAN PADA HARI JUM'AT, LALU AMALKAN

September 06, 2018 1


Tarbiyah.Online - Hari Jum'at adalah salah satu hari daripada hari raya bagi kaum Muslim. Disebut hari raya, karena hari Jum'at selain memiliki kekhususan bagi kaum muslimin terutama yang laki-laki untuk berkumpul dan bersama-sama datang ke mesjid untuk beribadah, hari Jum'at juga memiliki berbagai kelebihan dan keutamaan. Bahkan banyak sekali amalan yang Rasulullah SAW ajarkan untuk diamalkan khusus di hari mulia itu.

:فــُوائــــــــد كــبــــــــــــيرۃ تختص بسيد الأيام  يوم الجمعة
Faedah Agung Yang Khusus di Amalkan di Hari Jum'at

١من قال بعد غسل الجمعة مائة مرة يامهيمن رزقه الله المهابة والجلا 

1. Barangsiapa yang membaca Ya Muhaimin 100x setelah mandi jum'at, maka Allah SWT akan memberikan kewibawaan dan kemulyaan.

٢. من قرأ بين أذاني الجمعة سورة القدر ٧ مرات، قضى الله دينه

2. Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar 7x antara 2 adzan di hari jum'at, maka Allah SWT akan melunasi semua hutangnya.

٣من قال بعد صلاة الجمعة ٣٣ مرة يا باطن، جعله الله من أهل  الباطن

3. Barangsiapa yang berucap Ya Baathin 33x setelah shalat jum'at, Allah swt akan menjadikannya dari ahli bathin.

٤من قرأ وهو ثان رجليه بعد صلاة الجمعة وقبل أن يتكلم الفاتحة  والإخلاص والفلق والناس كل واحدة ٧ مرات، حفظه الله من 
كل سوء  إلى الجمعة القابلة

4. Barangsiapa setelah shalat jum'at membaca  Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas masing 7x tanpa merubah posisi duduknya (tasyahhud akhir) dan tanpa berbicara sebelumnya, maka Allah SWT akan menjaganya dari semua kejelekan sampai jum'at berikutnya.

٥من قال بعد الجمعة مائة مرة اللهم أكفني بحلالك  عن حرامك  واغنني بفضلك  عمن سواك، لم تمض عليه جمعة إل وأغناه الله أي: سخر له رزقآ

5. Barangsiapa setelah sholat jum'ah membaca ALLAHUMMA AKFINIY BIHALAALIKA 'AN HARAMIKA WAGHNINIY BIFADLIKA 'AMMAN SIWAAK, maka segala kebutuhannya akan terpenuhi hingga hari berikutnya.

٦.  من قال ساعة الدعاء  للمؤمنين والمؤمنات في الخطبة : ياغني  يامغني أربعين مرة؛ يقول في رأس كل عشر منها : أغنني ، إلا  وسع  الله  عليه  رزقه

6. Barangsiapa yang berdoa YAA GHONIYYU YAA MUGHNIIY 40X, setiap 10 dari bacaan tersebut ditambahi AGHNINIY, ketika do'a mukminin mukminaat pada khutbah kedua, maka Allah SWT akan meluaskan rizkinya.  

٧من صلى على النبي صلى الله عليه وسلم بعد عصر الجمعة (بأي صيغة ) ثمانين مرة، غفر له ذنوب ثمانين سنة ، فإن لم يكن عليه مايقابل هذا غفر ﻵبائه ورفع في درجاته، وورد أن من صلى بهذه الصيغة : (اللهم صل على سيدنا محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلم تسليما) بعد عصر الجمعة كتب له عبادة ثمانين سنة مع ما ذكر.

7. Barangsiapa yang bersholawat kepada Nabi SAW setelah ashar hari jum'at 80x, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya 80 tahun, jika memang si pembaca tidak memiliki dosa sebanyak itu, maka keutamaan tersebut akan diberikan kepada kedua orangtuanya dan Allah SWT akan mengangkat derajat mereka. 

ومن اكثر الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم يكفى همه ويغفر ذنبه ويقضى دينه وكانت له شفاعة  عند النبي صلى الله عليه وسلم وكان اقرب منزلا من النبي صلى الله عليه وآله وسلم يوم القيامة
 

Ada riwayat bahwasan-nya yang membaca sholawat dengan sighoh ini ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMIY WA 'ALAA AALIHI WASOHBIHI WA SALLIM TASLIIMAA setelah asar hari jum'at, maka akan ditulis untuknya pahala ibadah 80 tahun.
"Barangsiapa yang memperbanyak sholawat atas Nabi SAW, maka Allah SWT akan menyelesaikan semua urusannya, mengampuni segala dosanya, melunasi hutangnya, dan sholawat tersebut akan menjadikan sebab dia memperoleh syafaat Nabi SAW, dia kan berada paling dekat kedudukan-nya di sisi Nabi SAW pada saat hari kiamat".

