TARBIYAH ONLINE: Wudhu

Terbaru

Showing posts with label Wudhu. Show all posts
Showing posts with label Wudhu. Show all posts

Friday, October 18, 2019

5 Kesalahan Yang Paling Sering Terjadi Dalam Wudhu

October 18, 2019 0

Tarbiyah.online - Fiqih, Setiap umat muslim yang akan menunaikan ibadah shalat, sudah wajib tentunya berwudhu terlebih dahulu sebagai sarana penyucian diri.

Wudhu adalah cara bersuci bagi umat muslim selain mandi dan tayamum. Oleh sebab itu, ilmu tentang wudhu sudah diketahui kebanyakan muslim mengenai rukun dan sunnahnya.

Akan tetapi, ternyata ada banyak kalangan yang terkadang masih luput dalam wudhunya. Banyak yang tanpa sadar melupakan hal-hal kecil yang terlihat remeh namun sebetulnya mempengaruhi keabsahan wudhu itu.

Dalam sebagian hal, ada juga yang melakukan kemakruhan wudhu dengan melakukan hal yang dilarang. Misalnya terlalu banyak menggunakan air sampai mubazir dan lain sebagainya.

Berikut ini merupakan 5 kesalahan dalam berwudhu yang jarang diketahui oleh orang.

1. Mengucap Basmalah di dalam Kamar Kecil
Setiap hal baik disunnahkan membaca basmalah sebelum melakukannya. Itulah mengapa, disunnahkan menbaca basmalah juga sebelum berwudhu.

Nah yang menjadi problem adalah, kerap kali orang yang melakukan wudhu di kamar kecil atau kamar mandi yang menyebabkan basmalah tidak sunnahkan diucapkan. Biasanya ini terjadi bagi mereka yang tidak menemukan tempat khusus untuk wudhu.

Bagi yang sudah terbiasa melafalkan basmalah, bacaan ini seakan sudah lekat dibibir. Namun mungkin juga kadang luput sehingga masih atau tidak sengaja melakukannya di dalam kamar kecil atau kamar mandi. Padahal hal ini tidak diperbolehkan, karena di dalam basmalah terkandung nama Allah.

Hal ini juga terkait dengan adab di dalam kamar mandi, yakni tidak diperbolehkan bicara dan bersuara. Maka dari itu, basmalah cukup hanya dibatin dalam hati dan tidak perlu diucapkan dengan lisan. (Hasyiyah asy-Syibramalsi Nihayatul Muhtaj, juz I, hal 55).

2. Kaki Tidak Terangkat Saat Dibasuh
Dalam sebuah hadis dijelaskan, “Sempurnakanlah wudhu.” (HR. Muslim)

Rukun wudhu yang kelima ialah membasuh kedua kaki hingga mata kaki. Basuhan air harus merata sampai ke sela-sela jari dan telapak kaki.

Kasus terjadi ketika seorang berwudhu menggunakan bak atau wadah yang bukan pancuran. Ketika membasuh kaki, orang tersebut tidak mengangkat kakinya yang masih menempel di lantai.

Akibatnya, bagian bawah telapak kaki tidak terbasuh, padahal ini wajib. Ia merasa kakinya sudah basah dan mengira bahwa basuhan sudah merata. Padahal basah tersebut adalah karena lantainya yang sudah basah, bukan hasil dari basuhan. (al-Hawi fi Fiqhis Syafi’I, juz I, hal 363)

3. Hitungan Satu Kali dalam Berwudhu
Rasulullah SAW berwudhu tiga-tiga, lalu bersabda, “Beginilah wudhu. Barangsiapa yang menambah atau mengurangi, maka ia telah mencacat wudhunya dan dzalim.” (HR. Abu Dawud).

Di dalam wudhu disunnah juga tatslits (melakukan tiga kali) dalam mengusap dan membasuh. Sebagaimana yang diterangkan hadis di atas, menambah dan mengurangi hitungan maka hukumnya makruh.

Jika seseorang membasuh tangan tiga kali, air baru merata, maka itu belum disebut tastslits. Akan tetapi, hitungan satu kali basuhan ialah ketika air sudah merata di seluruh permukaan tangan. Baru kemudian basuhan kedua juga merata, dan basuhan ketiga. (Asnal Mathalib, juz I, hal 206)

4. Kuku yang Kotor ketika Berwudhu
Memanjangkan kuku merupakan hal yang tidak disunnahkan. Memotong kuku justru menjadi ajaran Nabi terlebih ketika Hari Jumat. Namun banyak saja oranng yang masih memanjangkan kukunya entah dengan dengan alasan apa.

Memang ada yang merawat dan membersihkan kuku secara rutin, ada juga yang membiarkan kotoran hitam bersarang di bawahnya. Lalu, apakah wajib membersihkan kuku sebelum berwudhu?

Hal wajib yang musti dilakukan dalam wudhu ialah meratakan air ke seluruh permukaan kulit yang wajib dibasuh. Dan orang yang berwudhu juga wajib menghilangkan segala sesuatu yang menghalangi masuknya air kedalam kulit, seperti lem, lilin, cat dan lain sebagainya.

Begitu pula dalam masalah kotoran kuku, harus dibersihkan jika itu menghalangi masuknya air ke bawah kuku. Apalagi jika kotoran tersebut termasuk benda yang najis, maka sudah barang tentu wajib dihilangkan. (Mughnil Muhtaj, juz I, hal 240)

5. Tidak Mencelupkan Kaki
Ini adalah fenomena yang terjadi pada banyak orang, terutama yang tidak menyadari keberadaan najis di telapak kakinya. Dan ternyata masjid yang sering menjadi korban ketidaktahuan mereka, apalagi masjid yang tempat wudhunya berdampingan dengan tempat buang air kecil.

Seringkali orang yang hendak masuk ke dalam masjid tidak mencelupkan kakinya terlebih dahulu ke dalam bak atau kolam yang telah disediakan. Ini penting, karena bak tersebut nantinya bisa menghilangkan keraguan suci tidaknya kaki.

Selain itu ada juga, orang yang sengaja melompati dan melewatkan bak kolam tersebut tersebut. Hal ini berakibat kemungkinan najis yang dibawanya pada kaki, walaupun tidak disadarinya, tersebar ke mana-mana.

Oleh sebab itu, sebaiknya setiap ada kolam cuci kaki (kobokan) hendaknya mutawadhi’ (orang yang wudhu) terlebih dahulu mencelupkan kaki di situ, sebagai kehati-hatian wudhunya. Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam Bisshawab.

Oleh: Arif Rahman Hakim, Telah tayang juga di Pecihitam.org
Read More