TARBIYAH ONLINE: syaikh ali jumuah

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Showing posts with label syaikh ali jumuah. Show all posts
Showing posts with label syaikh ali jumuah. Show all posts

Thursday, November 23, 2017

Nur Muhammad Rasulullah SAW Adalah Ciptaan Pertama

November 23, 2017 0
Dalam berbagai kesempatan, kita sering menemukan entah itu bacaan atau mendengar kajian atau juga ceramah, dimana ada satu ungkapan yang disebut-sebut sebagai Hadits. yaitu mengenai apa yang pertama kali diciptakan oleh Allah SWt. dan kaitaannya dengan Nur Nabi SAW. Sebagai mana pertanyaan berikut:

“Hal pertama yang diciptakan Allah adalah Nur Nabimu, wahai Jabir.” Apakah hadits ini shahih? Dan apakah makna dari hadits tersebut selaras atau bahkan bertentangan dengan prinsip-prinsip aqidah yang wajib bagi Nabi?

Pertanyaan diatas pernah juga ditanyakan kepada Syaikh Ali Jum’ah, seorang ulama besar dari Al-Azhar Mesir, yang pernah menjabat sebagai mufti negara.
Dalam kitab Al Bayan li maa Yasghal al Adzhaan yang berisikan 100 persoalan yang yang paling sering ditanyakan, Syaikh Ali Jum’ah di masa beliau menjadi mufti Mesir menjawab dengan sangat baik, gamblang dan mencerahkan sebagaimana biasanya.

Berikut kutipannya:

“Para pakar hadits menghukumi hadits tersebut mungkar dan bahkan memvonis palsu. Syeikh Al-‘Allamah Abdullah bin Shiddiq Al Ghumari berkata,”Mereka yang menisbatkan periwayatan hadits tersebut kepada Abdurrazaq telah keliru karena hadits tadi tidak ditemukan dalam kitab Al Musannaf, Al Jami’ dan Tafsirnya. Al-Hafizh as-Suyuthi, dalam kitab tafsir Al-Hawi fil Fatawi juz 1 halaman 32 berkata,”Hadits tersebut tidak mempunyai sanad yang otoritatif.” Hadits tersebut secara pasti PALSU. Kesimpulannya, hadits tadi adalah mungkar dan palsu serta tidak ditemukan subernya dalam kitab-kitab hadits”. (Abdullah bin Shiddiq al Ghumari, Mursyid al Hair li Bayan Wadl’ Hadits Jabir, hal.2).
Mayoritas ahli hadits menghukumi hadit diatas palsu seperti Al Hafizh as-Shaghani. Dan pendapat ini tidak ditentang oleh Al-Hafizh Al-‘Ajluni. Demikian untuk status dari hadits Jabir.

Namun demikian, makna hadits tersebut mungkin benar apabila yang dikehendakinya adalah permulaan dari cahaya dan permulaan secara mutlak. Hal ini benar dari Qalam dan ‘Arasy dengan khilaf yang masyhur. Al-‘Ajluni mengatakan,”Menurut pendapat lemah bahwa permulaan segala materi sesuai dengan jenis materi tersebut. Semisal, Allah menciptakan pertama kali segala cahaya dari materi cahaya juga, dan begitu juga seterusnya. Dalam kitab Ahkam ibn al-Qaththan sebagaimana diriwayatkan Ibnu Marzuq dari Ali bin Husein dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku dulu adalah cahaya di sisi Tuhanku selama empat ribu tahun, yakni sebelum Adam diciptakan.” Demikian ibarat kitab al Mawahib. (al-‘Ajluni, Kasyaf al-Khafa, juz 1 halaman 311-312).

Imam Al’Allamah Ad-Dardir (Al Maliki) tidak menentang makna ungkapan tersebut. Belliau berkata,” Cahaya rasulullah SAW adalah sumber semua cahaya dan materi sebagaimana sabda beliau kepada Jabir, ”Materi pertama yang diciptakan Allah adalah cahaya Nabimu dari Cahaya-Nya...al Hadits.” Beliau adalah mediator seluruh makhluk.” (Ad-Dardir, asy-Syarah as-Shaghir; Hasyiah as-Shawi, juz 4 halaman 778-779).

Sesungguhnya alam-alam yang diciptakan Allah ada banyak. Ada alam Mulk yaitu alam yang kita lihat. Ada alam Malakut yaitu alam ghaib. Ada alam Ruh, alam Jin dan alam Malaikat. Di semua alam tersebut terdapat cahaya-cahaya yang diciptaka Allah SWT. Tidak bisa ditolak kemungkinan bahwa Rasulullah SAW adalah awal cahaya yang diciptakan Allah dan cahaya-cahaya tersebut memenuhi sifat manusia pada alam ruh.