مستفاد من مجالس  الحبيب  زين بن سميط والحبيب سالم الشاطري  حفظهم الله
Disadur dari majlis Habib Zein bin Sumaith dan Habib Saalim As-Syaatiri

Read More

Saturday, July 28, 2018

Komunitas Raisul Fata Ziarah ke Dayah MUDI Mesra dan Bertemu Abu MUDI

July 28, 2018 0

Komunitas Raisul Fata (Komunitas Pemuda Pencinta Ilmu Agama), melakukan pertemuan singkat Guru Besar Syeikh Hasanoel Bashry atau yang kita kenal dengan nama Abu Mudi, seorang Ulama besar nan kharismatik Aceh yang memimpin pesantren MUDI Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Menurut cerita yabg disampaikan Haikal Btj (salah seorang anggota komunitas), pertemuan ini awalnya tidak direncanakan, karena ia dan teman-teman hanya berenca ke Jeunieb untuk melakukan ziarah ke keluarga salah seorang teman yang baru meninggal dunia beberapa hari silam.

"Kami sampai di MUDI sudah tengah malam, hampir pukul 3.00" sebut Haikal. Teman-teman menginap di salah satu bilik santri MUDI, yang juga merupakan teman lama dari Ichsan yang ikut dalam rombongan.

"Dalam rombongan tersebut, terdapat Teungku Fahmi yang merupakan salah satu alumni MUDI yang sudah dekat dengan teman komunitas saat mengisi pengajian di RTA (Rabithah Thaliban Aceh) beberapa bulan lalu. Sehingga kami pun menyempatkan diri datang ke salah satu Dayah terbesar di Aceh."

"Teungku Fahmi lah yang mengajak kami bertemu Abu, secara pribadi di ruang Abu. Dan ini sangat mengejutkan bagi kami."

Sambung Haikal, "Pertemuan itu memberi kesan yang luarbiasa. Apalagi dalamkesempatan tersebut teman-teman sempat memperkenalkan Komunitas Raisul Fata kepada Abu secara singkat, melalui lisan Teungku Fahmi."

Abu terlihat sangat mendukung kegiatan keagamaan, terutama kajian dan dakwah, apalagi yang digerakkan oleh kaum muda terutama mahasiswa di kawasan perkotaan.

"Dakwah aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah) adalah suatu keharusan ditengah terpaan angin topan dan badai pemikiran yang mengerogoti kemurnian Islam yang indah dan fitrah. Demikian halnya kemerosotan akhlak dan abai terhadap perkara ibadah." Demikian pesan Abu.

"Berkah pertemuan singkat ini membuat semangat teman-teman komunitas semakin terpacu untuk melaksanakan kajian dan dakwah." Ichsan menimpali.

"Semoga pada saat kajian Tastafi awal bulan nanti di Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, teman-teman komunitas bisa kembali berjumpa, berbincang, dan meminta nasihat, serta doa dari Abu. InsyaAllah". Harap anggota komunitas.

Terimakasih telah dimuat di www.bacakota.top
Read More

Friday, July 27, 2018

Kajian Komunitas: NAR (Nak Awak Rasa?) Gambaran Siksa Neraka dan Penghuninya

July 27, 2018 0


Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Kajian Spesial NAR (NERAKA) Nak Awak Rasa?

. عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ لَهُ نَعْلَانِ وَشِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِ الْمِرْجَلُ مَا يَرَى أَنَّ أَحَدًا أَشَدُّ مِنْهُ عَذَابًا وَإِنَّهُ لَأَهْوَنُهُمْ عَذَابًا.

Dari An-Nu'man bin Basyir RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Sesungguhnya siksa penghuni neraka yang paling ringan adalah seseorang yang dipakaikan sepasang terompah yang terbuat dari api hingga otaknya mendidih sebagaimana mendidihnya air yang sedang direbus. Pada saat itu, orang tersebut mengira bahwasanya dialah orang yang mendapat siksaan yang paling pedih, padahal ia adalah penghuni neraka yang paling ringan siksanya.'' (Muslim 1/135)
_______
*Save The Date!*
Sabtu, 28 Juli 2018
Pukul 09.00 WIB s/d Selesai
*Masjid Baitul Allam Gp. Kuta Alam*
Banda Aceh

Bersama:
*Ustadz H. Mursalin Basyah, Lc, M.Ag*
Alumni Universitas Al Azhar Mesir

Presented by: Raisul Fata
Cp: T. Arif Billah
085277804540

Media Partner: At_thalib
Masjid Baitul Allam
Jl. Potemereuhom No.13, Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh 24415

Kami berharap kepada seluruh muslimin dan muslimat untuk mengajak juga teman, sahabat dan keluarga untuk menghadiri majelis pengajian yang mulia ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

Jazakumullah khairan katsir.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wb.

