TARBIYAH ONLINE: Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah

TARBIYAH ONLINE

Mengenal Nabi SAW dan Ajaran yang dibawanya

Hot

Showing posts with label Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Show all posts
Showing posts with label Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Show all posts

Monday, December 18, 2017

Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah

December 18, 2017 0

Siapa Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah

Beliau lahir dan dibesarkan di Aleppo , belajar di Akademi Studi Islam di Aleppo kemudian melanjutkan Studi Ilmu Jiwa dan Tarbiyah di Universitas Al-Azhar di Kairo , Mesir . Ayah Beliau , Muhammad , dikenal sebagai orang yang saleh dikampungnya, seorang pengusaha di industri tekstil . Ayah dari ayahnya bernama  Bashir, salah satu pedagang tekstil terbesar di Aleppo , dan nasab beliau bertemu dengan Panglima Besar Islam Khalid Bin Walid , Radiyallahu 'anhu.

Syaikh Abu Ghuddah tinggal di Kairo tahun 1944 sampai 1950, selama waktu itu dia bertemu dengan Hassan al - Banna , Pendiri Ikhwanul Muslimin. Beliau bergabung dengan Ikhwanul Muslimin di bawah didikan al- Banna , dan menjadi anggota Ikhwanul Muslimin Suriah sekembalinya ke Suriah pada tahun 1950. Dia pun menjadi terkenal di kalangan Muslimin di Aleppo , dan menjadi Dosen di Akademi Studi Islam . Pada tahun 1960 ia menjadi Dosen Filsafat di Universitas Damaskus . Abu Ghuddah ikut dalam pemilihan parlemen pada tahun 1961, dan kemudian diangkat sebagai Mufti Aleppo oleh Presiden Nazim al- Kudsi.

Kalau berbicara tentang Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah, layaknya berlayar di lautan yang tak berpantai, kalau mendengar beliau bicara tentang Fiqh, seakan-akan beliau seorang Fuqaha besar, kalau beliau berbicara tentang sejarah, seakan-akan beliau adalah sejarawan agung, kalau beliau berbicara tentang Tasawwuf, para pendengar akan mengira beliau adalah seorang Mursyid Tareqat, kalau mendengar beliau bicara tentang semangat dakwah, you do the math karena beliau salah satu Mursyid Ikhwanul Muslimin di Suriah, kalau beliau bicara tentang Hadits dan Mustalah Hadits, itu memang pakarnya beliau, kalau tidak mau dikatakan “ghuluw”, mungkin beliau adalah salah satu dari beberapa orang ulama hadits yang dilahirkan di abad 20.
Kemampuan dan keilmuwan beliau sungguh sangat luar biasa. Sebuah risalah kecil hasil coretan Imam Haris Al Muhasibi berhasil digubah oleh Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah menjadi sebuah buku besar yang sangat bagus dijadikan sebagai rujukan bagi pecinta tasawwuf dan akhlak, kalau membaca buku itu dijamin kamu akan menangis!
Kalau mau membaca buku “Al Ihkam fi Tamyizil Fatawa ‘Anil Ahkam wa Tasharrufatil Qadhi wal Imam”, atau “Al Manar Almunif fi Sahih wa Dhaif”, maka jangan ragu-ragu untuk memastikan buku itu ditahqiq oleh Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah.

Karya Fenomenalnya

Ada dua buku karangan beliau yang sangat fenomenal, buat kamu yang suka membaca atau mengkoleksi buku, pastikan dua judul itu ada di rak bukumu. “Qiimatu Al Zaman ‘Indal Ulama” dan “Safahat min Shabril ‘Ulama”. Buku yang luar biasa, kalau memang ada list buku yang harus kamu baca sebelum mati, mungkin dua buku itu adalah pilihan yang tepat. Satu lagi buku fenomenal sheikh Abu Ghuddah yaitu "Al Ulama Al Uzzab Allazina Aatsarul Ilma 'Ala al Zawaj", buku yang mengisahkan tentang tokoh-tokoh yang memilih menjomblo sampai mati demi belajar, mengajar dan berjuang.

Seorang teman di Damaskus bercerita, “Suatu hari aku pernah keliling Damascus dan menelpon hampir seluruh penerbit di Suriah hanya untuk mencari buku “Safahat min Shabril ‘Ulama”. Ada seorang wanita di ujung dunia sana yang meminta mahar pernikahannya berupa buku “Safahat min Shabril ‘Ulama”, kebetulan calon suaminya adalah sahabat lama ku yang tidak bertemu selama 10 tahun atau lebih, itu pun kalau bukan karena “kepepet” mau kawin dan butuh buku itu, mungkin dia tidak akan menyapaku lewat inbox. Alhamdulillah bukunya dapat, meskipun bekas. Sorry bro, kalau ente baca ini, semoga Samawa, tapi really it was an honor for me”

Beliau juga menambahkan, “Mendapat hadiah buku “Allamah Muhaddits Abdul Fattah Abu Ghuddah: Arauhu wa tarjihatuhu wa ikhtiyaratuhu fi Ulumil Hadits” dari sahabat di Beirut merupakan hadiah terbaik di penghujung tahun 2017. Masih fresh bro, baru beberapa waktu lalu terbit. Dengan membaca buku ini, sudah menghemat banyak waktu daripada harus membaca buku sheikh Abu Ghuddah satu per satu yang jumlahnya puluhan itu.”
Mengomentari sahabatnya ini, Syeikh Musthafa Zarqa mengatakan, "Kalau mau melihat bagaimana sahabat dan tabiin hidup, lihatlah akhi Abdul Fattah". Kalau harus menulis dua orang favorit dengan berbagai buku karangannya, aku akan menulis: Syeikh Saied Ramdhan Al Buty dan Syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah rahimahumallah.




Read More