TARBIYAH ONLINE: habib umar bin hafiz

Terbaru

Showing posts with label habib umar bin hafiz. Show all posts
Showing posts with label habib umar bin hafiz. Show all posts

Saturday, February 17, 2018

20 Wasiat Penting Habib Salim Asy-Syathiri Tarim Yaman

February 17, 2018 0
Habib Salim Asy-Syathiri

Berikut adalah 20 wasiat penting dari ulama besar Yaman yang meninggal hari ini, Sabtu 17 Februari 2018, Habib Salim bin Abdullah bin Umar asy-Syathiri dari beberapa ceramahnya di Indonesia:

  1. Durhaka pada orangtua itu bernasab, turun-temurun, pasti akan dibalas melalui keturunannya kelak.
  2. Seorang yang menghormati ulama besar tapi ia meninggalkan orangtuanya artinya ia mementingkan sunnah dan melalaikan yang wajib. Sama seperti orang memakai imamah tapi auratnya justru terbuka, sungguh tidak pantas.
  3. Berkata Imam Ahmad bin Hanbal: “Orangtua ada 3; yang melahirkan, yang memberi ilmu (guru), dan yang menikahkanmu dengan anaknya (mertua).”
  4. Pada saat kita kecil, orangtua mencintai kita, bersabar dengan keadaan dan tangisan kita, menghadapi berbagai tingkah pola kita, berdoa supaya kita panjang umur dan sehat sampai dewasa. Maka wajib bagi kita bersabar terhadapnya ketika mereka sudah tua dan memiliki banyak kekurangan.
  5. Syafaat Rasulullah Saw. pun tak dapat menolong orang yang durhaka kepada orangtuanya dari siksa neraka kecuali orangtuanya sendiri yang memberi kesempatan padanya untuk diberi rahmat oleh Allah.
  6. Memutus silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah, tertolak seluruh amalnya, tidak akan diterima doanya walaupun ia seorang yang alim. Maka sambunglah silaturrahim sebelum kita mati dalam keadaan terlaknat dan sebelum kita masuk barzakh dengan amarah Allah selagi ada kesempatan.
  7. Majelis ilmu lebih baik seribu kali daripada majelis maulid atau shalawat.
  8. Orang yang hadir majelis ilmu akan mendapat rahmat Allah meski tidak paham atau tidak hafal apa yang telah disampaikan.
  9. Banyak orang yang baru bisa merasakan manfaatnya hadir majelis ilmu ketika menjelang sakaratul maut.
  10. Orang berakal bukanlah orang yang hanya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jelek. Tetapi orang berakal adalah orang yang mengerti mana yang baik untuk dilakukan dan mengerti mana yang jelek untuk dijauhi. Dan itu semua ada dalam majelis ilmu.
  11. Janganlah mengobrol sendiri dalam majelis ilmu. Syaikh Abu Bakar Bin Salim berkata: “Orang-orang yang sering mengobrol di majelis ilmu dikhawatirkan akhir hayatnya menjadi bisu.”
  12. Ketika kamu tidak bisa menjadi seorang pengajar, maka setidak-tidaknya jadilah seorang pencari ilmu, atau orang yang semangat dalam menghadiri majelis ilmu, atau orang yang cinta kepada majelis ilmu.
  13. Jauhilah orang-orang yang benci majelis ilmu.
  14. Apabila zakat dikelola dengan baik dan benar niscaya tidak akan ada fakir miskin di dalam sebuah negara muslim. Seperti era Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
  15. Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang tidak dikenal, maka bagaikan memuliakan Allah Swt. Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang dikenal, maka bagaikan memuliakan Rasulullah Saw.
  16. Siwak mempunyai 120 manfaat. Sedangkan rokok mempunyai 120 bahaya.
  17. Di Belanda terdapat sebuah penelitian bahwa ada kuman gigi yang tidak bisa mati kecuali dengan zat yang terkandung dalam kayu arok/siwak.
  18. Dalam najis anjing dan babi ada beberapa kuman yang tidak bisa dihancurkan dengan berbagai macam zat kimia, tapi justru bisa dibasmi dengan debu. Oleh sebab itu, syariat mewajibkan membasuh najis anjing dan babi dengan tujuh kali basuhan yang salah satunya harus dicampur dengan debu.
  19. Dalam salah satu sayap lalat ada empat penyakit dan dalam sayap lainnya ada empat obat penyakit tersebut. Jadi, jika terdapat lalat mati di dalam minuman maka tenggelamkan terlebih dahulu sebelum membuang lalat tersebut agar aman diminum. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits
  20. Agar futuh dalam ilmu, Habib Abdullah al-Haddad berkata: “Saya mendapatkan futuh dalam ilmu dengan sebab 3 perkara; dengan menangis dan merendahkan hati serta beristighfar di waktu Sahur, dengan berzuhud terhadap dunia, dan tidak aku mendengar ada seorang lelaki yang saleh atau perempuan yang salehah kecuali aku mengunjunginya dan meminta doa darinya.”