PENGURUS KOMUNITAS PENGAJIAN RAISUL FATA
Read More

Komunitas Raisul Fata Terbentuk, Cerita dan Misi Besar Anak Muda

July 27, 2018 0

Raisul Fata yang berartikan Pemimpin Para Pemuda. Adalah sebuah mimpi besar yang kami canangkan. Membentuk pola kepemimpinan dunia dan ukhrawi bagi diri sendiri dan teman-teman yang bersedia mengikuti mimpi ini. Demikian makna nama yang kami pilih.

Raisul Fata tersusun dari 6 orang pengurus inti:

Muhammad Jufri Azinar kelahiran tahun 1994 asal kabupaten Pidie, alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Syiah Kuala. Fadhlullah Apriandy, Raiyan Rifqi dan Teuku Arif Billah pemuda kelahiran tahun 1995 yang juga berasal dari Pidie. Dan keduanya merupakan alumni universitas Syiah Kuala dengan jurusan yang sama yaitu Tehnik sipil. Ketiganya juga tercatat sebagai alumni SMAN 2 Modal Bangsa.

2 pengurus lainnya adalah Haikal dan Ichsan Adnan yang sampai saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Ichsan juga tercatat sebagai mahasiswa UIN Ar-raniry di jurusan Hukum Ekonomi Islam.

Terbentuknya komunitas ini diawali kehadiran ustadz kondang yang fokus pada dunia anak muda, ustadz Hanan Attaki yang tenar di Jawa Barat meskipun berdarah dan besar di Aceh sebelum berguru ke Al Azhar Mesir, tahun 1999.


Pertemuan secara tatap muka dengan Ustadz Hanan saat beliau mengisi kajian di Mesjid Raya Baiturrahman yang ikut menyinggung tentang komunitas gerakan pemuda hijrah yang beliau bentuk di sekitaran Kota Bandung. Dengan tujuan utamanya merangkul para pemuda agar mencintai ilmu agama. Atau dikenal dengan nama "Hijrah".

Dengan harapan komunitas raisul fata ini dapat menjadi wadah berkumpulnya para pemuda untuk mengenal keindahan Islam dan kebutuhan kita terhadap Islam secara utuh. Khususnya mahasiswa agar tidak jatuh pada komunitas-komunitas tidak bermanfaat dan hiburan semata.


Hingga hari ini, agenda komunitas yang sudah berjalan antara lain:

Kajian 2 mingguan (di hari Sabtu berpusat di Mesjid Baitul Alam, Kuta Alam, Banda Aceh).
- Ikut meramaikan pengajian yang diselenggarakan komunitas lainnya. Seperti Syifaul Qulub dan RTA (Rabithat Thaliban Aceh) atau MMR (MAjelis Mahabbah Rasulullah).
- Menjadi media partner bagi IKAT (Ikatan Keluarga Alumni Timur Tengah) Aceh.
Mengaktifkan akun Instagram (@raisul.fata) dan Fanpage FB (Raisul Fata) guna menyebarkan konten agama kepada pengguna media sosial terutama IG dan FB.
Mengaktifkan website www.raisulfata.com sebagai media referensi dan dokumentasi kajian serta ilmu agama yang berpaham moderat (Ahlussunnah wal Jama'ah)
Read More

Kumpulan Foto Komunitas Raisul Fata Berziarah ke Dayah MUDI Mesra

July 27, 2018 0
Teman-teman Raisul Fata berkujung ke Dayah (Pesantre) terbesar di Aceh saat ini, MUDI (Ma'had Ulumud-Diniyah Islamiyah) Mesra, Samalanga, Bireuen. Bahkan teman-teman sempat bertemu dengan Abu Mudi, pimpinan dayah yang merupakan sosok ulama kharismatik di Aceh yang telah melahirkan banyak cendikiawan Islam dan teungku-teungku di Aceh melalui rahim MUDI.

