TARBIYAH ONLINE: polusi udara

Terbaru

Showing posts with label polusi udara. Show all posts
Showing posts with label polusi udara. Show all posts

Thursday, May 31, 2018

BATALKAH PUASA SAAT MENGHIRUP POLUSI, DEBU, ATAU DIMASUKI SERANGGA?

May 31, 2018 0

Salah satu pembatal puasa adalah benda yang masuk ke dalam kerongkongan secara disengaja. Namun kemungkinan lain yang bisa terjadi pada seseorang adalah bila dalam kondisi tertentu rongga mulutnya dimasuki oleh benda atau serangga sampai tertelan hingga kerongkongannya disebabkan menguap ataupun sedang membuka mulut saat berkendara lalu tiba-tiba dimasuki oleh serangga, ataupun debu dan asap polusi, maka puasa orang tersebut tidak batal.

Berikut sebagian penjelasan dari riwayat sahabat maupun keterangan ulama mazhab;

Abdullah Ibn ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ;

عن ابن عباس في الرجل يدخل حلقه الذباب، قال: لا يفطر

Dari Ibn Abbas, tentang seseorang yang dimasuki serangga pada kerongkongannya. Ibnu Abbas berkata; Puasanya tidak batal
(Ibn Abi Syaibah, al-Mushannaf, vol.3, hal.107, no.9886)

Al-Imam Abu Muhammad Ibn Ali Ibn Ahmad Ibn Sa‘id Ibn Hazm al-Andalusi (w.456H);

وما نعلم لابن عباس في هذا مخالفا من الصحابة رضي الله عنهم إلا تلك الروايات الضعيفة عنه

Kami tidak mengetahui para sahabat lain yang berbeda dengan Ibnu Abbas terkait masalah ini, selain dari riwayat-riwayat dhaif darinya (yang berbicara sebaliknya)
(Ibn Hamz, al-Muhalla Bi al-Atsar, vol.4, hal.350)


Al-Imam Abu Muhammad Abdullah Ibn Ahmad Ibn Qudamah al-Maqdisi (w.630H);

فأما ما حصل منه عن غير قصد كالغبار الذي يدخل حلقه من الطريق ونخل الدقيق والذبابة التي تدخل حلقه أو يرش عليه الماء فيدخل مسامعه أو أنفه أو حلقه أو يلقي في ماء فيصل إلى جوفه أو يسبق إلى حلقه من ماء المضمضة أو يصب في حلقه أو أنفه شيء كرها أو تداوى مأمومته أو جائفته بغير اختياره أو يحجم كرها أو تقبله امرأة بغير اختياره فينزل أو ما أشبه هذا فلا يفسد صومه لا نعلم فيه خلافا لأنه لا فعل له فلا يفطر كالاحتلام

Adapun sesuatu yang terjadi pada orang yang sedang berpuasa tanpa sengaja seperti debu di jalan yang masuk ke dalam kerongkongannya, kabut tepung, dan serangga yang masuk ke dalam kerongkongannya, atau percikan air yang masuk ke dalam pendengaran, hidung, tenggorokan, ataupun dilempar ke dalam air sehingga kerongkongannya dimasuki air, atau juga saat berkumur-kumur, termasuk juga seseorang yang dipaksa memasukkan sesuatu ke dalam kerongkongan dan hidungnya, atau mengobati bolongan pada kepalanya, dan itu semua bukan keinginannya, atau berbekam karena terpaksa, atau bahkan dicium oleh seorang perempuan tanpa kehendaknya sehingga maninya keluar, dan lain sebagainya, maka puasanya tidak batal. Kami pun tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat dalam hal ini, karena sejatinya itu bukan perbuatannya sehingga puasanya tidak batal, sama halnya dengan orang yang mimpi hingga keluar mani
(Ibn Qudamah, al-Mughni Syarh Mukhtashar al-Kharqi, vol.3, hal.36)

Wallahu A’lam
Read More