Dituliskan oleh Ustad Abdkadir Alhamid/ Toha Mahsun M
Read More

Thursday, November 9, 2017

Sepotong Kisah Lahir Nabi dalam Maulid Dhiyaul Lami’ Karya Habib Umar

November 09, 2017 0
Maulid Dhiyaullami' bi Maulidin Nabi Syaafi' tentang nasab dan kelahiran Nabi Musthafa SAW:


لَمَّا دَ نَا وَ قْتُ الْبُرُو ز  ِلأَ حْمَدٍ
عَنْ   إِذْنِ   مَنْ   مَا شَاءَ هُ   قَدْ   كَانَـا

Ketika telah dekat waktu kelahiran Ahmad (saw) dari Izin Nya,
yang apabila menghendaki sesuatu tidaklah akan terhalang,

حَمَلَتْ   بِهِ  اْلأُ مُّ   اْلأ َمِينَةُ   بِنْتُ   وَ هـب   مَنْ   لَهَا  أَعْلَى  اْلإِ لهُ  مَكَانَا
مِنْ   وَ الِدِ   الْمُخْتَارِ   عَبْدِ  اللّهِ  بْنِ
عَبْدٍ   لِمُطَّلِبٍ   رَ أَى  الْبُرْ هَانَا

Ia (saw) berada di dalam kandungan Sang Ibu Aminah binti Wahb, yang baginya telah

 Allah Muliakan Martabatnya (sebagai ibu bagi sebaik baik ciptaan),
Dari ayah Sang Hamba yang terpilih (saw), yaitu (ayahnya itu) Abdullah bin Abdul Muthalib

 yang melihat tanda-tanda (Isyarat Kenabian)

قَدْ   كَانَا  يَغْمُرُ   نُورُ  طهَ   وَجْهَهُ
وَسَرَ ى  إِلَى  اْلاِ  بْنِ  الْمَصُونِ   عَيَانَا

Telah terjadi bahwa wajahnya (ayahnya) diterangi Cahaya Thaahaa (saw) yang kemudian

berpindah kepada Sang Anak yang terjaga ini (cahaya itu) terlihat dengan jelas

وَهُوَ ابْنُ   هَاشِمٍ   الْكَرِ  يمِ   الشَّهْمِ  بْنِ
عَبْدِ  مَنَافٍ   اِبْنِ   قُصَيٍّ    كَانَا
وَ الِدُ هُ   يُدْعَى  حَكِيمًا  شَأْ نُهُ
Dan dia adalah keturunan Hasyim yang Mulia dan Perkasa ,
putra Abdu Manaaf, Keturunan Qushay yang dahulu,
Ayahnya digelari Hakiim (orang yang adil) dan kepribadiannya telah termasyur,
maka berbanggalah dengan kepribadian itu,

قَدِ  اعْتَلَى   أَعْزِزْ   بِذ لِكَ  شَانَا
وَاحْفَظْ  أُصُو لَ  الْمُصْطَفَى  حَتَّى   تَرَى
فِي  سِلْسِلا َتِ   أُصُو  لِهِ   عَدْنَانَا
فَهُنَاكَ  قِفْ   وَ اعْلَمْ    بِرَ فْعِهِ     إِ لَى  السْـمَاعِيلَ     كَانَا  لِلأَبِ   مِعْوَ انَا

Dan hafalkanlah silsilah keturunan Nabi yang Terpilih hingga kau temukan

silisilahnya pada (datuknya) Adnan, Apabila telah sampai kepada Adnan maka berhentilah, (bahwa setelah Adnan,
banyak riwayat yang berbeda) dan ketahuilah bahwa nasabnya bersambung hingga
Ismail As (putra Ibrahim As) yang telah menjadi pendukung Ayahnya (Ibrahim As),