Abu Mudi juga merupakan ketua umum sekaligus pengisi kajian tingkat tinggi Tastafi (Tauhid Tasawuf dan Fiqh) di Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh yang diadakan malam Sabtu (Jum'at malam) di setiap awal bulan (minggu pertama setiap bulannya).


Foto Bersama Abu di ruangan beliau

Mendengarkan nasihat dari Abu

Foto di depan Dayah Mudi

Foto di depan Mesjid Poe Teumeuruhom, Komplek Dayah MUDI

Susana Belajar Mengajar Santri MUDI Mesra











Read More

Friday, June 29, 2018

APAKAH WANITA HAID HARUS MENGQADHA PUASA DAN SHALATNYA?

June 29, 2018 0

Tarbiyah.Online - Wanita haid dan nifas memang dilarang melaksanakan shalat serta berpuasa, akan tetapi kewajiban yang harus mereka lakukan setelah selesai haid dan nifas adalah mengqadha puasa yang ditinggalkan, bukan mengqadha shalat. Hal tersebut berdasarkan riwayat hadis serta ijma‘ para ulama.

Aisyah Ummul Mukminin radhiyallâhu ‘anhâ;

عن معاذة العدوية قالت سألت عائشة فقلت: ما بال الحائض تقضي الصوم ولا تقضي الصلاة؟ فقالت: أحرورية أنت؟ قلت: لست بحرورية، ولكني أسأل، قالت: قد كان يصيبنا ذلك مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فنؤمر بقضاء الصوم ولا نؤمر بقضاء الصلاة
Dari Mu‘adzah al-‘Adawiyah, ia bertanya kepada Aisyah; Ada apa gerangan mengapa wanita haid harus mengqadha puasanya namun tidak mengqadha shalatnya? Aisyah menjawab; Apakah kamu Harûriyyah? Bukan, saya hanya bertanya. Aisyah menjelaskan; Memang seperti itu syariat yang kami dapati bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita diperintahkan mengqadha puasa, bukan mengqadha shalat
(Abdurrazzaq, al-Mushannaf, vol.1, hal.331)

Al-Imam Muhammad Ibn Idris Ibn al-‘Abbas al-Syafi‘i (w.204H);

وكان عاما في أهل العلم أن النبي لم يأمر الحائض بقضاء الصلاة وعاما أنها أمرت بقضاء الصوم، ففرقنا بين الفرضين استدلالا بما وصفت من نقل أهل العلم وإجماعهم
Sudah jamak diketahui dari para ulama bahwa Nabi tidak memerintahkan wanita haid mengqadha shalatnya, dan juga jamak diketahui bahwa wanita haid diperintahkan mengqadha puasa. Kami membedakan antara dua ibadah fardhu ini berdasarkan periwayat dari para ulama dan ijma‘ mereka yang telah disebutkan sebelumnya
(Al-Syafi‘i, al-Risâlah, hal.119)

Al-Imam Abu Isa Muhammad Ibn Isa al-Tirmidzi (w.279H);

والعمل على هذا عند أهل العلم، لا نعلم بينهم اختلافا أن الحائض تقضي الصيام ولا تقضي الصلاة
Para ulama mengamalkan hadis ini, dan tidak kami ketahui adanya perbedaan pendapat mereka dalam kewajiban mengqadha puasa bagi wanita haid, sedangkan shalat tidak diqadha
(Al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, vol.3, hal.154, pada nomor hadis 787)

Al-Imam Abu Bakr Muhammad Ibn Ibrahim Ibn al-Mundzir al-Naisaburi (w.319H);

وأجمع أهل العلم على أن عليها قضاء الصوم لإجماعهم، وسقط عنها فرض الصلاة لثبوت السنة والإجماع
Wanita haid yang tidak berpuasa wajib mengqadha puasanya berdasarkan ijma‘ para ulama, sedangkan kewajiban -qadha- shalat gugur bagi mereka berdasarkan sunnah dan ijma‘
(Ibn al-Mundzir, al-Awsath Fî al-Sunan wa al-Ijmâ‘ wa al-Ikhtilâf, vol.7, hal.191)

Al-Imam Abu al-Hasan Ali Ibn Khalaf Ibn Abdil Malik Ibn Batthâl al-Qurthubi (w.449H);

وأجمعوا أن عليها قضاء ما تركت من الصيام، ولا قضاء عليها للصلاة
Para ulama berijma‘ bahwa wanita haid wajib mengqadha puasa yang ditinggalkannya, namun tidak dengan shalat
(Ibn Batthal, Syarh Shahîh al-Bukhârî, vol.1, hal.419)
Al-Imam Abu Muhammad Ali Ibn Ahmad Ibn Sa‘id Ibn Hazm al-Andalusi (w.456H);