Kesimpulannya, hadits tersebut palsu dan tidak benar dinisbatkan kepada Rasul SAW. Akan tetapi maknanya mungkin benar seperti penjelasan diatas. Wallahu a’lam.

Demikian jawaban dari Syeikh Ali Jum'ah dalam kitabnya tersebut yang memuat 100 pertanyaan yang paling sering diajukan. Dengan lugas, beliau menjawab dengan nukilan dari berbagai referensi yang terpercaya, yaitu kitab-kitab ulama besar terdahulu. Dan sangat proporsional, dimana ha1 dikatakan haq, sedangkan bathil, tanpa ragu beliau katakan bathil.
Read More

Wednesday, November 22, 2017

Telah Datang Bulan Penuh Berkah

November 22, 2017 0
Selamat Berbahagia...!!!

Hari-hari yang sedang kita lalui sekarang adalah awal bulan Rabiul Anwar (Bulan berseminya cahaya) yang menampakkan cahaya Nabi Muhammad Saw. terhadap semesta.
Kaum muslimin menamakannya dengan Rabiul Anwar Karena disana berkilauan cahaya Nabi Muhammad Saw, anugerah dan pemberian terindah dari Tuhan. Dengannya Allah menutup Risalah kenabian dan wahyu terkahir untuk semesta.
Dia diutus sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan akan berbagai macam siksa. Dia telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasehati umat serta berjuang dijalan Allah SWT hingga akhir hayatnya dan Allah meridhainya.
Ini adalah bulan mulia yang ketika kita memasukinya, kita telah memasuki cahaya, kebahagiaan, kegembiraan dan Suka cita bagi setiap muslim.
Maka jika kita tidak bergembira dengan adanya Rasulullah Saw. Lalu kita akan bergembira dengan siapa?!


Sudah datang...!!!

Bulan Rabiul Anwar, bulan penuh berkah yang bermula darinya cahaya kenabian yang memancar hingga ke seluruh alam semesta. Ini adalah bulan Rabiul Awal yang Allah SWT. muliakan dengan diutusnya seorang Nabi pilihan , seorang Nabi tercinta Saw. Dan hendaknya kita merayakan kelahiran Nabi Saw. dengan ucapan dan perbuatan, dengan suka cita, khidmat, perasaan dan jiwa. Kita harus merangsang diri kita dengan kedatangan Nabi kepada alam semesta dengan pengertian ini. Sehingga menjadikan kita menyampaikan dari padanya walau satu ayat, sebagaimana kita diperintah, "Sampaikan daripadaku walau satu ayat".

Pengertian ini yang menjadikan kita bergembira dengan peraturan yang telah ditentukan kepada kita, menjalankan perintah-perintah yang telah diperintahkan kepada kita, menegah dari sesuatu yang telah dilarang oleh Rasulullah Saw. kepada kita, sebagaimana kegembiraan kita ketika menyambut kedatangannya.
Jadikanlah Bulan ini sebagai langkah awal kebaikan dalam hidupmu, wahai saudara ku. Firman-Nya, "Dan Lakukan kebaikan agar kamu beruntung". Hiduplah di bulan cahaya dengan cahaya yang telah di utus Allah untuk alam semesta.

Bulan Râbi' al-Anwâr (bulan berseminya cahaya) tengah meneduhi kita, dialah awal musim semi, sebutan "al-Anwâr" yang tersemat padanya lantaran pada bulan itu lahirlah Nabi pilihan dan baginda tersayang SAW.
Binar cahayanya terpancar terang di bulan agung ini, menyinari setiap yang di barat sampai sudut timur dunia, bahkan seluruh semesta, cahanya tidak akan redup hingga kiamat..

" ولد الهدى فالكائنات ضياء # وفم الزمان تبسم وثناء "
Sang hidayah telah lahir lalu semestapun berbinar # sementara bibir zaman tersenyum dan memujinya.
Maka di bulan mulya ini sepatutnya kita menjadikan Râbi'al-Anwâr bulan meneladani Rasulullah SAW, menjadikannya pelita bagi kita, dan menapaki jejaknya serta merenungi risalah (Al-Qur'an) yang beliau bawa untuk kita.
Sholawat dan salam Allah serta aliran berkah untuk Sayyidinâ (baginda kami) Muhammad beserta keluarganya bak hembusan angin semilir yang menerpa semak belukar di musim panas.

Maulana Fadhilatus-Syaikh Ali Jum'ah Hafizhahullah,
diterjemahkan oleh Admin FansPage Ahbab maulana Syaikh Ali Jum'ah
Read More