وَ حِينَمَا  حَمَلَتْ   بِهِ   آمِنَةٌ
لَمْ   تَشْكُ  شَيْئًا  يَأْ خُذُ   النِّسْوَ انَا
وَبِهَا  أَحَاطَ   اللُّطْفُ   مِنْ  رَ بِّ   السَّمَا
Dan ketika Aminah (ra) mengandungnya (saw) tidaklah Ia (Ibundanya ra)
merasa sakit sebagaimana keluhan wanita hamil,
Baginya (Aminah ra) selubung Kelembutan dari Allah Pemelihara Langit, hilanglah
 segala gangguan, kegelisahan dan kesedihan,
Kemudian ia (Aminah ra) menyaksikan sebagaimana yang telah diketahuinya, bahwa
Yang Maha Pemelihara telah memuliakan Alam Semesta

أَ قْصَى  اْلأَ ذَى  وَ الْهَمَّ   وَ اْلأَ حْزَ انَا
وَ رَ أَتْ   كَمَا  قَدْ  جَاءَ  مَا عَلِمَتْ   بِهِ
أَنَّ   الْمُهَيْمِنَ   شَرَّ فَ   اْلأَ  كْوَ انَا
بِالطُّهْرِ   مَنْ   فِي   بَطْنِهَا   فَاسْتَبْشَرَ تْ
وَ دَ نَا  الْمَخَاضُ   فَأُتْرِ عَتْ   رِ ضْوَ انَا
وَ  تَجَلَّتِ   اْلأَ  نْوَ ارُ   مِنْ    كُلِّ  الْجِهَاتِ   فَوَ قْتُ   مِيلاَ دِ   الْمُشَفَّعِ   حَانَا

Dengan kesucian bayi di dalam kandungannya, maka iapun bergembira ketika telah dekat saat saat kelahiran, maka berluapanlah limpahan keridhoan Nya,
(Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, 4X)

Maka Muncullah Cahaya Cahaya dari segala penjuru dan Detik Kelahiranpun tiba,

وَقُبَيْلَ   فَجْرٍ   أَبْرَ زَتْ   شَمْسُ  الْهُدَى
ظَهَرَ  الْحَبِيبُ   مُكَرَّ  مًا  وَ مُصَانَا

Beberapa saat sebelum terbitnya fajar Muncullah Matahari Hidayah, Lahirlah Sang Kekasih yang Termuliakan dan Terjaga,


سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلاَ إلهَ  إِلاَ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ   أربعًا
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِـاللهِ الْعَلِيِّ الْعَطِيمِ  فِـي كُــلِّ لَـحْظَةٍ أَبَدًا
عَدَدَ خَلْـقِهِ وَرِضَا نَـفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْ شِهِ وَ مِدَادَ كَـلِمَاتِهِ.
صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد  صَلَّى الله عَلَيْهِ  وَسَلَّم

Bershalawat Allah kepada (Nabi) Muhammad
Bershalawat Allah padanya dan memberi salam sejahtera 3x)


يَا نَبِي  سَلاَ  مُ  عَلَيْكَ  يَا رَسُو ل   سَلاَ  مُ   عَلَيْكَ
يَا  حَبِيب  سَلاَ  مُ  عَلَيْك  صَلَو اتُ اللّه عَلَيْكَ

Wahai Nabi salam sejahtera bagimu,  Wahai Rasul salam sejahtera bagimu.
Wahai Kekasih salam sejahtera bagimu,  Shalawat Allah bagimu


أَبْرَ زَ    اللّهُ    الْمُشَفَّع  صَاحِبُ   الْقَدْ رِ   الْمُرَ  فَّع
فَمَلاَ   النُّو رُ   النَّوَ احِي عَمَّ   كُلَّ  الْكَوْنِ أَجْمَع

Telah tiba dengan kehendak Allah sang penberi syafa’at, Yang memiliki derajat yang dimuliakan.
Maka limpahan cahaya memenuhi segala penjuru, Meliputi seluruh alam semesta.

نُكِسَتْ    أَصْنَامُ    شِرْ كٍ  وَ بِنَا الشِّرْ كُ   تَصَدَّ ع
وَ  دَ نَا  وَ قْتُ   الْهِدَ ايَة  وَ حِمَى الْكُفْرِ تَزَعْزَ ع

Maka berjatuhanlah patung-patung berhala di ka’bah, Dan tumbanglah sendi-sendi kemusyrikan.
Maka dekatlah saat-saat petunjuk, Dan benteng kekafiranpun berguncang

مَرْ حَبًا  أَهْلاً  وَ سَهْلا  بِكَ   يَا  ذَا  الْقَدْرِ  اْلأَ رْ فَع
يَا إِمَامَ   اهْلِ   الرِّ سَالَة  مَنْ   بِهِ   اْلآ فَاتِ  تُدْ فَع

Salam sejahteralah atas kedatanganmu, Wahai sang pemilik derajat yang mulia.
Wahai Imam dan pemimpin para Rasul, Yang dengannya bencana-bencana terhapuskan.