وأجمعوا أن الحائض تقضي ما أفطرت في حيضها
Dan para ulama berijma‘ bahwa wanita haid wajib menqadha puasa yang ditinggalkannya selama haid
(Ibn Hazm, Marâtib al-Ijmâ‘, hal.40)

ولا قضاء إلا على خمسة فقط، وهم الحائض والنفساء فإنهما يقضيان أيام الحيض والنفاس، لا خلاف في ذلك من أحد...
Tidak ada qadha selain yang lima; wanita haid dan nifas, mereka wajib mengqadha -puasa yang ditinggalkan- selama haid dan nifas. Tidak ada perbedaan yang muncul dalam masalah ini...
(Ibn Hazm, al-Muhallâ Bi al-Atsâr, vol.6, hal.185)

Al-Imam Abu Bakr Ala’uddin Ibn Mas‘ud Ibn Ahmad al-Kasani (w.587H)

Al-Imam al-Kasani ketika mengomentari atsar dari Aisyah dengan Mu‘adzah yang disebutkan di atas mengatakan;

أشارت إلى أن ذلك ثبت تعبدا محضا، والظاهر أن فتواها بلغت الصحابة ولم ينقل أنه أنكر عليها منكر فيكون إجماعا من الصحابة رضي الله عنهم
Beliau mengisyaratkan bahwa aturan tersebut murni ta‘abbud. Secara lahir, fatwa Aisyah tersebut sampai kepada para sahabat lain, dan tidak ada riwayat pengingkaran dari mereka, sehingga jadilah apa yang disampaikan itu sebagai ijma para sahabat radhiyallâhu ‘anhum
(Al-Kasani, Badâi’ al-Shanâi’ Fî Tartîb al-Syarâi‘, vol.2, hal.89)


Al-Imam Abu Muhammad Baha’uddin Abdurrahman Ibn Ibrahim Ibn Ahmad al-Maqdisi (w.624H);

الحائض والنفساء تفطران وتقضيان إجماعا، وإن صامتا لم يجزئهما إجماعا
Wanit haid dan nifas mesti berbuka dan mengqadha puasa tersebut berdasarkan ijma‘, dan jika mereka tetap berpuasa maka belum sah berdasarkan ijma‘
(Baha’uddin al-Maqdisi, al-‘Uddah Syarh al-‘Umdah, vol.1, hal.41)
     
Al-Imam Abu Muhammad Abdullah Ibn Ahmad Ibn Qudamah al-Maqdisi (w.630H);

أجمع أهل العلم على أن الحائض والنفساء لا يحل لهما الصوم وإنهما يفطران رمضان ويقضيان
Ulama berijma‘ bahwa wanita haid dan nifas tidak halal berpuasa, sehingga mereka memang harus berbuka lalu mengqadha puasa tersebut
(Ibn Qudamah, al-Mughnî Syarh Mukhtashar al-Kharqî, vol.3, hal.83)

Al-Imam Abu Abdillah Syamsuddin Muhammad Ibn Abdillah al-Zarkasyi (w.772H);

القضاء واجب على الحائض والنفساء بالإِجماع
Mengqadha puasa wajib bagi wanita haid dan nifas berdasarkan ijma‘

(Al-Zarkasyi, Syarh Mukhtashar al-Kharqî, vol.1, hal.430)

Wallahu a'lam
Oleh Ustadz Ashfi Bagindo Pakiah
Read More

Kajian Komunitas: Ramadhan, Habis Manis Sepah Dibuang

June 29, 2018 0

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Insya Allah Komunitas Pengajian Raisul Fata akan mengadakan pengajian umum yang akan diasuh/dibimbing oleh Al Fadhil Ustadz Muhammad Rizal AG, LC, MA pada :
Hari : Sabtu, 30 Juni 2018
Pukul  :09.00 WIB
Tempat : Mesjid Baitul 'Allam, Kuta Alam, Banda Aceh"
Tema : Ramadhan, Habis Manis Sepah di Buang?"

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda: 

“Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit.” (HR Abu Dawud 1161)

Semoga Allah senantiasa meringankan langkah kita agar dapat menghadiri majelis-majelis taman surga dan membimbing kita selalu ke jalan perubahan yang lebih baik.
Aamiin.

Kami berharap kepada seluruh muslimin dan muslimat untuk mengajak juga teman, sahabat dan keluarga untuk menghadiri majelis pengajian yang mulia ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

Jazakumullah khairan katsir.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wb.

PENGURUS KOMUNITAS PENGAJIAN RAISUL FATA
Read More