أَنْتَ   فِي  الْحَشْرِ   مَلاَ ذٌ  لَكَ    كُلُّ   الْخَلْقِ   تَفْزَ ع
وَ يُنَادُ ونَ   تَرَ ى   مَا قَدْدَهَى مِنْ هَوْلٍ أَفْظَع

Engkaulah satu-satunya harapan di hari Qiamat, Kepadamulah seluruh

 ciptaan berlindung dari kemurkaan Allah.

طَلَعَ الْبَدْرُ  عَلَيْنَا  مِنْ ثَنِيَّةِ الْوَ دَاع
وَ جَبَ الشُّكْرُ عَلَيْنَا  مَا دَ عَا لِلّهِ دَاع

Kemudian mereka datang memanggil-manggilmu dengan penuh harapan,

 Ketika menyaksikan dahsyatnya kesulitan dan rintangan.

فَلَهَا  أَنْتَ  فَتَسْجُد  وَ تُنَادَ ى   أشْفَع   تُشَفَّع

Maka karena itulah engkau (SAW) bersujud kehadirat Tuhanmu,
Maka diserukan kepadamu berikanlah syafa’at, karena engkau diizinkan memberi syafa’at.

فَعَلَيْكَ   اللّهُ   صَلَّى    مَا بَدَ ى النُّو رُ  وَ شَعْشَع

Maka atasmu limpahan shalawat dari Allah, Selama

cahaya masih bersinar terang benderang.

وَ بِكَ   الرَّ حْمنَ   نَسْأَل وَ  أِلهُ   الْعَرْشِ   يَسْمَع

Dan denganmu (SAW) kami memohon kepada Ar Rahmaan,
Maka pencipta Arsy mendengar do’a kami.

يَا عَظِيمَ   الْمَنِّ   يَا رَ بّ شَمْلَنَا بِالْمُصْطَفَى اجْمَع
Wahai pemberi anugerah yang mulia, Wahai Tuhan,
Kumpulkanlah kami dengan AlMusthafa (SAW).

وَ بِهِ   فَا نْظُرْ إِلَيْنَا  وَ اعْطِنَا  بِه  كُلَّ   مَطْمَع

Dan demi Dia (SAW), maka pandanglah kami dengan kasih sayangmu,
Dan berilah kami segala yang kami inginkan.

وَ ا كْفِنَا  كُلَّ   الْبَلاَ  يَا وَ ادْ فَعِ اْلآ  فَاتِ   وَ ارْفَع

Dan hindarkanlah kami dari segala bencana, Dan jauhkanlah

segala kesulitan, dan angkatlah sejauh-jauhnya

رَبِّ  فَا غْفِرْ لِي  ذ ُنُو  بِـي  بِبَرْكَةِ  الْهَادِي  الْمُشَفَّع

Dan siramilah Wahai Tuhanku serta tolonglah kami
 .Dengan lebatnya curahan rahmat- Mu


وَ اسْقِنَا  يَا  رَبّ أَغِثْنَا  بِحَيَا  هَطَّالِ   يَهْمَع
وَ اخْتِمِ   الْعُمْرَ   بِحُسْنَى وَاحْسِنِ الْعُقْبَىوَمَرْجَع

Dan akhirilah usia kami dengan husnul khatimah,
Dan terimalah kami dengan baik saat kembali kepada- Mu 

وَ صَلاَ ةُ   اللّهِ   تَغْشَى مَنْ  لَهُ  الْحُسْنُ  تَجَمَّع

Dan terlimpahlah shalawat dari Allah,  Baginya (SAW) yang kepadanya terkumpul segala kebaikan.


أَ حْمَدَ   الطُهْرَ وَ آلِه  وَ الصَّحَابَة   مَالسَّنَا شَع

Ahmad yang tersuci serta keluarganya

Dan sahabatnya sebanyak pijaran cahaya.

اللهـم صـل وسـلم وبارك علـيه وعلـى آلـه

Ya Allah Limpahkanlah Shalawat dan Salam Sejahtera serta Keberkahan Padanya dan Pada Keluarganya,


***
Dikutip dari Kitab Maulid Dhiyaullami' susunan Habib Umar bin Hafiz
Read More